
Matahari pagi telah bersinar kembali,namun awan hitam seperti ingin menutupi seluruh langit kota.tak lama berselang,hujan turun membasahi bumi.
Dirumah makan pelangi,Haizi shui dan zhangzi shui sedang menikmati sarapan pagi.
" Gege,bagaimana pendapatmu tentang pemuda botak ?" Tanya Haizi disela makannya.
" Hmmm...Pendapat tentang apa ? Kau takut,Nona lie berpaling padanya ?" Balas Zhangzi malas2an.
" Ahhh... Nona lie hanya milikku seorang,Tak kan mungkin berpaling." Jawab Haizi sambil terkekeh.
" Sebenarnya aku juga penasaran,selain kuat,ternyata mereka juga banyak uang." Gumam Zhangzi,pandangannya melirik kearah ketua perkumpulan tangan seribu dan putrinya yang berjalan menuju meja makan.
Haizi mengikuti pandangan kakaknya,
" Jangan bilang kau jatuh hati pada gadis itu !" Bisik Haizi menggoda
Zhangzi menatap adiknya,
" Kau ini,Apa gadis dikepalamu hanya Nona lie saja !" Semprot Zhangzi sambil melotot.
" Sudah pasti,wanita yang lain tak ada yang menarik !" Jawab Haizi sambil terkekeh.
Dimeja lain,kakek Qian dan putrinya sedang menunggu makanan yang dipesan oleh Ren Xueshan.
" Ayah,apakah ayah sudah dapat informasi tentang pertarungan kemarin ?" Tiba2 Qiang Soyun bertanya.
" Pertarungan yang mana,putriku ? Apakah kejadian didepan toko kemarin ?" Tanya Ayahnya.
" Bukan Ayah.yang aku maksud,Pertarungan Dipinggir kota." Jawab Nona Qiang.
" Ohhh...belum putriku.Anggota kita juga belum ada yang memberitahu." Ucap Kakek Qian,pandangannya tertuju pada Kedua laki2 diujung ruangan.
" Mereka berdua tau tentang kejadian dipinggir kota,Ayah." Bisik Nona Qiang.
" Mereka berdua ? Apa maksudmu,kedua putra Klan Air disana ?" Bisik Kakek Qian pula.
Nona Qiang menganggukkan kepalanya,
" Bagaimana kau tau ?" Tanya kakek Qian heran.Sebenarnya dia sendiri belum tau sepenuhnya,kemampuan putrinya.
" Aku bisa melihat dari salju yang diberikan Kak ren kemarin,Ayah." Jawab Nona Qian sambil tersenyum manis.
Mata kakek Qian terbelalak,mulutnya menganga.
" Ssssttt...Jangan sampai orang tau dengan kemampuanku,Ayah ." Bisik Putrinya lirih.
Kakek Qian segera manggut2,matanya melirik kekanan dan kekiri.
" Apa kau yakin mereka tau ?" Tanya Nya lagi.
" Tentu ayah,bahkan..." Nona Qiang segera berhenti berkata,begitu melihat Ren Xueshan berjalan kearah mereka.
" Maaf agak lama,Aku minta hidangan spesial buat kita,Pagi ini." Seru Ren Xueshan sambil tersenyum manis pada Nona Qiang.
__ADS_1
" Tuan muda Ren,Tak perlu repot2.Kami sudah sangat beruntung bisa menginap dan makan disini." Ucap Kakek Qian sungkan.
" Kakek,tak perlu sungkan.Jarang2 kita bisa keluar bersama bukan.Apalagi,ini perjalanan pertama buat Nona Qiang." Ucap Ren Xueshan,sambil melirik kearah Nona Qiang.
" Terima kasih,Kak Ren.Kebaikanmu,akan kuingat selalu." Ucap Qiang Suyon tertunduk malu.
Suara kuda terdengar diluar Penginapan,Kereta kencana berwarna merah menyala dengan hiasan yang mewah berhenti tepat didepan pintu rumah makan.
Pelayan terlihat tergopoh2 menyambut tamu yang datang.
Seorang laki2 kurus tinggi berpakaian serba merah turun dari kereta kencana.Enam orang pengawalnya juga berpakaian serba merah.
" Selamat pagi,Tuan Besar.Tempat tuan telah kami siapkan seperti biasa." Ucap Pelayan sambil menunduk menjura hormat.
" Siapkan sarapanku secepatnya ! Aku sedang buru2 !" Ucap Laki2 paruh baya tersebut.Suara terdengar sangat tegas.
" Baik,tuan besar." Pelayan segera berlari masuk kedalam.
Enam orang pengawal segera berjalan didepan,pandangan mereka sangat tajam menatap para pengunjung Penginapan.
Ketika akan menaiki tangga kelantai dua,Laki2 paruh baya itu menghentikan langkahnya.
" Hohoho... ketua perkumpulan tangan seribu sudah naik kelas rupanya !" Seru Laki2 bernama Gongshu Huo ( Pendekar Pemanah Api ),Dia adalah kakak tertua dari Klan Api.
" Ah...Tuan besar Huo,Mana mungkin aku bisa naik kelas.Ini semua karena Tuan muda Ren yang membawa kami kesini." Jawab Kakek Qian,dia yang lebih tua tanpa sungkan menjura hormat.
