
Diperbatasan kota barat,Ratusan pasukan kerajaan yang dipimpin langsung oleh Panglima Lhe musin serta dua sahabatnya,bergerak cepat memasuki hutan ketika melihat tanda suar dari Pasukan klan api.
Derap puluhan kaki kuda terdengar menggema,
" Kepung hutan ini,jangan sampai ada yang lolos !" Perintah Panglima Lhe tegas.
Prajurit kerajaan yang berjumlah 400an segera menyebar mengelilingi hutan beringin jati.
Panglima lhe musin menunggang kuda paling depan,ketua dalai lama Bhagong khan serta Sheng jia mengikuti dibelakangnya.
" Apa mereka menemukan buronan itu,panglima ?" Tanya Sheng jia penasaran.
" Mungkin saja,Ketua Zhang tak akan meminta bantuan kalau dia mampu menangkapnya sendiri." Jawab panglima lhe
" hahaha...aku jadi lebih bersemangat,sampai dimana kehebatan buronan itu !" Seru Sheng jie tertawa lebar.
" Tabib itu bagianku,sahabat muda ." Seru Bhagong khan dengan ketus.
" Hohoho...bukankah mereka berdua ! Kita ambil bagian kita masing2 !" Sheng jie terus tertawa2.
Panglima lhe hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya,mereka sepertinya haus akan pertarungan atau hanya berlomba untuk membuat dirinya terkesan.
Didalam Goa,Qiang suyon merasa khawatir ketika mendengar derap kaki kuda dan langkah kaki yang sangat banyak mendekati tempat persembunyian mereka.pendengarannya yang tajam dapat menjangkau sampai jarak ratusan meter.
" Tabib kecil,tempat ini sepertinyantelah dikepung oleh mereka.Bagaimana dengan tabib muda ?" Seru Qiang suyon dengan nada ketakutan.
" Tenanglah Nona,Aku dan Yuan tak akan membiarkan mereka semua melukai kau apalagi sahabatku !" Jawab perbol sungguh2.
" Jumlah kita sangat sedikit,bagaimana kalau mereka bisa masuk kedalam Goa ?" Ucap Suyon kembali.
" kalau sampai itu terjadi, Jalan satu2nya adalah,kita harus bersembunyi ketempat Siluman laba2.Ditempat itu,mereka tak akan bisa berbuat banyak." jawab perbol kembali.
" Aku akan keluar membantu mereka,sekaligus membuka jalan agar kau dan tabib segera bersembunyi ketempat Siluman laba2." Seru perbol kembali,lalu segera berlari keluar goa.
Diluar goa,rombongan Panglima lhe musin telah tiba,
" Ketua Zhang,Apakah kau menemukan buronan kita ?" Tanya panglima lhe musin dari atas kuda.
" Mereka pasti berada dibalik tembok kayu itu !" Seru Ketua Zhang lalu melangkah maju kedepan Ketua lie.
" Tunggu apalagi ! Ayo segera kita Ringkus mereka !" Seru Sheng jie sambil tertawa lepas.
" Kau pikir semudah itu ! Langkahi dulu mayat kami !" Teriak Ketua lie lantang.
Tak lama berselang,dari atas pepohonan,ratusan orang melompat turun menghadang rombongan ketua klan api.Mereka adalah seluruh anggota Klan langit yang dipimpin oleh adik Lie tiankong yaitu lie bankong.
Mereka berbaris rapi, menggunakan jubah kebesaran Klan langit bersenjatakan panah.
" Bagus...! Klan langit,kalian berani membela pemberontak ! Jangan salahkan kerajaan kalau kami membasmi kalian semua !" Teriak Panglima lhe musin tegas.
" Panglima lhe,Kalian menuduh tabib adalah mata2 dan pemberontak.Apa kalian punya bukti atas perbuatannya ?!" Tukas Ketua lie tegas.
" Bukti dan saksi sudah kami ungkap dipertemuan ! Apalagi yang kalian pungkiri !" Ucap Panglima lhe musin sambil tersenyum sinis.
" Ketua lie,persahabatan kita sudah puluhan tahun lamanya,jangan korbankan hanya untuk orang asing yang ingin memecah belah kerukunan kita." Ucap Ketua zhang menimpali.
" Ketua zhang,kau pikir kami bocah ingusan ! Dapat dengan mudah kalian kibuli ! Dibalik semua ini,Klan api secara halus ingin menguasai kota barat.Bukankah ini cita2 klan api selama puluhan tahun !" Cecar ketua lie ketus.
