
Dikediaman walikota Guangzhao,terlihat kesibukan para prajurit.Walikota GuangZhao Gho ban Siu telah dibebaskan bersama seluruh keluarga dan pengawalnya.Para pendekar bayaran semua ditahan,Juga para prajurit dan punggawa yang ikut dalam pemberontakan.
Kala itu hari telah sore,matahari telah bergeser kebarat,Langit terlihat sangat cerah,Para penduduk kota GuangZhao kembali menjalankan aktifitas mereka.Pasar,toko2 telah dibuka kembali,Warung dan rumah makan juga telah kembali berjalan seperti sedia kala.
Di Aula kediaman walikota,terlihat para punggawa serta Jing Nuwang sedang duduk dimeja yang cukup besar.Diatas meja,minuman dan makanan memenuhi meja.
Diujung meja,terlihat Walikota Guangzhao duduk dikursi yang berbeda dari tamu yang lain.Wajahnya terlihat pucat,namun senyum dibibirnya selalu menghiasi wajahnya yang bersinar senang.Setelah melihat semua kursi telah terisi,dia bangkit berdiri dari duduknya.
" Selamat sore semua,Saya Gho Ban Siu sebagai Walikota Guangzhao Pilihan Kaisar,Mengucapkan,Banyak terima kasih kepada para Pendekar,Tokoh,tabib juga punggawa dan para prajurit yang tetap setia kepadaku.Atas perjuangan kalian semua,Aku pribadi telah bebas juga keluarga ku serta kota Guangzhao dari pemberontak." Ghoban siu segera menjura hormat kedepan sebanyak tiga kali berturut2.
" Mohon Maaf Tuan walikota,Sejujurnya,Kita semua disini bisa bebas bukan karena kami semua.Orang yang telah membebaskan kita dari pemberontak adalah Tabib Muda Lukita." Tiba2 Nyonya Jing Nuwang berdiri.
" Siapakah Dia Nyonya Jing ? Dan dimanakah beliau sekarang ?" Tanya Walikota dengan perasaan kaget dan sedikit malu.
" Tabib Mungil ini adalah sahabat dekat beliau,Silahkan berdiri tabib perbol ." Seru jing nuwang sambil tersenyum ramah.
" Terima kasih nyonya Jing ." Perbol segera berdiri,lalu menjura hormat pada Walikota dan para tamu yang ada diaula.
" Ahhh...Saya mohon maaf yang sebesar2nya,Tuan Tabib Perbol.Saya tidak tau akan kebaikan sahabat tuan." Ucap walikota sambil 3 kali membungkuk menjura hormat.
Tiba2 terdengar suara jeritan dan teriakan dari luar Aula.
Kentongan bahaya berbunyi berkali2,namun tiba2 suara kentongan diam secara mendadak.
Semua Orang diAula menjadi Panik,wajah Walikota sangat cemas.
" Punggawa,Cepat periksa apa yang terjadi !" Perintahnya dengan Gugup.
Nyonya jing dengan cepat bergerak keluar Aula,Dan menjadi orang pertama yang tiba dihalaman utama pendopo.
Perbol yang bisa merasakan hawa siluman yang sangat kuat berada disekitar kediaman walikota,Juga bergerak keluar ruangan.
Langit sore yang Cerah tiba2 menjadi gelap gulita,Laksana mendung menutupi langit.
Tiba2 kembali terdengar suara jeritan penduduk,
" Anakku...Tolong Anakku !!! "
" Hahahahaha..." terdengar suara aneh menggema dilangit yang tertutup asap hitam.
" Siluman Gagak telah kembali ! Siluman Gagak telah kembali !" Seorang prajurit yang berada diPos Penjaga berteriak2 memberi peringatan.
Nyonya jing melihat kebelakang,menatap dengan tatapan bingung kearah perbol yang sedang berjalan mendekatinya.
