Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Lima Naga


__ADS_3

Atas kegagalan serangan pasukan istana kerajaan,mereka segera mundur dan menghentikan serangan untuk sementara.


Sementara pihak Panglima Lhe musin sedang bergembira ria atas kemenangan mutlak mereka.


Disaat mereka semua berkumpul diaula gedung pertemuan,mereka semua sepakat bersatu untuk mengalahkan pasukan istana kerajaan.dan menggulingkan kaisar wanita Wuling.


" Demi kejayaan Dinasti tang,Aku Panglima Lhe musin,memohon maaf dari lubuk hati yang terdalam,kepada seluruh Rakyat atas peperangan ini.Juga Yang paling utama kepada Kota para jagoan serta kedua Tabib yang mulia." Pidatonya didepan semua ketua klan dan para pendekar yang telah bersatu.


Namun tiba2,terdengar suara gemuruh yang sangat kuat.Membuat suasana menjadi kalut,Dan tak lama berselang,Suara letusan yang sangat kuat mengguncang seluruh wilayah kota barat diiringi dengan gempa bumi.


Tanah bergetar hebat layaknya gempa bumi,membuat semua orang segera keluar menyelamatkan diri dari dalam gedung menuju tanah yang kosong.


Sebuah cahaya merah menyilaukan mata melintas sangat cepat diatas langit, ledakan susulan kembali terdengar,kali ini Cahaya hijau menyilaukan juga melintas dilangit.Hingga terjadi ledakan secara berturut dimana disetiap suara ledakan muncul,dibarengi oleh sebuah cahaya yang melintas dicakrawala.Pertama merah,lalu hijau,kemudian putih dan terakhir biru.


" Tetua Fu...!" Cahaya putih seperti berasal dari Markas kita !" teriak Seorang murid klan salju dengan panik.


" Sang Zhi Zhe telah kembali !" Gumam Kakek Xuesanfu sambil menitikkan air mata.


Semua cahaya segera meluncur menuju Hutan,lalu memasuki sebuah Goa siluman dari setelah melewati air mata dewa lalu masuk kedalam sesosok tubuh manusia.


Wuuuushhhhhh....


Wusssshhhh...


Wusssshhh...


Wushhhhh...


Tubuh manusia itu bergetar sangat hebat hingga perlahan2 naik keatas dalam posisi duduk bersila bersemedi.


" Apa yang terjadi ! Tabib...tabib muda !!" teriak Qiang Suyon dengan wajah panik ketakutan.


Tubuh pemuda terus bergetar hingga sampai menghantam langit2 goa,suara gemuruh kembali terdengar sangat kuat.


Cahaya Coklat,Hijau,Merah,Biru dan putih bersinar menembus tubuh manusia tersebut,hingga perlahan2 kembali hilang tenggelam kedalam tubuh.


Mata Qiang soyun melotot melihat keatas langit goa,seorang pemuda sedang berdiri melayang dengan kedua tangan dan kaki direntangkan,matanya terpejam,Kulitnya terlihat berwarna warni,lalu secara perlahan,seluruh tubuh pemuda tersebut dipenuhi oleh sisik2 yang sangat tebal.


" Tabib...Tabib muda ! Bangunlah ! Apa yang terjadi ?" Teriak Qiang soyun dengan cemas,tangannya berusaha menggapai kaki Lukita agar dapat turun kembali.


Tubuh lukita perlahan turun kembali ketanah dengan sangat lembut,dan tak lama kemudian,kedua matanya terbuka.


" Nona Qiang...!" Panggilnya dengan suara yang lembut.


" Tabib...Kau...lihat tubuhmu ?" seru Qiang terkejut,namun tubuhnya bukan menjauhi,namun segera mendekat dan memeluk tubuh lukita.


Lukita hanya diam membisu,perlahan dia mengangkat kedua tangannya keatas,dia melihat seluruh tangannya telah dipenuhi sisik Naga,tanpa dia sadari,seluruh tubuh dan wajahnya telah dipenuhi oleh sisik2.


