Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Nenek - Nenek Sexy


__ADS_3

Sementara itu,Dimarkas Istana kerajaan yang berada dipinggir hutan.Didalam tenda maharatu telah ditata dengan khusus.Dua buah kursi saling berhadapan dengan sebuah meja kecil ditengahnya.


" Apakah ramuan itu telah kau siapkan,Resi ?" Tanya Sang Ratu dengan senyum liciknya.


" Sesuai perintah,ratu Wu.Aku juga telah mencampur dengan Ramuan yang diberikan Raja Kegelapan." Jawab Resi Kepala Pengawal sang ratu.


" Bagaimana menurutmu ? Apakah rencana ini akan berhasil ?" tanya sang ratu sedikit ragu dengan keputusannya.


" Aku tidak bisa memastikannya,Ratu.Dia adalah seorang Tabib Sakti menurut yang aku ketahui.Mungkin Ramuan Ini tak akan terlalu berpengaruh padanya." Jawab Resi sejujurnya.Dia bisa menyimpulkan bahwa seorang tabib pasti mempunyai Sesuatu yang Istimewa ditubuhnya.


" Kau meragukanku,Resi ? Bagaimana dengan Ramuan dari Yang Mulia Raja kegelapan ? Apakah kau juga meragukannya ?" Tanya sang ratu merasa tak senang.Dia paling benci kalau sesuatu hal yang direncanakannya tak mendapat dukungan.Seandainya sekarang mereka diistana,dan yang meragukannya hanyalah seorang menteri biasa,dia pasti telah menjatuhkan hukuman padanya.


" Untuk itu,karena Yang Mulia Raja Kegelapan memberikan tambahan,aku menjadi lebih yakin akan membuat Tabib itu merasakan Pahitnya kehidupan setelah meminumnya." Jawab Resi dengan wajah serius.Dia sedikit mengetahui bahwa Raja Kegelapan sangat ditakuti oleh beberapa Dinasti hingga saat ini.


" Bagus,aku senang mendengarnya.Kalau sampai rencana ini berhasil,aku akan menjadikan dirimu Panglima Utama Dikerajaan,menggantikan Pengkhianat Lhe musin !" Seru sang ratu sambil melirik kearah Resi Lei Xijeng.


Wajah Resi lei Xijeng berubah drastis,Perasaan bangga sekaligus bahagia tak mampu menutupi perubahan wajahnya.Dia langsung Menjatuhkan diri berlutut dan bersujud,


" MahaRatu,Terima kasih atas Pemberian yang tak ternilai harganya bagi hidupku yang tua ini." Ucapnya dengan suara yang bergetar.Perasaan Haru dan bahagia membuat dirinya tak mampu menahan gejolak dihatinya.


" Hahahaha...Kau pengawal pribadiku yang paling setia,sudah puluhan tahun kau mengikutiku.Namun,kau jangan senang dulu,kau harus memastikan,Rencanaku kali ini harus berhasil !" Ucap Ratu Wu ling tertawa,dadanya yang besar sampai ikut terguncang.


" Baik Maharatu,aku akan berjaga dipintu masuk.Apabila Ratu gagal membujuknya untuk meminum ramuan itu,aku akan menerobos masuk untuk memastikan Dia harus meminumnya !" Seru Resi Lei Xijeng sungguh2.bagaimana tidak,menjadi Seorang Panglima utama bukanlah hadiah yang kecil.Seumur hidupnya Mungkin Kesempatan ini satu2nya diakhir hayatnya.Mana mungkin dia akan menyia2kan hadiah terbesar pada kehidupannya saat ini.


" Bagus ! Kau harus memastikan Hal ini harus terjadi,walau nyawamu yang menjadi taruhannya !" Ucap Ratu Wu ling dengan tegas dan berwibawa.


" Sekarang pergilah,persiapkan semua dengan baik ! Jangan sampai ada kesalahan sekecil apapun !" perintah Ratu Wu ling kembali.


" Baik Maharatu !" Lalu Resi Lei Xinjeng segera beranjak keluar dari tenda.


Setelah kepergian Pengawalnya,ratu Wuling segera membersihkan diri,untuk bersiap bertemu dengan tabib muda.Dia sudah berencana,akan berhias secantiknya,memakai Pewangi yang bisa membangkitkan gairah sexual,dan memakai pakaian yang paling indah dan sexy.Sejatinya usianya telah lebih dari 60 tahun,namun karena dia memiliki ilmu Susuk yang didapatnya dari kenalan Resi Lei Xijeng membuat wajah dan tubuhnya seperti wanita yang masih berusia 30an.Dengan Posisinya selama ini,hal apapun yang tak mungkin,bisa didapatnya dengan mudah.


