
Didalam bangunan Perguruan Siluman dara putih,seorang wanita setengah baya sedang berganti pakaian.Wajahnya yang cantik serta gerakannya yang gemulai namun cekatan segera mempersiapkan diri.
" Ibu, Gerombolan burung gagak hitam terlihat penjaga mengarah dengan cepat ketempat kita." Shi la masuk kekamar ibunya dengan tergopoh2.
" Sepertinya pirasatku benar,persiapkan semua murid2,pimpin mereka menghadang Gerombolan Burung gagak,Aku yakin,ada orang yang dengan sengaja mencari kita disini." Perintah Jing Nuwang pada putrinya
" Baik Bu,Apakah Ini ada hubungan dengan kejadian diKota GuangZhao,Bu ?" Tanya Shi La penasaran
" Tentu,Sebaiknya kita segera bergegas keluar,Putriku ! Jing nuwang menghampiri putri satu2nya yang sangat Cantik itu, menatap wajah putrinya,mengelus pipinya,membuat Putrinya jadi salah tingkah.
" Ada apakah ibu ?" Shi la bertanya,perasaannya berkata,mereka akan mendapat masalah yang sangat besar.Dia bisa menilai sari tatapan ibunya yang terlihat khawatir.
" Seandainya,disini ada tabib,sedikitpun aku tak merasa cemas.Seandainya aku matipun,aku yakin,kalian semua akan Selamat dengan Beliau." Tiba2 jing Nuwang teringat dengan tabib Gundul dan sahabatnya.
" Ibu,Sepertinya yang datang kesini Musuh yang sangat Kuat,Tapi aku tak takut,Kalau memang harus mati,kita semua mati bersama disini." Jawab Shi la Tegas,Didalam Hatinya yang paling dalam,dia tak memungkiri ucapan ibunya,dia sendiri sangat merindukan Pemuda gundul yang lembut dan bersahaja itu.
" Sudahlah,Hidup dan mati kita,sudah diatur oleh sang pencipta.Sekarang Ayo kita keluar,menyambut musuh yang datang !" Jing Nuwang Segera Melangkah Keluar kamar diikuti oleh putrinya.
Sementara itu,diBangunan atas Tembok,Para wanita telah siap siaga.Mereka berjejer rapi dengan busur panah yang telah berisi,Siap menyerang Musuh Yang Datang.
" Bersiap ! Hitungan Ketiga !"
" Satu !"
Gerombolan Gagak yang kira2 berjumlah Ratusan Menutupi Cahaya matahari yang bersinar.Jarak mereka semakin mendekati Gunung Awan Putih.
" Dua "
Kembali terdengar aba2 dari Sha Hwa,Dia adalah Murid pertama Dari Siluman Ratu Jing Nuwang.Dia juga yang melatih dan bertanggung jawab penuh Perguruan.
Gerombolan Gagak semakin mendekat,Namun jarak anak panah yang terbatas,membuat Sha Hwa menunggu waktu yang tepat.
" Satu ! Serang !!!" Terdengar Perintah Sha Hwa yang berteriak dengan lantang.
Siuuuutttt....siuuuttt....siuttttt....
Ratusan Anak Panah melesat dengan cepat,laksana hujan yang lebat memburu Gerombolan gagak hitam yang semakin dekat.
Namun apa yang terjadi,Ratusan Anak panah yang menhantam gerombolan gagak hitam,tiba2 hilang seperti ditelan angin hitam.Tak seekorpun gagak hitam yang jatuh dan mati.
Sha Hwa Yang melihat jelas apa yang terjadi dengan anak panah mereka,segera berpikir cepat.
" Bakar Ujung Panah ! Cepat Bakar Dan Tembak Kembali !" Teriaknya
Dengan Cepat dan Gesit,para wanita murid2 Dara Putih melaksanakan perintah,Mereka sangat terlatih,tak sampai semenit busur mereka telah kembali terisi dengan anak panah yang ujungnya berapi2.
" Tembak !" Perintah Sha Hwa kembali
__ADS_1
Siuutttttt....Siuttttt....Siuttttt...
Kakkk....kakkkk...kakkk.....
Berhasil !
Puluhan Gagak yang terdepan jatuh dihantam anak panah,tubuh mereka Terbakar dan berjatuhan seperti hujan Api dari langit.
Melihat Panah mereka berhasil menjatuhkan Lawan,murid2 Dara putih kembali bersemangat.Dengan Cepat mereka kembali mengisi busur panah nya.
Dari Bawah,dua sosok tubuh yang harum dan indah melayang keatas bangunan.
" Bagaimana Sha !" Tanya jing Nuwang begitu Mendaratkan kakinya dilantai.
" Panah Api berhasil menjatuhkan puluhan Gagak hitam,Suhu !" Jawab Sha Hwa Cepat,lalu bergerak mendekat membawakan Kedua Busur panah Untuk Ibu dan putrinya.
Jing Nuwang menatap Gerombolan Gagak hitam yang terus mendekat,dia merasakan kekuatan hitam yang mengendalikan burung2 tersebut.
" Hentikan Serangan ! Segera mundur dan Buat Pertahanan DiLapangan !" Teriak Jing Nuwang Pada murid2nya
Perintah jing nuwang segera dilaksanakan,semua anggota Perguruan Segera Melompat turun Kebawah dan berbaris dilapangan Menghadap Pintu utama Perguruan.