Dengan terkejut dia segera melepaskan pelukan Qiang soyun agar menjauhinya.


" Tabib...!" ucap Qiang Soyun lirih,matanya terlihat berkaca2 sambil kedua tangannya menutup mulutnya tak percaya.Kini sosok pemuda didepannya telah dipenuhi oleh sisik naga.


" Nona,Aku...aku..." Lukita tak dapat berkata2,namun dia merasakan tubuhnya terasa sangat ringan,bahkan pernapasannya terasa sangat lapang dan longgar.


" Hahahaha...Akhirnya aku bebas !" terdengar suara dari mulut lukita.


" Ahahahaha...kita semua telah bebas !" lukita kembali berkata,namu suaranya sedikit berbeda dari yang pertama.


" Hahahaha...Bagaiaman kita bisa bersatu ditubuh bocah ini !" teriak lukita tanpa sadar.


Sepertinya semua sosok aneh ada didalam tubuh lukita.Mereka semua adalah Naga penjaga alam.Yang pertama adalah Naga Bumi,Lalu Naga Air,Naga Api,Naga Langit dan naga Salju.


" Si...siapa kalian ?" Tanya Qiang Soyun dengan Panik.


" Ahhh...Kau...gadis Cantik !"


" Hai...cantik...!"


" Keindahan Yang hakiki !"

__ADS_1


" Sungguh tiada duanya !"


" Hmmmm...!"


Semua suara satu persatu mengagumi kecantikan gadis didepan mereka,Ada lima suara yang berbeda keluar dari mulut lukita.


" Nona ...Maaf...Bukan Aku yang berbicara !" Seru Lukita dengan bingung,dia bicara dengan suara aslinya.


" Tabib...owh...a..aku mengerti ! Mereka pasti Para Naga Penghuni Alam !" Seru Qiang Soyun tiba2 dengan wajah berbinar.


" Maksudmu !?" Tanya lukita belum menyadari.


" Dasar Bodoh !"


" Nona,Kau sangat hebat !"


" Sudah...sudah...Ayo jelaskan sekarang ."


" Kau saja yang bicara !"


" Diamlah kalian ! Biar aku yang bicara !" bentak suara terakhir,suaranya sangat berbeda dari yang lain.


" Tunggu,biar aku saja yang menjelaskan !" seru Qiang Soyun sambil tersenyum senang.


" Kalian pasti Naga Bumi,Naga Air,Naga Api,Naga Langit dan Naga salju kan ?!" Tebak Qiang Soyun sambil melangkah mendekati lukita.


" Ahahahaha...Ternyata selain cantik,kau juga sangat pintar Gadis !" Jawab Suara dari mulut lukita.


" Kau memang pantas memakai mahkota emas," Puji suara dari mulut lukita,


" Ehhh...ehhh...tunggu...! Kalian jangan sembarangan bicara," Teriak lukita yang mulai sadar,bahwa ada lima Jiwa naga didalam tubuhnya.


" Tuan...Berilah kami kesempatan sejenak,sudah ratusan tahun kami berdiam diri dan terkurung." seru naga Yang terdengar ngebas,dia adalah naga Api.


" Diam...diam ...kataku !" Teriak lukita sambil menghentakkan kakinya kelantai,


Blammmm...


Suasana menjadi hening,hingga suara air yang mengalir dan menetes sangat terdengar dengan jelas.


" Selamat Tabib muda,telah berhasil menguasai Kitab Emas Sisik naga." Ucap Qiang Soyun dengan gembira.


" Terima kasih nona Qiang." Jawab lukita,namun wajahnya terlihat sangat muram.


" Hei...kenapa wajah tabib terlihat sangat muram ?" Tanya Qiang Soyun sambil mendekat.


" Nona,Apa kau tak takut melihat keadaan tubuh dan wajahku ?" seru lukita sambil melangkah mundur menjauhi.


" Hmmm...apa yang kutakutkan ?" Seru Qiang Soyun sambil tersenyum manis.


