Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Pedang Api


__ADS_3

Dikedai yang sederhana,lukita dan lie tiankong juga putrinya sedang menikmati sarapan pagi.


" Apakah tabib kecil baik2 saja,anak muda ?" Tanya lie tiankong disela makannya.


" Ahhh...dia lagi tak enak badan,tuan ketua." Jawab lukita.


Sebenarnya Perbol merasa tak enak hati.dia tak mau selera makan Lie weida terganggu olehnya.dari itu,pagi2 sekali dia berencana mencari tempat sarapan yang lain.tujuannya adalah Rumah makan Pelangi.


" Baguslah,makan ku pagi ini tak terganggu." Ucap Lie weida ketus.dia selalu kesal dengan perbol,kata2nya yang ceplas ceplos juga sikap bar2nya.


" Putriku,kau harus ingat ! Dia dewa penolongmu ." Tegur lie tiankong.


Merasa diperlakukan seperti anak kecil,lie weida yang punya sifat gampang marah dan tersinggung,menghentikan makannya.


" Aku tau ayah,Perutku sudah kenyang.aku mau mencari buah2an buat bekal diperjalanan." ucapnya,tanpa menunggu persetujuan ayahnya.


Lie tiankong hanya bisa menggeleng2kan kepala,dia sebenarnya sangat sayang dengan putrinya.Namun sikap putrinya yang gampang tersinggung,sering membuatnya khawatir.


Lie tiankong melanjutkan makan bersama dengan lukita,mereka berbicara panjang lebar.Lie tiankong juga menceritakan bagaimana aturan Klan dikota para jagoan kepada lukita.


Didepan penginapan pelangi,pertarungan antara perbol dan klan api terus berlanjut.


Tubuh perbol telah basah bersimbah keringat,dia terus2an berlari untuk menyerang lawan dengan kepalanya.Untungnya,tubuhnya kebal terhadap pukulan dan senjata ringan.


" Huhhh...mulutnya keras,ternyata ilmunya tak sekeras mulutnya !" Dengus Lie weida yang melihat pertarungan perbol dari kejauhan.Namun dia teringat kata2 ayahnya barusan,hatinya merasa kasihan melihat penyelamatnya terus2an kena hajar oleh lawannya.


Sebenarnya perbol sangat mudah mengalahkan lawan2nya,namun pesan dari lukita,dia tak boleh menggunakan tenaga dalam membuatnya tak mampu berbuat banyak.


" Gege,bukankah dia teman dari pemuda tersebut." Bisik haizi pada zhangzi.


" Tubuhnya luar biasa kuat,namun kalau terus2an seperti itu,dia bisa kehabisan tenaga." Gumam Zhangzi yang sedari awal melihat pertarungan.


Ditempat lain tak jauh dari Haizi dan kakakya,Ren Xueshan juga melihat pertarungan dengan Kakek Qian dan putrinya.


" Ayah,kasihan Orang kecil itu.Apa tak sebaiknya ayah bantu ?" Nona Qiang berkata lirih.


" Putriku,aturan antar klan harus kita patuhi.Maaf,ayah tak bisa berbuat apa2." Jawab Kakek Qian sambil menarik napasnya dalam2.


" Kita Perkumpulan Ayah,Bukan Klan ." Melihat orang lain ditindas oleh Klan lain,mengapa kita hanya diam !" Seru Nona Qiang kesal.


Sementara itu,tubuh perbol terbaring ditanah.Wajahnya dibenamkan diair yang tergenang oleh 6 orang anggota Klan Api.


" Bocah tengik !" Kau berani menandukku ! Kau memang ingin cepat mati !" Bentak Gongshu penuh amarah.


Tangannya mencengkram rambut gimbal perbol,lalu mengangkat tubuhnya hingga naik keatas.Tangan kirinya mengeluarkan cahaya merah,bersiap untuk menghabisi lawannya.


Bukannya takut,perbol malah menyemburkan air lumpur dari mulutnya kewajah Gongshu.


Tak mengira bakal disembur,Tetua Klan Api terkejut bukan main.Wajahnya basah kuyup,mukanya belepotan lumpur.


" Kau !" Bentaknya


Namun seberkas cahaya putih dari samping dan sebuah anak panah dari depan meluncur sangat cepat mengincar tangan kanan Gongshu.Tangan kirinya segera bergerak meluncukan cahaya merah menghalau anak panah didepannya.


