Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Masalah dan Urusan


__ADS_3

" Kota YangYung memang kota yang makmur,hasil Laut melimpah,Pegunungan yang indah,tanah yang subur.Orang2 yang ramah,Salah satu Kota yang banyak mempunyai Ahli sastra dan puisi.Ilmu yang sempat mengguncang Dunia persilatan,thi khi ibeng juga berasal dari kota itu." Terdengar suara Kakek Fa tetua klan salju seperti bergumam pada diri sendiri.mengenang masa lalunya yang suka menjelajahi dunia persilatan.


" Hahahha...Kau Hebat Tetua Fa !" Panjang umur selalu,Tuan Pasti telah mengunjungi Kota Yang diwilayah selatan." Panglima Lhe tertawa senang,memuji wawasan tetua Fa dengan tulus.


" Kau benar,Panglima.Siapapun yang datang kekota itu,seakan lupa dengan kampung halaman sendiri.Sayang,Kaisar selanjutnya telah salah memimpin,membuat pemberontakan terjadi." Ucap Kakek Fa Sambil mengelus2 jenggotnya.


" Panglima,Apakah Kaisar bermaksud menjadikan wilayah Barat ini Menjadi propinsi Baru dan menunjuk langsung seorang gubernur ?" Tanya Kakek Fa,pandangannya lurus kedepan.


Panglima Lhe musin kembali tersenyum,


" Tentu tidak seperti itu,tuan Fa.Pengalaman buruk Kota Yang tak akan diulangi kembali." Jawab Panglima Lhe lugas.


" Terus Apa Saran Kaisar tentang Siapa pemimpin Kota Ini ?" Terdengar suara merdu namun terdengar sangat tidak sopan.


Panglima Lhe mengerutkan Keningnya sejenak,lalu mengangguk2kan kepalanya.


" Tetua Ling,justru kaisar bertanya kepada hamba,siapakah yang pantas menurut kalian untuk menjadi Pemimpin Wilayah ini ." Jawab Panglima Lhe sambil tersenyum.


Para tamu juga Pemimpin Klan menyadari,wilayah mereka memang sangat rentan dengan adanya serangan.Belum lagi masalah2 penduduk yang setiap saat selalu muncul.Masalah ini sudah lama ingin mereka musyawarahkan.namun sayang belum ada pihak yang mau memulai.


" Kalau menurut Pandangan Panglima Sendiri ?" Tanya Ketua Klan Api yang juga merasa penasaran.


" Hahaha...Aku Tak pantas memberikan pilihan,Namun aku hanya punya pandangan.Sebaiknya Wilayah ini Dipimpin oleh orang yang bijaksana,adil dan mulia hatinya.Bisa melihat keinginan Rakyatnya,membangun,melayani,dan mengayomi juga melindungi." Serunya kembali.


" Bagaimana dengan Bangunan pemerintahan,siapa yang akan mendanainya ?" Tiba2 Ketua Klan salju bertanya pula.


" Ahhh...Kalau untuk pembangunan,Kerajaan akan membantu sepenuhnya,sampai pemerintahan Wilayah barat berjalan normal." Jawab Panglima lhe cepat.


" Bagaimana Kalau kita adakan pemilihan saja,seperti wilayah tibet ?" Seru Ketua Qian


" Ide bagus !" Jawab Panglima lhe


" Tentu yang menang Klan Api !" Kembali suara Tetua Ling menggema.


" Aku sebagai tetua Klan air,Tak kan sudi diperintah mereka !" Sambungnya kembali.


Wajah ketua Klan api merah padam,Memang dari jaman pendahulunya,klan air dan klan api tidak akur.


" Klan Kami tak ingin Mengatur siapapun disini,Nyonya Ling.Masalah lampau sebaiknya jangan diulangi kembali." Tukas Ketua Klan Api.


" Baguslah,kalau kalian Ingat sejarah !" Ejek Tetua Ling sinis.


" Sebaiknya kita disini membahas hal2 untuk kepentingan semua,demi kebaikan masyarakat dan Kerajaan." Kakek Fa segera Menengahi.


" Bagaimana Kalau adu keahlian,Seperti Bangsa Kami ?" Pendeta Dalai lama ikut berbicara.


" Enak saja ! Kau ingin melihat kami saling bertarung dan terluka !" Bentak Tetua Ling marah.


" Ehhhh nenek tua,Aku hanya memberi saran ! Bukan Mengharuskan !" Jawab Pendeta Dalailama sewot,Dia merasa suara nini2 tersebut daritadi terdengar angkuh.


