
Li tiankong segera bergerak keluar ruangan,Diikuti oleh Li bankong dan puluhan murid2 Klan langit.
Lukita dan perbol sendiri terdiam ditempat mereka,
" Apa yang harus kita lakukan sobat ? " Tanya Perbol.
" Kau obatilah mereka disini,Minta bantuan pelayan disini.Biar aku melihat apa yang terjadi diluar ." Ucap lukita,Lalu segera bergegas keluar ruangan.
Sementara itu diluar ruang pengobatan,terlihat beberapa anggotaKlan Langit tergeletak tewas bersimbah darah.
Melhat anggotanya tewas,Li tiankong segera menerjang kearah pertempuran.
Namun tiba2 cahaya merah menyala bersinar sangat terang memenuhi isi Goa.Membuat semua murid Klan Langit melompat mundur dan menghindar.
Li tiankong sendiri dengan sigap melepaskan Jurus TianShen mide ( Dewa Langit menghancurkan Bumi )
Cahaya biru segera menghadang cahaya merah yang memenuhi goa.
Blaaaaarrrrrr ....
Dinding Goa Bergetar,Arca yang tadinya
telah tegak,Kembali tumbang dan terbelah menjadi empat bagian.
Dua Laki2 bertopeng terlihat mencelat diudara hingga menhantam dinding,Namun yang seorang dengan cepat bangkit berdiri lalu segera melesat keluar sambil melemparkan bom asap kearah LinTiankong yang bersiap menyerang.
Melihat Ketua Klan Langit menghentikan langkahnya,Li bankong seolah tak perduli dengan asap beracun.Dia segera melompat kedepan menerobos asap hitam.
Terlihat orang bertopeng sedang merangkak keluar dari dalam goa,Namun sebelum dia berhasil keluar,Li bankong telah lebih dulu meringkusnya.
Namun tanpa diduga,Orang bertopeng tersebut tiba2 berkelojotan dengan mulut berbusa dan wajah nya menjadi hitam kebiruan.Dan tak lama kemudian,dia tewas seketika.
" Kejar yang satu lagi !" Jangan sampai lolos !" Teriak Li bankong dengan keras.
Beberapa murid Klan Langit seperti ragu2 untuk melewati asap hitam yang masih menyelimuti ruangan goa.
Tiba2 dari arah belakang meluncur puluhan pedang berwarna emas terbang sangat cepat menembus asap hitam dan terus keluar goa.Dibelakang puluhan pedang emas,bayangan lukita juga melesat kedepan mengikuti Bulu Emasnya.
Hanya Li tiankong dan Adiknya yang bisa melihat siapa orang yang melesat mengikuti pedang emas.
Sementara dirimbunan hutan yang lebat,sesosok bayangan terus melompat2 dari satu pohon kepohon yang lain.
" Sial,hampir saja aku tertangkap !" Gerutunya
Dia tak menyadari puluhan pedang emas telah berada beberapa meter dibelakangnya.
" Berhenti !" Teriak lukita dari belakang
Bayangan hitam berhenti sesaat,begitu melihat cayaha emas berwujud pedang mendekatinya.Dengan sigap dia mengibaskan kedua tangannya kearah pedang emas.Cahaya merah menyilaukan kembali melesat menghalau puluhan pedang emas.
__ADS_1
Blaaaarrrrr...
Beberapa pohon tumbang terkena benturan dua cahaya merah dan kuning emas.Puluhan pedang emas terbang bererbangan menghantam batang pohon.
Tubuh lukita Terpental jatuh terperosok kebawah,hingga terjerembab ketumpukan dedaunan.dengan sigap dia berdiri kembali,pandangannya melihat kearah bulu emas yang tertancap dibatang pohon.
' Sungguh hebat pukulannya,Pantas saja Ketua Klan Langit tak mampu meringkusnya.' Bathin lukita kagum
Nasib bayangan hitam tak seberuntung lukita,tubuhnya terpental menghantam batang pohon,lalu jatuh terperosok ketanah dengan keadaan pingsan.
Lukita perlahan melangkah mencari bayangan hitam,beberapa menit kemudian dia melihat sesosok tubuh tersandar diakar pohon dalam keadaan pingsan.
Dengan sekali lompat,lukita telah sampai didepan tubuh lawanya.Sekali renggut terbukalah kain penutup wajah penyusup tersebut.
Betapa terkejutnya lukita,Dengan berjongkok,dia melihat wajah orang tersebut.
"ehhh...wajahnya sangat mulus dan bersih,tapi kenapa ada kumisnya ?" Lukita bergumam sendiri,Karena penasaran,dia meraba kumis diwajah orang itu.Tangannya merenggut kumis yang ternyata hanya kumis palsu.
Kini terlihat jelas,bahwasanya orang tersebut adalah wanita tulen.
" Demi Sang Pencipta !" Ternyata dia seoarang wanita !" Lukita benar2 terkejut,hingga bangkit berdiri.Pandangannya terus melihat kearah wanita pingsan itu.
