Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Taman Surgawi


__ADS_3

" Maaf nek,sahabatku kembali ngelantur berbicara." tukas lukita cepat sambil menjura hormat untuk meredam amarah nenek tua.


" Tak perlu berpura2 lagi,kalian berdua,aku tau tujuan kalian adalah tempat ini ! Dan Kau siluman Kerdil,kau juga sedang terluka bukan !?" Bentak nenek tua ,tubuhnya tiba2 berubah menjadi kabut putih,perlahan2 terlihat seekor kera berbulu putih.


" Hahaha...baguslah,sudah kutebak,kau pasti monyet,dari itu rumahmu berada diatas pohon." Ejek Perbol tak mengenal takut sedikitpun.


" Tahan...tolong sabarlah,kita kesini bertujuan mengobati putrimu bukan ? bukan untuk bertarung !" Seru lukita kembali,


" Sahabatmu bukan siluman yang baik ! Mulutnya sangat kotor,aku sudah memberi kalian ginseng terbaik yang kupelihara ratusan tahun,untuk membalas budi kalian bersedia datang ketempatku." Ucap Kera Putih gusar,matanya terlihat merah menyala.


" Eh...monyet ! Matamu yang merah itu buta ! Mulutku bersih begini ! Apa kau tak bisa membedakan !" Ucap perbol ketus.


" Sudah2...sebaiknya kita kembali ketujuan kita kesini." lerai lukita kembali.


Siluman kera putih yang bernama Bai yuanmo tersebut kembali berubah wujud,kali ini menjadi seorang wanita yang cantik dan bersih.


Lukita sampai terperanjat kaget.


" Ahhh...kiranya Nyonya masih muda dan cantik." Ucap lukita jujur


" Namaku Bai yuanmo atau siluman Kera putih." Jawab Nya dengan nada sedikit lembut.


" Nama kami Lukita,dan sahabat kami bernama perbol." Jawab lukita pula.


" Sejak kapan kalian mengetahui penyamaranku ?" Tanya Bai yuanmo kembali.


" Sejak Kau datang ketempat pengobatan !" Jawab perbol cepat


" Kenapa kalian mau mengikutiku ?" Tanya Bai yuan penasaran.


" Kewajiban kami sebagai tabib lah yang membawa kami ikut kesini nyonya Bai." Jawab lukita dengan lembut.


Rasa gusar dihatinya menjadi berkurang,


" Baiklah,aku percaya.Mari masuk,dan lihatlah keadaan putriku." Ucap Bai Yuan,lalu segera beranjak masuk kedalam.


Lukita dan sahabatnya segera masuk mengikuti.


Didalam kamar terlihat seorang gadis tertidur dengan napas yang tak teratur,wajahnya pucat pasi.Pipinya kirinya terlihat ditutupi oleh ramuan obat,sedangkan lengan kiri juga kakinya dibalut pula.Kamar tersebut dipenuhi aroma ginseng yang kuat,mungkin untuk membuat keampuhan ginseng masuk kedalam paru gadis tersebut.


" Sudah berapa lama dia terluka ?" tanya lukita,lalu melangkah ketepi pembaringan.


" Setahun lebih purnama nanti." Jawab Nyonya Bai sedih,tanganya mengelus2 pipi kanan putrinya.


Lukita menggeleng2kan kepalanya,


" Boleh aku memeriksanya ?" Tanya lukita sambil menatap nyonya bai


Siluman Kera putih hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Lukita segera mengusa ramuan obat dipipi gadis tersebut,Dan melihat dua luka goresan yang sangat dalam.dagingnya telah membusuk dan terlihat membusuk,namun tak tercium aroma busuk sedikitpun.


" Daun ginseng yang membuat aroma busuk menjadi hilang." Ucap bai yuanmo menjelaskan.


" Ginseng yang mujarab." Jawab lukita,lalu segera mengeluarkan ramuan obat dari sakunya.Menaburkan keluka dipipi,dan beberapa saat kemudian,daging yang terluka mulai bergerak perlahan,kembali menyatu dan menempel sangat kuat.gadis tersebut meringis menahan sakit,sampai meneteskan air mata.hingga sesat kemudian,matanya terbuka,dan tanpa sadar tangannya mengelus pipinya yang sakit.


