Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Mustika Merah Jiang Eyu


__ADS_3

Malam itu Suasana sangat gelap,Awan tebal menutupi cahaya bulan,Hujan turun rintik2.Kilat dan petir saling menyambar diatas permukaan sungai mutiara.


Dipelabuhan,Orang2 yang tadinya kaku dan beku,perlahan2 pulih kembali.Mereka tak sadar apa yang terjadi.Kini mereka hanya melihat seluruh bangunan pelabuhan hancur berkeping2,kapal dan perahu banyak yang rusak.


Ditengah Sungai,Gelombang air sangat tinggi,membuat tubuh Jiang eyu terombang ambing tak tentu arah,Darah hitam yang kental menyebar dari sekujur tubuhnya.namun cahaya mustika dari keningnya tetap bersinar terang.


Lukita yang masih berada didalam perut jiang Eyu segera Mengeluarkan Tombak Cula Badak, Seketika muncul dua buah tombak berwarna merah darah dikedua tangan tabib kita.


" Kau...Menyerah kalah atau Perutmu kubelah menjadi dua !" Teriak lukita dari perut Jiang eyu


" Hahhahh...Aku mengaku kalah ! Tapi, tak ada kata menyerah dalam hidupku !" Suara jiang eyu terdengar lemah.


" Baiklah, Kau akan menebus semua dosa2mu,didalam perutmu,ratusan nyawa manusia telah menjadi korbanmu.Hari ini,Aku lukita,Tabib pengembara sekaligus Raja Siluman dari Nusantara yang akan memusnahkan Siluman Buaya Sungai Mutiara selamanya !" Lalu lukita Menikam kan kedua tombak Cula badak kebawah perut Jiang eyu hingga menembus kulitnya yang tebal.Lalu berlari cepat kedepan membelah perut Jiang eyu sambil keluar dari moncongnya yang besar.


Aaarggghhhhhhhhhh.....


Teriakan Jiang eyu sangat menyayat hati,Perutnya ter belah menjadi dua bagian,mengeluarkan semua isi perutnya.Tulang belulang dan tengkorak manusia berhamburan keluar dari dalam lambungnya.


Lukita Berdiri tegak diatas permukaan sungai,Jubahnya berkibar2 ditiup angin.Kedua tangannya masih memegang Tombak Cula Badak yang bersinar merah.


" Ka..u...Raja Siluman ! Aku tak kan Mati walaupun tubuhku kau cincang menjadi ratusan...


" Aku tau...! Sebelum mustika Dikeningmu aku cabut ! Kau tak kan Mati,Tapi kau akan terus tersiksa ! Lukamu tak kan sembuh !" ujar lukita lantang


" Kau ... Ambillah mustika Merah ku ! Aku tak menyesal kalah bertarung dengan Raja Siluman.Tapi,Aku punya permintaan terakhir." Silumam Buaya perlahan Bergerak maju mendekati lukita


" Katakanlah ! Kalau Aku mampu,Akan aku kabulkan ." Jawab Lukita dengan Pandangan Lurus menatap tubuh Siluman buaya yang mendekatinya.


" Aku hanya Ingin,Suatu masa Kau bertemu dengan Raja Singa Hitam Dilembah Neraka,Sampaikan Maafku Padanya." mata jiang eyu yang tadinya merah,mulai meredup.


" Dosa apakah yang kau perbuat Padanya ?" Tanya lukita


" Aku tak bisa menjawab Pertanyaanmu,Apabila Kau bertemu dengannya,Tanyakanlah Pada Raja Singa Hitam.Sekarang Kau Bisa mengambil mustikaKu,Aku akan Pergi Dengan tenang." Tubuh jiang eyu merapat dikaki Lukita,


" Baiklah,Akan ku ingat pesanmu,Mustikamu juga akan Aku Ambil,Namun Akan kuserahkan pada Sahabatku." Lukita Lalu Mencabut mustika Merah dikening Jiang Eyu,Darah memancar dari keningnya,Lalu tubuh raksasa Jiang eyu Menghilang dari permukaan air,Berubah Menjadi Kabut hitam yang sangat tebal.


" Sobat,Cepat ambil Mustika Ini,Dan Hisaplah Kabut Hitam Ini !" Teriak Lukita Pada Sahabatnya Yang berdiri dipinggir pelabuhan.

__ADS_1


Dengan Sekali lompatan,Perbol Mengambil mustika Ditangan lukita,Lalu menghisap kabut tebal yang melayang diatas sungai mutiara.setelah kabut hitam hilang,Perbol segera menelan Mustika Merah ditangannya.Seketika tubuh raksasa nya bergetar hebat,Tubuhnya bersinar merah Darah,Menembus pori2 Tubuhnya...


Harrrrrggghhhhh.....


Asap putih keluar dari mulut perbol yang menganga,Perlahan2 tubuhnya berubah Kewujud Aslinya,Manusia Cebol berambut gimbal.


Byurrrrrr....