" Tabib Kecil,Apakah Tabib Muda dikalahkan oleh siluman gagak ?" Tanya Jing Nuwang dengan wajah cemas dan sedih.
Perbol tersenyum,Dia sangat yakin,raja nya tak kan bisa dikalahkan oleh siluman gagak hitam.
" Tenanglah Nyonya,Itu tak mungkin terjadi.Sahabatku bukanlah tandingan Siluman gagak hitam !" Jawab perbol tanpa ragu sedikitpun.
" Tapi Tabib,siluman gagak telah kembali ! Dimana sekarang tabib muda ?" Seru Jing nuwang ragu dan wajah ketakutan.Dia masih trauma dengan keganasan Siluman Gagak Hitam.
" Tenang...tenangkan dirimu Nyonya,Sahabatku pasti kembali.Apabila siluman gagak hitam muncul kembali disini ! Biar aku sendiri yang membinasakannya." Seru perbol dengan tegas,lalu maju melangkah melewati Jing nuwang.Dan berdiri tegak ditengah2 halaman pendopo.
Asap hitam sangat tebal kembali bergulung2 diatas langit,lalu dengan cepat turun dihalamam pendopo yang luas.
" Hahaha...aku kembali,Kalian semua akan kubinasakan hari ini !" Siluman Gagak Hitam Telah berdiri tegak berhadapan dengan perbol,ditangan kanannya terlihat seorang bocah laki2 yang telanjang terkulai lemah tak sadarkan diri.
" Huuuhhh...Kau pikir kau mampu membunuh Semaumu disini ! Langkahi dulu mayatku !" Teriak perbol sambil berkacak pinggang,walaupun dirinya tak yakin dengan ucapan nya sendiri,namun tekadnya telah bulat,bertarung habis2an dengan siluman gagak.
__ADS_1
" Hahaha...Kau...Baumu Sama sepertiku ! Kau sebangsaku !" Hahaha..." Tiba2 Siluman gagak mengendus2kan hidungnya,Dengan wajah sumringah,dia mencampakkan tubuh bocah telanjang ditangannya.
Tubuh Bocah yang terkulai lemah melayang jatuh menghempas tanah tanpa ampun.Daŕi hidung dan mulutnya mengeluarkan darah segar.
" Biadab ! Perbuatanmu sangat memalukan bangsa siluman ! Kau harus mati ditanganku !" Bentak perbol,Lalu berlari menyerang siluman gagak dengan jurus Amukan Badak nya.
Bukkkkk....
Duuuukkkkk....
Dengan Telak kepala perbol yang keras menghantam ************ Siluman Gagak,Namun yang terjadi Malah tubuh Perbol Mencelat mundur 5 langkah kebelakang.Tubuhnya jatuh terduduk diatas tanah, Pandangannya menjadi berkunang2.Luka dalamnya yang belum sembuh membuat dirinya menjadi semakin lemah.
" Hahahaha... Kau yang membuat malu bangsa siluman ! Kemampuanmu sungguh sangat memalukan !" Ejek siluman Gagak hitam,Lalu berjalan mendekati tubuh perbol.
Dengan cepat dia mengangkat tubuh perbol yang lemah naik keatas menghadap wajahnya.
" Hahaha...Tak kusangka,Ada siluman Masih perjaka ! Ini sangat bagus buat kekuatanku !" Lalu siluman gagak segera menarik Celana perbol kebawah dengan cepat.
Sreeettttt....
" Lepaskan sahabatku ! Aku tak kan mengampuni kali ini !" Tiba 2 Lukita Telah tiba menyusul siluman gagak.
dirinya berdiri sepuluh meter dibelakangnya.Wajahnya terlihat penuh amarah,Wajahnya merah padam.
" Aaahhhh... Sobat ! Darimana saja kau ! " Siluman Ini sangat cabul ! Dia telah berani membuka penutup senjata pamungkasku !" Ucap perbol dengan suara lirih
" Dia kabur dariku ! Tenanglah,Akan kubalas perbuatannya sobat !" Ucap Lukita dengan wajah angkara murka.
