Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Kota GuangZhao


__ADS_3

Diperbatasan kota guangZhao terlihat antrian orang2 yang mengular sangat panjang.Matahari yang tepat berada diatas kepala membuat beberapa orang2 kaya mulai berteriak2 kehilangan kesabaran.


" Hei Prajurit,bisakah kalian lebih cepat lagi ! Perut kami sudah keroncongan !" Teriak Seorang saudagar yang keluar dari dalam keretanya.


" Kalau kalian ingin Cepat ! Bayar uang jaminan 100 koin emas !" Bentak Kepala prajurit bertubuh besar.


" Apa ! Kalian Gila ! Sejak kapan Masuk keKota pakai uang Jaminan ! Teriak Saudagar itu kaget


" Sejak Sekarang ! Kota GuangZhao sedang tak aman,banyak Kejadian aneh sekarang ! Walikota membuat peraturan baru mulai Kemarin !" kepala prajurit melangkah mendekati saudagar tersebut


Orang2 yang mengantri mulai berisik,buat mereka yang berduit mungkin tak jadi masalah,namun buat puluhan orang yang hidupnya pas2an tentu Peraturan itu sangat memberatkan.


Saudagar yang telah menahan lapar,tak perduli dengan 100 keping emas,dia segera mengeluarkan sekantong Koin emas,lalu melemparkannya kearah kepala prajurit.


" Ambillah,Biarkan Kami lewat sekarang !" Ucapnya dengan jengkel


" Hahahaha...Bagus...bagus...,Biarkan Saudagar ini lewat !" Perintahnya pada anak buahnya


Beberapa Orang kaya tanpa protes,segera mengikuti saudagar yang segera masuk kedalam kota dengan membayar uang jaminan 100 keping emas.


Antrian mulai berkurang,kini tinggal puluhan orang yang tak mampu membayar uang jaminan.Mereka harus mengikuti aturan baru,diperiksa Semua barang bawaan dan identitasnya.yang tak sesuai aturan,tidak diperbolehkan masuk kedalam kota.


Sementara itu,Didalam antrian,terlihat seorang pemuda berkepala gundul dan seorang bertubuh mungil.


" Sepertinya telah terjadi sesuatu didalam kota." Ucap Pemuda itu pada sahabatnya,Dia adalah lukita.


" Sudah pasti sobat,Apakah Walikota Sekarang berubah seperti Zheng Siong Dahulu ?" tanya Laki2 berambut gimbal yang tak lain adalah Perbol.


" Entahlah,Tapi ada yang aneh,Lihat Dipintu gerbang,Beberapa penjaga berpakaian pendekar.Dan wajah mereka terlihat bukan seperti orang baik." Bisik lukita pada sahabatnya


" Sebaiknya kita masuk dengan diam2,Bagaimana Menurutmu sobat ?"


" Buat aku itu tak masalah,Tapi aku kasian melihat orang2 yang tak mampu membayar uang jaminan.Lihat lah para pedagang sayur itu,Anak dan istrinya terlihat sangat lusuh." Bisik lukita


" Apa yang akan kita perbuat,Kita lumpuhkan saja mereka semua,sobat !" Ucap perbol yang mulai tak sabar.


" Ah...Jangan mulai keributan sobat,Kita selidiki dulu apa penyebab aturan ini." Bisik lukita


Tiba2 seorang prajurit melihat tabib kita sedang berbisik2.


" Hei Kalian Berdua ! Apa yang kalian Bicarakan ! Cepat Maju Kesini !" Bentak Prajurit dengan tegas


Lukita menoleh sesaat,Lalu segera melangkah maju sambil menggandeng tangan sahabatnya.


" Apa tujuan kalian Kesini !" Bentak prajurit berpakain biru tua.


" Kami adalah Tabib,Kami ingin mengobati Kerabat walikota." Jawab lukita berbohong,

__ADS_1


" Siapa Yang mengundang Kalian ?" Tanya Prajurit Itu kembali


" Tentu Walikota !" Jawab Perbol yang mulai gerah


" Tunggu disini !" Perintah prajurit,Lalu segera melapor kedalam Pos Penjaga.


TaK lama Berselang,Dua orang berpakaian pendekar keluar dari dalam pos,Yang bertubuh sedang berkumis tebal dengan menyandang Golok Berwarna Hitam mendekati Lukita.


" Siapa nama kalian ?" hardiknya


" Hamba Lukita,Dan ini Sahabat hamba Perbol."


" Siapa yang mengundang kalian kesini ?"


" Walikota yang mengundang kami ." Jawab lukita dengan sabar


Laki tersebut menatap tajam kearah lukita,Seolah ingin menyakinkan,bahwa pemuda gundul didepannya tidak sedang berbohong.


" Periksa barang bawaannya !" Perintahnya pada prajurit


Buntalan lukita dan perbol segera diperiksa,mereka tak.menemukan sesuatu yang aneh,hanya pakaian dan obat2an yang selalu dibawa oleh tabib pada umumnya.


Tiba2 terdengar suara derap kuda dari dalam Gerbang utama.


" Tuan,Punggawa Kota datang memeriksa !" Seorang prajurit memberitahukan


" Buka Gerbang !" Perintahnya


Lukita dan perbol mengenali dua punggawa kota,mereka tak lain Cung keling dan Cong kalang.