" Emmm...apa kau tidak merasa jijik ?" Tanya lukita kembali,matanya tertutup menahan perasaan hatinya yang sedang gundah.


" Tabib,aku sangat mengenal mu,apa kau pikir aku akan berubah setelah melihat perubahan mu ? Bahkan,sekalipun kau menjadi binatang yang paling menjijikkan,aku akan tetap mendekatimu.Kalau perlu,akan akan selalu menjagamu." Ucap Qiang Soyun dengan tulus dari hatinya yang terdalam.


Llukita merasakan hatinya berdebar2 sangat kencang,perasaannya menjadi sejuk dan tenang kembali secara cepat.perlahan matanya terbuka,menatap Gadis cantik didepannya.


" ahh...maafkan aku yang picik ini." Ucap lukita lalu menjura hormat pada Qiang Souyun.


" Ehhh...Jangan begitu tabib,aku tak pantas kau hormati." Seru Qiang souyun lalu maju kedepan dan memegang kedua tangan lukita.


Pandangan mata mereka bertemu,entah perasaan apa yang tiba2 membuat mereka sama2 merasakan perasaan yang sangat nyaman dan sejuk.


" Nona,sebaiknya kita segera pergi menyusul teman2." seru lukita segera,sambil melangkah maju melewati Qiang souyun.


" Baiklah Tabib muda !" Seru Qiang Souyun,lalu berbalik dan segera mengikuti lukita.


Begitu mereka keluar dari Goa air mata dewa,Qiang souyun buru2 berlari kesebuah ruangan.Dan tak lama kemudian kembali menyusul Tabib muda.


" Tabib,Aku membawakan kau pakaian peninggalan Ayahanda.Dan sebuah Jubah Yang kutemukan diGudang senjata." Seru Qiang sou setelah berada didekat lukita.

__ADS_1


Lukita berhenti sejenak,lalu melihat satu set pakaian berwarna biru tua terbuat dari kain sutra,dan sebuah Jubah coklat berbahan kulit.


Sebenarnya lukita tak ingin menerimanya,baginya hutang budi sangatlah besar dan berat untuk membalasnya.Namun dia menyadari,Seluruh permukaan kulit tubuhnya telah berbeda.Dengan tersenyum,dia menerima pakaian tersebut.


" Wahhh...ternyata ukurannya sangat pas denganmu tabib,kau terlihat lebih gagah !" Puji Qiang Shou sungguh2.


" Terima kasih,Akan kuingat kebaikan mu ini." Jawab lukita,entah mengapa,ada perasaan aneh dihatinya saat ini.


" Ayo...kita segera menyusul teman2.Tabib kecil pasti sangat senang melihatmu telah kembali." Seru Qiang dengan bersemangat.


Ketika Malam telah menjelang,Lukita bersama Qiang Shouyun telah tiba didepan Markas Klan api.


Perbol yang mengetahui,Tuan nya telah datang,segera menyambutnya bersama Ketua Klan Langit.Namun seluruh ketua klan,tak mau kehilangan kesempatan,mereka juga ikut menyambutnya bersama.


" Selamat datang kembali,Tabib Muda !" Seru mereka bergantian sambil menjura hormat.Mereka bisa merasakan Aura yang sangat kuat terpancar dari balik tubuh tabib muda.


" Pakaianmu keren sobat ! Tapi,apa yang terjadi dengan kulitmu ?" Tanya Perbol ketika mendekat.


" Pakaian ini Hadiah Dari Nona Qiang,Ini Kutukanku,pasti bisa disembuhkan." Jawab lukita seadannya namun tetap tersenyum.


Semua orang juga melihat perubahan dari tabib muda,yaitu Sisik yang terlihat menutupi tangan dan wajahnya.Namun tak satupun dari mereka yang berani bertanya.


Perbol segera membawa tuannya masuk kedalam,lalu menceritakan semua kejadian ditempat itu.Lukita dengan segera memahami keadaan,lalu mereka semua berkumpul diAula pertemuan.


