
Sementara itu didalam Goa,Qiang suyon mendengar dengan jelas semua yang pembicaraan mereka.Hatinya merasa was2,Dia cemas memikirkan Tabib muda yang tak kunjung siuman.
" Aku harus bagaimana,Tabib muda ? Pergi keTempat Siluman laba2 atau tetap menunggu mereka ?" Tanya nya didepan tubuh lukita.
Tubuh lukita tetap diam tak bergerak,hanya dadanya terlihat turun naik pertanda jantungna masih bekerja.
" Apa yang harus aku lakukan ! Sungguh aku tak berguna !" Ucap Suyon memaki diri sendiri.Lalu berjala hilir mudik kebingungan.
Kita kembali kemedan pertempuran,semua orang memandang keatas,masing2 pihak,berharap untuk menang.
Tiba2 dari atas langit meluncur dengan cepat benda yang sangat besar,menghantam pepohonan hingga melesak masuk kedalam tanah.
Booooommmmm....
Daun2 yang berserakan ditanah terbang tak tentu arah.Menutupi pemandangan kedua belah pihak.
Sekejap kemudian,hawa disekitar hutan beringin menjadi sangat dingin.
" Ehhh....cuaca tiba2 menjadi dingin ! Apakah Klan Salju juga Datang ketempat ini ?" Seru Ketua Zhang sambil mengerahkan tenaga dalam untuk menghilangkan rasa dingin dikulitnya.
" Apakah ayah merasakan hawa dingin saat ini ?" Tanya lie weida sambil menggosok2 kedua telapak tangannya.
" Ya...mungin benda besar yang jatuh itu menyebarkan hawa dingin ini !" Jawab Ketua Lie,pandangannya menatap tajam kearah tanah yang berlubang.
Yuan ruo segera melompat mendekati lobang seukuran tiga langkah kaki,begitu tiba,kepalanya melongok kebawah.Matanya tiba2 melotot tak percaya.
Melihat Gadis buruk rupa terkejut sampai melototkan matanya,Sheng jie menjadi penasaran, ingin segera melihat benda apa yang jatuh tersebut.Dia segera berkelebat mendekat,begitu juga Panglima lhe musin,dari atas kudanya segera melompat mendekat.
Ketua Zhang,serta ketua lie juga tak ketinggalan,membuat sisi lubang dipenuhi oleh kedua belah pihak.
Begitu melihat kedalam lobang,semua orang sama terkejut seperti Yuan ruo,Panglima lhe musin sampai menutup mulut menahan suaranya agar tak keluar.
Mereka semua melihat tubuh Pendeta Dalai lama dalam keadaan membeku.Mulut menganga lebar,mata melotot,dan perut buncitnya keluar dari balik pakaiannya.Seluruh tubuhnya terbungkus oleh Es,mirip mainan yang disimpan didalam kaca yang bening.
" Tabib kecil !... Tabib ...Turunlah ! Kau sungguh hebat !" Seru Yuan Ruo sambil tertawa lepas.
" Behhhh...tak perlu memujiku,aku juga akan turun ! Bagaimana Mainan baruku ? Bagus kan ?" Seru perbol dari atas pohon,lalu segera turun didekat Yuan ruo.
" Hahahaha...Kau hebat Tabib kecil !" Seru Yuan ruo,Sambil memeluk Perbol dengan erat.
" Uhhh...ahhhh....! Lepasin ! Kau membuatku tak bisa bernapas !" Seru perbol sambil mendorong tubuh Yuan Ruo menjauh dari dirinya.
__ADS_1
" Ihhhh....kau ini menyebalkan ! tak bisakah kau membuat senang sejenak !" Gerutu Yuan ruo sambil melotot.
" Dengar baik2,aku merasakan hawa siluman dari Sastrawan itu,Sebaiknya kita cepat pergi dari sini !" Bisik perbol lirih.
" Tak mungkin ! Kalau aku pergi,mereka akan Curiga.Lagi pula aku tak ingin dikatain pengecut.Sebaiknya Kau cepatlah bawa tabib keempat Siluman laba2." Bisik Yuan ruo pula.
" Cepat Angkat Tubuh Pendeta Dalai lama !" Teriak Panglima Lhe musin pada anak buahnya.
Sepuluh orang prajurit segera datang dan turun kebawah,namun tubuh mereka semua menggigil kedinginan.Melihat hal itu,Panglima lhe musin segera memerintahkan mereka untuk naik kembali.
" Tuan Sheng jie,bisakah kau mengangkat tubuh Tuan Khan ?" Seru Panglima lhe dengan sungkan.
Tanpa berkata Sastrawan berwajah tampan segera berkelebat turun,lalu dengan mudah dia mengangkat tubuh Pendeta Khan naik keatas.Begitu sampai diatas,dengan terburu2 dia melepaskan Tubuh yang terbungkus es hingga menggelinding ditanah.
