Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Bunuh Yang pantas untuk Dibunuh #


__ADS_3

Sementara itu dikediaman Walikota,2 orang pendekar penjaga gerbang setengah berlari memasuki balaikota.


" Tuan Muda,Dimana Tuan muda !" Seng tee masuk dengan tergopoh2.


Mendengar suara ribut2,kong khun yang sedang berada didalam balai sedang menggoda beberapa pelayan menjadi marah.


" Ada Apa ! Jangan Membuat keributan ! Suhu dan Master sedang istirahat !" Bentaknya


" Tuan...Tuan muda,Bahaya Tuan !" Seru Seng tee dengan wajah panik


Kong Khun segera Keluar Ruangan,Menemui anak buahnya.


" Bahaya Apa yang kau maksud !" Bentak Kong Khun begitu menemui seng tee


" Utusan dari Kaisar sudah tiba,Tuan !" Sekarang lagi dihadang oleh Tuan Riong dan Yang lainnya.


" Hahahahaha...Kalau mereka bertiga sudah turun tangan,Utusan dari kaisar tak kan berumur panjang !" Kong Khun tersenyum licik


" Tapi tuan,Hamba mendengar,Tabib dari Nusantara akan berkunjung Kesini secepatnya.Dan mereka juga mengenal Suhu Tuan BeijiKong." Seng tee menjelaskan apa yang didengarnya.


" Cuih...! Hanya tabib,mereka tak perlu ditakuti ! Ayo,Aku Sendiri yang akan mencincang tubuh mereka !" Kong Khun segera bergerak keluar balai kota,


" Tuan Muda,Apa tak sebaiknya memberitahu Suhu ,Tuan Dahulu." Seng tee berusaha membujuk


" Kau meragukan Kemampuan Ku ! Suhu Lagi Istirahat,Master Juga ! Mereka baru kembali Dari Luar !" Bentak Kong Khun Jengkel


" Maaf Tuan Muda,Tak ada maksud Kami seperti itu." Seng tee segera mundur ketakutan.


" Cepat Naik Kudamu !" Perintahnya


"Pengawal ! Kalau Suhu Bertanya,Bilang Saja,Aku sedang Menyambut Utusan Dari Ibukota ! Seorang Tabib Tak Berguna !" Hahaha..." Lalu kong Khun segera melesat meninggalkan balai kota diikuti oleh Seng tee dan anak buahnya.


Kita Kembali lagi kepertarungan,


" Naga Angin !" teriak Lukita


Seketika Naga angin kembali menyemburkan Angin puyuh kearah Riong Sang dan Kian Julong.


Riong sang yang masih tak percaya ilmu andalannya tak membuat lawan cedera sedikitpun,sangat terkejut dengan serangan Naga Angin yang tiba2 datang,untuk menahan serangan sangat mustahil,karena Tenaga dalamnya telah dikerahkan semua.Dengan sisa2 tenaga,dia segera mencabut Kapak emas dipinggangnya,Lalu melemparkan kearah Naga Angin.


Sementara itu,Kian Julong sama kagetnya juga tak begitu baik kondisinya,dengan segala upaya dia berusaha bergulingan ditanah menghindari semburan angin puyuh dari naga angin.


Kapak Emas meluncur cepat menghantam naga angin yang berada diudara,Namun kapak emas hanya lewat begitu saja menembus angin kosong.Serangan angin Puyuh naga angin dengan telak menghantam Riong Sang yang tak berdaya untuk menghindar dan menahan.Tubuhnya terbang tersapu hingga berhenti setelah menabrak tembok Bangunan Rumah Penduduk.Tulangnya remuk,darah segar mengalir dari mulut,hidung dan telinga,lalu tubuhnya merosot ketanah tewas seketika.


Kian Julong yang bergulingan ditanah menghindari serangan angin puyuh,Lebih baik nasibnya.Begitu angin puyuh lewat,dia segera bangkit berdiri,bersiap melarikan diri.Namun apa daya,naga angin dengan cepat menyambar dengan mulutnya,lalu dibawa melayang keudara setinggi2nya,persis seperti Hoang ti jung.


Disaat semua orang terkejut dan menatap kelangit,Tiba2 rombongan berkuda yang dipimpin Oleh Kong Khun telah tiba.


Melihat Mayat Hoang Ti Jung dan Mayat Riong Sang,Amarah kong khun semakin memuncak.


" Bangsat tak berguna ! Mana utusan Kaisar !" Bentak Kong Khun dari atas kuda.

__ADS_1


" itu mereka Tuan Muda !" Teriak Seng Tee menunjuk kearah lukita.