Dihalaman markas Klan Api terlihat tiga ekor kuda yang gagah Sedang menunggu penunggangnya.


Dari dalam Aula terlihat tiga orang berjalan keluar,diiringi oleh orang2 dengan wajah serius.


" Tabib muda,Kami berharap Perundingan ini berhasil sesuai dengan keinginan kita semua." Ucap Kakek Fa Tetua Dari Klan Salju.


" Mudah2an sesuai dengan apa yang kita harapkan,Tetua Fa." Jawab Lukita sambil berbalik badan menghadap kakek fa,mereka telah tiba dihalaman Markas klan api.


" Tuan tabib,hati2 dengan Ratu Wu ling,Dia seorang yang kejam dan licik !" Seru Panglima Lhe musin mengingatkan.


Lukita hanya mengangguk kan kepalanya,lalu tersenyum,terlihat dirinya sangat tenang sekali.


Tatapannya melihat semua orang,lalu terhenti ketika melihat keArah Xiang Shouyun yang berdiri berdekatan dengan Ren Xueshan.


Wajah Xiang Shouyun terlihat merona tatkala mereka bertemu pandang,bibirnya bergerak2 ingin mengatakan sesuatu,namun tak ada kata2 apapun yang keluar dari bibirnya yang mungil.


" Baiklah Saudara sekalian,kami berangkat sekarang !" Seru Lukita,lalu melompat keatas kudanya dengan gerakan yang sangat ringan.


Perbol dan Yuan Ruochong segera ikut melompat keatas kudanya masing2.


" Tabib...ehmm...Tabib kecil ! Hati2,jangan membuat masalah !" Teriak Xiang shouyun tiba2, dengan wajah sedikit terlihat cemas.


" Hahahaha...Aku tau...aku tau...! Jangan Khawatir,aku tak harus menjaganya !" jawab perbol sambil tertawa dengan keras.Dia tau,ucapan Nona Xiang sejatinya untuk siapa.


Wajah Xiang shouyun kembali terlihat memerah,tangannya terlihat memilin2 ujung bajunya sendiri.Rambutnya yang panjang berwarna Keemasan berkibar ditiup angin.Hatinya merasa kecemasan yang tak biasa,dia merasa akan ada musibah yang akan diterima mereka bertiga.


Lukita Segera menghentakkan kakinya keperut kuda,sehingga kuda segera melesat keluar dari Markas Klan Api.


Setelah kepergian Lukita,perbol dan Yuan ruochong,orang2 segera kembali masuk kedalam aula.


Melihat kesempatan ini,Ren Xueshan Segera menyapa Xiang Shouyun.

__ADS_1


" Nona Xiang,malam ini sepertinya sangat cerah.Ditaman belakang aku melihat ikan2 Koi yang baru diberikan makan.Mereka terlihat sangat cantik dan indah." Serunya dengan suara yang lembut.


" Aku...aku ingin sendiri malam ini.Maaf Tuan Muda." Jawab Xiang Shouyun menolak dengan halus,dia mengetahui maksud ucapan dari Ren Xueshan.


Tiba2 SanXhue datang diantara mereka,lalu memegang tangan Xiang shouyun dengan erat.


" Kak,Aku ingin melihat kolam ditaman.Temani aku ya...Sebentar aja !" Rayu SanXhue sambil menempelkan wajahnya kebahu Xiang Shouyun.


" Aku...


" Ayolah Kak...Hanya malam ini,aku janji ga akan mengganggu Kakak lagi setelahnya." Belum sempat menolak, SanXhue tak mau menyerah,dia terus berusaha merayunya.Dia tau,malam ini kesempatan yang baik buat kakaknya Ren Xueshan untuk berdua dengan Xiang Shouyun.


" Hmmm...baiklah,Hanya malam ini ya,Gadis Manja !" Seru Xiang Shouyun sambil menebarkan senyum nya.


" Aaahhh...terima kasih kakakku yang paling cantik sedunia ...." Seru ShanXue dengan gembira.


" Uhhhh...Gombal !" seru Xiang Shouyun sambil mencubit pinggang Adik ren Xueshan dengan gemas.


Mereka berdua segera berjalan masuk kedalam untuk ketaman bagian belakang Kediaman Markas Klan Api.