" Hahaha...Lihatlah Apa yang akan kuperbuat ! Berani kau bergerak sedikitpun ! Siluman kerdil ini akan binasa !" Bentak Siluman gagak dengan angkuh.Tubuhnya berbalik arah menghadap lukita,Tangannya masih mengangkat tubuh perbol yang telanjang dibagian bawahnya.
Lukita Terdiam,Giginya gemeretak menahan amarah,Otaknya bekerja,Bagaimana cara menyelamatkan Sahabatnya.Matanya melotot tak berkedip sedikitpun.
Tanpa sadar,Siluman gagak yang masih terkekeh melihat kearah mata perbol.
Dan tiba2 Mata perbol berubah menjadi merah darah,semakin lama semakin bersinar sangat kuat.
" Kau...Kau...Jiang Eyu...kau Jiang eyu ... !" Tubuh siluman Gagak bergetar,Matanya terpaku tak bisa lepas dari tatapan mata perbol yang terus memancarkan cahaya merah menembus bola mata siluman gagak hitam.
" Kembali kewujud Aslimu ! " kembali terdengar suara Perbol yang parau
Boooommmm ...
Asap hitam yang sangat tebal muncul tiba2,lalu melayang diudara,membuat tubuh mungil perbol ikut melayang kelangit.Perlahan2 terlihat asap tebal berubah menjadi seekor burung gagak hitam yang sangat besar,Tubuhnya hampir menutupi seluruh kediaman Walikota.
Tubuh perbol terus menempel didekat kepala burung gagak hitam,Mata mereka saling menatap,sinar merah terus memancara menjadikan mata mereka berdua terus terhubung menjadi satu.
Lukita dengan wajah Cemas menatap kelangit,Dia sendiri tak menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
Jing Nuwang dengan wajah ketakutan berdiri tegak dihalaman dengan tubuh menggigil.Para punggawa serta prajurit yang melihat kejadian tersebut bersembunyi dibalik bangunan pendopo.
" Kakkkkkk....Kakkkkkk....Ampuni Aku ! Ampuni Aku Jie Jie...! Ampuni Aku !" Terdengar suara serak dari langit
Ledakan kembali terjadi diatas langit,Awan hitam secara perlahan menghilang beserta asap hitam.Dan Dua tubuh jatuh kebawah dengan cepat.
Melihat tubuh Sahabatnya jatuh,Dengan Cepat Lukita bergerak meloncat keudara menangkap tubuh sahabatnya,Lalu mendarat dengan empuk diatas tanah.
Sementara tubuh siluman gagak yang telah kembali kewujud aslinya menjadi seekor burung,juga turut jatuh menghantam kebumi.
Tubuhnya bergerak2 sesaat,Ukuran sebelumnya sangat besar,Namun kini telah berubah seukuran dua kali tubuh manusia.
__ADS_1
" Kau siluman,Kenapa Mustika merah Jiang eyu bisa ada ditubuhmu ?" Siluman gagak bertanya dengan napas yang tersengal2,Matanya telah hancur,darah hitam terus mengalir dari kedua matanya.
" Jiang eyu sendiri yang menyerahkannya !" Jawab perbol yang telah kembali berdiri disebelah sahabatnya,Tubuh bagian bawahnya telah ditutupi oleh kain jubah yang disobek oleh lukita.
" Mustahil ! Mustahil KakakKu telah mati !" Suara siluman gagak terdengar lirih,air Matanya mengalir bercampur dengan darah hitam nya.
" Dia yang meminta,Apa kau adik seperguruannya ?" Tanya lukita yang terkejut mendengarnya
" Dia kakak kandungku ! Kau sangat kejam ! Kami tak pernah mengganggu kalian bukan !" Kembali terdengar suara lirih siluman gagak hitam.tubuhnya tak mampu bergerak lagi,Namun nyawanya belum juga pergi dari tubuhnya.
