Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Ruangan yang mengerikan


__ADS_3

Ketika li bankong berusaha membebaskan sepuluh anak buahnya,ratusan prajurit serta anggota Klan api telah mengepung mereka.Mau tak mau li bankong mengurungkan niatnya.Dia segera berkelebat terbang ke langit melewati pucuk pepohonan.


Puluhan anak panah beterbangan mengejarnya,namun kembali le bankong menghancurkan Semua anak panah dengan Pedang Halilintar.Untuk menghilangkan jejak,untuk terakhir kali Adik Kandung ketua klan langit melepaskan jurs Tian shen miedhe dengan Setengah tenaga dalamnya menggunakan pedang halilintar.


Angin laksana topan yang panas menghantam rombongan prajurit serta anggota klan api yang berada dibawah pepohonan.Puluhan Pohon2 besar hancur beterbangan bersama para prajurit dan anggota Klan api yang terdepan.Beberapa diantara mereka langsung tewas seketika.


Li bankong mengambil kesempatan melesat secepat kilat laksana anak panah.hilang diantara pucuk2 pepohonan.


" Biarkan Dia pergi,kita tak akan mampu mengejarnya !" Teriak Murid pertama Klan Api, bersama dengan Putri klan Api mereka segera meringkus sepuluh orang anggota klan langit.


SEmentara didalam Goa tempat tinggal siluman laba2, Semua orang berkumpul didalam ruangan.


" Tabib muda,Bagaimana keadaanmu saat ini ?" Tanya Ketua lie,sambil menatap Lukita yang sedang lahap memakan hidangan masakan Qiang Suyon.


" Ketua lie,terima kasih telah membantu kami ! Keadaanku baik2 saja,Lihatlah , Makan ku sangat banyak sekali." Jawab lukita sambil melahap sop jamur.


" Masakan Nona Qiang sugguh luar biasa,Seumur hidupku baru kali ini merasakan nikmatnya hidangan." Seru ketia lie sambil tersenyum.


" Tolong jangan berlebihan,ketua lie !" Seru Qiang Suyon tersipu malu.


" Memang enak ! enak sekali !" Seru Perbol yang asik menguyah daging Ayam hutan.


Mereka makan malam sambil bercanda gurau,Perbol yang paling sering membuat mereka semua tertawa.Namun Lukita agak berbeda,dia jarang tersenyum apalagi tertawa.


" Nona Qiang,Apa kau ingat pesan Eyang Guru ?" Tanya Lukita setelah selesai bersantap.


" Pesan Yang mana Tabib muda ?" Tanya Qiang suyon tak mengerti.Namun wajahnya tiba2 merah merona ketika mengingat pesan Tentang Mahkota dikepalanya.


" Tentang Ruangan Khusus Ditempat ini ." Seru lukita datar.


" Oh yaa...Aku ingat ! Apa tak sebaiknya besok saja kita cari,Tabib baru sembuh,biarlah istiahat dahulu." Jawab Qiang Suyon sambil tersenyum.


" Kalau kalian semua lelah,istirahatlah .Aku akan bersemedi di Air Mata dewa Sejenak." Ucap Lukita,Lalu segera Beranjak pergi tanpa menghiraukan pandangan orang2.


"Tabib Kecil ! Apakah junjunganmu seperti itu sikapnya ?" Tanya Yuan Ruo sedikit kesal.Tak ada ucapan terima kasih sedikitpun untuknya,justru ketua lie yang tak banyak membantu mendapat ucapan terima kasih.


" Memang agak berubah sedikit,mungkin akibat kekenyangan.Kalian tetaplah disini,Biar aku yang menemaninya." Jawab perbol tak enak hati,lalu segera menyusul lukita menuju air mata dewa.


" Memang sikap tabib muda tak seperti biasa,Jarang tersenyum apalagi tertawa.Berbeda sekali saat pertama kami bertemu.Sikapnya sopan,Ramah dan murah senyum." Ucap Ketua lie pula.


" Memang benar,ketua lie.Mungkin beliau lagi banyak pikiran,makanya berubah dingin." Sambung Qiang Suyon Kembali.


" Sudahlah,yang penting sekarang tabib muda telah sembuh.Sekarang bagaimana dengan Kita disini ?" Tanya lie weida tiba2.


