Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Hati yang kecewa


__ADS_3

Malam yang indah,bintang2 bersinar dengan terang.Bulan purnama tersenyum menyinari bumi.Sementara itu,burung pungguk terus berkicau menyanyikan lagu sendu.


Gong pertama jam telah melewati tengah malam telah berbunyi.Namun,ditaman yang dekat dengan kamar lukita,seorang gadis terlihat duduk termenung seorang diri.


Didalam kamar,terlihat laki2 muda berkepala gundul sedang bersemedi.


" Uhuk...uhuk...!"


Mendengar suara batuk dari atas pembaringan,Pemuda yang tak lain adalah lukita menghentikan semedinya.


Dia lalu bangkit menghampiri sahabat karibnya.


" Apa yang kau rasakan,Sobat ? " Tanya lukita,punggung tangannya ditempelkan kekening sahabatnya.


" Aku tak apa2,Sobat ! Tapi,Gadis itu yang aku khawatirkan !" Seru perbol pada sahabatnya.


Lukita terdiam sesaat,telinganya bergerak2,mendengar suara deru napas dari luar kamarnya.


" Wanita selalu bersikap aneh dikala sedang jatuh hati bukan ?" Sambung Perbol kembali


" Apa yang harus keperbuat,sobat ?" Tanya lukita sambil menggaruk2 kepalanya sendiri.


" Hehehe...Kalau urusan ini,kau selalu bingung menghadapinya.temui saja dia,paling tidak,bisa meredakan perasaan dihatinya." Jawab perbol sambil terkekeh


" Ahhhh...Kau selalu mempersulit diriku,Sobat !" Seru lukita,Namun kakinya segera melangkah menuju pintu kamarnya.


" Itu baru laki2 Sejati ! Hehehe..." Perbol kembali terkekeh


Embun malam mulai berjatuhan,menyentuh kulit halus seorang dara yang sedang gundah gulana.


" Apakah nona perlu obat tidur ?" Tiba2 terdengar suara


" Ehhhh...!" Gadis Cantik hidung bangir dan bertubuh tinggi semampai itu terkejut.tubuhnya bergeser untuk melihat kearah suara yang menegurnya.


" Nona Belum menjawab pertanyaanku,Barusan ." Seru lukita kembali,lalu berjalan lebih dekat dan berdiri didekat gadis cantik yang tak lain adalah Putri Jing Nuwang.


" Aku...aku...sepertinya tidak perlu,Tabib !" Jawab Shi la terbata2


" Apakah ada yang lain yang sekiranya aku bisa bantu,Nona ?" Tanya lukita kembali


" Hmmmm...Entahlah tabib,Sebenarnya aku masih belum bisa menerima keputusan ibuku." Ucap Shi la ,pandanganya jauh menatap kelangit,memperlihatkan lehernya yang putih mulus tanpa cacat sedikitpun.


" Aku juga ikut andil memutuskan masalah itu,Nona."

__ADS_1


" Aku tau tabib,Kalau tabib selalu berada dikota ini,mungkin akutak sakHawatir saat ini."


" Sudahlah,Nona.Aku yakin,ibumu takkan berani mengambil resiko yang sekiranya beliau tak mampu menghadapinya." Lukita berjalan kedepan beberapa meter didepan Gadis tersebut.


Shi la bangkit berdiri,me dekatinya laki2 yang telah mencuri hatinya.


" Apakah Tabib akan kembali lagi kekota ini ?" Tiba2 Shi la bertanya,membuat lukita sedikit gundah


" Entahlah Nona,Aku berjalanan mengikuti Takdirku ! Kalau sang pencipta berkehendak,semua bisa saja terjadi."


" Apakah ada obat buat mengobati hati yang kecewa,Tabib ?" Shi berbalik membelakangi lukita


" Mungkin ada,Nona.Tapi saat ini aku sendiri belum bisa menemukan obat itu." Jawab lukita dengan jujur,dia faham maksud ucapan gadis dibelakangnya.


" Bolehkah aku bertanya sesuatu,Tabib ?"


" Silahkan,Nona "


" Apakah Seorang pengembara memiliki tujuan hidup dan tempat tinggal yang menetap ?"


Lukita terdiam,Sejujurnya,dia tak tau harus menjawab apa.


" Dan apakah seorang pengembara memiliki pasangan hidup ?" Kembali Shi la bertanya.


