
Hutan beringin terlihat tenang,cahaya mentari berusaha menerobos lebatnya daun2 pepohonan.Dibawah pohon besar terlihat mayat tergeletak bersimbah darah.
" Kepung mereka ! Jangan sampai lolos !" Teriak seorang laki bertubuh gemuk pendek kepala botak.Dilehernya menggantung kalung terbuat dari kayu bulat berwarna hitam.Dia adalah Pendekar Bulat berkalung tasbih yang bernama Jong Kok,Kepala perampok diWilayah Kota Barat.Mereka tergiur dengan sayembara berhadiah.
duapuluh orang segera bergerak mengepung anak buah Yang bho,tubuh mereka terlihat dipenuhi luka.
" Jangan takut ! Hidup dan mati adalah jalan kita !" Terdengar suara Yang bho dengan lantang,pakaian nya sendiri terlihat koyak2 dibagian perut dan dada.untungnya,baju besi sangat kuat menahan senjata lawan.
" Serangggg !!" Teriak Laki2 bertubuh gemuk.
Pertempuran kembali terjadi,namun belum sampai anak buah Jong Kok bergerak,tiba2 sebuah batang pohon yang besar melayang kearah mereka dengan cepat.
Braaakkkkkk...
Boooommmm...
Arrrrkkkhhh...arrrggghhhhkkk...
Sepuluh orang anak buah Jong kok Langsung tewas tersapu batang pohon.Sepuluh orang lagi masih sempat tiarap menghindar.
" Bangsat !" Bentak Jong kok penuh amarah.
Yang bho dan anak buahnya terkejut,mereka menoleh kekanan dan kekiri,mencari siapa penolong mereka.
" Kau yang bangsat ! Berani2 nya kalian datang ketempatku !" Tiba2 tanah bergetar,sesosok raksasa batu muncul dari balik pohon.
" Raksasa...Raksasa...!" Teriak semua orang,mereka segera berlari berhamburan,tak terkecuali Yang Bho dan Anak buahnya.
" Heh...Yang Bho Dho ! Kenapa kau ikut lari ! Ini Aku Tabib Kecil !" Teriak Perbol yang telah berubah menjadi Siluman batu raksasa.
Jong Kok seumur hidup tak pernah bertemu dengan Raksasa menjadi Ciut nyalinya,tubuhnya gemetaran,tak terasa celananya telah basah oleh kencingnya.
Perbol melepaskan jurus Tapak Putihnya,menghantam anak buah Jong Kok yang berlari ketakutan.Satu persatu mereka tewas dengan tubuh hancur,hingga tak satupun tersisa.
" Kau ! Siapa yang memberitahu tempat ini !" Bentak Siluman Batu,sambil menunjuk kearah Jong Kok.
" Aak...ku...kaaa...mi..." Suara Jong Kok terputus2 ketakutan.
" Cepat Katakan !" bentak perbol garang.
" Ka....mi...me..nangkap...anak buah mereka diping...gir...hutan ." Ucap Jong Kok terbata2,nyali nya telah sirna,air seninya kembali mengalir deras.
" Yang Bho,tangkap dan ikat dia !" Perintah perbol tegas.
Yang Bho keluar dari persembunyian dengan wajah takut,lalu dengan cepat meringkus Jong Kok dan mengikatnya.
Perbol kembali berubah kewujud aslinya.
Yuan Ruo,Qiang suyon dan Yang blo beserta anak buahnya segera keluar dari balik pohon.
" Tabib kecil ! Bagaimana bisa kau berubah menjadi Raksasa ?" Tanya Suyon takjub.
" Kalau ilmuku sudah sempurna,aku juga bisa menjadi Buaya raksasa dan juga Burung Gagak Hitam." Seru perbol mulai kumat penyakitnya.
" Qiang,sebaiknya kita segera kedalam,Nanti kau juga akan tau sendiri." Ujar Yuan Ruo sambil menarik tangan gadis cantik tinggi semampai untuk segera masuk kegoa.
Yang Bho dan anak buahnya terperangah,melihat kecantikan Qiang Suyon yang begitu sempurna.
" Hehh...kalian ! Yang terluka Cepat masuk ! Yang Mampus,Cepat kalian kubur,lalu ratakan dengan tanah.Jangan sampai terlihat ada jejak ditempat ini !" Perintah Perbol pada Yang Bho dan anak buahnya.
