
Sang mentari mulai bergeser keufuk barat,senyum cerahnya tertutup oleh mendung.Angin berhembus dengan kencang,membuat hawa dingin menerjang kepenjuru alam.
Namun suasana dihalaman aula kembali panas,terlihat Laki2 bertubuh kasar tinggi besar berjubah longgar berkepala botak dan berjenggot panjang.Sedang berhadapan dengan seorang laki2 muda berkepala gundul pula.
" Urusan ini hanya bisa diselesaikan dengan kekerasan ! Aturan Kota Para Jagoan,Siapa Yang Kuat dialah yang menang !" Gereng Baghi khan.
" Dan apa yang didapat bagi yang kalah ?" Tanya Lukita sekenanya.
" Berlutut dan pergi dari sini !" Jawab Baghi khan tegas.
Lukita manggut2,
" Tuan2,Aku tak mau Markas Klan api menjadi medan darah ! Sebaiknya tak ada nyawa yang dipertaruhkan !" Teriak Ketua Klan Api lantang.
" Hahahaha...tak perlu khawatir Ketua Zhang,Aku hanya berniat membungkam mereka saja.Biar mereka Tau besarnya Gunung dan tingginya langit." Ucap Baghi khan Sambil tertawa mengejek lawan.
" Hahahaha...Gunung Gundul adalah gersang,langit mendung adalah Hujan !" Jawab Perbol asal2an.
" Bangsat ! Mulutmu lancang !" Bentak Baghi khan marah,
" Kau yang lancang ! Kepala Temanku juga Botak,tapi dia biasa aja ! Kenapa kau yang sewot !" Jawab Perbol tak mau kalah.
" Sudahlah tuan,Kita selesaikan segera urusan kita disini." Tukas lukita tak ingin berbelit2.
" Majulah !" Bentaknya
Lukita segera maju dua Langkah.
Melihat lawan kembali diam berdiri,Baghi khan semakin murka.
" Seranglah cepat !" Bentaknya lagi
" Aku tak pandai menyerang dahulu." Jawab Lukita.
" Heii..heii...Tahan dulu...tahan.!" Seru perbol kembali.
" Apalagi kau upil ! Daritadi Bacotmu tak mau diam !" Bentak Baghi khan.
" Hehehe...Kepala Kau botak,Temanku tidak botak tapi gundul.Bagai mana kalau kalian adu jitak saja.Siapa yang kepalanya benjol dia yang kalah ! Hahahha...!" Ucap perbol sambil terkekeh.
" Gundul sama botak sama saja !" wajah Baghi khan semakin merah.
" Baik ! Satu kali pukulan dibalas satu kali juga !" Sambungnya.
" Deal !" Jawab Lukita tersenyum,sambil melirik Sahabatnya perbol.
" Karena Tuan lebih tua,silahkan lakukan lebih dahulu." Sambung lukita,lalu berdiri tegak memasang kuda2.
" Bagus !"
__ADS_1
" Bersiaplah !"
Beberapa tamu terlihat bergidik tatkala lengan jubah Pendeta digulung sampai kesikunya.Terlihat tangannya yang besar,Bahkan tapak tangannya melebihi besarnya kepala Lawan.
" Rasakan !" Teriak Baghi khan,lalu tangannya melayang keras dan cepat menghantam batok kepala lukita.
Bukkkkk....Plaaaakkkk...
Lukita sengaja tak menggunakan Jubah naga untuk melindungi kepalanya.
Tak ayal Telapak tangan Baghi khan yang melebihi kepalanya menghantam sangat telak.
Para wanita yang melihat sampai ketakutan menutup mata mereka.
Kaki lukita melesak kedalam tanah,hingga kelututnya.Namun Ilmu pemberian Sahabatnya Perbol,jurus kepala besi yang sempurna tak membuat kulit kepalanya lecet sedikitpun.
" Ahhhhh...!" Terdengar Suara Baghi khan terkejut,seandainya dia melihat ketika Lukita berhadapan dengan Shiwang,tentu dia takkan main2 dengan pukulannya.Dia hanya mengerahkan sepersekian saja Tenaga dalamnya.
Lukita segera bangkit keluar dari dalam tanah,dengan tenaga luar dia segera menepuk kepala Pendeta dalailama.
" Plakk "
" Hahahha...Hanya segitu pukulan mu,Bocah !" Ejek Baghi khan yang tak merasakan sakit sedikitpun dikepalanya.
" Ya segitu,mau gimana lagi ." Jawab lukita sekenanya.
Orang2 mulai bersorak,kembali mereka bertaruh siapa yang akan menang.
Cahaya Putih menyilaukan memancar dari kedua telapak tangannya.Dengan tersenyum mengejek Baghi khan merasa lawannya akan pingsan seketika.
Melihat ilmu lawan tak main2,lukita segera melapisi tubuhnya dengan jurus jubah naga.
" Rasakan !" Bentak Pendeta berjenggot,Tangannya naik keatas,lalu tubuhnya yang besar turut naik keatas,lalu melayang kebawah mengarah kepala lawan.
Blaaaarrrrr...
Debu beterbangan,begitu juga meja dan kursi berhamburan kesegala arah.beberapa penonton yang berdiri sangat dekat,ikut terhempas kebelakang menimpa orang2 disekitarnya.
Sementara itu baghi khan terseret 5 langkah kebelakang,namun tubuhnya yang besar tetap berdiri tegak menatap lawan didepannya yang tertutup oleh debu.perlahan2 debu mulai hilang,kini terlihat pemuda didepan tetap berdiri dengan gagah tanpa terluka sedikitpun.
Ratusan pasang mata melotot menatap anak muda tersebut,bukan hanya lawannya, para tetua klan,ketua dan panglima sendiri sampai tak percaya melihatnya.