Braaaakkkkk....Blaaaarrrr...
Cahaya merah kembali muncul bersamaan dengan sosok bayangan yang hampir mirip dengan lawan lukita yang pingsan.
Duuuummmm...
Tubuh lukita benar2 terseret beberapa meter dari tempat dia berdiri,dengan berguling lukita segera bangkit kembali.
Namun lawannya kembali menyerang dengan senjata tongkat ditangannya.
Wusssshhh...
Lukita segera menghindar kesamping,Hingga tongkat lawan melewati dadanya.Namun Tongkat panjang tersebut tiba2 menekuk dan memukul bahunya.
Bukkkkk...
Tubuh lukita Bergetar lalu kembali jatuh bergulingan ditanah.
' Senjata itu,Mengandung hawa panas.' Lukita membathin,Dia bisa merasakan bahwa senjata lawan pasti senjata yang terbuat dari langit.
' Aku harus hati2 menghadapinya.' Bathin lukita,
Kembali serangan dari lawan datang dengan tusukan tombaknya kearah dada lukita.Tak mau resiko terluka,lukita segera melompat ke dahan pohon yang tinggi,lalu mengeluarkan Tombak Cula Badaknya.
Tak berlama2 lukita segera terjun kebawah sambil menyerang lawan kearah kepala.
Tranggg...
__ADS_1
Ujung Tombak Cula Badak disapu oleh tongkat lawan,hingga menimbulkan percikan kembang api yang sangat kuat.
Tongkat panjang lawan bergetar menghantam Tombak Cula Badak.Melihat kekuatan senjatanya,tanpa pikir panjang lukita kembali menyerang dengan jurus Telapak Naga.
Namun lawannya ternyata cukup lihai,merasa bertemu lawan yang kuat,dia segera melompat keatas Batang Pohon.Lalu melemparkan bom asap berkali2.
Bommm...bommm...boooommmm...
Lukita tak menghindar,dia tetap berdiri tegak.Namun pandangannya menjadi gelap akibat asap hitam yang sangat tebal.
Dari balik asap hitam yang tebal,bayangan hitam kembali menyerang lukita dengan tongkatnya menusuk kearah punggung lukita.
Mendengar suara angin berdesis,lukita mengetahui seranganan lawan,dia segera membabatkan Tombaknya kebelakang.
Namun tongkat itu kembali menekuk dengan tiba2,dan dari ujung tombak yang terlihat rata,tiba2 muncul mata yang tajam berkilau .
Lukita sedikit terlambat menghindar,namun dia segera menekuk kaki kanannya kebawah agar kakinya tak terbabat senjata lawan.
Namun ujung tombak tiba2 memanjang dua kali lipat,dan menggores betis lukita .lukita segera berguling kedepan,lalu menyerang lawan dengan Jurus Ekor emas nya.
Cahaya kuning kemilauan menembus asap hitam,mengejar lawan yang sedang berusaha memanggul tubuh temannya yang pingsan.
Breeeettttt....Blaaarrrr...
Bahu kanan bayangan hitam terluka hingga darah bercucuran.Ekor emas yang hanya menyerempet bahu lalu menghantam pohon disebelahnya hingga menghancur kan setengah nya.
Menyadari kekuatan lawan,Bayangan hitam kembali melemparkan bom asap sebanyak2nya.Lalu melompat menerobos lebatnya hutan dengan sangat cepat.
Lukita tak mau mengambil resiko menerjang asap hitam,Menyadari senjata lawan mampu melukai tubuhnya.Dia berdiri tegak hingga Li Tiankong serta Li bankong tiba ditempat mereka bertarung.
" Dimana dia ?" Tanya Ketua Klan Langit tegas,diusianya yang tak muda lagi. tak terlihat kelelahan sedikitpun.
Lukita tak menjawab,Hanya menunjuk kedepan dengan tombaknya.
" Kau tetap lah disini,Anak muda !" Biar aku yang mengejarnya !" Seru Li tiankong geram
" Tak perlu Ketua,Mereka pasti sudah pergi jauh ." Jawab lukita dengan suara yang tenang.
" Mereka !?" Apa maksudmu mereka berjumlah banyak ?":Tanya Li tiankong,sambil berbalik arah menatap lukita.
" Penyusup tadi,aku telah membuatnya jatuh pingsan.Namun ada seseorang yang tiba2 datang menolongnya." Jawab lukita dengan tenang.
" Apa kau melihat wajah mereka,Anak muda ?" Li tiankong berjalan mendekati lukita.
" Pakaian mereka sama,pasti mereka satu kelompok,Namun orang yang pingsan tadi adalah seorang wanita." Jawab lukita,lalu segera menghilangkan Tombaknya dari pandangan mata.
" Wanita ! Seorang wanita berani menyusup ke markas kami !" Bentak Li tiankong semakin murka.
" Jurus mereka sama,hanya saja penolongnya jauh lebih hebat ! Senjatanya jauh lebih berbahaya." Ucap lukita,lalu berjongkok meraba betisnya yang terluka.
__ADS_1