__ADS_1
Mereka segera bergerak,walaupun mereka sedang kelaparan,namun semangat mereka kembali pulih.Tanpa mengenal lelah mereka semua segera bekerja,sementara perbol tak berpangku tangan,dia ikut menyingkirkan batang2 pohon yang tumbang.
Didalam Goa,tubuh lukita masih tergeletak dilantai.Dia masih belum siuman dari pingsannya.
" Heiiii...Kalian jangan ikut masuk ! Goa ini sempit !" Bentak Yuan Ruo ketika anak buah Yang Bho berusaha menyusul masuk keGoa.
" Tapi Nona,Mereka juga terluka ." Seru Yang Blo on bingung.
" Tunggulah diluar,nanti tabib kecil yang akan mengobati kalian semua." Jawab Yuan ruo dengan nada yang lembut.
" Ehhh...iya...iya ... Nona." Jawab Yang blo kikuk,entah mengapa,begitu bertemu Qiang Suyon,mereka seperti terhipnotis,ingin selalu berada didekatnya dan terus melihatnya.
Qiang Suyon melangkah lambat mendekati tubuh lukita,Lalu dia berjongkok disampingnya.Memeriksa nadi dengan memegang pergelangan tangan lukita.
" Sudah berapa hari tabib tak sadar ?" Tanya Qiang suyon tanpa menoleh kearah Yuan Ruo.
" Hampir sepekan,bagaimana,Apakah kau bisa menyembuhkannya ?" Tanya Yuan Ruo ikut berjongkok disebelah Suyon.
" Entahlah,Namun aku yakin,dengan bahan obat yang kubawa,Tabib muda pasti akan pulih." Seru Qiang Suyon Yakin,entah mengapa,dada nya terus berdebar2 ketika berada didekat tubuh lukita.
" Apakah kau gugup ?" Tanya Yuan ru sambil menatap wajah gadis disebelahnya.
Qiang suyon menganggukkan kepalanya,
" Sebenarnya,Kalian semua,bangsa siluman atau manusia ?"
" Hmmm...Kau sudah melihat wujud asliku,juga wujud tabib kecil bukan ?" Seru Yuan ruo sambil tertawa kecil.
Qiang suyon menatap wajah Yuan dengan serius,Lalu kembali bertanya.
" Apakah Tabib muda juga seperti kalian ?"
" Ya,karena aku tak mau salah mengobatinya.Obat buat manusia dan bangsa kalian tentu berbeda." Jawab Qiang Suyon dengan alasan yang tepat.
" Owhhh...Setauku,Tabib muda sama sepertimu !" Jawab Yuan Ruo sambil tersenyum kembali.
Qiang suyon bernapas lega,lalu dengan seksama dia membuka kitab mujarobat miliknya.
Melihat Gadis jelita sedang fokus membaca kitabnya,Yuan Ruo merasa jenuh.
" Kalau kau butuh bantuanku,Panggil saja.Aku akan keluar membantu tabib kecil dan yang lain." Seru Yuan ruo pelan,
Qiang Suyon hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.
Diluar goa,Yuan melihat perbol sibuk mengobati anak buah Yang bho yang terluka.
" Yang bho,cepat awasi pinggiran hutan ! Jangan sampai yang lain tau tempat ini." Seru Yuan ruo tegas.
" Nona,Yang blo on telah pergi mengawasinya,Aku juga telah menghukum Anak buahku yang membocorkan tempat ini." Jawab Yang Bho
" Baguslah,pastikan tempat ini aman.Aku akan pergi kekota,mencari berita juga makanan." Seru Yuan ruo,lalu melirik kearah perbol.
" Aku titip ayam bakar !" Seru perbol tanpa menoleh.
" Bagaimana dengan bahan obat2an ?" Tanya Yuan Ruo
" sebaiknya Nona suyon yang ditanya." Jawab perbol,lalu berdiri mendekati Harimau yang tergeletak ditanah.
" Bawa juga harimau ini masuk kedalam." Serunya kembali.
__ADS_1
" Waktu kita tak banyak,aku yakin tak lama lagi,tempat ini akan diketahui semua orang." Seru Yuan Ruo gusar.
