
Ketika Hari telah menjelang pagi,seorang utusan dari Kota para jagoan bergerak memasuki wilayah paaukan istana kerajaan.
" Tinggalkan semua senjatamu !" perintah komandan pasukan yang menerimanya.
Lalu dengan berjalan kaki,utusan tersebut memasuki Kemah menteri pertahanan sekaligus panglima Pasukan dari istana.
" Siapa yang akan berunding dengan Sang Maharani ?" Tanya menteri Jong bun pada utusan Panglima lhe musin.
" Beliau adalah Tabib muda !" Jawab Utusan dengan tenang.
" Hmmm...Siapa Dia ? Kenapa Bukan Panglima Lhe yang datang untuk berunding ?!" Tanya Menteri Jong Buj sedikit penasaran.
" Tabib muda seorang yang sabar dan bijaksana,hanya beliau yang berhak mewakili Kami semua !" Jawab Sang Utusan dengan berwibawa.Dia adalah Tuan Lie Bankong adik dari ketua lie yang dipercaya oleh Lukita dan diutus langsung olehnya.
" Baiklah,tunggu disini.Aku akan sampaikan pada Sang Ratu." Jawab Menteri Jong Bun,lalu segera beranjak pergi menuju keperkemahan Ratu Wu ling.
" Ada apakah Menteri ? Apakah mereka ingin menyerah ?" Tanya Sang Ratu tanpa keluar dari ranjangnya yang masih ditutupi Kelambu.Didalamnya terlihat empat orang pemuda tampan sedang mengelus2 tubuhnya.
" Maaf Ratu,Seorang utusan menyampaikan.Bahwa Tabib muda ingin bertemu dan berunding dengan Ratu." Seru Menteri jong bun sambil menjura hormat tanpa berani melihat kedalam kelambu.
Ratu wuling terdiam sejenak,Lalu memakai jubahnya dan turun dari ranjang.Dia segera duduk diKursi kebesaran yang khusus untuknya duduk didalam kemah.
" Apakah Panglima lhe yang datang menemuiku ?" Tanya Ratu wuling sambil meneguk teh hijau yang disediakan oleh pelayannya.
" Bukan Ratu,Utusan itu menyebut,dia Adalah Tabib Muda,seorang pemuda yang Sabar juga Bijaksana.Dialah yang punya hak mewakili mereka diKota barat." Jawab Menteri Jong bun,Sejenak matanya melirik kearah betis Sang ratu yang terlihat sangat mulus dan putih bersih.
" Hmmm...Seorang pemuda bisa mewakili mereka2 yang lebih berpengalaman.Luar biasa,aku jadi penasaran dengan tabib itu.Baiklah,Minta Mereka datang Malam ini,Setelah Lonceng ke tujuh berbunyi." Perintah Sang Ratu sambil tersenyum licik.
" Apakah ada perintah lain,sang ratu ?" Tanya menteri Jong Bun kembali.
" Hmmm...Siapkan Ramuan Ginseng ungu malam ini untuknya !" Jawab Ratu wu ling sambil tertawa dengan keras.
Sejam kemudian terlihat Li bankong keluar dari wilayah pasukan lawan dan kembali menuju markas klan api.
Di Aula pertemuan,semua tokoh penting telah berkumpul.
" Tabib muda,Apa kau yakin rencanamu akan diterima oleh Ratu Wu ling ?" Tanya Panglima Lhe musin penasaran.
" Mereka sebenarnya juga sedang menunggu bantuan dari seseorang.Tentu dia akan setuju berunding dengan kita." Jawab Lu kita dengan ketenangan yang tak dimiliki oleh siapapun.
" Bantuan dari seseorang ? Apakah orang itu berasal dari kerajaan lain ?" Tanya Panglima semakin penasaran.
" Bisa disebut begitu." Jawab Lukita Kembali.
" Kira2 Berapa banyak Jumlah Pasukan mereka,Tabib ?" Tanya Ketua Zhang sedikit khawatir.
" Hanya dua !" Jawab Lukita sejujurnya.
" APA ??? Hanya dua orang ?" Tanya Beberapa tokoh hampir bersamaan.
Wajah semua orang terlihat sangat terkejut mendengar ucapan tabib muda.