Perlahan2 dia melihat Ibunya,lalu melihat seorang laki2 berkepala gundul disebelah ibunya yang sedang tersenyum menatapnya.


" Ibu..!" Panggilnya


Bai yuanmo tersenyum,air matanya mengalir membasahi pipinya.


" Luka dipipimu telah sembuh,Ruochong." Ucapnya sambil mengelus2 tangan putrinya yang masih meraba2 bekas luka dipipi kirinya.


" Apakah dia yang telah mengobatiku,ibu ?" tanya gadis tersebut lirih


Bai yuanmo menganggukkan kepalanya.


" Tabib muda,bagaimana dengan kaki dan tangannya ?" Tanya Nyonya Bai sambil menatap laki2 disebelahnya.


" Nyonya,Apakah Kami bisa melihat Ginseng tersebut ? Biar sahabatku yang akan memeriksanya." jawab lukita,lalu melihat kearah Sahabatnya.

__ADS_1


" Baiklah,akan aku ambilkan." Nyonya bai segera melangkah keluar kamar.


Lukita segera duduk ditepian ranjang,


" Maaf,nona.Bolehkan Aku melihat luka ditanganmu ?" Tanya lukita dengan sopan.


Gadis itu tak menjawab,malah memalingkan wajahnya hendak bersembunyi.


Lukita menarik napasnya,dia mengerti,pasti gadis ini malu dengannya.


Untungnya,ibunya segera masuk kembali kekamar dengan membawa ginseng ditangannya.


Perbol dengan segera menerimanya,lalu memeriksa,mencium bahkan menjilatnya.


" Ini termasuk Ginseng obat yang langka,kalau digabung dengan kalajengking merah dari markas klan langit yang berusia hampir sama dengan ginseng ini,akan membuat luka luar dan dalam semakin cepat sembuh." Ucap perbol menjelaskan.


" Lakukan apapun yang terbaik untuk kesembuhan putriku." Ujar Bai yuanmo cepat


" Luka ditubuh putrimu bukan luka biasa,kalau luka luar mungkin mudah kami sembuhkan.namun luka dalam serta beberapa tulangnya yang patah,akan memakan waktu beberapa hari." Ucap lukita,lalu bangkit dari pembaringan.


' Bagaimana dia tau,bukankah dia tak menyentuh tangan juga luka dipahaku.' Bathin Putri Ruo


" tanaman dan beberapa tumbuhan disini mungkin bermanfaat buat pengobatan.Tabib silahkan ambil sesuka nya kalau memang diperlukan." Bai yuanmo menjelaskan.


" Terima kasih,Nyonya.Besok akan kami periksa apakah tumbuhan disini bermanfaat buat obat." Jawab lukita,lalu menyerahkan dua bungkus obat luka luar pada nyonya bai.


" Taburkan obat ini pada luka luar ditubuh putrimu,kami akan meracik obat dahulu." Sambung lukita,lalu segera beranjak melangkah keluar bersama sahabatnya.


Nyonya bai segera mengobati luka luar putrinya,luka2 tersebut segera sembuh hanya dalam waktu beberapa menit.Wajah Nyonya bai terlihat sangat bahagia,akhirnya,putrinya dapat sembuh setelah sekian lama.


" Ibu,apakah mereka tau siapa kita ?" Tanya Yuan Ruochong berbisik,luka luarnya telah sembuh,namun beberapa tulangnya patah,dan luka dalamnya belum sembuh.


Bai yuanmo tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


" Jangan khawatir,tabib muda sangat baik,walaupun sahabatnya sedikit menjengkelkan,namun mereka bersedia mengobati lukamu." Ucap nyonya bai pada putrinya


" Ibu,kalau aku sembuh nanti,kita balas kembali siluman tua dilembah sana !" Wajah Yuan Ruo berubah merah menahan amarah.


" ahhh...tabib itu,seperti aku pernah melihatnya.tapi aku tak ingat dimana." Ucap Yuan ruo lirih.


" Kau pasti melihatnya didalam mimpimu,putriku." Jawab Ibunya dengan tepat.