' Sial...bocah ini ternyata tak bisa dianggap remeh!' Gerutu baghi khan merasa wajahnya menjadi tebal karena malu.Jarang2 seorang anak muda mampu menahan jurus Tapak Sang Budha nya.
" Giliranku bukan ?" Ucap lukita dengan keras.
" Hmmm...Baiklah !' Baghi khan segera melangkah maju mendekat.
Lukita dengan perlahan menarik energi angin hingga tenaganya terasa penuh.Kali ini dia tak mau main2 lagi.Lalu mengerahkan Jurus Naga Menerjang Awan.Tubuhnya segera melenting keudara,lalu dengan cepat melesat kebawah,biasanya jurus ini menggunakan kaki untuk menerjang,namun hal itu tak mungkin dilakukanya,dari itu,terjangan kaki diganti dengan tangan kanannya yang terbuka hingga mirip dengan Jurus lawannya.
__ADS_1
Baghi khan telah bersiap menerima pukulan lawan,namun hatinya jerih melihat kecepatan pukulan lawan.Dengan replek tangannya terangkat keatas melindungi kepalanya.Sehingga...
Buuuummmmm.....
Kembali meja kursi beterbangan,namun kali ini langsung hancur berantakan hingga tak berwujud.Telapak Tangan Lukita bertemu dengan telapak tangan Baghi khan yang menahan serangan lawan dengan jurus tapak Sang budha nya.
Tekanan dari lukita yang berada diatas tubuh lawan,membuat tubuhnya kembali mencelat keudara hingga berputar tiga kali,lalu mendarat dengan manis ditempat asalnya dia berdiri.
Sementara itu,Tubuh Baghi khan bergetar hebat,bahkan jubah tangan kanannya yang besar dan longgar terlihat hancur terkoyak2.Kepalanya masih utuh,namun kedua kakinya kini melesak kedalam tanah hingga melewati lututnya.
" Siapa kau sebenarnya,Bocah !?" Suara baghi khan terdengar bergetar.
" Hamba bukan siapa2 tuan,hanya Dua orang tabib yang sedang mengembara." Jawab lukita dengan jujur sambil menjura hormat.
Pendeta bertubuh besar tersenyum pahit,sekali lompat tubuhnya telah keluar dari dalam tanah.
" Mengaku tabib tapi memiliki ilmu kesaktian ! " Sindir Baghi khan
Lukita hendak menjawab,namun didahului oleh sahabatnya.
" Bagaimana dengan Pendeta yang memiliki kesaktian tapi Curang tak tau malu ?" Jawab perbol sambil berkacak pinggang.
" Jaga mulutmu Cebol !" Bentak Baghi khan geram
" Heh...Dari dulu mulutku memang tidak dijaga ! Emangnya Kalian,kemana2 bawa penjaga !" Jawab perbol seenaknya.
" Heh ... Pendeta Gendut ! Apa kau tak malu,Jelas2 tadi Kau menangkis pukulan Tuan Muda Kami ! Masih juga berdalih !" Yang Bho dho ikut2an menyerang dengan kata2.
" Betul Tidak Saudara2 ???" Teriak Yang Bho dho dengan lantang.
" Betulll !!!" Jawab Sebagian orang yang sudah muak melihat kesombongan Pendeta dalai lama.
Sontak saja suasana menjadi ramai,Banyak yang menuntut dan mencaci maki Pendeta bertubuh gemuk besar.
" Ayo Mengaku kalah ! Kalau kau pendekar sejati !" Teriak Yang Blo on ikut2an.
Wajah Baghi khan merah padam bak udang dibakar.Bibirnya bergetar ingin mencaci maki,kedua tangannya mengepal kencang,ingin segera menghancurkan orang2 yang meneriakinya.
" Kalau aku yang dicaci maki sama orang2,sudah lari telanjang bulat masuk dalam kolam !" Ejek Perbol kembali.
Baghi khan semakin dipenuhi amarah,wajahnya berkeringat deras,tubuhnya bergetar dengan mata memerah dan melotot menatap Perbol dan Yang Bho disamping lawan.
Hatinya ingin mengaku Kalah,namun Gengsinya didepan tokoh2 silat ternama,membuat dirinya bungkam seribu bahasa.
Panglima Lhe tak mau Temannya terus2an diolok2 didepan umum,dia sadar pendeta memang kalah,namun bukan berarti Baghi khan Kalah dalam bertarung secara langsung.
" Tuan Baghi khan,Urusan kita disini sudah selesai,Sebaiknya kita segera menyusul para tawanan.Sampai waktunya tiba,kita akan kembali mengunjungi kota ini,sambil membersihkan Penjahat2 kelas kakap dan kelas teri." Suara Panglima lhe terdengar sangat Lantang dan berwibawa.Membuat orang2 yang tadinya ramai berkicau,menjadi diam seribu bahasa.
" Maaf Tuan Panglima,Kenapa buru2.Apa tak sebaiknya menginap dahulu beberapa hari disini." Ucap Ketua Klan Api basa basi,sejujurnya dia juga tak enak hati.Namun apa kata dunia,kalau mereka tetap bertahan dikota ini.
__ADS_1
" Pasti...saya akan menginap disini,tapi bukan sekarang,ketua.Semoga Para tetua dan ketua juga saudara yang lain,sudah sepakat dengan Amanat sang Kaisar ." Panglima Lhe mencoba Mengingatkan kembali.
" Terima kasih banyak,atas kebaikan dan perhatian kaisar,juga hadiah dari Panglima untuk Seluruh kota ini." Ucap Ketua Zhang Sambil membungkuk Hormat.