Tangan kanannya segera melepaskan genggaman pada rambut perbol,menghindari cahaya putih dari samping.


tubuh perbol meluncur turun kebawah.begitu mendarat,dia segera menendang ************ laki2 bertubuh tinggi kurus didepannya.


Dengan sigap tangan kanannya menangkap kaki lawan,begitu tangannya mencengkram,kembali 4 anak panah dari depan meluncur cepat kearahnya.


" Bangsat ! Kalian cari mati !" gereng Gongshu,segera melepaskan kaki perbol dan melompat kesamping kiri.

__ADS_1


" Apa tetua Klan api tak punya malu ! Melawan orang lemah !" Teriak Lie weida dari belakang perbol.


" Cepat menyingkirlah !" Serunya pada tabib kecil.


Perbol menoleh kebelakang,


" ehhh...Kau...!" Hanya itu kata2 yang keluar dari mulutnya,lalu segera beranjak pergi kebelakang lie weida.


" Hahahaha...Putri Klan langit,ingin jadi dewi penyelamat kesiangan !" Ejek Gongshu begitu mengetahui siapa lawannya.


Tiba2 bayangan berkelebat ketengah mendekati Lie weida.


" Aku juga ingin jadi dewa penyelamat kesiangan !" Seru Haizi shui,begitu melihat gadis pujaan nya muncul,dia segera membantu.


" Kau .... " Belum selesai Lie Weida bicara,haizi telah memotong ucapannya.


" Kita habisi dulu tetua sombong itu ! Baru kita bicara." Ucap Haizi tegas tanpa melihat kearah wanita disebelahnya.


" Bagus ! Majulah kalian berdua,Sekaligus !" Bentak Gongshu Geram.


" Tunggu !"


" Bagaimana Kalau kami bertiga,maju sekaligus ?!" Tiba2 Ren xueshan telah berdiri disebelah Haizi.


" Bagaimana kalau bermpat sekaligus !" Zhangzi juga telah berada disamping lie weida.


Mereka berempat berjejer rapi kesamping,menghadap ke arah GongShu yang diam menahan amarah.


Tubuhnya bergetar hebat,perlahan2 Matanya memerah,kedua tangannya mengeluarkan Api.


" Majulah Semua !" Bentak Gongshu lantang.Setengah tubuhnya telah dipenuhi oleh api yang berkobar.


" Hati2 dengan Matanya !" Teriak Ren Xueshan mengingatkan.Lalu segera menyerang dengan Jurus Saljunya.


Tak mau kalah,Lie weida mengeluarkan sayapnya.Tubuhnya terbang keatas lalu meluncur kedepan dengan cepat.


Pertempuran tak dapat dihindarkan,langit menangis terus menerus tanpa henti.


Melihat tetuanya dikeroyok 4 orang,keenam murid Klan api segera ikut membantu.Tubuh mereka semua mengobarkan api.


Ren Xueshan bersama Zhangzi melawan Gongshu,sedangkan Haizi dan lie weida melawan 6 anggota klan api.


Gerimis hujan seperti tak mampu memadamkan api ditubuh para anggota Klan api,Namun buat Haizi dan Zhangzi,air hujan sangat membantu mereka.


Berbeda dengan Lie weida dan Ren Xueshan,salju ditangannya terus menyerang daerah2 mematikan lawan.Namun Api yang berkobar ditubuh Gongshu selalu menghalau serangannya.


Perbol yang berdiri mematung,terkagum2 melihat ke4 anak muda didepannya.Hatinya tersentuh,selama ini hanya sahabatnya yang peduli padanya.


" Kalau aku tak terluka dalam,sudah kuhabisi Bajingan itu !":Geram perbol.


" Lihat ayah,mereka pendekar2 berhati mulia." Seru Nona Qiang senang.


" Kau benar,putriku . Generasi penerus yang berbudi." Jawab Kakek Qian tersenyum.


" Aku juga ingin seperti mereka,Ayah." Ucap Qiang Suyon manja.


Kakek Qian melihat wajah putrinya,


" Kau juga bisa seperti mereka,namun dengan cara yang berbeda,putriku." Kakek Qian tak mau putri kesayangannya terluka.


3 anggota klan api telah roboh pingsan terkena pukulan Haizi dan lie weida.membuat ketiga temannya yang tersisa terdesak hebat.