" Ahhhh...Ibu...benar ! Bagaimana ibu bisa tau ?" Tanya Yuan Heran


" Aku juga telah melihatnya dalam mimpiku,dari itu,ibu bisa menemukannya." Jawab Nyonya bai,lalu mengambil minuman ginseng dan memberi kan pada putrinya.


" Apakah dia...Ahhh...tidak...tidak...!" Yuan Ruochong tak meneruskan ucapannya.


Nyonya bai tersenyum,melihat tingkah putrinya.Selama ini mereka jarang bertemu dengan manusia,dalam setahun mereka hanya sekali turun gunung.hanya untuk melihat2 suasana kota menghibur putrinya. Bangsa mereka sangat terbatas,walaupun dia tau,putrinya sangat kesepian.Untuk memenuhi kebutuhan hidup,mereka bercocok tanam dan merawat bunga2 yang telah lama ada ditempat itu.


Sementara lukita dan sahabatnya,sibuk meracik obat.Walau malam semakin larut,mereka terus meramu,lalu perbollah yang menjadi penguji coba ramuan.Tujuan lukita sekaligus mengobati sahabatnya.


" Bagaimana,Apakah ada perubahan ?" Tanya lukita penasaran.


" Tubuhku semakin hangat,peredaran darah dan pernapasanku semakin lega.Tapi aku belum yakin,apakah telah sembuh seperti semula." Jawab perbol sejujurnya.


" Tunggu sebentar,aku akan mencoba." Ucap perbol kembali,lalu menggerakkan tubuhnya mengeluarkan Jurus tapak putihnya,


Wusssshhhhh....


Blaaaarrrrrr....


Sebuah batu yang berada puluhan meter dibawah rumah hancur berkeping2 terhantam sinar perak dari tangan perbol.


Namun tak lama kemudian,perbol kembali terbatuk2 dan memegangi dadanya yang terasa kembali sesak.


Suara ledakan membuat Nyonya Bai dan Putrinya terkejut,membuat tuan rumah segera beranjak keluar kamar.


" Apa yang kalian lakukan ?" Tanyanya heran,dia melihat batu sebesar kerbau hancur berkeping2,lalu melihat perbol terduduk sambil memegangi dadanya.


" Maaf Nyonya,sahabatku telah membuat keributan disini." Ucap lukita menjura hormat,lalu melangkah mendekati sahabatnya.

__ADS_1


" Luka Dalammu belum pulih,sepertinya Kedua Bahan obat ini belum cukup untuk mengobati lukamu." Ucap Lukita sambil menepuk2 pundak sahabatnya.


" Maafkan aku,sobat." Ucap perbol lirih,lalu tubuhnya berbaring dilantai bambu sambil merentangkan kedua tangan dan kakinya.


Mendengar pembicaraan kedua sahabat didepannya,nyonya bai mengerti,mereka baru saja mencoba racikan obat yang baru dibuat.


" Tabib,apakah ini artinya,obat ramuan yang baru juga belum bisa mengobati putriku ?" Tanya nya kalut.


" Kami akan mencari bahan obat yang lain ditempat ini,Nyonya.Jangan Khawatir,kami pasti bisa menyembuhkan Putri,nyonya." Jawab lukita menyenangkan hati tuan rumah.


" terima kasih,tabib.Maaf,aku akan menyiapkan makan malam untuk kalian." Nyonya bai segera masuk kembali kedalam rumah.


Sementara,lukita juga membaringkan tubuhnya dilantai,walaupun dia tak merasa lelah dan ngantuk.otot tubuhnya perlu dilonggarkan sejenak.


Setengah jam kemudian,nyonya bai segera menghidangkan makan malam untuk mereka.Setelah bersantap malam sejenak,mereka segera beristirahat.


Keesokan paginya,mentari bersinar dengan cerah.suara burung berkicau dibalik ranting pepohonan.Hamparan luas didepan rumah pohon,terlihat ratusan kupu2 beterbangan bersama kumbang dan lebah saling berebut hinggap dibunga2 yang sedang mekar.


