Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Air Mata Dewa


__ADS_3

Digudang penyimpanan Qiang suyon sibuk mencari bahan obat2an yang sangat langka.dia merasakan tabib tak akan mudah sembuh dengan obat2an biasa.


" Jamur tiga warna,kelabang tiga kepala,kalajengking biru,Ginseng hitam,akar tunggal beringin,Apalagi ya !" Gumamnya sambil berpikir,Lalu membuka kitab obat ditangan kirinya.


" Air suci ada didalam kamar ayahanda,apakah aku juga perlu membawanya." Gumamnya kembali,Alisnya terlihat hampir bersatu.


" Adik...adik Suyon...!" terdengar suara Qiang Jie memanggilnya.


" Apa kakak Qiang diberi tau juga tentang Tabib muda !" Gumamnya lagi,dia belum menjawab panggilan kakaknya.


" Adik Qiang ! Apakah kau ada didalam ?" Teriak Qang jie kembali.


" Ya kak...aku didalam !" Seru Qiang menjawab.


" Sedang apa kau digudang penyimpanan ?" Tanya Qang jie dari luar.


" Ada beberapa bahan yang sedang aku cari,aku akan membuat ramuan obat." Jawab suyon,sambil kembali mencari bahan2 langka yang lain.


Kreeekkkk...


Qang jie penasaran,dia segera menyusul masuk kedalam gudang.Lalu mencari keberadaan adiknya.


Keningnya berkerut,adiknya terlihat sangat sibuk mengambil bahan obat2an dengan buru2,sampai beberapa barang jatuh dan berserakan.


" Heiii...kenapa kau terlihat buru2 ?" Tegur Qang jie heran.


Qiang suyon menoleh sejenak,lalu memasukkan bahan obat kedalam kantung kain.


" Kami akan segera keluar rumah,kakak jagalah disini." Seru Qiang Suyon,lalu beranjak keluar gudang melewati kakaknya.


" Apa kau lupa pesan Ayahanda ! Kau tak boleh sembarangan keluar rumah ! Bisa2 Aku dipasung nanti !" Teriak Qang jie dari belakang.


" Ayahanda tentu masih lama kembali,Kakak jangan beritahu ayah.Aku tak lama,begitu selesai,langsung kembali kesini." Jawab Qiang suyon,lalu melangkah memasuki kamar ayahnya.


Qang jie yang menyusul adiknya keluar gudang semakin terkejut melihat adiknya masuk kedalam kamar ayahnya.


" Qiang ! Apa yang kau cari dikamar Ayah !" Bentak Qang jie Gusar,lalu menyusul adiknya masuk kedalam kamar.


" Aku butuh Air suci !" Jawab Suyon,sambil membuka Lemari penyimpanan didalam kamar.


" Tunggu ! Sebenarnya Siapa yang sakit ?" Tanya Qang jie penasaran,dia menghalangi adiknya untuk membuka lemari.


" Keluarga Nona Yuan,dia dalam bahaya !" Jawab Qiang suyon sambil melotot menatap kakaknya.


" Minggirlah !" hardiknya,lalu menggeser tubuh Qang jie kesamping.


" Kenapa harus keluar rumah,bawa saja mereka kesini !" Seru Qang jie mulai curiga dengan sikap adiknya.


Qiang Suyon berbalik menghadap kakaknya,Terlihat keringat mulai membasahi keningnya.


" Sejak kapan Kakak jadi bawel kayak emak2 !" Sergah Adiknya dengan bibir meruncing.


" Sejak Ibu tak ada lagi !" Jawab Qang jie dengan tegas.


Tiba2 dari belakang tubuh Qang jie berkelebat bayangan putih yang sangat cepat.


" Kauuu...!" Qang jie yang hendak memarahi adiknya tiba2 menjadi kaku.hanya bola matanya yang bergerak2 menandakan kehidupan.

__ADS_1


" Cepatlah ! Hari semakin malam !" Seru Suara gadis dari belakang tubuh Qang jie.


" Ahhh...Kiranya Nona yang sudah menotok Kakak ku.Baiklah,tinggal satu lagi,air suci ini.setelah itu kita segera pergi." Ucap Suyon,lalu segera membuka lemari dan mengambil sebotol kecil air suci.