Namun Wajah Perbol,Yuan Ruo dan Xiangkong yang lebih terkejut,mereka sangat yakin,2 Tokoh yang disebutkan tabib muda pasti Raja Singa Hitam serta Seorang siluman pengikutnya.
" Tabib muda,Apakah yang seorang lagi adalah ibuku ?" tanya Yuan Ruochong penasaran,
Lukita menatap wajah Yuan Ruo sejenak,lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Tabib muda,apa kau yakin sekarang mampu menghadapinya ?" Tanya XiangKong dengan nada khawatir.
" Hanya Tian Yang tau jawabannya.Namun aku akan berusaha sekuat tenagaku." Jawab Lukita dengan suara yang tenang.Sejatinya,dia merasakan kekuatannya sangat jauh berbeda dengan yang dulu.Dia merasakan dua energi yang sangat kuat ada didalam tubuhnya.
Para Tokoh selain ketiga siluman tentu tak mengetahui kedua sosok yang akan membantu Rau Wu ling.
" Tabib muda,Kalau boleh tau,siapakah kedua sosok yang akan membantu Istana ?" Tanya Tetua Fu penasaran.
__ADS_1
Lukita Menoleh kearah Yuan Ruochong,gadis siluman itu mengerti maksud pandangan tabib muda.
" Dia adalah Penguasa Lembah tengkorak dan Ibuku sendiri." Jawab Yuan Ruochong dengan Mantap dan yakin.
" Penguasa Lembah tengkorak ? Berarti mereka adalah Penguasa Gunung terlarang ?" seru Kakek fu terkejut sambil berdiri dari duduknya.
Tiba2 suasana menjadi hening,tubuh mereka yang berada diaula pertemuan seperti bergidik ketakutan.Kekuatan Gunung terlarang adalah kekuatan tersembunyi yang sangat ditakuti selama beberapa dinasti.Bagaimana Bisa Kekuatan itu bisa muncul dan membantu Dinasti yang sekarang.
" Tabib muda,Bagaimana mungkin Ratu wu ling bisa menjalin hubungan Dengan Penguasa Lembah Tengkorak ?" Tanya Panglima Lhe Musin ragu2.
" Mereka Tak punya hubungan apapun sebelumnya.Namun,Kekuatan penguasa Lembah tengkorak Telah merasakan kekuatan yang besar dan membangkitkan Nafsunya untuk segera menyerang." Jawab Lukita Dengan Yakin,dialah penyebab Raja Singa Hitam untuk keluar dari persembunyiannya.
" Aku belum memahamimu maksud ucapanmu,tabib muda." Jawab Panglima Lhe musin Sambil mengurut2 Kepalanya.Sepertinya ini adalah kebiasaannya ketika menemukan masalah yang tak difahaminya.
" Penguasa Lembah tengkorak adalah Raja Siluman,Dia Adalah Raja Singa Hitam.Tabib muda sebelumnya telah kalah bertarung olehnya.Sekarang,Tabib muda telah kembali,Kekuatan tabib muda pasti dirasakan oleh Raja Singa Hitam.Dari itu,Raja siluman akan keluar dari Kediamannya untuk bertarung kembali dengan tabib muda." seru Yuan Ruochong menjelaskan.
" Raja Siluman ?!! Oh...Tian...Pantas saja tak seorangpun manusia mampu menghadapinya." Seru Kakek Fu sambil mengelus2 dadanya.
Seketika tatapan mereka semua tertuju pada sosok pemuda yang terlihat sangat tenang.
" Tabib muda,dengan bantuan Kelima Naga Penjaga alam,Apakah mampu mengalahkan Raja Siluman ?" Tanya Qiang Shouyun disebelahnya,Sejak mereka kembali dari Goa siluman.Mereka berdua selalu duduk bersebelahan,entah semua fihak sengaja mengatur keadaan mereka.
" Semoga saja,Nona Qiang,aku juga membutuhkan bantuanmu nanti." Jawab Lukita sambil meliriknya sejenak.
" Apakah tabib akan menggunakan Mahkota emas ?" Tanya Qiang Shouyun seolah menebak isi kepala Lukita.
" Benar,Pasukan Roh Harus menjaga Pasukan Istana Yang akan ikut menyerang kita." Jawab Lukita sambil tersenyum.