" Tuan2 dan nyonya2,kita bicarakan baik2 tanpa menyakiti dan melukai." Panglima Lhe segera meredam suasana.


" Pemalas itu yang mulai !" Jawab Tetua Ling masih belum reda amarahnya.


Untungnya pendeta dalai lama tak menyahut kembali,dia tak mau semua rencana Panglima Menjadi kacau karena dirinya.


" Disetiap Propinsi,selalu dipimpin oleh Gubernur yang berada dipusat kota.bertugas juga melayani Penduduk dari kota." Gongshu yang sedari tadi diam juga ikut berbicara.

__ADS_1


" Bilang saja Kalian klan api yang merasa tinggal dikota ini yang ingin menjadi gubernurnya !" Siwang tiansi menyindir Tetua Klan Api.


" Kalau dulu Kakek suhu tak mengalah,kota ini adalah tempat tinggal kami ! Kau jangan pura2 bodoh !" Sambungy kembali.


" Terus sekarang kalian ingin mengambil alih kembali ?" Ejek Ghongsu geram.


" Kau pikir kami Klan serakah !" Jawab Siwang tak mau kalah.


" Sudahlah gege,jangan melenceng dari pokok masalah." Lerai ketua Klan Api.


Panglima Lhe musin terdiam,otaknya terus berputar mencari cara yang terbaik.


" Tetua Fa,Bagaimana menurut pandangan tuan ?" Panglima Lhe melempar pertanyaan,dia tau,kakek Klan Salju orang yang bijak juga penyabar.


" Tuan melempar bola Panas kearahku.Masalah ini sudah berjalan puluhan tahun.hingga saat ini,tak berubah sedikitpun,sama seperti dahulu2.Membahas masalah pemimpin wilayah barat,sama dengan melihat Luka yang tak kunjung sembuh,melihat sungai kuning yang tak kunjung kering dan Gunung Taibai tak kunjung runtuh ." Jawab kakek fa mengingatkan.


" Aku sudah lama tak mencampuri urusan ini,Turun gunung bukan mencari kitab suci salju,Namun tujuanku,mencari Yang Bijaksana ,Hanya dia yang mampu membimbing kita semua disini." Sambung kakek fa,wajahnya menerawang kembali ke masalalunya.


" Sang Zhi Zhe !" seru para ketua klan hampir bersamaan.


Bahkan para tamu juga mengetahui,Hanya Sang Zhi Zhe yang berhak memimpin atau menetukan siapa pemimpin Kota Para Jagoan.


" Sudah Puluhan Tahun berlalu,Namun Sang Zhi Zhe belum juga muncul.Sampai kapan kota ini menunggunya,Tetua ?" ucap panglima dengan hati2,dia tau bahasan mereka telah memasuki Hal yang terdalam kota para jagoan.


" Sampai Sang Zhi Zhe datang ! Masalah disini tak akan selesai tanpa beliau !" Jawab Kakek Fa tanpa ragu sedikitpun.


Semua terdiam,bahkan tetua ling yang bawel pun tak berani menyangkal ucapan Kakek Fa.


" Panglima lhe,Hadiah besar dari Kaisar,kami terima dengan sepenuh hati.Niat baiknya akan selalu kami ingat untuk Kota barat ini.Namun Kami sendiri tak mampu mengambil keputusan terbaik untuk kota ini.Namun hati kecilku mengatakan,masalah ini tak lama lagi akan terpecahkan.Sebaiknya kita tetap menunggu masa itu." Sambung kakek fa kembali.


" Bagaimana dengan Gubernur jao,apakah tujuan Gubernur dibalik kejadian diWilayah ini ?" Tiba2 Ketua Klan api bertanya


" Masalah itu,biar kami yang menanginya ketua Zhang.Para pejabat saat ini terlalu memikirkan keuntungan diri sendiri.kepentingan rakyat selalu diabaikan,banyak daerah yang semakin miskin dan susah.upeti tiap wilayah seharusnya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi rakyatnya." Panglima lhe menarik napasnya dalam2.


" Urusan Itu bukanlah urusan kami,selagi mereka tak mengganggu kota barat,kami tak akan ikut campur." Ketua Klan salju berkata .


" Betul,semua tanggung jawab masing2 pemimpin mereka.Biar atasan mereka yang membereskan." Sambung ketua Qian.


Tiba2 terdengar suara keributan dihalaman aula,


Seorang prajurit kepala memasuki Ruangan,lalu memberi laporan,bahwa Prajurit panglima dan beberapa orang berkelahi karena berebut menari dengan para Gadis penari.


" Tangkap para pembuat masalah itu,walaupun prajurit kita sendiri !" perintah panglima Lhe dengan tegas.


