Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Persiapan Perang


__ADS_3

Di istana kerajaan dinasti Tang,Kaisar sedang berunding dengan bawahannya.Para menteri dan petinggi kerajaan berkumpul diAula pertemuan.


" Kekalahan kita atas serangan dikota barat membuat Wajah Panglima Pengkhianat semakin bersinar ! Hal ini tak bisa kita biarkan berlama2,Segera Cari pendekar dan bantuan dari luar.Berapapun biaya dan imbalannya akan aku berikan!" Seru Kaisar Wanita Wu ling tan sekaligus ibu permaisuri istana yang berusia 50an.Namun kecantikannya seperti tak pudar sedikitpun dimakan usia.


" Kota baratlah tempat berkumpulnya pendekar2 sakti,Baginda Ratu !" Seru Mahapatih yang sudah terlihat sangat tua dengan janggut dan rambut yang telah putih seluruhnya.


" Tak mungkin ! Didunia ini banyak tokoh2 yang sakti ! Lima pendeta tibet ! Sepasang Gorila hitam ! Bila Perlu penguasa Lembah tengkorak kita panggil untuk membantu kita." Bentak Ratu Wu ling murka.


" Lima pendeta tibet telah lama mengundurkan diri dari dunia persilatan,Sedangkan Sepasang Gorila hitam kabarnya telah pergi kenegri sebrang bersama Pasukan Portugis,Baginda." Jawab Menteri Jongbun,laki2 bertubuh gemuk dan pendek.Namun wajahnya terlihat masih sangat tampan dan muda,padahal usianya telah memasuki 47th.


" Bagaiamana dengan Penguasa Lembah Tengkorak ! Apa kalian tau siapa dia ? Lima Dinasti tak mungkin tak ada yang tau siapa penghuni lembah itu !" Hardik Ratu Wu ling semakin gusar.


" Maaf Baginda Ratu,Tak satupun dari kita yang hidup bila bertemu dengan Penguasa Gunung Terlarang." Jawab Mahapatih sambil menunduk kan kepala.


" Aku tak perduli,Kalau hanya dia yang mampu mengalahkan Pasukan pemberontak ! Apapun keinginannya akan kuturuti ! Cepat pergi kegunung Terlarang !" Perintah Ratu Wu ling tak sabar.


" Tapi Baginda Ratu,Tempat itu termasuk Wilayah kota barat,Pasti Panglima Lhe Akan menghadang dan menyerang kita." Seru Mahapatih Gusar.


" Mereka tak kan berani menyerang dan keluar dari kota barat,Kerahkan 10.000 pasukan untuk mengawal utusan keLembah tengkorak.Aku sendiri akan ikut bersama Putra mahkota !" Ucap Ratu Wu ling tan.


...****************...

__ADS_1


Lonceng Tanda bahaya tiba2 berbunyi terus menerus dikota barat,membuat semua penduduk dan para prajurit kelabakan.


Dari Atas Pos penjagaan,dua orang prajurit berlari dengan cepat menuruni tangga.


" Apa yang kalian Lihat ?!" Tanya Komandan Pasukan dengan wajah cemas.


" Komandan,Pasukan Istana terlihat sangat banyak menuju ketempat kita !" Seru pRajurit penjaga melaporkan.


" Kalian semua bersiap ! Pasukan pemanah segera Siaga !" Perintah Komandan mereka dengan lantang.


" Pasukan Tombak ! Jaga Kedua pintu gerbang ! Tunggu perintah selanjutnya !" Perintah nya kembali,lalu segera bergegas hendak melapor kePanglima Lhe musin.Namun tiba2 langkahnya terhenti,dan berbalik badan.


" Berapa jumlah mereka ?" Tanya Komandan sambil mengerutkan keningnya.


" Selidiki segera ! Jangan sampai kita keliru jumlah mereka !" Teriak Komandan Cung hui dengan tegas


" Siap Komandan !" Jawab prajurit,lalu segera kembali kepos mereka.


Komandan Cung Hui segera menghadap Panglima Lhe yang sedang berkumpul di aula pertemuan.


" Ada Apa Komandan Cung ?" Tanya Panglima begitu melihat pemimpin pasukan memasuki Aula dengan tergesa2.

__ADS_1


" Lapor Panglima,Pasukan Istana dengan jumlah 5000an sedang menuju tempat kita !" Ucap Komandan Cung dengan tegas.


" Ratu Wu ling sepertinya berniat menghabisi kita ditempat ini !" Seru Panglima Lhe musin sambil mengelus jenggotya yang tak panjang.


" Jumlah pasukan mereka sangat banyak,apa kita mampu menghadapi mereka ?" Seru Ketua Zhang khawatir.


" Dimedan perang,jumlah pasukan tak bisa menjadi patokan kemenangan ! Jumlah seluruh Pasukan istana kini tinggal 20.000 an.Dan pasukan kita disini ada 2500,diwilayah lain kalau semua datang kesini jumlahnya bisa mencapai 10.000an.Apabila pasukan mongol tiba,mungkin bisa bertambah 15.000an.Tapi jarak mereka lumayan jauh,dua pekan lagi baru tiba ditempat ini." Ucap Panglima Lhe menjelaskan.


" Kalau hanya para prajurit biasa,mungkin Klan Kami masih bisa menahan 1000an.Tapi aku yakin,mereka pasti membawa tokoh2 persilatan yang berpihak dengan istana." Seru Ketua klan salju yang juga berada ditempat itu.


" Tenang semua ! Ini keahlianku ! Sebaiknya kita gunakan Taktik menjemput ikan dikegelapan." Seru Panglima lhe sambil tersenyum.


" Menjemput ikan digelapan ?Jurus apakah itu,Panglima ?";Tanya ketua Klan Air yang juga berada ditempat .


" Hahahaha...ini siasat para pendahulu kita.Sebaiknya kalian lihatlah sendiri kehebatan Siasatku !" Seru Panglima Lhe musin Bangga.Lalu segera memerintahkan Komandan Cung untuk mempersiapkan Pasukan Khusus untuknya.


Sinar matahari mulai meredup,perlahan mulai tenggelam diufuk barat,Didalam hutan yang lebat dipinggiran Kota Para jagoan,Sepuluh ribu pasukan sedang sibuk mendirikan tenda untuk Ratu Wu ling dan Putra mahkota.


" Ibu,Apakah ibu yakin dengan rencana ini ?" Tanya Putra mahkota Li Pan cong.


" Aku tau siasat Lhe musin,dia tak kan menyerang pasukan kita yang banyak dengan serangan terbuka." Jawab Ratu Wu ling dengan Yakin.

__ADS_1


Menteri Jongbun terlihat sibuk memberikan perintah kepada para prajurit agar segera menyelesaikanTempat Istirahat untuk sang Ratu dan Putranya.


__ADS_2