Kong Khun Mengalihkan pandangan mengikuti arah tangan Anak buahnya.Begitu melihat pemuda Gundul dan seorang mahluk Cebol dibelakangnya.Kong Khun segera mengenal mereka.Dengan Congkak,Kong Khun mendekati Lukita.


" Kau Biksu ! Bukan kah Kalian yang bersama rombongan Saudagar Jhi Dikarukuli tempo hari ?! " Kong Khun bertanya dari atas kudanya.


" Bukankah Adikmu yang jatuh pingsan dipenginapan waktu itu !" Tiba2 perbol berkata mendahului sahabatnya


" HEh ! Pasti kalian pelakunya ! Habisi mereka !" Perintah Kong Khun dengan penuh amarah,Tapi dia sudah lupa,para jagoannya telah tewas.


Seng tee dan beberapa prajurit dengan ragu2 maju kedepan.Baru beberapa langkah,mereka berhenti.Dan Melihat keatas,


Buuuukkkkk....


sesosok tubuh jatuh tepat didepan mereka menghantam tanah.Kepalanya pecah menghantam bumi,Darah mengalir membasahi tanah.Tubuh kian Julong yang tak bernyawa terlihat dengan mata melotot.


Tak ayal,seng tee dan puluhan prajurit menjadi ketakutan,tubuh mereka gemetaran,perlahan pandangan mereka kembali menatap langit.


" Bangsat ! Matilah Kalian !" Tiba2 Kong Khun melompat dari atas kudanya,dengan cepat menyerang kearah lukita dengan Gada raksasanya.


Lukita sangat yakin dengan Jubah Naganya,dia hanya diam menanti serangan Lawan.


Bukkkk....


Tangan KongKhun tiba2 menjadi kesemutan begitu gada nya menghantam dengan telak kepala Lawannya.Bukannya takut,melihat lawan tak terluka sedikitpun,Dia kembali mengerahkan tenaga Dalam sepenuhnya,mengeluarkan Jurus Andalan Gada ****Raksasa Mengamuk membelah Matahari****.Dengan tiba2 Gada berduri ditangan nya menjadi merah menyala,dan tak lama kemudian menjadi terbakar sehingga api menyelimuti Gada Berduri.


Melihat lawan mengeluarkan jurus andalannya,Lukita menoleh kelangit,segera Menarik kembali naga angin kedalam dirinya.Dirinya penasaran,ingin mencoba Kehebatan gada lawan.


Melihat lawan mengeluarkan jurus yang baru pertama kali dilihatnya,Kong Khun semakin ambisi menghancurkan lawan.Dengan seluruh tenaga dalamnya,Gada berapi diHantam kan kedepan mengarah Kepala lawan.


" Mampus !" teriak laki2 bertubuh besar tersebut


Gada berduri yang diselimuti api,dengan cepat menghantam kepala lukita,Namun pemuda gundul yang diserang terlihat tersenyum menyambut serangan lawan.


Booooommmmm.....


Ledakan menggema diseluruh kota,pemandangan menjadi gelap tertutup debu dan cahaya yang menyilaukan mata.


Perlahan pemandangan kembali pulih,terlihat tabib gundul masih berdiri tegak dengan pandangan lurus kedepan.tubuhnya masih dilindungi bulu emas yang berupa pedang cahaya.


Sementara didepan sebuah bangunan Toko,terlihat tubuh yang sangat besar terkapar ditanah,gada berduri ditangannya terlihat hanya tinggal gagang nya saja.tak lama berselang,tubuh kong khun kembali bergerak perlahan.Dengan susah payah dia berupaya untuk duduk bersila.Pandangannya masih terlihat penuh emosi dan dendam.


" Kau...kau akan mampus bila bertemu dengan,SuhuKu !" Suara kong Khun terdengar sangat serak,dan tak lama kemudian,mulutnya memuntahkan darah yang segar,hingga membasahi pakaiannya.Namun dirinya tak perduli,dengan bantuan gagang gadanya,dia berusaha untuk bangkit berdiri.Matanya terus memandangi lawan didepannya.


" Pergilah,Katakan pada suhumu,kami segera datang menemuinya !" Ucap Lukita Dengan Tegas.


" Jangan lepaskan Tabib ! Aku ingin membalaskan Dendam Adik Sepupu !" Cong kalang tiba2 melompat kedepan,lalu menyerang Kong Khun dengan Tombak panjang ditangannya.


Melihat situasi yang membahayakan dirinya,dengan segenap tenaga yang tersisa,kong khun bangkit berdiri,lalu menyambar pedang dipinggang prajurit kota yang berdiri didekatnya.dengan napas yang tersengal2,Kong Khun mengalungkan pedang keleher salah satu penduduk.


