Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Mowang Hei Shi (Siluman Raja Singa Hitam )


__ADS_3

Bulan dan bintang bersinar terang,terlihat tiga ekor serigala sedang mengelilingi tubuh Pemimpinnya yang tewas dalam kondisi kepala pecah terhantam batu cadas.


Lolongan mereka menyayat hati,seperti menangisi kepergian Temannya.


Nona Yuan Terbangun dari pingsannya,dia melihat empat ekor serigala berkumpul tak jauh dari tempatnya.


" Mengapa aku ada disini ?!" Gumamnya pada diri sendiri.


Samar2 dia teringat tatkala melihat ibunya sedang bertarung dengan siluman batu.Lalu terdengar suara terompet yang seakan2 membuat jiwanya terbang melayang saking kuatnya tenaga Terompet memasuki jiwanya.


Perlahan dia berdiri,menatap lekat2 kearah serigala,


" Serigala besar itu sudah tak bergerak,ohh...kepalanya pecah ! Apa yang terjadi ?" pikirnya bingung.


" Sebaiknya aku segera kembali,ibu pasti sibuk mencariku." Gumamnya,lalu segera berkelebat menembus gelapnya lembah.


Didekat sungai Perbol dan Nyonya bai sama berteriak memanggil putri dan Lukita,Mereka yang tadinya bertarung sekarang seperti sahabat yang sedang mencari keberadaan keluarganya masing2.


" Sobatttt ! Dimana kau ?!" Teriak perbol dengan keras.


" Yuan...Yuannn...! Tabib...Tabib...!" Teriak Nyonya bai pula.


Tak lama berselang,putrinya Yuan Ruochong tiba dipinggir sungai,dia mengikuti suara panggilan kedua orang yang mencarinya.


" Ibu...Tabib kecil !" Panggilnya pula.


Nyonya bai segera melompat menyebrangi sungai,lalu segera memeluk putrinya dengan erat.


" nona,apa kau tak bertemu dengan Sahabatku ?" Tanya perbol dari sebrang sungai.


" Ehhhh...Tabib kecil,Aku...aku tak tau.Tadi aku pingsan,begitu terbangun,aku melihat empat ekor serigala,namun seekor serigala yang bertubuh besar aku lihat telah mati." Jawab Yuan Ruo setelah melepas pelukan ibunya.


" Pasti Dia yang telah membunuh Srigala itu ! Apa kau masih ingat dimana serigala berada ?" Tanya perbol kembali.


" Yaaa...aku ingat,letaknya dilembah sebelah utara." Jawab Putri Yuan kembali.


" Sebaiknya kita kesana,aku khawatir,Tabib muda Terjerumus kedalam Lembah Tengkorak." Ucap Nyonya Bai khawatir.


" Apa !?? Lembah Tengkorak ?" Seru perbol kaget.


" Yaaa...Apa kau tau Lembah itu ?" Tanya Nyonya bai curiga.


" Tempat itulah tujuan kami !" Jawab Perbol cepat.

__ADS_1


" Ayo, Cepat kita kesana !" Ucapnya kembali.


" Tunggu ! Apa kau tau,tempat apakah lembah tengkorak itu ?" Tanya nyonya bai kembali.


" Ahhhh...Kami hanya mengetahui dari Siluman Gagak hitam,Bahwa Kediaman Raja Singa Hitam berada Di Lembah Tengkorak." Jawab Perbol seketika.


" Kalian juga tau,keberadaan Raja keparat itu !" Teriak Nyonya bai gusar.


" Dengar Kera ! kami hanya tau dari keterangan Siluman buaya dan siluman gagak.Kami hanya ingin mencari obat dan menyampaikan amanat mereka untuk raja singa hitam." Jawab perbol apa adanya.


" Obat untuk siapa ? Apa amanat kedua siluman busuk itu ?" Tanya Nyonya bai dengan geram,emosinya kembali datang,begitu mendengar nama kedua siluman musuhnya.


" Obat itu untukku,dan amanat mereka bukanlah urusanmu ! Sebaiknya cepat kita kesana !" Teriak perbol mulai tak sabar.


" Bodoh ! Kau cari mampus ! Putriku terluka Karena Singa Keparat itu ! Aku tak sudi bertemu denganya lagi !" Jawab Nyonya bai geram.


" Ibu...Tabib muda dalam bahaya.Sebaiknya kita segera membantunya ." Putri Yuan Ikut menimpali.


" Putriku,Kita bukanlah tandingan raja keparat itu !" Bentak ibunya marah.


" Kau pikir sahabatku bukan tandingannya ! Kalian salah besar ! Sahabatku adalah Raja Para siluman Dinegri kami Nusantara !" Ucap Perbol dengan Bangga.


" Apaaa !!!" Ibu dan anak sama2 terkejut.


" huhhhh...Percuma aku jelaskan ! Panjang ceritanya.Yang jelas,raja Singa Hitam Tak kan mudah Mengalahkan Raja Kami ! Sebaiknya kita susul dia !" Seru Perbol kembali.


" Kau...Kau pergilah sendiri ! Kami tak akan ikut !" Ucap nyonya bai gusar.


