
" Cepat Bakar Gudang Pelabuhan !" Perintah Lukita pada Anggota Hei Long yang tersisa
Beberapa orang anak buah Hei Long Segera melaksanakan perintah tabib Gundul tersebut.Tak lama kemudian,api mulai berkobar membakar gudang pelabuhan.
Lukita Segera Menarik Napas dalam2,Menghisap Api kedalam Mulutnya,Lalu...
Hoaaarrrggghhhh....
Api menyembur keluar dari mulutnya,Lalu membentuk seekor Naga Api yang panjang dan semakin besar meliuk2 keatas langit.Setelah tubuh Naga Api Naik kelangit,Lalu meluncur cepat kebawah,Menyemburkan Api yang sangat besar kekumpulan orang yang duduk berbaris.
Api yang sangat besar segera Menyelimuti Tubuh Mungil Perbol dan Orang2 dibelakangnya.
Tiba2...
Booooommmmm...
Cahaya merah menyilaukan memancar sangat terang dari dalam tubuh Perbol.Membuat Orang2 dibelakangnya terpental berpencar kesegala penjuru.
Naga Api yang masih berada dilangit,Juga ikut terhempas beberapa puluh Meter keudara.Sungguh Luar biasa dahsyat kekuatan mustika merah.
Hanya Lukita yang tetap berdiri tegak,Namun pakaian2nya berkibar2 tertiup Angin dingin yang sangat kencang.wajahnya tersenyum pahit,dia mulai menyadari kesalahan dirinya.Tubuh sahabatnya tak sekuat dirinya,Mustika Merah Seharusnya Untuk dirinya.Didepannya terlihat Tubuh sahabat karibnya mulai bergerak,Es yang membalut tubuh mungil telah Sirna,Namun ada pemandangan yang aneh,Cahaya mata perbol menjadi merah menyala.
" Sobat,Mataku sangat dingin,Juga Darah ditubuhku,Sepertinya,Mustika Merah Tak sesuai untukku.Bisakah Kau Ambil Kembali untukmu ?" Suara perbol terdengar sangat berat,Berbeda jauh dengan suara aslinya.
Lukita Mendekati Sahabatnya,Tanpa Ragu Dia segera berjongkok dan memeluk perbol.Dia merasakan kegelisahan sahabatnya,
"Tak semudah itu sobat,Setiap mustika yang diambil dari seorang siluman,Berarti Diambil pula nyawa siluman tersebut." Bisik Lukita,lalu melepaskan pelukannya.
Lukita Lalu memandang sekelilingnya,Thio san dan anak buahnya sudah pulih dan berdiri didekat lukita,Para pembunuh bayaran dan anak buah Hei long yang tersisa juga ikut berkumpul.Mereka Seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
" Tuan Thio,Tlg Bawa Zheng Siong Kesini,Dia Berada Diruntuhan Tempat Hiburan !" Nada Lukita terdengar lembut namun tegas.
Tanpa Menjawab,Thio San Segera Mengangguk,Lalu mengajak ketiga Anak Buahnya ikut serta.
" Dan Kalian Semua anggota Serikat Hei long ! Segera Berkumpul Kesini !" Perintah Lukita tegas
Mereka yang sudah jerih dengan kesaktian tabib Gundul,tanpa banyak bicara segera bergerak mengelilingi Lukita.
Tak lama berselang,Thio San Dan Ketiga anakbuahnya juga tiba dengan membopong tubuh zheng siong yang kaku.
Lukita Segera mendekati tubuh Zheng Siong,Dengan gerakan yang sangat cepat,Jari2 nya melepaskan totokan Dileher, mEmbuka Pita suara,Lalu menotok kembali kedua bahu kanan kiri Zheng siong.
__ADS_1
" Hah...apa yang kau lakukan Bangsat Busuk !" Teriak Zheng Siong Penuh Amarah,Namun sayang,tubuhnya Masih dalam keadaan tertotok.