Jing Nuwang Berdiri tegak sendirian diatas Bangunan, Matanya menatap tajam Kedepan.Lalu perlahan2 menggerakkan Selendang ditangannya.Jurus selendang Siluman Menghancurkan Gunung dan Jarum Kalaputih telah disiapkan nya.Dengan seperempat tenaga dalam yang mengalir keseluruh tangan dan selendang dia menunggu saat yang tepat untuk menyerang.
Gerombolan gagak hitam semakin dekat,dari jarak ratusan meter menjadi puluhan meter,dan mulai mengeluarkan suara yang melengking memekakkan telinga.
Dilapangan,tubuh beberapa murid Dara Putih Bergetar,kedua tangan mereka menutupi telinga masing2.
" Kerahkan Tenaga Dalam Kalian,Tutup telinga dengan Kapas !" Perintah Sha Hwa yg juga merasakan getaran gelombang suara dari gagak hitam.
Sementara itu,jing nuwang sendiri Merasa telingannya berdengung dengan kuat,Dengan Segera dia kibaskan kedua selendangnya kedepan,dibarengi dengan ratusan Jarum kalaputihnya.
Wushhhhhhh.....
Blaaaarrrrrr....
Puluhan Gagak hitam yang paling depan Hancur lebur terkena selendang Jing Nuwang,dan puluhan lagi jatuh kebawah terkena senjata rahasia Kala putih.
Tiba2 Cahaya Putih Meluncur kedepan dengan cepat mengarah kebangunan tempat jing nuwang berdiri tegak menghajar gerombolan gagak hitam.
Dan satu cahaya lagi menghantam Pintu utama perguruan.
Braaaaakkkk ... Bommmmm....
Tak Ayal,Bangunan Atas Pagar hancur berkeping2 begitu juga dengan pintu utama pagar yang terbuat dari kayu jati pilihan.
Jing Nuwang sendiri telah Meloncat melayang kebawah sebelum Cahaya putih menghantam dirinya.
__ADS_1
Ratusan Murid2 Yang telah siap siaga terkejut bukan main mendengar suara ledakan dari pintu utama dan bangunan diatas.
Sha Hwa yang sudah berpengalaman dalam bertempur mengikuti Gurunya,Tanpa rasa takut dan Gugup segera memberi perintah.
" Formasi Bendungan Awan Putih !" Teriaknya
Murid2 Dara putih segera bergerak Keposisi mereka seperti Sebuah Anak panah yang runcing.
Wussssshhhh...
Hawa Cahaya putih yang terus masuk setelah menghancurkan Pintu Utama melaju menghantam Formasi Murid2 Dara Putih.
Pakaian dan rambut panjang murid2 Dara Putih berkibar2 terkena Angin dan hawa Dari serangan Musuh,Namun Kehebatan Dari Formasi mereka sangat kuat,Juga Kekuatan Serangan lawan yang telah berkurang tak mampu merobohkan Mereka.
" Formasi Hujan Gunung !" Jing Nuwang tiba2 berteriak pada murid2nya
Ratusan Murid dara putih Berjajar lurus kesamping membentuk pagar badan yang panjang,hingga 2 lapisan.
" Hahahaha...Ternyata Para Bidadari telah menyambut kami berdua dengan sangat indah !" Terdengar suara yang dialiri tenaga dalam terdengar menggema diatas langit.
Dalam Sekejap,2 sosok melangkah dengan santai melewati puing2 pintu gerbang.Mereka tak lain BeijiKong dan Siluman Gagak Hitam.
" Kau Rupanya ! Seorang pengecut yang melarikan diri ! Berani Datang Kesini Membawa Bala bantuan!" Ejek Jing Nuwang,Dalam Hatinya sudah Bertekad untuk bertempur mati2an,walau dia tau,Ilmunya Masih Dibawah Beijikong,namun tak terlihat sedikitpun rasa gentar didirinya.
" Hahahaha...Kami Cuma Berdua ! Kalian Ratusan !!! Hahaha ...!" Balas Beijikong mengejek
Jing Nuwang Tak mau berlama2 lagi,Dia sudah tau Niat Lawan didepannya.
" Serang !!!" Teriaknya
sing...sing...sing...
Ratusan Jarum kalaputih beterbangan kearah dua manusia didepan,
Beijikong menyadari kekuatan racun disenjata rahasia lawan,Kalau puluhan jarum beracun bukan apa2 buat dirinya,ini jumlahnya ratusan,dan laksana hujan,menyerang dari segala penjuru membuatnya berkeringat dingin.
" Suhu !" Seru beiji kong
" Hehehe...Maianan Bocah saja kau sudah berkeringat ! Dasar Sampah !" Gagak hitam lalu maju selangkah,Mengibaskan tangan kanannya kedepan.
Wussshhhhh...
asap hitam dan tebal bergulung2 mengelilingi mereka berdua,laksana Selimut baja,Semua jarum jarum beracun rontok kebawah setelah menghantam asap hitam.
Tak lama kemudian Asap hitam kembali sirna,kedua lawan berdiri tegak dengan Angkuhnya.
" Ayo ! Mainan Apalagi yang kalian Punya !" Teriak BeijiKong sombong
__ADS_1
Jing Nuwang Mengerinyitkan Keningnya,Dia Tak Tau Siapa Orang yang dipanggil Suhu Oleh BeijiKong,Yang pasti dia tau,Ilmunya pasti jauh lebih tinggi dari Muridnya.