' Es ini sangat dingin,bahkan sangat cepat menjalari tanganku !" Bathin Sheng jie terkejut.
" Panglima lhe,sebaiknya kita mundur dahulu !" Tiba2 Ketua Zhang berkata ketika melihat tubuh Pendeta Khan yang membeku terbungkus es.
Panglima lhe musin berpaling menatap wajah ketua klan api,mimiknya terlihat tak senang.
" Hohoho...Ketua Zhang,apa kau tak memandangku ! Aku belum bertarung dengan gadis buruk rupa !" Sahut Sheng jie sambil mencibir sinis.
" Mengalah bukan berarti kalah,Tuan sheng." Jawab ketua Zhang lagi.
" Tuan Sheng,silahkan !" Serunya kembali.
" Hohoho...terima kasih Panglima ." Ucap Sheng jie,lalu berbalik badan menatap Yuan ruo yang kebetulan menatapnya.
" Ayo kita selesaikan segera !" Sahut Yuan Ruo pula,dia maju beberapa langkah,hingga mereka saling berhadap2an.
" Sayang wajahmu buruk,kalau cantik lebih baik kusunting jadi gundikku !" Seru Sheng jie sambil menjilat bibirnya sendiri.
Sontak saja wajah Yuan Ruo merah padam,tanpa berpikir panjang dia langsung menyerang sastrawan tampan didepannya.Tak tanggung2 dia langsung menggunakan jurus mematikan,Kumbang terbang menebar bunga surga.
Cahaya kuning terlihat beterbangan mendekati tubuh sheng jie,namun sastrawan tampan itu tak merasa panik dan takut.Tangannya meraba sesuatu dari balik Jubahnya yang longgar.Sebuah payung hitam dengan cepat mengembang dan berputar laksana kincir,menghalau seluruh cahaya kuning yang beterbangan hingga berpencar tak tentu arah.
Yuan ruo terkejut,bagaimana mungkin jurusnya dengan mudah dipatahkan lawan.Tak mau berlama2,Dia segera mencabut cambuk dari balik pakaiannya.
Cetarrrr....Cetarrrr....
Suara Cemeti kembar meliuk2 diudara,lalu menyerang bagian kepala kaki sheng jie sekaligus.
__ADS_1
Sheng jie segera melompat mundur puluhan langkah untuk menghindari serangan lawan.Kemudian tangan kirinya mengambil senjata pamungkas yaitu pena yang terbuat dari bulu angsa.lalu mulutnya komat kamt membaca mantera,tangannya bergerak seperti menggambar sesuatu.
Bussssss....
Tiba2 asap putih muncul ditengah2 mereka,dan menjelma menjadi beruang putih sebesar 5 kali manusia.
Gerrrrrr....
Mulut beruang menganga memperlihatkan kuku dan taringnya yang panjang.
Yuan ruo melompat mundur tiga langkah,mengamati dengan cermat hewan buas didepannya.
" Siluman beruang,pasti dia juga bangsa siluman !" Gumam Yuan Ruo lirih.
" Hohoho...ayo gadis buruk rupa ! Lawan lah pEliharaanku!" Teriak Sheng jie tertawa bangga.
Yuan ruo menjadi panas hati,dengan melompat tinggi keudara,pecut ditangannya segera bergerak menyerang beruang jadi2an.
Tarrrrr....tarrrrr...
Tubuh beruang putih tak bergerak sedikitpun,ujung cambuk yang tajam tak membuat tubuhnya terluka sedikitpun.
" Sial ... ! cambuk ku tak berguna baginya !" Gerutu Yuan Ruo geram.
" Hohoho...kenapa kau diam ! Apa kau mengaku Kalah !" Teriak Sheng jie dari belakang hewan ciptaannya.
" Cuihhhh....tak sudi aku mengaku Kalah !" Teriak Yuan ruo marah.
Tubuhnya segera bergerak cepat melompati Beruang,Yuan bermaksud menyerang langsung Sastrawan tampan dengan cambuknya.
Namun tiba2 beruang Putih telah berada Kembali didepannya.melindungi tubuh Sheng jie
Gerrrrr.....
Beruang putih mencoba mencakar wajah Yuan dengan cepat.
Mau tak mau Putri Silumana Kera putih segera melompat mundur menjauh.
" Gunakan pikiranmu ! Anggap saja dia bukan seekor beruang !" Seru perbol dari belakang.
" Mana mungkin ! Jelas2 dia itu beruang !" Jawab Yuan ruo geram.
__ADS_1
Beruang putih kembali menyerang Yuan Ruo, Gerakan beruang nengikt