" Aku hanya melumpuhkan tenaga dalam mu,sekarang kau hanya manusia biasa saja." jawab Lukita,Lalu tubuhnya berputar menatap semua orang disekelilingnya.
"Bangsat Terkutuk,Pengecut!" Teriak zheng Siong,Matanya melotot,urat lehernya Membesar,dia berusaha keras mengerahkan tenaga dalamnya untuk melepaskan diri dari totokan.Sampai2 Butiran Keringat sebesar biji jagung mulai terlihat memenuhi wajahnya.
" Kau Tak Percaya Dengan Ucapanku !" Lukita Berbalik badan menatap lekat2 Zheng siong,Jarinya kembali bergerak,Membuka totokan ditubuh ketua Hei long.
Zheng siong yg tau totokan tubuhnya telah dibuka,dengan cepat memukul wajah Lukita dengan sekuat tenaga.
Plakkkk...Bukkk
2 pukulan dengan telak menghantam wajah dan dagu tabib gundul,sedikitpun dia tak berusaha menghindar.Namun apa yang terjadi,
Aduhhhh...
Zheng Siong Berjingkrak kesakitan,dia melihat kedua tangannya merah mulai membengkak.
" Kau Masih Tak percaya !" Bentak Lukita,lalu mengusap wajahnya.
" Kau... Pengecut !" Teriak Zheng siong,yang masih mengelus2 kedua telapak tanganya.
" Dengar Baik2,Aku Lukita,Mulai Hari Ini,Aku yang menjadi Pemimpin Kalian,Serikat Hei Long !" Teriak Lukita Tegas
Suasana Menjadi Ramai,para pendekar bayaran juga Anggota Heilong Mulai berbisik2.begitu juga Dengan Thio san Dan Anak Buahnya.
" Atas Dasar Apa Kau menjadi Pemimpin SerikatKu !" Bentak Zheng Siong Tak Terima,Hatinya Ingin mencabik2 mulut Lukita,namun apa daya,kesaktiannya telah sirna.
" Atas Dasar Keadilan,Kau Sebagai Pemimpin,Tak berlaku adil dan Jujur ! Dan satu lagi,Atas Dasar Kekuatan !" Jawab Lukita dEngan Tegas,pandangannya menatap sekelilingnya kembali.
" Bagi Siapapun yang tak setuju,Silahkan Berhadapan DenganKu !" Lanjut Lukita Kembali,sEbenarnya,Jauh didalam lubuk hatinya,Tak ada niat sedikitpun ingin memiliki atau merampas posisi ketua serikat hei long,Lukita Hanya Ingin Merubah Sikap dan Tujuan Serikat Hei long,Bukan sangat kebetulan,dia juga seorang Titisan Dewa Naga yang identik dengan Nama Serikat Hei Long.
Semua terdiam,tak satupun yang berani berbicara,termasuk Zheng Siong,dia sadar,dengan kekuatan sebelumnya dia tak mampu menyentuh Tabib gundul didepannya,Apalagi sekarang,tak punya kekuatan apapun.
" Hidup Ketua Hei Long !" Tiba2 suara parau dan berat terdengar,suara dari Perbol yang masih terduduk ditanah.
" Hidup Ketua Hei long !" Teriak Thio San Dan Anak Buah nya bersamaan
" Hidup Ketua Hei Long !" Teriak Beberapa anggota Heilong pula
Dan tak lama kemudian,suara ratusan orang yang berada dipelabuhan bergema serempak,Menyambut Ketua Hei Long yang Baru, Lukita,Tabib Dari Negri Nusantara.
__ADS_1
" Terima Kasih Atas Perhormatan kalian Semua"
Sekarang,Dengar kan Baik2,Perintahku yang pertama.