__ADS_1
" Jangan sembarangan Bicara,Ketua Lie !" Sergah Ketua Zhang marah.Wajahnya berubah merah padam.
" Dengan bantuan kekuatan panglima,kau sengaja membuat isu bahwa tabib lah penyebab semua peristiwa diwilayah ini.Sampai2 Klan air buta mata dan pikiran,ikut berpihak pada kalian." Sambung ketua lie kembali.
" Puihhh ... ! Mulutmu melebihi seorang wanita ! Kau berani mengatakan kami buta !" Teriak Shui tianshi murka.
" Cukup ! Kalian semua ! Bukankah kalian mencari ku juga sahabatku !" Tiba2 Perbol muncul ditempat itu sambil berkacak pinggang.
" Hahaha...bagus ... Bagus... ! Akhirnya kau muncul juga !" Seru Shiwang tianshi sambil tertawa keras.
" Hehhh...Gendut ! Apa yang kau tertawakan !" Bentak perbol marah.
" Apa katamu ! Coba Ulangi !" Bentak Shiwang murka,Kalimat yang paling dibenci dihidupnya adalah ' gendut '.
" Gendut...genduttt...Genduttt ! Itu Fakta !" Ucap perbol berulang2
Sontak saja Shiwang tak mampu lagi menahan amarahnya,dengan cepat tubuhnya melayang menerjang kearah perbol.
Melihat wanita bertubuh gemuk menyerang,perbol segera bergerak cepat kesamping kanan.Semenjak sembuh dari sakit,gerakan tubuh nya yang mungil semakin lincah dan gesit.
Tendangan Shiwang luput menghantam angin,namun tubuhnya dengan cepat berputar menyapu kaki lawannya.
Peebol melompat keudara,bersalto hingga tiga kali lalu mendarat tepat dibelakang tubuh shiwang.
Semua mata memandang,mereka selama ini hanya tau kehebatan Tabib muda,serta keahlian mereka dalam ilmu pengobatan saja.Siapa sangka,ternyata tabib kecil yang tak dianggap mereka sangat lihai dan lincah.
" Awas Dibelakangmu !" Teriak Shui tianshi mengingatkan kakaknya.
Sontak saja Shiwang yang kehilangan lawan segera berbalik sambil menendangkan kakinya.Namun gerakan Perbol ternyata lebih cepat darinya,perbol menanduk bokong shiwang dengan jurus amukan badaknya.
Kepala perbol yang keras menghantam telak bokong Shiwang yang gempal.Tak ayal,tubuh Shiwang terpental puluhan meter hingga menabrak barisan prajurit kerajaan.
Dengan cepat dia bangkit berdiri,mukanya merah padam menahan malu,bagaimana bisa,namaya yang telah tersohor dikota barat,dapat dengan mudah dipecundangi lawannya yang mungil.
" Bangsat ! Kau cari mampus !" Teriaknya semakin murka.
" Hahahaha...Bokongmu bau terasi !" Ejek perbol sambil tertawa2.
" Mulutmu kotor ! Mampuslah !" Bentak Shiwang penuh emosi,Dengan jurus Bidadari memetik jiwa dia menyerang perbol yang sedang tertawa2 mengejeknya.
Cahaya ungu menyilaukan melesat cepat kearah tubuh Tabib kecil,Dengan santai perbol menahan serangan lawan dengan jurusbTapak putih nya.
Blaaaarrrrr....
Dua kekuatan bertemu,membuat ledakan yang keras,anggota Yang bho serta prajurit yang berilmu rendah terhempas kebelakang.
Daun2 pepohonan beterbangan kesegala arah,menutupi pandangan mata.
Peebol hanya menggunakan seperempat tenaga dalam nya,berbeda dengan Shiwang yang sedang murka,hampir seluruh tenaga dalam yang dimilikinya dikerahkan semuanya.dia bermaksud segera membunuh lawan dengan cepat.
Dia tak tau,lawan yang dihadapinya adalah seorang Siluman,yang kekuatannya jauh melebihi kekuatan manusia biasa.
Tubuh perbol hanya terseret mundur dua langkah,namun tubuh shiwang mencelat keudara akibat hentakan gelombang jurusnya sendiri.
Melihat tubuh kakaknya terbang diudara,shui tianshi segera melompat melayang menangkap tubuh gemuk kakaknya.