" Sudah kami coba tuan,namun kelompok mereka tetap ngotot dan melawan." Jawab prajurit itu kembali.


" Dasar tak becus ! Masalah kecil seperti ini,kalian tak bisa menangani !" Bentak panglima lhe gusar.


" Biar kami yang membereskannya Tuan Panglima." Ketua Klan api segera beranjak keluar.


Dilapangan terlihat beberapa meja dan kursi telah berserakan,para tamu sebagian telah terbagi dua kelompok.


Ketua Zhang segera maju kedepan,melihat para prajurit panglima telah bersiap menyerang lawan.


" Siapa kalian ? Apa kalian tak melihat Ini markas Klan api ?" Tanya Ketua Zhang dengan tegas.


" Kami Ya kami,Mereka yang memulai,apa mereka pikir pasukan kerajaan bisa seenak hatinya bertindak apalagi merampas kesenangan kami !" Jawab Laki2 Bertubuh besar yang tak lain adalah Yang Bho dho.

__ADS_1


" Hmmm...Bukankah kalian datang bersama dengan Klan langit ! Dimana pemimpin kalian ?" Tanya ketua Klan Api dengan sabar


" Mereka sudah pergi sejak tadi,bersama pemimpin kami tabib muda." Jawab Yang Bho sekenanya.


" Baiklah,sebaiknya sudahi masalah disini." Ucap Ketua Zhang.


" Bagaimana dengan teman kami yang terluka ?" sebut yang Bho sambil menunjuk anak buahnya yang tangannya hampir putus dan wajah babak belur.


" Kami akan mengobati dan memberi kompensasinya." Jawab ketua Klan Api,


Namun yang Bho tau,siapa yang mampu mengobati anak buahnya.


" Kalian tak akan mampu mengobati Teman kami,Hanya Tabib muda yang bisa."


" Kami hanya ingin keadilan,Tangan prajurit yang membabat tangan teman kami,juga diperlakukan sama." Tegasnya kembali.


Ketua Zhang menarik napasnya sesaat,dia tak berani mengambil keputusan,karena bukan anggotanya.


" Pasukanku tak akan menyerang kalau kalian tidak melakukan kesalahan !" Tiba2 Panglima Lhe musin menyahut dari belakang ketua zhang.


Melihat Panglima perang Kerajaan yang bicara,Yang Bho dho merasa Gentar.Namun dia merasa benar,Dia tetap menuntut keadilan.


" Coba Tuan tanya Pasukan tuan,Siapa yang memulai ?" Jawab Yang Bho dho kembali.


" Kalian orang2 kasar,Kalian pasti punya banyak dosa diluar sana.Kalau ada yang menuntut dosa kalian,apa yang kalian lakukan ?" Tanya panglima Lhe tegas


" Bagaiamana juga dengan Dosa2 Tuan sendiri ?" Tanya Yang Bho gusar


" Kalian,Tak tau berhadapan dengan siapa ?" Bentak pendeta dalai lama


" Apakah begitu para Pemimpin menghadapi masalah ?" Tiba2 Terdengar suara ,namun orangy tak terlihat.


" Heh siapa yang lancang berbicara !" Bentak Pendeta Dalai lama.


" Tuan Tabib,Ahhh...Untunglah tuan telah datang." Seru Yang Blo girang.


" Cepat Berikan Obat ini pada teman kalian ! Lalu balut lukanya !" Seru lukita sambil memberikan obat pada Yang Blo.


" Heh Bocah ! Apa kau yang berbicara barusan !" Bentak pendeta geram.


" Apa kau tak bisa membedakan,suara orang !" Terdengar kembali suara yang tak asing lagi.


Terlihat bocah kecil berambut Gimbal sedang mengunyah sepotong ayam bakar.


" Kutu kupret !" Bentak Pendeta Dalai lama,lalu mengibaskan jubah Panjangnya kedepan.


Seberkas gelombang angin membuat bangku dan kursi beterbangan menuju kearah Tabib kecil kita.


Namun beberapa detik kemudian,gelombang itu mental keatas langit.hingga membuat kursi dan meja yang terbang jatuh kembali ketanah.


" Kekerasan akan terus berlanjut,masalah tak akan kunjung selesai." Lukita telah berdiri tegak didepan sahabatnya.


" Tak akan selesai kalau kalian tak ikut campur dan sembarang bicara !" Bentak Pendeta bertubuh besar.


" Seorang pendetalah yang ikut campur yang bukan urusannya !" Sahut Perbol kembali berulah.


" Kau !" Bentak Pendeta tersebut semakin gusar.

__ADS_1


__ADS_2