" Apa kau memberitahu Kakakmu ?" Tanya Yuan ruo sambil menatap Qiang Tajam.


" Tidak,aku khawatir,kakakku memberitahukan Ayahanda." Jawab Qiang Suyon,lalu segera bergegas keluar kamar.


" Bagus,biar kupindahkan dia kekamarnya." Seru yuan Ruo,lalu hendak mengangkat tubuh Qang jie yang berdiri kaku.


" Jangan,biarkan dia berbaring diRanjang Ayah.Dikamar ini,mereka tak ada yang berani masuk sembarangan." Cegah Qiang Suyon sambil tubuh berbalik arah.


" Kau benar,aku akan membaringkannya diranjang." Dengan mudah tubuh Qang jie yang tinggi dan padat berisi diangkat oleh Yuan Ruo,lalu dibaringkan diatas tempat tidur.


Mata Qang jie bergerak2 seolah hendak protes dan marah.


Nona Yuan justru malah melotot melihat wajahnya,sedangkan Qiang suyon menjulurkan lidah mengejek kakaknya.


' Awas kalian berdua, Kalau aku bebas nanti !' Bathin Qang jie dalam hati.


Perlahan pintu kamar tertutup,kedua gadis cantik jelita sudah tak terlihat.


" Dimana pintu keluarnya ?" Tanya Yuan Ruo kebingungan,sewaktu masuk dia dalam keadaan tak sadar.


" Kita lewat jalan rahasia saja,kalau lewat pintu utama,para anggota yang menjaga pasti tau kita keluar rumah." Ucap Qiang Suyon pelan.


" Baiklah ." Jawab Yuan ruo singkat.


Qiang suyon berjalan kearah dinding batu,mengetuk nya tiga kali disebelah kiri,lalu mengetuk kembali lima kali disebelah kanan.


Perlahan dinding batu bergerak kesamping kanan,sampai terlihat ruangan dibalik dinding batu.


" Para pendahulu kita." Jawab Qiang Suyon singkat,lalu mengambil obor kayu didinding ruangan.


" Seumur hidup,baru ini aku melihat rumah dengan dinding batu yang sangat tebal." Seru Yuan Semakin takjub.


" Apa nona tau,kalau kita sekarang berada dibawah tanah ?" Tanya Qiang suyon,sambil berjalan menelusuri lorong yang panjang.


" Ehhhh...benarkah ?" Seru Yuan Ruo kaget.


Qiang suyon menghentikan langkahnya,menoleh sesaat gadis dibelakangnya,bibirnya tersenyum.


" Sebentar lagi,nona akan tau !" Ucapnya,lalu kembali bergerak melangkah.


Lorong gelap dan panjang,hampir sepuluh menit menit mereka berjalan,melewati beberapa kolam air dan lorong2 pendek yang lembab.


Semakin lama,hawa dingin sangat terasa menyentuh kulit,beberapa kelelawar terbang bercicit terkejut.


" Hei...Apakah tak ada jalan lain yang lebih baik ?" Tanya Yuan ruo yang mulai jenuh.


" Hanya jalan ini yang paling baik,sebentar lagi kita akan sampai diAir mata dewa." Seru Qiang suyon,langkahnya semakin dipercepat.


" Sejak kapan dewa punya air mata !" Gumam Yuan ruo heran,namun lamat2 telinganya mendengar suara air bergemuruh.


Benar saja,tak lama kemudian Mereka berdua tiba ditempat yang cukup luas,air membasahi seluruh lantai goa.Terlihat dua aliran air yang berdekatan keluar dari celah2 batu dan jatuh kebawah kolam yang lumayan luas.


" Lihatlah,betapa indahnya !" Seru Qiang suyon sambil merenggang kan kedua tangannya lebar2,lalu menghirup udara sedalam2nya sambil menutup matanya.

__ADS_1


" Rasakan dan nikmati,Udara yang dibawa oleh Air mata dewa,tempat ini dapat memulihkan tenaga dan membersihkan pikiran kita." Ucapnya kembali.


Yuan Ruo melihat Gadis Cantik didepannya,dia lalu mendekat,dan mencontoh apa yang dilakukan Qiang suyon.