Terlihat lukita sedang berjalan melihat2 dan memperhatikan tanaman dan bunga2 ditempat itu.sementara perbol sibuk berlari mengejar lebah yang baru saja menyengat tanganya.


" Lebah sialan ! Beraninya kau menyengat tanganku !" Bentaknya,tingkahnya seperti anak kecil yang berlari mengitari halaman.


Angin berhembus dengan lembut,dirumah pohon,nyonya bai memperhatikan tingkah kedua tamunya.bibirnya tersenyum2 sendiri,kerinduan akan keluarga bahagia membayang dikepalanya.


" Ibu,bisakah aku melihat taman surga ?" Terdengar suara dari dalam kamar


Nyonya Bai menoleh kedalam,lalu beranjak masuk kelamar putrinya.


" Tubuhmu masih lemah,tulang2mu belum pulih.Tabib berkata kau tak boleh bergerak dahulu." Ucap Ibunya dengan lembut.


" setahun sudah aku terbaring disini,aku ingin melihat taman surga ibu.Walau sebentar hatiku pasti sangat senang." Desak putrinya kembali.


Nyonya bai menaril napasnya beberapa kali,lalu segera menggendong putrinya dipunggung dan membawa nya keluar dari kamar menuju teras.


Wajah Putri Yuan bersinar gembira,


" Ahhhh ibu...Hampir semua bunga bermekaran,ahhh...Sudah lama aku tak mencium bunga2 itu." Ucap Putri yuan girang.Pandanganya menatap kearah laki kerdil yang berlari2 mengejar lebar yang beterbangan menghindar.


" Hihihi...Tabib kecil itu sangat lucu,membuat aku gemas melihatnya." Ucap Putri Yuan Sambil tertawa.


Nyonya Bai ikut tertawa kecil,hatinya sangat bahagia,mendengar putrinya bisa tertawa kembali.


" Ibu,apa yang dilakukan tabib gundul disana ?" Tanya Putri Yuan kembali.


" Tabib itu,dia sedang mencari ramuan obat untuk mengobati mu." Jawab Nyonya bai,sambil mengecup sayang pipi putrinya yang telah sembuh.


" Ibu,Aku...Aku pernah berjanji pada diriku." Ucap yuan Ruo sambil menatap wajah ibu yang menggendongnya.


" Janji apakah itu ?" Tanya ibunya


" Siapapun yang mampu mengobatiku,aku akan melayani dan mengikutinya seumur hidupku." Jawab Yuan ruo ditelinga ibunya.


" Heiii...Apa kau jatuh hati pada Pandangan pertama ?" Tanya ibunya tersenyum


" Bukan ibu,janjiku berlaku untuk siapapun,laki2 perempuan,muda dan tua tetap berlaku." Jawab Yuan Ru sungguh2.


Dikejauhan,lukita melihat Nyonya Bai sedang menggendong putrinya,


' Kasian nyonya bai,sebaiknya aku membuatkan sesuatu untuk nya.'


Lukita lalu bergerak kearah lembah,tadi malam dia melihat rimbunan pohon bambu berasal dari sana.


Ketika lukita menuruni lembah,terdengar suara air yang mengalir,tak lama kemudian,dibalik pepohonan bambu terlihat sungai yang airnya sangat bening.hingga Pasir serta bebatuan didasarnya terlihat sangat jelas.


" Wahhhh..." Lukita sampai terperangah,dia juga melihat ikan2 hilir mudik berenang kesana kemari.Tanpa sadar lukita segera menceburkan diri tanpa membuka bajunya.


Mandi Berendam lalu menangkap beberapa ikan sebesar kepalan tangan.Selepas itu,lukita segera menebas beberapa batang bambu sebesar lengannya.Dengan cekatan dia membuat sebuah bangku buat seorang.


Tak sampai setengah jam ,bangku telah jadi,dan lukita kembali menceburkan dirinya kesungai.Kali ini dia membuka Bajunya yang basah kuyup.Mengucel2 sesaat lalu memeras dan menjemurnya dibatang bambu kering yang telah tumbang.


Namun tiba2 terdengar suara benda jatuh kesungai dengan keras.

__ADS_1


BYurrrrrrr....


__ADS_2