" Bagaimana menurut ketua Lie ? Kami sekarang hanya menunggu keputusan Tabib muda." Ucap Yuan Ruo pula.


" Sebaiknya kalian tetap disini,sampai Kalian tau kondisi Dikota Para jagoan." Ucap Xiangxong ikut bicara.


" Tuan Xiong ada benarnya,maaf kalau kami merepotkanmu disini,Aku juga sedang menunggu anggota kami yang lainnya." Ucap ketua lie dengan sungkan.


" Hahahaha...Jangan Sungkan tuan lie,Aku sangat senang,Selama ini aku tak pernah berteman dengan siapapun.Berkat kalian,Keluargaku sekarang jadi keluarga yang sangat besar." Ucap Siluman Laba2 sambil tertawa gembira.

__ADS_1


Tak lama berselang,Li bankong memasuki goa,wajahnya terlihat letih dan lesu.Pedang halilintar masih digenggamnya ditangan.


Mendengar adiknya telah kembali,ketua lie serta lie weida segera keluar menyambutnya.Namun begitu melihat wajah adiknya,ketua Lie menarik napasnya dalam2.


" Bagaimana Dengan Yang lain ? " Tanya ketua lie tanpa basa basi lagi.


" Mungkin mereka ditahan oleh musuh dikota barat." Jawab Li bankong sambil menyarungkan kembali pedang nya.


" Bagaiamana dengan gege,Paman ?" Tanya lie weida khawatir.


" Entahlah,Kami berpisah ketika Musuh mengepung Markas kita." Jawab Li bankong apa adanya.


" Mereka keterlaluan ! Ayah,Ayo kita bebaskan mereka Sekarang juga !" Seru Lie weida Penuh amarah.


" Jangan Gegabah,Sebaiknya kita pikirkan dulu cara yang lebih baik." Seru Yuan ruo memperingatkan.


" Bagaimana kalau kita tanya pada tabib muda ?" Ucap Qiang Suyon ikut bicara.


Ketua lir menarik napasnya dalam2,


" Tabib muda baru saja sembuh,sebaiknya biarkan beliau istirahat.Biar kami sendiri yang menyelesaikan masalah klan kami." Jawab ketua lie kemudian.


" e.ee.e.e...tuan lie ! Apa kau tak menganggap kami ini temanmu ? Baru saja kita bersahabat,kau sudah berubah !" seru Xiangxong kesal.


" Bukan Begitu maksudku,Tuan Xiong... " Belum selesai bicara,Yuan Ruo segera memotong ucapan Ketua lie.


" Sebaiknya kita rundingkan bersama,Tabib muda harus kita beritahukan.Semua ini terjadi disebabkan oleh beliau." Ucap Yuan Ruo dengan tegas.


" mengapa kau berkata begitu,Nona Yuan ?" Seru Lie weida tak senang.


Yuan ruo merasa salah berkata,namun dia ingin mendengar pendapat tabib muda.


" Paling tidak,kita Bisa Mendengar pendapatnya,Bukan ?" Seru Yuan Ruo kemudian.


" Ayo,kita susul mereka di Air terjun !" Seru Qiang suyon bersemangat.


" Ihhhh...kau ini semangat banget mau ketemu Tabib!" Sindir Yuan ruo sewot.


" Sudahlah,Sebaiknya kita temui beliau.Hari semakin malam." Seru ketua lie menengahi.


Mereka segera pergi menyusul Tabib muda dan tabib kecil ke Air mata dewa.Sesampainya disana,mereka melihat,Tabib muda sedang bersemedi diatas air.Persis dibawah Air terjun,namuj anehnya,mereka tak melihat pakaian tabib muda basah maupun tubuhnya.


" Sedang apa kalian disini ?" Tanya perbol yang asik main air dengan kakinya.


" Klan langit sedang mendapat masalah,anggota dan putra ketua lie telah ditangkap oleh Pihak Kota barat !" Seru Yuan Ruo lebih dahulu.


" Mereka Tak pernah berhenti mengganggu kita !" Ucap Perbol,lalu bangkit berdiri.


" Apa yang harus kita lakukan,Tabib kecil ?" Tanya Qiang Suyon sambil mendekat disebelah perbol,matanya melirik kearah Tabib muda yang masih diam bersemedi.