Dadanya perlahan2 membusung,matanya terpejam,tangannya terbuka lebar,matanya tertutup rapat.Yuan ruo mulai merasakan,dadanya terasa sangat lega,Tubuhnya menjadi sangat segar,dan pikirannya menjadi Tenang.Entah berapa lama dia menghirup udara,Sampai dia lupa Akan tujuannya.


" Sudah Cukup,ayo kita lanjutkan kembali !" Seru Qiang suyon


Yuan ruo membuka matanya perlahan,bibirnya tersenyum.


"Suatu saat,aku ingin kembali ketempat ini." Gumamnya dalam hati.


" Nona bisa datang kesini kapan saja,asal jangan memberitahu orang lain,dan merusak tempat ini." Seru Qiang suyon sambil tertawa kecil.


" Ehhhh...Bagaimana kau bisa tau ?" Seru Yuan Ruo kaget,dia yakin,tadi dia hanya bergumam didalam hatinya.


" Maaf,Aku hanya menebak isi hatimu !" Ujar Qiang Suyon cepat,dia tak sengaja menjawab isi pikiran Yuan Ruo.


" Oh..ya..,Dimanakah tepatnya Lokasi Tabib muda saat ini ?" Tanya Qiang suyon,tubuhnya berjongkok,lalu membasuh wajahnya dengan air yang mengalir dengan tangan kanannya,tangan kirinya tetap memegang obor yang menyala.


" Mereka berada disebelah Timur kota,didalam hutan yang banyak ditumbuhi pohon beringin dan jati yang tua." Jawab Yuan ruo lalu mendekati gadis yang sedang berjongkok,lalu ikut membasuh muka dan tengkuknya dengan air mata dewa.


" Coba kulihat dahulu peta Jalan rahasia,apakah ada jalan yang tembus dan dekat dengan hutan itu." Qiang segera merogoh kantong kain dipinggangnya.


" Biar kupegang obornya !" ucap Yuan ruo,ketika melihat Gadis disebelahnya kerepotan.


" Terima kasih ." Ucap Qiang,lalu memberikan obor ditanganya.


Lalu mengambil secarik kertas yang terlipat dan membukanya lebar.


Yuan Ruo dengan sigap mendekatkan obor ditanganya.Dia juga ikut melihat gambar garis titik2 didalam peta.


" Siapa yang membuat peta itu ?" Tanya yuan ruo penasaran.


" Aku sendiri !" Jawab Qiang singkat,lalu menunjuk garis titik dipeta.


" Ini,jalan ini menuju kearah timur tepat kehutan Beringin tua !" Serunya girang.


" Benarkah ?" Tanya Yuan ruo ikut senang,


" Yaa...Sekitar setengah jam kita bisa sampai disana !" Seru Qiang Suyon dengan wajah gembira.Dia menatap gadis didepannya sambil tersenyum.


" Syukurlah,Ayo kita berangkat !" Ucap Yuan Ruo tak sabar.


" Tapi...Jalan menuju kesana sangat sulit,ada Hewan aneh yang menjaganya." Tiba2 wajah Qiang suyon berubah murung.


" Jangan khawatir,biar aku yang membereskan nya." Jawab Yuan Ruo tegas.


" Owh ya...Aku lupa,Ini ada pemberian dari Tabib kecil untukmu." Sambung Yuan Ruo,lalu merogoh sakunya,memberikan kantung kecil berisi ramuan obat.


Qiang suyon segera menerimanya,dia melihat kantong kecil dengan seksama,lalu menciumnya.


" Hmmm...bau obat ini sangat kukenal,hanya bau nya kurang kuat dari biasanya." Ucap Qiang suyon pelan.


" Mungkin baunya sedikit berbeda,karena yang membuatnya tabib kecil.Ramuan itu sebagai tanda pengenal apabila kau ragu padaku." Ucap Yuan ruo sambil tersenyum.


" Hmmm...Nona benar,ehhh...aku juga heran,kenapa aku langsung percaya padamu !" Seru Qiang suyon tiba2

__ADS_1


" Panggil saja namaku,usia kita tak jauh berbeda bukan ?" Ucap Yuan ruo tertawa kecil.


" Ahhh...yaa...yaa...!" Seru Qiang suyon ikut tertawa.


__ADS_2