" Kita lihat kondisi tabib,dan situasi disini.Kalau terdesak,kita sebaiknya pindah kerumah Xiangkong." Seru perbol
" Aku juga berpikir demikian." Seru Yuan Ruo
Setelah membawa harimau masuk kedalam goa,dan menanyakan bahan2 obat yang dibutuhkan pada Suyon,Yuan Ruo segera bergerak Kekota dengan cepat.
Sesampainya dikota,Yuan ruo segera membeli beberapa bahan obat serta bahan makanan.Juga beberapa bungkus ayam bakar kesukaan Perbol.
Barang belanjaan yang lumayan banyak dimasukkan kedalam Tas yang terbuat dari anyaman bambu.Sambil mencari informasi,Yuan ruo singgah disebuah rumah makan sederhana.terlihat pengunjungnya cukup ramai.
" Silahkan duduk,Nona ." Sapa pelayan dengan ramah ketika melihat seorang wanita berwajah buruk rupa membawa keranjang yang terisi penuh belanjaan.
Yuan ruo sengaja menyamar menjadi seorang wanita berwajah buruk rupa,
" Tolong teh poci satu teko dengan pisang ya..!" Seru Yuan ruo,lalu duduk dengan tenang.
Pengunjung lain melihatnya sesaat,namun begitu melihat wajah gadis tersebut,mereka segera berpaling jijik.
Ditengah ruangan terlihat beberapa orang menyandang senjata,pertanda mereka adalah para pendekar.
" Sudah beberapa hari mencari,keberadaan buronan kota barat belum juga ditemukan. " Seru seorang laki2 pada temannya.
" Mungkin mencari kedua tabib sangat sulit,bisa jadi mereka telah pergi keluar dari kota ini.Bukankah tujuan mereka yang kudengar adalah Kuil Siau liem shi." Jawab temannya.
" Kau benar,Namun yang membuat heran,Pengikut mereka yang jumlahnya puluhan ikut menghilang juga." Sebut temannya lagi.
" Ini teh dan pisangnya,Nona.Apakah ada pesanan lain ? Menu Masakan kami hari ini sangat istimewa,buat nona akan kami beri diskon 10 persen." Rayu pelayan bertubuh cungkring sambil tersenyum ramah.
" Tidak,aku sudah makan.Mungkin lain kali,kalau aku mampir." Jawab Yuan ruo sambil balas tersenyum.
Pelayan segera melengos pergi,namun seorang tamu memanggilnya dari sudut ruangan.
Yuan ruo menyeruput teh dengan perlahan,lalu mengambil sebuah pisang dan mulai memakannya.Matanya melirik kearah sudut ruangan,dia melihat dua orang wanita bertubuh gemuk dan pesolek.
" Heh cungkring ! Menu istimewa apa yang kalian masak hari ini ?" Ucap Wanita gemuk yang lebih muda,mereka berdua tak lain Dua bidadari pesolek.
" Ahhh nyonya berdua berminat,Menu kami hari ini kepiting merah dari selatan.Buat nyonya akan kami beri diskon 5 persen." Ujar Pelayan dengan bersemangat.
Braaakkk...
Shi bhoba marah,langsung menggebrak meja dengan keras.
" Kau berani mempermainkan kami ! Tadi kau menawarkan pada gadis buruk itu diskon 10 persen ! Kau pikir kami tuli !" Bentaknya marah.
Tubuh pelayan kurus itu gemetar ketakutan,dia pikir ucapannya tadi tak terlalu keras.
" Baaa...ik...nyonya,kami juga akan memberikan diskon yang sama." Jawab pelayan terbata2.
" Nyonya...Nyonyaa...Sejak kapan kami menikah ! Cepat bawakan kepiting merah dua porsi !" Hardik Shi bhoba lagi.
" Baaa...ik ...nona..maaf !" Seru pelayan lalu segera masuk kedalam.
Beberapa tamu terdengar tertawa melihat kelakuan dua bidadari pesolek.
" Hehhh ! Kalian ! Apa yang lucu !" Bentak Shi Hou marah,sambil melotot kearah laki2 dimeja tengah.
" Maaf nona,temanku ini sedang bercerita,ceritanya lucu." Jawab laki2 setengah baya,pakaian mereka berwarna biru muda.namun terlihat sudah pudar termakan usia.Sebenarnya mereka adalah anggota Klan Air yang sedang menyamar.
__ADS_1