Selama Peperangan,seluruh kediaman markas Klan Api menjadi Markas utama Panglima Lhe musin dan Prajuritnya.Beruntungnya,markas dan Halaman utama maupun belakang sangatlah luas,mampu menampung ribuan orang para pendukung Panglima Lhe.


Sementara para pendukung Panglima lhe masih menanti kabar dari tabib muda,mereka terus berdiskusi tentang apa selanjutnya langkah yang akan mereka ambil nanti.


Diluar Gerbang Kota Barat,tiga ekor kuda sedang berlari dengan cepat,terlihat Dibagian belakang,Yuan Ruo membawa bendera utusan.


" Dengar baik2,kalian jangan bertindak apapun sebelum aku memberi perintah !" Seru Lukita dengan tegas.


" Baik,!" jawab mereka berdua bersamaan.


" Apakah Raja Singa Akan muncul bersama Ratu ?" Tanya Perbol merasa penasaran.Hanya Raja Singa yang dicemaskannya,Kalau hanya pasukan musuh,dia yakin,dengan kemampuan mereka bertiga,sudah cukup untung menghancurkan pasukan istana kerajaan.


Sekitar setengah jam mereka tiba diWilayah Pasukan Istana.Mereka segera ditahan oleh ratusan Prajurit bersenjata lengkap.


Tabib muda beserta sahabatnya segera menarik tali kekang kuda masing2.


" Kami Utusan dari Panglima Lhe Musin !" Teriak Yuan Ruochong sambil maju memperlihatkan Panji ditangannya.


" Siapa Tabib muda ?" Tanya Komandan dengan suara yang tegas,Sikapnya sangat mendominan,karena sudah terbiasa berperang.


" Akulah Tabib Muda," Jawab Lukita Sambil melangkah kan kuda dengan perlahan.


" Kalian harus meninggalkan senjata kalian disini !" Teriak Komandan Pasukan dengan tegas.


" Kami tak membawa senjata,kalian boleh memeriksa kami !" Jawab Lukita dengan suara yang tenang.


" Turunlah !" perintah sang komandan.


Mereka bertiga segera melompat turun dari atas kuda,lalu berdiri berbaris.Posisi Ditengah adalah Lukita,disebelah Kanan adalah Sahabatnya Perbol,dan disebelah kiri Yuan Ruochong berdiri sambil memegang Panji Utusan.


Komandan Segera memberi perintah anak buahnya untuk memeriksa barang bawaan ditubuh Ketiga Utusan,sedangkan Yuan Ruo yang seorang wanita,diperiksa oleh prajurit wanita juga.


Setelah diperiksa,mereka tak menemukan sesuatu yang berbahaya.Komandan langsung memimpin mereka untuk masuk kedalam Dengan.Setelah itu mereka berempat terlihat sedang berkuda menuju tenda Yang sangat mewah ditengah2 lapangan.


" Jumlah pasukan dan alat perang mereka sangat lengkap dan banyak.Bahan makanan mereka juga terliha berlimpah !" Ucap Perbol dengan bahasa telepati.


" Tenda2 disebelahnya pasti tenda para menteri ! Dan Tenda Utama adalah yang berada didepan kita." Jawab Lukita dengan bahasa telepati yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.


Mereka tiba didepan tenda yang sangat besar dan megah,terlihat 50 pengawal dengan pakaian berbeda dari prajurit.Mereka adalah para pendekar sakti bayaran Sang ratu Wuling.


" Berhenti !" Cegat Resi Lie Xinjeng,malam ini dia terlihat sangat gagah dengan Jubah Hijaunya.


" Lapor Tuan Resi,mereka bertiga adalah Utusan Panglima Lhe musin." Seru Komandan pasukan setelah melompat turun dari kudanya.

__ADS_1


" Baiklah,Tugasmu telah selesai ! Kembali lah kebarisan terdepan !" Jawab Resi Lie Xinjeng dengan tegas dan berwibawa.


Komandan pasukan segera kembali keposisinya dengan segera.


" Siapakah Tabib muda ?" Tanya Resi Lie Xinjeng sambil menatap mereka bertiga.Dia belum pernah bertemu dengan mereka,namun dia sangat jelas melihat seorang wanita sedang memegang Panji,seorang lagi Laki2 Bertubuh kecil dan berambut Gimbal dan yang ditengah wajahnya tak terlihat jelas,karena tertutup oleh jubah panjang kebawah lutut,dan kepalanya tertutup oleh jubah seperti topi.


Lukita segera melompat turun dari kudanya,


" Akulah Tabib Muda ! Dimana Sang Ratu ?" Tanya lukita tanpa berbasa basi lagi.