" Berhenti ! Atau tua bangka ini putus lehernya !" Teriak kong khun dengan keras.

__ADS_1


Cong kalang mau tak mau berhenti dengan terpaksa,


" Kau Pikir setelah membunuh rakyat jelata,kau bisa selamat !" Bentak Perbol dengan geram,melihat laki2 bersikap pengecut.


" Jangan bunuh Ayahku ! Tolong Tuan,jangan Bunuh !" seorang wanita dengan pakaian lusuh dan kumal menangis tersedu2 sambil memeluk kaki kong Khun.


Situasi semakin tegang,para penduduk terpaku menatap kearah laki2 bertubuh besar,sedangkan para prajurit bagaikan orang linglung,harus berpihak kepada siapa.Sementara itu,Cong kalang dengan perlahan2 melangkah maju kedepan.matanya tajam menatap kong khun,seakan2 ingin menelannya bulat2.


Melihat situasi yang tak berpihak padanya,Kong khun bukannya menyerah,tangannya bergerak kekanan tiba2.


Hekkkkk...


Darah segar membasahi tenggorokan laki2 tua yang disandera,matanya melotot,kedua tangannya berusaha menutupi lukanya.


Kong khun segera mendorong tubuh laki2 tua sampai ambruk kelojotan diatas tanah,dan dengan segera menarik putri laki2 tua yang baru saja digoroknya.lalu kembali mengalungkan pedangnya yang masih berlumuran darah.


" Ayahhhhhh...!!!" Teriak Gadis kumal yang tersadar setelah melihat tubuh ayahnya yang terus menerus bergerak menyeret2 tubuhnya,hingga darahnya berceceran kemana2.


" Diam ! Atau kau menyusul Ayahmu juga !" Bentak Kong Khun sambil merapatkan Pedangnya hingga menekan leher gadis kumal yang menjadi sanderanya.


" Pergilah segera ! Sebelum Aku berubah pikiran ! " Perintah lukita,dia tak ingin menambah korban yang tak berdosa mati sia2.


" Kau boleh bangga saat ini ! Lihat nanti setelah Suhu dan master menghabisimu ! " Bentak Kong Khun,Sifat angkuh dan sombongnya tak berkurang sedikitpun.


" Aku akan datang untuk menyerahkan Nyawaku pada Suhu dan MasterMu Segera ! " Jawab lukita kembali,hatinya mulai gelisah,kesabarannya mulai menipis,dia melihat darah mulai menetes dileher gadis kumal yang menjadi sandera.


" Ambillan KudaKu Cepat !" Teriak Kong Khun


Seorang prajurit dengan tergopoh2 berlari sambil menarik kuda hitam yang bertubuh besar mendekati kong khun.


Lalu dengan Dibantu prajurit tersebut,Kong Khun menaiki kudanya,gadis kumal yang menjadi sanderanya,tetap dibawa serta olehnya.


" Cepat Kembali !" perintah Kong Khun pada para pengikutnya,lalu menggebrak kudanya melaju dengan cepat kedepan.


Cong kalang yang masih terpaku menatap kepergian Kong khun,segera berlari mendekati laki2 tua yang terbujur kaku diatas tanah.Tangannya memegang nadi ditangan laki2 tua tersebut,Beberapa detik kemudian,Cong kalang menarik napasnya dalam2.Lalu menatap kearah Tabib Lukita dengan pandangan Sayu.


" Bunuhlah yang pantas untuk dibunuh !" Tiba2 terdengar suara perbol berkata.


Dan tiba2 Puluhan Cahaya keemasan berwujud pedang,meluncur dengan cepat kedepan.Mengikuti arah Kong khun dan para prajurit.


Sementara itu,4 orang prajurit sedang mengikuti Kong Khun yang memimpin didepan,jarak mereka hampir seratus meter dari tempat Lukita dan para sahabatnya.


Tiba2 keempat prajurit melihat puluhan pedang terbang melewati mereka,Lalu puluhan cahaya emas tersebut menembus kedua bahu,Leher juga kepala Laki2 berkuda dibarisan paling depan hingga tewas seketika.Namun pedang2 itu seperti menahan tubuh besar yang tak lain adalah kong khun terus duduk tegak diatas kuda.Sehingga kuda terus melaju kedepan kearah kediaman Walikota.


" Tuan Muda ! Gawat, Tuan Muda Telah Mati ! " Teriak Prajurit dibelakang


______________________________________________________


Mohon Maaf Atas Update yang terlalu lama ya Reader...


Semoga kedepanya lancar kembali seperti sediakala.

__ADS_1


__ADS_2