Perbol Segera berenang dengan cepat menuju Pelabuhan.Namun sebelum dia sampai,Lukita Dengan Sekali sambaran membawa tubuh sahabatnya melayang diatas air dan mendarat didekat Kereta kencana Tuan Jhi lo.


"Tubuhku sangat dingin sobat " Perbol berkata,tubuh mungilnya menggigil,giginya gemeretak menahan hawa dingin disekujur tubuhnya.


"Hawa mustika Merah sangat kuat,Minumlah Serbuk Jahe sebungkus penuh sobat,Bantu lawan dengan tenaga dalam mu." Jawab lukita,dan segera mengambil obat diperbekalan mereka,lalu diberikan pada sahabatnya.


Dengan cepat perbol Menerima dan langsung memasukkan kemulutnya.Setelah itu,dia duduk bersemedi mengalirkan hawa panas dengan tenaga dalam keseluruh tubuhnya.


Perlahan2 Asap putih kembali keluar dari sekeujur tubuh mungil perbol,asap putih tersebut semakin lama menjadi beku dan membungkus seluruh tubuhnya.


Melihat hal itu,Lukita mau tak mau menjadi panik.


Thio san Dan anak buahnya yang berjarak puluhan meter segera berlari cepat mendekati kereta kencana.


" Bagaimana Kami bisa membantunya Tuan Tabib ?" Tanya Thio san


"Lakukan seperti Aku Mengobati Nyonya Jing Dahulu,Tuan !" Seru lukita


Dengan Segera Thio san Dan Ketiga Anak buahnya Mendekati tubuh Perbol,Dengan Posisi duduk bersila dibelakang tabib mungil,Lalu perlahan2 mengeluarkan Jurusnya,menempelkan kedua telapaknya kepunggung perbol.Dibelakang thio san,Berturut2 anak buahnya melakukan hal yang sama.


Perlahan2 Telapak tangan Thio san berubah menjadi merah,menyalurkan hawa panas ketubuh Perbol,Namun,Beberapa Detik kemudian,Cahaya merah dipunggung Perbol perlahan2 meredup,Telapak tangan Thio san justru berubah menjadi kaku.


Lukita melihat thio san tak mampu mencairkan es yang menyelimuti Tubuh sahabatnya,kembali berpikir cepat.Dia melihat kearah 2 gadis yang dibebaskannya,Namun kedua Gadis Tersebut hanya bisa menggelengkan kepala,lalu menundukkan kepala.


Lukita menarik napas dalam2,Dia memaklumi keadaan kedua gadis pendekar itu.Lalu memandang kearah Anggota hei long dan para pendekar bayaran yang tersisa.


" kalian Semua ! Cepat bantu sahabatku !" Teriak Lukita dengan suara yang keras.


Namun Tak Satupun Mereka Yang Maju mendekat,Membuat lukita Menjadi Murka.

__ADS_1


Lukita segera Menarik Napasnya,Lalu menghisap Air sungai dengai Cepat,Lalu menyemburkan Keluar.


Hoaaaaarrrrrr....


Naga Air Meluncur meliuk2 mengitari Kereta kencana,


" Kalian Pilih membantu Atau Menjadi santapan Naga Air !" Kembali Lukita Berteriak


Melihat Naga Air yang Semakin Besar dan meliuk2 mendekati Mereka,Satu persatu anggota Heilong Mendekati Thio san,Lalu ikut membantunya.


Sekitar 15 orang duduk berjejer dibelakang Thio san,Mereka semua mengerahkan tenaga dalamnya mencoba mencairkan Es yang membungkus tubuh Perbol.


Namun Apa yang terjadi ?


Es ditubuh perbol tidak berubah sedikitpun,Malah semakin cepat menjalar ketubuh thio san dan anak buahnya.Tubuh Thio san perlahan2 menjadi beku diselimuti es.hawa dingin terus merembet kebelakang thio san.


melihat hal itu lukita Sedikit bingung,Baru kali ini dia mengalami kejadian tersebut.


" Naga Air,Bisakah Kau membantu Mereka ?" Teriak Lukita


Naga air meliuk2 mengitari Segerombolan orang yang duduk berjajar.setelah 3 putaran,Naga air terbang keatas langit.


Lukita Mendongak Keatas menatap Naga air,Lalu terdengar suara halus ditelinganya.


' Hanya Naga Api yang mampu mencairkan Es tersebut,Baginda '


Lukita menganguk mengerti,Namun sayangnya Tak Ada Api dipelabuhan.


Sementara itu,Hawa dingin terus menjalar dan membekukan orang2 yang membantu Thio san.


" Tuan,Tangan kami menjadi kaku,tak bisa dilepaskan !" teriak Seorang pendekar bayaran Yang bernam Diyu Jian Shi Atau Pendekar Pedang Neraka


Lukita Menatap Pendekar tersebut,Lalu segera berpaling mencari Sumber Api Disekitar pelabuhan.


________________________#__________________________


Bagaimana Kah kelanjutannya,Apakah perbol dan para penolongnya bisa diselamatkan oleh lukita ???

__ADS_1


__ADS_2