" Pertanyaanmu sangat sulit,Nona ! Sejujurnya,tujuan hidup seorang pengembara sebagian adalah melaksanakan wasiat atau pesan dari seseorang yang harus dijalankan.Dan menebar kebaikan selama perjalanannya." Jawab lukita seadanya


Lukita terdiam beberapa saat.


" Mungkin beberapa dari mereka,punya tempat tinggal juga pasangan hidup." Jawabnya


" Apakah tabib juga berpikir seperti mereka ?"


" Untuk saat ini,tujuan utama kami adalah melaksanakan wasiat eyang guru,Mencari kitab dan obat buat diriku juga sahabatku."


Shi la tertunduk,sambil memainkan jari tangannya.


Untuk beberapa saat mereka terdiam membisu,hanya suara burung malam dan angin yang bertiup lembut terdengar ditelinga.


" Sudah larut,Nona.Istirahatlah !"


" Entahlah,Mata ini sepertinya tak ingin dipejamkan."


" Seandainya Ibu mengijinkan,sejujurnya aku ingin ikut mengembara.Melihat dunia luar lebih jelas lagi." Sambung Shi la kembali.

__ADS_1


" Bukan kah nona pernah mengembara ? " Ujar lukita


" Itu Hanya perjalanan dipropinsi ini saja,Tabib.Aku ingin lebih jauh lagi." Jawab Shila,Terbayang kembali disaat dia bertemu pemuda gundul didekatnya.Saat bertarung dikapal,Diobati Saat bertempur dengan tabib kecil,dan pertemuan yang lain.Hatinya semakin tertaut dengan lukita.


" Sejujurnya,aku sendiri lebih baik menetap Nona,lebih bisa menikmati dan membantu orang2 disekitar kita.Perjalanan ini mungkin sudah takdirku,Bisa Sampai keneGri ini."


Shi la menatap pemuda didekatnya,Hatinya bisa merasakan kebaikan hati laki2 ini.Seandainya mereka bisa terus bersama,tentu dirinya sangat bahagia.


" Bolehkah aku mencintaimu ?" Tanpa Sadar Shi la berkata


Lukita menoleh,menatap gadis cantik didepannya.


" Nona,Siapapun tak berhak melarang seseorang untuk mencintai.Hanya saja,aku tak ingin melukai perasaanmu.Sebaiknya,simpan dan berikan pada seseorang yang pasti dan bisa menemani hidupmu.Perjalananku sendiri masih jauh,aku tak tau sampai kapan akan berakhir." Jawab lukita,lalu berbalik arah.


" Aku bersedia menunggu !"


" Jangan sia2kan waktumu hanya untuk menunggu sesuatu yang tak pasti,Nona.Sebaiknya Fokus lah berlatih,Dan membantu ibumu,membangun kembali Perguruan Dara Putih." Ucap lukita tanpa melihat gadis didekatnya.


Gong...Gong...Gong...Gong...


Pertanda waktu kembali berbunyi,pertanda hari telah shubuh.


" Sebentar lagi Tabib Akan pergi,Bolehkah aku meminta sesuatu ?"


" Kalau aku dapat mengabulkan,Silahkan Saja Nona."


" Aku ingin obat tidur yang kuat,Tabib !"


Lukita tersenyum,dia tau gadis didepannya sedang terluka hatinya.Dengan merogoh saku dibajunya,dia memberikan 2 butir obat kepada Shi la.


" Terima kasih," dengan cepat Shi la menelan kedua butir obat kedalam mulutnya.hanya beberapa detik kemudian,obat pemberian lukita telah bekerja.


" Istirahatlah,DikamarKu nona.!" Melihat tubuh Shi la yg tinggi serta padat berisi mulai lunglai,Lukita dengan sigap membopongnya.


Suara ayam berkokok mulai terdengar,pertanda hari akan menjelang pagi.Cahaya lampu penerangan masih menyala,Kabut tipis membungkus pinggiran kota GuangZhao yang dikelilingi oleh pepohonan.


Disela2 pepohonan,berkelebat bayangan hitam dengan sangat cepat.


" Sobat,Kenapa kau tak berpamitan dahulu ?" terdengar suara


" Perjalanan kita sangat jauh,Sebaiknya kita lupakan dahulu tata krama,Sobat !


" Sukma Abadi !"

__ADS_1


Wusssshhhh....


Bayangan yang melayang2 diantara pepohonan tiba2 menghilang tatkala Fajar mulai menyapa bumi.


__ADS_2