" Aku tak akan membunuh kalau tak pantas untuk dibunuh ! Perbuatan Jiang Eyu lebih baik daripada perbuatanmu ! Cepat serahkan mustikamu !" Ucap Lukita dengan tegas
" Kau...Manusia...Ingat ! Datanglah kelembah Neraka ! Raja Singa Hitam akan membalas semua kematian kami !" Suara parau kembali terdengar dari siluman gagak,Tubuhnya bergetar.
" Beritahu dimana letak Lembah Neraka ! Aku akan segera kesana mencari Singa Raja Hitam ! " tukas lukita dengan cepat
" Kau...Nyalimu sungguh besar...Hehehe...Kau belum tau siapa penguasa siluman dinegri ini ! Pergilah keujung Barat,Bunga Surga bermekaran disana,Kalau kalian mampu memakan 5 kuntum bunga surga tanpa mati ! Kalian akan bertemu dengan Raja Singa Hitam ! " Siluman Gagak berusaha sekuat tenaga mengangkat kepalanya.
Melihat kebaikan siluman gagak,Memberitahukan letak lembah neraka lukita segera berjalan mendekat.
" Terima kasih,Terima hormatku padamu.Karena telah membantuku ! Sekarang pergilah dengan Tenang." Ucap lukita,Lalu perlahan membantu mengangkat kepala siluman gagak.
" Sampaikan maafku Dahulu padanya sebelum kau mati !" Ucap siluman Gagak hitam untuk yang terakhir kalinya.
Perlahan Asap hitam tebal kembali muncul diudara,Lukita bermaksud menghirup asap hitam tersebut.Namun Asap hitam tiba2 bergerak sendiri dengan cepat,Memasuki Mulut dan hidung sahabatnya perbol.
" Sobat ! Jangan Hirup,Buang segera !" Teriak lukita panik
Sudah terlambat,Asap hitam telah masuk dan menghilang,membuat tubuh perbol bergetar hebat,Matanya menjadi hitam,Perlahan2 seluruh tubuhnya menjadi ikut jadi hitam legam.Persis seperti manusia yang dibakar hingga gosong.
" Mustikanya Sobat ! Mustika Hitam !" Perbol berteriak dengan tubuh yang terus bergetar.
Dengan Cepat Lukita Mengetuk kening Siluman Gagak,Dan perlahan2 Mustika Hitam yang berkilauan muncul dan melayang diatas kepala siluman gagak.
Dengan Sigap lukita menangkap mustika hitam,membuat tangan dan tubuhnya ikut bergetar hebat,Namun dengan Cepat lukita bergerak mendekati sahabatnya.
" Telan lah !" Ucap Lukita ragu2,Namun dia tau,Apabila seseorang telah menghisap kabut yang berasal dari seorang siluman yang telah mati,Mustika Nya juga harus ikut masuk kedalam tubuhnya,Kalau tidak,Nyawa siluman Atau siapapun yang menghisap kabutnya akan ikut mati.
Perbol segera menelan mustika hitam masuk kedalam perutnya.
" Aaarrrrgghhhhh....!!!"
Tubuh perbol terangkat keudara,Kedua tangan dan kakinya membentang,Cahaya hitam muncul dari tengah2 perutnya.
Wuuuuuushhhhhhh...
Tubuh perbol melayang turun laksana kapas yang terbang diudara.
Lukita kembali melompat mencapai tubuh sahabatnya.
" Sobat...Sobat...Bangunlah...!!!" Teriak lukita begitu kakinya mendarat kembali ditanah.
**Bagaimanakah Nasib Sahabat sejati Lukita ?
Penasaran ???
Tunggu dengan sabar chapter selanjutnya.
Thx**...
__ADS_1
# Maaf ya reader,Updatenya tak teratur.Novel ini akan terus berlanjut,walaupun saya tak bisa rutin menulis.#