" Pasukan Roh !!! Ahhh...Pertempuran Apakah ini sebenarnya ?!" Seru Orang2 kembali heboh.
Saat itu utusan mereka Tuan li bankong telah kembali,Beliau segera memberitahukan keputusan Ratu wu ling yang telah setuju untuk berunding dengan tabib muda.
Pihak Panglima Lhe musin merasakan keresahan yang sangat kuat,ketika mengetahui bantuan dari Raja Siluman.Kini Harapan mereka satu2nya hanyalah Tabib Muda Atau Sang Zhi Zhe.
Disana Qiang Shouyun bertemu kembali dengan keluarganya Qian Shou dan Kedua Kakaknya.Setelah mendengar semua cerita dari Qiang,Mereka merasa lega sekaligus bangga.Bahwa putri mereka ikut andil membantu tabib muda untuk sembuh bahkan mendapat hadiah dari langit,yaitu Mahkota Emas.
Ketika mereka sedang berkumpul,Putri Ketua Klan salju Sanxue mendatangi Qiang shouyun.
" Nona Qiang,kau terlihat sangat cantik,serasi dengan warna rambutmu." Pujinya sambil menyentuh rambut emas Gadis jelita didepannya.
" Terima Kasih,Nona San,Kau juga terlihat lebih dewasa dan cantik." Jawab Qiang Shou sambil tersenyum ramah.
Sanxue menarik Tubuh Qiang Shou untuk sedikit menjauh dari yang lain.
" Nona Qiang,Aku melihat banyak perubahan pada tubuh tabib muda." Bisik Sanxue dengan lirih,dia sengaja agar tak didengar oleh yang lain.
" Hmmm...seperti yang Nona San Lihat.Tapi kesaktiannya juga berubah sangat kuat." Jawab Qiang Shou memuji.
" Itu sudah pasti,Tapi aku tak yakin,apakah tabib sekarang masih seorang manusia." Bisik Sanxue Kembali.
Qiang shouyun merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Putri Klan salju didekatnya.
" Hmmm..."
" Sepengetahuanku,Seorang Siluman harus berpasangan dengan siluman bukan ?" Tanya Sanxue kembali.
" Mungkin,tapi sejatinya aku tak bisa menjawab pertanyaanmu itu." Jawab Qiang Shou mulai merasa tak nyaman.
Melihat Putri Qian Shou mulai Terpengaruh dengan ucapannya,SanXue yang bermaksud mendekatkan Kakaknya Ren Xueshan dengan Qiang Shouyun segera menariknya mendekati kakaknya.
" Oh yaa...KakakKu sudah lama dan lelah mencari keberadaanmu semenjak menghilang."ucapnya sambil tertawa renyah.
" Oh...ya...!" Seru Qiang Shouyun sedikit terkejut.
" Kak Ren,Lihatlah siapa yang kubawa !" Seru Adiknya bersemangat.
__ADS_1
" ahhh...Nona Qiang,Sungguh senang bisa bertemu kembali denganmu." Sapa ren xueshan lalu segera mengulurkan tangan untuk memegang kedua tangan gadis jelita didepannya.
Namun dengan Halus Qiang shouyun segera mundur selangkah lalu menjura hormat dengan menyatukan kedua telapak tangannya.
Ren Xueshan merasa sedikit canggung,namun wajahnya tetap terlihat tersenyum ramah.
" Maaf...maaf...aku hampir lupa diri." ucapnya sambil membalas menjura hormat.
" oh ya kakak,Bukan kah kau ingin bicara empat mata dengan Nona Qiang,Tunangku Bho sedang memanggilku disana." Ucap SanXue dengan sengaja memberikan kesempatan pada kakaknya.Lalu segera berlalu dan membiarkan mereka berdua.
Qiang Shouyun merasa sedikit kikuk,tanpa sadar matanya melirik kearah Ruang pertemuan.Secara kebetulan,Yuan Ruo yang masih berada diAula Melihat pula kearahnya.
Ren Xueshan sempat menangkap pandangan Qiang dengan Yuan Ruo,
" Nona Qiang,Bagaimana Keadaan ketika kalian didalam persembunyian dahulu ?" Tanya Ren Xueshan Mulai berbicara.