Resi Alis putih tertegun sejenak,mendengar kata2 yang sangat tenang,dia yakin,pemuda didepannya adalah Tabib Muda itu.


" Aku akan memeriksamu,maaf ini sudah ketentuan untuk masuk kedalam tenda Maharatu." Ucapnya Dengan Tegas namun terdengar berwibawa.


" Silahkan !" jawab lukita,Sambil merentangkan kedua tangannya.


Resi Lie Xinjeng segera memeriksa Seluruh tubuh Lukita,dan dia memang tak membawa apapun ditubuhnya.


" Penutup kepalamu harus dibuka ! Maharatu tak menyukai Wajah tertutup !" Serunya memberi Peringatan.


" Baiklah !" Lukita segera menurunkan Penutup kepalanya kebelakang.


Terlihat Wajah lukita dipenuhi oleh Sisik - Sisik seperti ular,wajah Resi Lie Xinjeng terkejut,kakinya tanpa sadar mundur selangkah.Dia merasakan kengerian dihatinya,baru ini sorang Pria bisa hidup dengan kondisi yang aneh.


" Baiklah,ayo ikut aku masuk kedalam ! Yang lain,silahkan menunggu diluar !" Ucapnya dengan tegas,lalu berbalik badan dam melangkah masuk kedalam tenda.


" Utusan telah tiba Maharatu ?!" Serunya ketika sudah masuk kedalam tenda.


" Bawa Masuk dan keluarlah !" Perintah Ratu Wu ling yang berada didalam ranjang yang besar dan tertutup kelambu.


" Silahkan Tabib !" Ujarnya,lalu segera keluar tenda dan berjaga didekat pintu masuk dengan kedua tangan berlipat didepan dada.


Lukita melangkah masuk kedalam,seketika hidungnya mencium aroma wangi yang membuat seluruh indera nya menjadi waspada.


" Aroma ini sangat tak biasa !" Bathin Lukita,namun kakinya terus melangkah maju.


" Kau sudah datang ? Duduklah Dahulu,aku baru selesai Mandi !" Terdengar suara yang sangat lembut dari balik Kelambu.


Lukita tak menjawab,dia lantas duduk dikursi yang telah disediakan.Terlihat beberapa hidangan mewah telah tersedia diatas meja.


" Aroma ini bisa membangkitkan gairah ! Wanita ini pasti berotak mesum !" Naga Langit berbicara didalam pikiran Lukita.


" Hanya Aroma biasa ! Tak akan Berpengaruh pada Kita !" Yang menjawab adalah Naga Bumi didalam tubuh lukita.


" Tuan,Hati2lah pada hidangan,aku yakin sesuatu pasti telah dicampur kemakanan dimeja !" Naga Air ikut mengingatkan.Mereka berkomunikasi melalui pikiran tabib muda.


" Bagaimana Saranmu Naga salju ?" Tanya naga Api pada Naga wanita satu2nya diantara mereka berlima.


" Buatan manusia tak akan bisa menyakiti Tuan kita,Kalian Tenanglah !" Jawab Naga Salju dengan suara yang lembut.


" Bagaimana dengan Buatan Raja kegelapan ?" Tanya Lukita didalam pikirannya.


" Salah satu dari kami,Harus ada yang berkorban Tuan ." Jawab Naga Salju dengan sungguh2.


Tiba2 kelambu terbuka,terlihat kaki putih dan mulus sampai kepaha keluar dari ranjang.Perlahan tubuh Sang Ratu berdiri dengan anggun.Pakaiannya terbuat dari sutra,dengan kain penutup yang hanya mampu menutupi setengah bukitnya,hingga belahan keduanya sangat jelas terlihat.Belum lagi bagian bawahnya yang tembus pandang,dengan samar memperlihatkan aurat terlarangnya.


Lukita Tertegun sejenak melihat pemandangan indah didepannya,tanpa sadar matanya terus menatap kedepan tanpa mampu untuk berkedip.


Sebagai seorang Laki2 yang berjiwa muda dan belum menikah,sudah sewajarnya Tabib muda menikmati keindahan ciptaan Sang Tian.


" Tuan,jangan terpesona dengan tubuh luarnya,Sejatinya Wanita itu sangat tua dengan tubuh penuh keriput !" Terdengar suara Naga Salju didalam pikirannya.


" Uhukkk...Uhukkk...!" Lukita terbatuk,mendengar ucapan Naga salju.

__ADS_1


__ADS_2