" Kakak,Kau tak apa2 ?" Serunya khawatir ketika berpijak kembali ditanah.
__ADS_1
" Uhukkkk...uhukkk...!" dari mulut Shiwang,keluar darah hitam yang kental,wajahnya menjadi pucat pasi terkena jurusnya sendiri.
Melihat keadaan kakaknya,Shui tianshi segera menotok jalan darah untuk menahan racun ditubuh shiwang.
Ketua lie serta lie weida juga sangat terkejut,selama ini,mereka tau bahwa Tabib kecil sedang terluka.mereka bingung,melihat kehebatan ilmu perbol yang dengan mudah mengalahkan lawannya.
" Ayah...Tabib kecil ! Apakah dia telah sembuh ?" Bisik Lie weida heran.
" Aku yakin dia telah sembuh ! Kekuatannya luar biasa,selama ini,kita hanya tau kehebatan Tabib muda saja.Siapa sangka,tabib kecil ternyata juga sakti mandraguna." Seru Lie tiankong girang.
" Heiii genduttt ! Ayolah ! Katanya mau membuatku mampus !" Ejek perbol yang kembali kumat penyakitnya.
" Hohoho...Baru mengalahkan seorang wanita saja,Ucapannya setinggi langit !" Terdengar suara Sheng jie sambil tertawa2.
" Hahahaha...Wajah tampan tapi mata buta ! Kalau bicara setinggi langit,seberapa pula tinggi orang yang berkata ?" Ucap perbol asal2an.
Sontak saja sheng jie terdiam,sementara yang lain jadi bengong ikut mencerna kalimat yang diucapkan perbol.
Xixixi...
Lie weida tak kuat menahan tawanya.
" Dasar bodoh ! Pantas saja tubuhmu kerdil,Otakmu juga kecil !" Bentak Sheng jie murka.
" Lololo...Siapa yang bodoh ! Matamu sendiri melihat tubuhku memang kecil,ya jelas otakku juga kecil ! Lah kau sendiri,tubuh besar wajah tampan otak udang !" Ledek perbol tak mau kalah.
Paras sheng jie yang putih berubah merah padam,giginya gemeletuk menahan amarah.Dia segera melompat turun dari atas kudanya.
" Hehhhh...Kau mau apa muka kapas !" Bentak Yuan ruo ketika melihat sastrawan muda melangkah maju kedepan.
" Bukan urusanmu muka buruk !" Bentak Sheng jie yang telah dipenuhi amarah.
" Hahahaha...!"
" Sama wanita pun tak mau kalah !" Seru perbol sambil tertawa lagi.
"Tabib kecil,kenapa kau keluar ?" Seru Yuan ruo sambil melangkah maju dan berhenti disebelah perbol.
" Hawa didalam sangat gerah,aku sedang mencari angin sekaligus melemaskan otot2 tubuhku." Jawab perbol sambil bergerak2 seperti orang bangun tidur.
" Heh kerdil ! Dimana Tabib botak !" Tiba2 Bhagong khan bertanya dengan suara yang keras.
Perbol melihat seorang laki2 memakai jubah kebesaran dengan perut yang buncit dan kepala botak.Dia jadi ingat dengan dalai lama yang bertarung dengan sahabatnya.
" Botak...botak...apa kau datang kesini karena perintah Sibotak tempo hari !" ucap perbol asal2an
" Dia adikku ! Hari ini,akan kubalas perbuatan kalian padanya !" Bentak bhagongkan dengam kasar.
" hahaha...adik yang tak tau malu ! Tak mau mengakui kekalahan,apa kelompok kalian rombongan laki2 pengecut !" Seru perbol tanpa rasa takut sedikitpun.
" Mulutmu memang kotor ! Hari ini kau dulu yang akan diberi pelajaran !" Bentak Bhagong khan,lalu melompat turun dari atas kudanya.Tubuhnya yang tinggi besar,namun ketika kakinya menjejak ketanah,seperti tak ada suara yang terdengar.menandakan ilmu meringankan tubuhnya sangat sempurna.
" Hahaha...Cocok...cocok...Besar melawan kecil,Berarti kau tampan,melawan muka buruk." Seru perbol kembali tertawa
" Ihhh...kau meledek teman sendiri !" Seru Yuan ruo dengan wajah cemberut.
" Bagus...cepat ringkus mereka teman ! Biar kami yang membereskan yang lain !" teriak Panglima lhe musin.
__ADS_1