" Dasar siluman tak tau balas budi ! Biar aku pergi sendiri !" Bentak perbol geram,lalu segera melompati sungai dan pergi meninggalkan kedua ibu dan anak yang masih dalam keadaan bingung.


" Ibu...Ucapan tabib kecil memang benar.Aku percaya,mana ada manusia yang mempunyai ilmu suara yang menyakitkan jiwa kita para siluman." Putri Tuan Berkata sambil memegang kedua tangan ibunya.


" Entahlah,ucapanmu ada benarnya,juga ucapan tabib kecil,kita sudah hutang nyawa pada mereka.Baiklah,kita susul segera Tabib kecil,jangan sampai dia juga tersesat dihutan Neraka." Nyonya bai menarik napasnya dalam2,lalu segera berkelebat cepat menyusul Perbol bersama putrinya.


Sementara itu,lukita sudah tiga kali memasuki Air terjun,namun tak kunjung menemukan Suara yang bergema.


" Hahahaha...bagaimana kau akan mengalahkanku,memasuki kediamanku saja kau tak mampu !" Kembali terdengar suara yang menggema.


Lukita tersenyum dingin,otaknya terus bekerja.Dia lalu segera bersemedi diatas batu didekat air terjun.Dia menarik energi alam sebanyaknya,hingga tubuhnya melayang diudara dengan posisi duduk bersila.


' Tak ada lobang atau goa dibalik air terjun,pasti ditempat lain adanya.' Bathin lukita.


Tiba2 tubuhnya terjun kedalam air terjun yang ketiga,lalu menyelam kedalam air.Semakin dalam dia menyelam,air semakin dingin dan keruh,terlihat pusaran dibagian bawah,lukita terus menyelam,hingga tubuhnya ikut berputar mengikuti pusaran air.

__ADS_1


Benar saja,tak lama berselang,dia melihat celah ditengah2 pusaran air.Dengan gesit tubuhnya berenang memasuki celah seperti Goa.Hampir sepuluh menit dia menahan napasnya,namun bagi lukita itu bukanlah apa2.


Setelah 20 menit menyelam dan menyusuri celah batu,dia melihat cahaya didepannya.Tak lama berselang,tubuhnya menyembul diantara bebatuan yang bercahaya.


Lalu naik kepermukaan,


" Ternyata disinilah kediaman Singa Hitam !" Gumam lukita,lalu bergerak berjalan menyusuri batu2an yang tajam dan runcing.


Dinding Goa terlihat dipenuhi lumut yang tebal,langit2 goa sangatlah tinggi,diatasnya terlihat batu2 yang runcing bergantungan.


Jalan setapak semakin lebar dan luas,semakin kedalam.aroma yang harum semerbak semakin kentara.


Semakin kedepan terlihat ruangan yang terlihat rapi dan apik, beberapa tempat duduk dari batu beserta meja berjejer rapi.Terlihat seperti ruang pertemuan.


Didinding goa,beberapa obor terlihat menyala,pertanda goa itu dihuni oleh seseorang.


Dipinggir goa,terlihat pula air sungai kecil mengalir dengan tenang,beberapa macam ikan menjadi penghuninya.


Lukita jadi teringat kediaman Raja Singa Emas,hampir mirip namun Goa ini lebih baik dan bagus dari tatanannya.


" Maaf,kalau kedatanganku kesini telah memgganggu pemilik tempat ini " Ucap lukita dengan lantang,suaranya terdengar menggema.


" Hahaha...Sudah lama aku tidak kedatangan tamu,apalagi tamu yang sangat jauh." Kembali terdengar suara yang sama ketika lukita pertama sampai dilembah tengkorak.


Tanpa basa basi,lukita segera menjawab.


" kalau kediaman ini dihuni Oleh Raja Singa Hitam,sudi kiranya menampakkan wujudnya." Ucap Lukita kembali.


" Hahahaha...Kau tidak salah,Anak muda ! memang tempat ini adalah istanaku." Jawab Nya,lalu perlahan goa bergetar,dari dinding bagian dalam,terlihat batu sebesar Gajah dewasa bergeser lesamping.


Lalu keluarlah sesosok Singa Berbulu hitam yang besar seukuran Gajah tunggal.


Lukita terpana,menatap tubuh besar raja singa hitam,ukurannya lima kali lipat Raja singa Emas. ( Baca : SiHoki dan Si Cebol )


Mowang Hei Shi ( Raja singa hitam ) berjalan mendekati lukita,mulutnya menganga memperlihatkan kedua taringnya yang panjang dan tajam.


" Apakah kau yang meniupkan Terompet itu ?" Tanya Singa Hitam


" Apakah suara terompetku telah menggangu istirahatmu ?" Tanya lukita pula.


" Hahahaha...Sejujurnya,aku sangat terhibur.Selama ini hanya suara binatang yang ada dialam sini yang kudengar." Jawab Hei Shi,namun tiba2 keluarlah asap hitam yang sangat tebal.


Lukita segera melangkah mundur kebelakang,waspada akan serangan lawan.

__ADS_1


__ADS_2