" Hmmmm...Putra pertama Klan salju,sepertinya punya niat tersembunyi mau mentraktirmu." Ucap Gongshu huo sambil tersenyum sinis.Pandangannya menatap tajam kearah Ren xueshan.
" Tuan besar sangat peka,tentu klan salju punya niat tersembunyi.Namun niat kami tentu tentang kebaikan." Ucap Ren Xueshan sambil tersenyum.
" Hahaha...Bahasamu sangat bijak,anak muda.Jangan bilang kau sengaja pura2 baik didepan gadis cantik ini." Tukas Gongshu tertawa mengejek.Kakak tertua dari klan Api terkenal dengan sikap sombong dan angkuhnya.
" Gadis ini Adalah Putri hamba yang bungsu,tuan besar." Qiang shou segera menyela.
" Ahahaha...Sangat kebetulan.Pantas saja,Niat baik klan salju ternyata ada udang dibalik batu." sindir Gongshu lagi.
Wajah Ren xueshan merah padam menahan amarah,namun kakek Qian memberi kode untuk tetap sabar.
" Apakah tuan yang besar tak merasa malu,mengolok2 klan lain.Sementara klan sendiri sedang tertimpa musibah !":Terdengar suara dari sudut ruangan.
Tubuh tinggi Gongshu bergeser sambil mengibaskan tangan kanannya.Seberkas cahaya merah melesat laksana anak panah menyerang kesudut ruangan.
Yang berbicara adalaha Zhangzi,dia merasa kesal dengan kesombongan Gongshu.Melihat serangan lawan,dengan kibasan tangan tanpa bergerak dari duduknya menangkis serangan lawan.
Cesssssss....
cahaya merah hilang ditelan air yang berputar diudara melindungi meja Zhangzi dan adiknya.
" Hahahaha...Ternyata Klan air juga berada disini.Apa kalian semua tertarik dengan hadiah dari Klan kami ?" Seru Gongshu dengan angkuh.
" Klan Air tak akan mencampuri urusan Klan lain,sesuai dengan aturan pendahulu." Jawab Zhangzi shui tegas.
" Begitu juga dengan Klan kami !" Seru Ren xueshan tak mau kalah.
__ADS_1
Braaaakkkk....
tiba2 roda kereta kencana didepan penginapan hancur berserakan.membuat 2 ekor kuda yang menariknya menjadi lari tunggang langgang karena terkejut.
" Bangsat ! Siapa yang berani menghancurkan kereta Klan Api !" Bentak Gongshu naik pitam,tubuhnya yang kurus tinggi bergerak dengan cepat keluar ruangan.
Gongshu sangat murka,siapa yang berani mempermalukan Klan Api diwilayahnya sendiri.
" Keluar kau Pengecut ! Atau kucincang tubuhmu !" Teriak Nya dengan keras.
Penduduk yang sedang berteduh,segera lari tunggang langgang menyelamatkan diri.mereka merasakan akan terjadi pertempuran.
Tiba2 terlihat sesuatu melayang cepat kearah Tuan besar Klan Api.
Dengan mengibaskan jubah kanannya,serangan tiba2 tersebut buyar seketika.
Gongshu mencari2 siapa yang telah berani menyerangnya.
Matanya terpaku menatap seorang bertubuh kerdil dengan tubuh belepotan lumpur.
" Heh Bocah ! Apa kau melihat siapa yang menghancurkan kereta ku ?" Bentak Gongshu dengan mata melotot.
" Apa peduliku !" Bentak Bocah berambut gimbal tak kalah galak.
" Heh...! Kau tau berhadapan dengan siapa !" Bentak Gongshu geram,baru kali ini ada bocah yang berani padanya.
" Aku tak mau tau !" Bentak perbol sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
" Bocah tengik ! Kau cari mampus !" Bentak Gongshu marah,kedua tangannya bergerak,dua cahaya merah meluncur dengan cepat kearah bocah gimbal.
Ditengah hujan gerimis,laki2 mungil yang tak lain adalah perbol,seperti tak merasa gentar dengan serangan lawan.
Jarak cahaya merah tinggal beberapa jengkal dari tubuh mungilnya,Perbol segera bergerak cepat kesamping kanan dengan tangan tetap melipat didadanya.
Blaaaarrrr....
Buah2an dan sayuran beterbangan dihantam cahaya merah.Kios kecil dikaki lima hancur berantakan.
" Lihat ! Aku belum mampus !" ejek perbol
" Kau cari mati !" Bentak Gongshu semakin panas hati.Lalu mengibaskan kedua tangannya secara terus menerus.puluhan cahaya menyerang secara berurutan tanpa mengepung tubuh lawan.
Melihat serangan lawan kali ini sangat berbahaya,perbol segera berlari kedepan sambil menundukkan kepalanya.
Dia berlari dibawah ratusan anak panah yang berada diatas kepalanya.Dan...
Bukkkkk....
Perut Gongshu dengan telak dihantam amukan badak perbol.membuat tubuh kurusnya terpental beberap meter kebelakang.
Melihat tetua klan api terjungkal,keenam pengawalnya segera menyerang perbol secara serempak.
" Habisi Dia !" Teriak Gongshu sambil berusaha bangkit berdiri.Perutnya terasa panas dan mulas.
__ADS_1