" Tabib muda,bagaimana Sikap tabib saat ini ?" Panglima Lhe Musin memberanikan diri bertanya.


Lukita tak segera menjawab,namun keningnya malah berkerut,dia merasakan sesuatu kekuatan yang sangat besar telah bangkit kembali.Kekuatan seorang siluman,ya...kekuatan Raja Siluman.


" Tabib..." Panglima ingin kembali bertanya.Namun Perbol.segera menghentikannya dengan memberi tanda dengan tangannya.


Ditempat ini,hanya Dia,lukita serta Yuan dan Xiangkong yang bisa merasakan hawa siluman.Sementara Seng jie siluman kelinci,telah menghilang entah kemana.


" Bagaimana,Tabib Muda ?" Kali ini yang bertanya adalah Yuan Ruo.


" Masih ada waktu,!" Bathinnya.


" Baiklah,Besok Pagi aku akan mendatangi Kubu istana,Agar segera menghentikan perang ini !" Seru lukita dengan yakin.


" Tabib muda,apakah kau akan mengajak berunding dengan Kaisar Wu ling ?" Tanya Panglima Lhe Terkejut.


" Yaaa...Aku akan mengajukan syarat2 padanya,kalau kaisar dapat memenuhi,Kalian semua wajib untuk patuh dan tunduk." Jawab lukita dengan tenang.


" Bagaiamana Kalau sebaliknya,Tuan ?" Tanya Ketua Xueshan penasaran.


" Ya kaisar harus turun , dan menyerahkan tahta pada penerusnya." Jawab lukita dengan santai,


Wajah panglima lhe seketika berubah,hatinya merasa sangat sakit,dia sepertinya tak dianggap oleh tabib muda.setelah semua perjuangan yang dilakukannya.


" Apa kau merasa Kesal,Panglima ?" Tanya Perbol yang mengetahui isi kepalanya.


" Ahh...tabib kecil,apa yang bisa membuatku kesal.Kalau ini jalan yang terbaik untuk negri ini,akan akan selalu mendukung." Jawabnya sambil terkekeh menutupi kebohongan hatinya.


" Seseorang yang melakukan segala tindakan untuk mencapai tujuannya,belum tentu cocok untuk menjadi pemimpin dinegri ini.Maaf,hari telah larut,sebaiknya kita istirahat." Ucap lukita,lalu bangkit dari duduknya.


Tanpa ada yang membantah,mereka segera membubarkan diri.Namun Panglima Lhe musin masih tetap tinggal,selain dia,Ketua Zhang,Ketua Klan Salju serta Tetua Fu juga masih belum beranjak pergi.


" Kau pasti sangat kecewa bukan,Panglima ?" Seru tetua Fu sambil mengelus2 jenggotnya yang panjang.


Panglima lhe musin menarik napasnya dalam2,Dia mengurut2 keningnya beberapa kali.


" Mudah2an panglima tetap berpikir jernih,jangan sampai salah mengambil sikap." Seru Ketua Zhang memecah keheningan.


" Hmmm...Paman,Aku merasa energi Pemuda itu sangat kuat.Apa paman bisa merasakan ?" Tanya Xueshan Pada Kakek Fu.


" Hehehe...Aku juga belum tau,sampai dimana kekuatan tabib muda.Tapi,kalau aku melihat perubahan tubuhnya.Seekor naga Api kira2 berapa kekuatannya ?" Tanya Kakek Fu sambil tersenyum menatap ketua Zhang.


" Aku sendiri belum pernah melihatnya,tetua fu.Namun berdasarkan petunjuk para pendahulu klan Api,Seekor naga Api bisa menghancurkan Seribu pasukan bersenjata lengkap dengan mudah." Jawab Ketua Zhang Sambil menarik napas dalam2.


" Bagaimana kalau sampai Lima ekor Naga ?" Tanya Kakek Fu kembali terkekeh.

__ADS_1


" Apaaa ? Lima Naga ???" tanya mereka hampir bersamaan.


__ADS_2