__ADS_1


Sementara Gongshu berada diatas angin,kedua anak muda didepannya bukanlah lawan yang seimbang baginya.


Namun begitu melihat anggotanya mulai terkapar ditanah,amarah nya semakin memuncak.tubuhnya segera melompat mundur,keluar dari kepungan lawannya.


" Kalian yang mulai,Kalian yang melanggar aturan !" Bentaknya keras.


" Terus kau mau apa ? " Tantang Lie weida tanpa rasa takut sedikitpun.


" Puihhhhh...! Bersiaplah menuju kehancuran !" Bentaknya,Tiba2 ditangannya telah memegang pedang Panjang yang membara.


" Hati2lah,sebaiknya gunakan senjata untuk melawannya !" Teriak Zhangzi,lalu mengeluarkan tombak pendek dari balik jubahnya.


Melihat lawan mengeluarkan senjata,Ren xueshan juga mengeluarkan pedangnya.


Sementara Haizi juga mengeluarkan tombak pendek yang mirip dengan milik Zhangzi.


Lie weida yang bersenjatakan panah,segera menarik keluar dari balik punggungnya.


" Bagus ! Jangan salahkan Klan Api kalau kalian Mampus disini !" bentak Gongshu,lalu berkelebat cepat menyerang.


Langit semakin menangis,melihat anak manusia bertempur bertaruh nyawa.Air matanya semakin deras membasahi bumi,seolah2 ingin menghapus darah yang akan membasahi bumi.


Kakek Qian menjadi gelisah,dia sangat faham dengan kekuatan Gongshu.Tetua Klan Api,walaupun ilmunya dibawah ketua Klan Api,kekuatannya sangat berbahaya.


Nona Qiang merasakan kegelisahan ayahandanya,


" Ayah,Kalau kau merasa khawatir,Kenapa ayah tak segera membantu mereka !" Seru Nya cemas.


" Belum saatnya,putriku." Jawab Ayahnya tegas.matanya tak lepas dari pertarungan.


Sementara lukita dan Lie tiankong telah selesai sarapan,Lamat2 mereka juga mendengar suara orang bertarung.


" Tuan Ketua,Aku khawatir dengan sahabatku ! Dari tadi dia tak juga kembali !" Seru lukita


" putriku juga,Anak muda !" Lie tiankong sendiri sudah sedari tadi merasa khawatir.


Lukita segera membereskan tagihan,Lalu bersama2 keluar mencari sahabat juga putri klan langit.


Gongshu mulai terdesak diserang dari 4 penjuru,Walaupun kemampuannya lebih tinggi diantara lawannya.Namun serangan2 yang mengincar tubuhnya membuat dirinya kerepotan.


Tubuhnya telah basah oleh keringat,otaknya mulai bekerja,melihat lawan yang terlemah.Lalu segera berkelebat cepat,kearah Lie weida.


" Awassss !" Teriak Ren Xueshan,begitu melihat sabetan pedang api yang dialiri tenaga dalam.


Lie weida yang belum tau kemampuan Lawan,tak mampu menghindar,dia segera menahan serangan lawan dengan Busur panahnya.


Pedang api yang terbuat dari baja murni dengan cepat menebas kepala Lie weida.Busur panah yang menahan pedang api,dengan mudah dibuat putus oleh tajamnya pedang.


" Nona Lieeee...!!!" Teriak Haizi panik,lalu menyerang membabi buta kearah punggung Gongshu.


Semua mata terpaku melihat kearah gadis cantik yang memegang busur panah yang telah putus menjadi 2 bagian.


Sejengkal lagi,pedang api akan membelah wajah dan kepala Nona Lie,


Haizi,Zhangzi serta ren xueshan mencoba menyerang gingshu dengan pukulan jarak jauh mereka.Namun Gongshu segera mengibaskan tangan kiri yang mengeluarkan api menghalau serangan ketiga pemuda gagah dibelakangnya.


Puluhan Cahaya emas melayang sangat cepat,menghantam pedang api didepan wajah Lie weida.


Traaangggggg....


Pedang api patah menjadi dua bagian,ujung pedang api yang patah meluncur dengan cepat kesamping menuju kearah Nona Qiang.

__ADS_1


" Awassss, Nona !!!" Teriak Ren Xueshan,Lalu melepaskan Jurus saljunya berusaha melindungi gadis pujaan hatinya.


Jeeeeebbbbb...


__ADS_2