"Mereka yang mengundang kami kesini !" Tiba2 perbol Berteriak


Pendekar Golok Hitam Yang menjadi kepala keamanan Gerbang kota menoleh,Dia ragu.


" Kau jangan Sembarang Bicara !" Bentaknya


Cong Kalang dan saudaranya sebenarnya hanya bertugas rutin memeriksa Keamanan perbatasan.Namun begitu melihat Tabib Gundul Dan sahabatnya,Hatinya menjadi Girang.


" Ahhh...Tuan Tabib !" Hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya


" Nah...Punggawa,benarkan Walikota mengundang Kami Kesini,Untuk mengobati Kerabatnya yang sakit." perbol Segera memberitahukan Sandiwara mereka secara tidak langsung.


Cung Keling yang menangkap sandiwara kedua tabib,Segera turun dari kudanya.


" Ya...Kalian Sudah ditunggu DiBalaikota.Kami Kesini ingin menjemput kalian Berdua." serunya menyakinkan Kepala penjaga perbatasan.


" Eh...Punggawa,Bukankah ..." Seng tee atau pendekar golok hitam tak melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


" Tenanglah tuan Seng,Tuan Beijikong sendiri yang meminta kami." Jawab Cong kalang dari atas kuda


lukita dan perbol yang mendengar nama beijikong menjadi terkejut,kenapa nama itu muncul kembali dikota guangZhao.


" Oh...Baiklah,Kalau tuan besar sendiri yang meminta mereka hadir.Prajurit,kembalikan Barang bawaan mereka !" Perintahnya


"Prajurit,Berikan mereka kuda Kalian ! Perintah Cung Keling pada anak buahnya


" Mari Tabib,Ikut Kami Sekarang." Cung keling segera kembali melompat keatas kudanya.


Lukita segera melompat keatas kuda dengan perbol.mereka segera pergi menuju balai kota.


" Punggawa Apa sebenarnya yang terjadi ?" Tanya lukita


" Sabarlah tabib,Nanti akan kujelaskan semua,Disini tidak aman,banyak mata2." Cong kalang berbisik pelan,lalu segera memacu kudanya lebih kencang.


Disebuah Rumah makan yang besar,Rombongan Punggawa berhenti.


" Kalian tentu lapar bukan,Sebaiknya kita makan didalam,Sekaligus kujelaskan semua." Cong kalang bergegas masuk dengan buru2.


" Pelayan,Siapkan Kami hidangan yang enak."


" Baik Tuan Punggawa," Ucap pelayan lalu bergegas masuk.


Beberapa Orang yang sudah mengenal punggawa kerajaan sangat terkejut melihat kedua orang yang datang bersama mereka.Kedua tabib tersebut sudah terkenal dikota guangZhao karena pertarungan tempo hari.Mereka juga tau Kesetiaan punggawa kota,Pasti kedua tabib datang kembali kekota guangZhao ingin membantu mereka.


Pemilik rumah makan yang merasa senang,melihat kedatangan Kedua tabib sakti segera menyongsong keluar.


" Ahh...tuan Tabib berdua,Pasti lelah dan lapar,Kami sudah siapkan Semua hidangan tuan berdua diruangan Biasa." Ucapnya sambil mengedipkan mata memberi kode


kedua Punggawa yang melihat kedipan Pemilik Rumah makan bertubuh gemuk itu segera mengerti.


" Terima Kasih Tuan,Kami Ikut punggawa Saja." Jawab Lukita yang belum Mengerti suasana.


" Mari Tabib,Kita ikuti Tuan Rumah." Bisik Punggawa.


Didalam Ruangan Khusus milik Keluarga Pemilik Rumah makan,Lukita dan Perbol sedang menyantap hidangan dengan lahap.


" Ceritakan Semua yang kalian ketahui !" Tiba2 perbol berkata,Sambil menyantap Ayam bakarnya.Walaupun Tubuhnya Tak Sehat,Hawa dingin yang selalu datang tiba2 tak membuat selera makannya berkurang.


Cong kalang menghentikan makannya,Setelah mengelap mulutnya dengan sapu tangan.Dia meminum seteguk air dicawan.


" Setelah Tabib pergi dari kota ini,Keesokan harinya,Beberapa bocah laki2 hilang entah kemana.Dan keesokan harinya,Balaikota diserang orang 3 orang.Mereka adalah BeijiKong dan muridnya KongKhun,Seorang lagi Kesaktiannya sangat tinggi,Beijikong sering memanggilnya Suhu.Dan sekarang Kota GuangZhao dikuasai oleh mereka." Cong kalang mengakhiri penjelasannya.


" Bagaimana Dengan walikota ?" Tanya Lukita


" Mereka semua ditahan dipenjara timur bersama para petugas kota.Buat mereka yang mau bekerja dengan Beijikong,Tetap bekerja seperti biasa.Oh ya Tabib,Barusan,Perguruan Dara putih yang dimiliki oleh Nyonya Jing telah dihancurkan Mereka.Dan Nyonya Jing beserta murid2nya ditawan dibalaikota." Sambung Cong keling

__ADS_1


Tiba2 terdengar keributan dirumah makan.


" Punggawa,Cepat Keluar ! Kalian Berani Berkhianat !" terdengar Suara lantang dari luar ruangan.


__ADS_2