" Hari Ini,Aku sebagai ketua Hei long yang baru,Memberikan Jabatan Ketua Untuk sementara waktu kepada Saudara Zheng Siong,Apapun perintahnya,semua untuk kebaikan.Apabila berbuat sebaliknya,aku sendiri yang akan menghukumnya !"
"Kedua,Seluruh Anggota serikat Hei long,Wajib berperilaku baik terhadap siapapun,kecuali terhadap orang2 yang berperilaku sebaliknya!"
" Ketiga,Para Pendekar bayaran,Apabila bersedia bergabung dengan serikat hei long,akan menjadi pemimpin kelompok."
" Dan yang terakhir,Menjaga pelabuhan dengan baik dan benar,menjalankan Operasi pelabuhan tanpa kekerasan dan pemerasan.Ingat ! Jangan Perintah yang kedua !
" Bagi Siapa yang tidak berkenan,silahkan Pergi atau keluar dari serikat Hei long !" Teriak Lukita Dengan Lantang
Terdengar suara bisik2 dari beberapa orang yang berkerumun.
" Ketua,Aku Bing Kisan,Pendekar Pedang Panjang,Mohon maaf,Tidak bisa bergabung,Namun,kapanpun Ketua butuh bantuanku,Aku siap menjalankan." Teriak Bing Kisan,Salah seorang pendekar bayaran.
" Terima Kasih,Tuan Bing,Akan kuingat Kebaikan tuan." Ucap Lukita Lalu menjura hormat.
" Ketua,Bagaimana dengan hiburan kami ? Apakah sebagai anggota Hei long,masih bisa melakukannya ? " Tanya Seorang anggota
" Lakukan seperti biasa,selagi tidak melanggar hukum Dan merugikan orang lain." Jawab lukita,dia memahami,untuk merubah perilaku mereka,tidak mungkin bisa cepat berubah,Harus perlahan2.
" Bagaimana Dengan Bayaran kami,Ketua ?" Teriak Jie samsu Pendekar Trisula kembar salah satu pendekar bayaran
" Masalah Bayaran kalian semua,diatur seperti biasa oleh Saudara Zheng Siong.Apabila ada keluhan atau apapun,Silahkan kalian rundingkan dahulu dengan Tuan Zheng.Untuk sementara waktu,Aku akan pergi,mengobati sahabatku." Tukas lukita,pandangany menatap kearah perbol.
" Bagaimana Dengan Perjalananku,Ketua ?" Tiba2 Tuan Jhi Lo keluar dari dalam kereta kencana
" Maaf Tuan Jhi,Perjalanan tuan tetap akan Dilanjutkan sampai tujuan.Dikawal oleh tuan Thio dan Anggotanya,Namun Aku kan meminta Beberapa anggota Heilong turut serta mengawal tuan Jhi.Apakah Tuan Tak keberatan ?" Tanya lukita dengan bijak
" Ah...Tentu...tentu tak keberatan,Ketua.Namun,Aku sebenarnya berharap,Ketua sendiri yang mengantarku.Namun Aku Paham,KesehatanTabib Perbol jauh lebih penting." Ucap Tuan Jhi dengan wajah sedikit kecewa,Dia menjura hormat kearah lukita.
" Tabib,Kalau boleh tau,Hendak kemanakah tujuan Tabib ?" Thio san bertanya,melangkah mendekati Ketua Hei Long yang baru.
" Aku juga belum tau pasti,tuan Thio.Tapi tadi Jiang Eyu Berpesan,sampai kan Maaf nya kepada Raja Singa Hitam Di Lembah Neraka.Apakah Tuan Thio tau dimana tempat itu ?" Tanya lukita
" Lembah Neraka,Sepertinya Aku pernah mendengar nama itu,Tapi sayangnya,Pengetahuanku terbatas tabib." Jawab thio san lesu.
Lukita tersenyum kecut,pandangannya menatap sahabatnya dengan sedih.Seandainya dia tak ceroboh,perbol tak akan terluka dalam.
__ADS_1