" Baik,sangat baik.Mereka semua juga baik padaku." Jawab Qiang Shouyun sambil melangkahkan kakinya yang jenjang.
Ren Xuesha segera mengikuti disampingnya,
" Bagaimana Pendapatmu tentang Nona Yuan ?" Tanya Ren Xueshan kembali,sengaja mencari bahan agar bisa terus berbincang dengan gadis idamannya.
" Hmmm...apakah tuan muda tertarik dengan nona Yuan ?" Tanya Qiang shouyun menggodanya.
" Ahhh...ehhh...bukan itu maksudku,Berdasarkan keterangan tabib muda,Nona Yuan Adalah bangsa Siluman.Mana Mungkin kita bangsa manusia bisa berhubungan dengan bangsa mereka." Jawab Ren Xueshan sedikit gugup.
" Siapa bilang mereka tak bisa berhubungan dengan bangsa kita,Justru persahabatan mereka jauh lebih tulus daripada bangsa kita." Jawab Qiang shouyun sedikit tersinggung dengan pikiran picik Ren xueshan.
" Maksudku bukan tentang itu,Nona Qiang." Seru ren xueshan serba salah.
" Terus apa ?" Tanya Qiang Pura2 tak faham.
" Tentang Hubungan Pernikahan,antara bangsa manusia dengan bangsa Mereka.Atau Nona Qiang mungkin pernah mendengar sesuatu yang aku tak tau ." Seru Ren Xueshan,lalu sejenak.berlari mengambil dua gelas minuman untuk mereka berdua.
Nona Qiang mengambil gelas berisi minuman yang diberikan oleh ren Xueshan padanya.Mereka berhenti sejenak sambil meneguk minuman.Hari telah menjelang siang,Sebentar lagi waktu makan siang akan segera dilangsungkan.
Sementara itu,Lie weida sedang asik berbincang serius dengan Kakak Qiang shouyun,ketika tiba2 Seorang pemuda datang mendekati mereka.
" Nona Lie,Nona Bie...Sebentar lagi waktunya makan siang." Sapa Hangzhi shui sambil tersenyum ramah.
" Eh...Apa kau tuan rumah disini !" jawab Lie weida dengan ketus merasa tak senang.
" Ahh...tuan Muda Zhi,terima kasih telah mengingatkan kami." Jawab Qiang Bie sambil menganggukkan kepala da tersenyum ramah.
Tak lama berselang kedua pemuda seperti saling berebut untuk menyapa mereka berdua.mereka adalah Zhangzhi shui kakak pertama dari Hangzhi serta Fei Yankong putra pertama Klan Langit sekaligus kakak dari lie weida.
" Ahhh...Nona Bie,selamat,Nona Suyon telah kembali dengan selamat." Sapa Zhangzhi sambil menjura hormat.
" Selamat Nona Bie," Sapa Fei Yankong pula.
" Dasar para buaya,Nagapain kalian pada kesini !" Bentak Lie weida yang terkena berwatak garang.
" Ehhh...ehhh...Adik , Kakakmu sendiri kau sebut buaya ." Seru Fei Yan sambil sedikit melototi adiknya.
" Hahaha...Nona Lie,Jangan Galak2,Ntar Jodohmu bisa Menjauh loh...!" Seru Qiang Bie tertawa renyah.
" Hei...tuan muda dan tuan putri,Waktunya Makan Siang.Ayo kita keruang makan !" Panggil Nona Muda Xian Nie Huo putri dari Klan Api tiba2.
Sementara itu ditenda Sang Ratu terlihat dua orang sedang duduk bersimpuh dalam keadaan pucat pasi.
" Benarkah Sang Kegelapan Telah muncul," Tanya sang ratu sambil tersenyum bahagia.Dia membayangkan bahwa kekuasaannya bisa bertahan sampai usianya 100tahun apabila Sang Kegelapan ikut membantunya.
" Benar Yang mulia,Beliau ingin yang mulia sendiri yang datang untuk bicara dengannya." Ucap Menteri Lin Tha han dengan suara bergetar.
" Baiklah,Siapkan Tandu ! Kita Berangkat Sekarang !" Perintah Sang Ratu Penuh Semangat.
__ADS_1