Perbol tak langsung menjawab,dia bukan lagi pemimpin mereka,Pandangannya melihat semua orang,lalu berbalik badan menatap lukita.

__ADS_1


" Sobat,Bagaimana Menurut pendapatmu ?" Tanya perbol tanpa sungkan2.Dia tau,Lukita pasti mendengar pembicaraan mereka.


Lukita diam tak bergerak,Hingga semenit kemudian.Matanya terbuka,Lalu bangkit dari semedinya,dan berjalan menuju ketepian.


" Kita Jemput mereka dikota barat !" Jawab lukita dengan tegas.dengan wajah kaku tanpa tersenyum seperti biasa.


" Jumlah mereka sangat banyak,Tabib muda ?" Ucap Yuan Ruo seketika.


" Kebenaran harus ditegakkan ! Berapapun jumlah mereka,akan kita hadapi !" Jawab lukita tegas,Lalu mendekati Qiang suyon dan menarik tangannya untuk segera kembali keruangan.


" Waktu kita tak banyak,Sebaiknya kita buka Ruangan khusus itu !" Ucap Lukita Pada Qiang suyon sambil terus berjalan.


" Baa...ik tabib,tapi jalannya jangan buru2 !" Seru Qiang Suyon malu2 dilihat semua orang.


" Huhhh...kita ini akan berperang,bukan mau berkasih2an !" Tukas Yuan Ruo lalu segera menyusul mereka berdua.


Dan semua Orang segera mengikuti tabib muda dengan bersemangat.


Lukita dan Qiang suyon langsung menuju kolam yang ada didalam ruangan,Mereka segera memeriksa dinding batu disekitarnya.


Hampir setengah jam mereka mencari,bahkan yang lain ikut mencari,Namun tak juga ditemukan tanda2 ruangan ditempat itu.


" seratus tahun lamanya aku tinggal disini,belum pernah melihat tanda2 ruangan khusus ditempat ini !" Seru siluman laba2.


Lukita menatap Siluman laba2 dengan tajam,membuat Xiangxong terdiam dan jerih.


" Kau tak berjodoh dengan ruangan itu !" Seru Lukita, Lalu berjongkok ditepian kolam.Tanpa berkata,Dia segera menyelam masuk kedalam air.


Tak lama kemudian lukita muncul kepermukaan.


" Kalian Semua Menjauhlah !" Perintahnya, Lalu kembali menyelam kedalam air.


Semua orang yang berada diruangan saling memandang,Lalu segera menjauh dari kolam.


Tak lama kemudian,terdengar suara gemuruh yang sangat kuat,membuat dinding ruangan bergetar serta lampu obor menjadi padam.


Lukita menemukan sebuah batu yang menonjol didasar kolam ketika dia menekan batu dengan kakinya,Lantai Kolam bergetar dan bergerak kesamping.


" Cepat Hidupkan obor !" terdengar suara perintah dari perbol.


Begitu Obor dinyalakan kembali,Terlihat lukita sedang tegak berdiri ditepi kolam.Namun sekarang kolam itu telah kering,Yang terlihat adalah sumur yang sangat dalam.


Terdengar suara mencicit dari dalam lobang kolam,tiba2 ratusan kelelawar hitam keluar hampir memenuhi ruangan.


Siluman laba2 yang melihat makanan pavoritnya,Segera berkelebat menangkapi kelelawar denga sigap.


Yuan,perbol dan Ketua lie justru penasaran,mereka mendekati lukita,dan melihat kedalam lobang hitam yang sangat dalam.


" Kalian cepatlah menyingkir,Aku mencium bahaya dari bawah sana !" Seru lukita tanpa menoleh sedikitpun.Pandangannya tajam menatap kedalam lobang hitam.


Anggota Klan Langit serta anggota Yang bho justru ikut penasaran,mereka berbondong2 melihat kedalam lobang.

__ADS_1


Namun begitu anggota Yang Bho melihat kebawah,Bayangan hitam yang sangat panjang tiba2 keluar dan menarik kepalanya hingga jatuh kebawah.


Lukita segera melompat menyambar Tubuh anggota yang Bho,Namun tiba2 puluhan bayangan hitam berbentuk tangan2 yang mengerikan ikut menangkap tubuhnya.


__ADS_2