Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Adu Gesit


__ADS_3

Update Again Reader


Suasana kota goangzao yang tadinya tenang,Sekarang menjadi ramai,terlihat orang2 berbondong2 melihat peristiwa yang terjadi.Mereka melihat 2 orang laki2 sedang berdiri berhadapan dengan 4 orang berpakaian gelap dan bercadar.


Suasana malam yang hanya disinari cahaya bulan sabit tak mampu memperlihatkan wajah2 mereka dengan jelas.


Disatu sisi,asap dan debu berterbangan,diatas tanah terlihat lobang yang terbentuk dari benda yang jatuh kebawah.


" Ibu,orang2 telah ramai berkumpul disini,sebaiknya kita kembali saja.Tolong jangan diteruskan," Shi la kembali mendekati dan menarik2 tangan ibunya


" Diam lah,Itu lebih baik,siapa saja yang berani berurusan dengan Perguruan Siluman dara putih akan mati !" Bentak nya,sambil mengibaskan tangan yang dipegang oleh putrinya.


" Maaf Nyonya,Kalau tidak salah,anda pasti Siluman ratu yang ada dipenginapan.Dan Sepertinya putri anda adalah Gadis yang telah bertemu dengan kami diperjalanan." Lukita kembali mencoba berbicara.


" Hehhh...Akhirnya kau mengakui,Telah berani melukai sekaligus menyentuh Putriku !" Bentak Jing Nuwang Garang


Lukita tak segera menjawab, menarik napas dalam2,Lalu Mendekati tanah yang berlobang.


Dari dalam lobang,dia menarik tubuh perbol yang melesat masuk kedalam tanah.dengan cepat dan singkat,menotok syaraf2 penting ditubuh sahabatnya yang masih utuh tanpa luka sedikitpun.


" Bangunlah Sobat !"


Dengan perlahan2 dada perbol mulai terlihat bergerak dan matanya kembali terbuka perlahan2.Tubuhnya dipenuhi Debu,Persis foto anak kecil yang tercebur kedalam lumpur.


" Bagaimana keadaanmu, Sobat ?" Lukita bertanya,Namun wajahnya tak dapat menahan senyum melihat ujud punggawanya.


" kau khawatir dengan keadaanku atau ingin menertawaiku !" Perbol menggerutu sambil mengibas2kan tangan membersihkan seluruh tubuhnya.


Mereka berdua tak menyadari,beratus2 mata memandang dengan heran dan takjub.Apalagi jing nuwang dan murid2nya.


^^^'Sialan,mereka manusia atau bangsa siluman !' Jing nuwang benar2 tak habis pikir,setelah jarum Kalaputihnya tak berarti apa2,Kini Jurus Selendang Siluman Menghancurkan Gunung Yang terkenal mampu mengancurkan bukit padas sekalipun tak mampu melukai lawanya.^^^


" Suhu,Bagaimana mungkin Dia masih hidup dan tak terluka sedikitpun ?" Tanya ah hwa pada suhunya dengan mata yang masih melotot keheranan.


" Pantas saja aku dengan mudah dikalahkan oleh mahluk cebol itu,Selendang ibu sekalipun tak mampu melukainya." Gumam Shi la yang tak kalah heran,sampai2 bulu kuduknya merinding.


" Apa Maksud ucapanmu,Shi la ?" Tanya Jing Nuwang penasaran mendengar ucapan putrinya.


Shi la lalu menceritakan semua kejadian sewaktu mereka menghadang dan bertemu dengan kedua tabib tersebut. Shi hwa juga mau tak mau menceritakan awal pertama mereka bertemu didalam kapal Jung Ho.


Sementara itu,Canghy yang baru pertama kali turun gunung,Semakin kagum dengan kedua tabib teman barunia, apa yang dilihatnya sendiri membuktikan,mereka benar2 bukan tabib sembarangan.


Disebelah lain Thio san dengan wajah yang sangat sumringah melihat peristiwa itu.


" Lihatlah Tuan Jhi,Mereka seperti dugaanku,Bukan tabib sembarangan,Jauh2 dari sebrang Tak mungkin mereka hanya berbekal ilmu pengobatan semata." Thio san mencoba menjelaskan isi kepalanya


" Kau benar tuan Thio,Seandainya mereka mau selamanya menjadi keluargaku,Pasti usaha ku akan semakin maju dan aman." Gumam Tuan Jhi pula.


Disisi lain,seorang gadis menghentak2kan kakinya ketanah,


' Bagaimana mungkin aku membalas mereka,Jelas2 Jing Nuwang sendiri tak mampu melukai,apalagi hanya aku seorang.' Gumamnya seorang diri,


' Kakak memang benar,mereka sebenarnya orang baik, Juga rendah hati,Sebaiknya,Aku ikuti saran kakak.' Ah lam mulai membuang jauh2 perasaan marah pada kedua tabib tersebut.

__ADS_1


Kita kembali ketokoh utama


Lukita berdiri tegap dengan perbol,Canghy juga ikut berdiri dibelakang mereka.Lukita sendiri telah mercerna sumber masalah.Dan dia telah menjelaskan semua pada sahabatnya.


" Sobat,Tindakan mereka pada kita sudah kelewatan,Sebaiknya kita beri mereka pelajaran." Seru perbol yang emosinya belum reda walaupun sudah diingatkan sahabatnya.


" Tenanglah Kawan,Tujuan kita masih jauh,masalah tidak perlu diperbesar.Kita sudahi saja,Biar Orang2 yang menilai baik buruk seseorang." Jawab lukita dengan tenang.


Lukita yang mendengar semua obrolan Jing nuwang,Putri dan muridnya dengan sabar menunggu.


terlihat jing nuwang mendengar penjelasan Shi la dan shi hwa dengan serius.Sesekali dia manggut2,Dan melirik kearah posisi lawan.setelah mendengar semua cerita putrinya,Jing nuwang berbalik arah,kembali berdiri berhadap2an dengan lukita Cs.


" Bagaimana Nyonya,Kita sudahi kesalah fahaman ini ." Lukita mendahului berbicara


" Xixixixi...Setelah mendengar penjelasan putri dan muridku,Sepertinya ini memang salah faham.Namun,Aku juga penasaran,Apa kalian tak ingin membalas perbuatanku pada kalian barusan ?" Tantang Jing nuwang,Sebenarnya rasa gengsinya didepan banyak orang yang membuat dia sedikit angkuh.semua itu untuk menutupi kekurangannya sendiri.


" Melukai mereka saja Nyonya tak mampu,Bukankah sudah sangat jelas,Kedua tabib sahabatku memang lebih lihay dan hebat dari Nyonya ." Seru Canghy tiba2 Dari belakang lukita.Membuat lukita menoleh dan Menegur Sahabat barunya tersebut agar diam dan tak ikut campur.Canghy Segera meminta maaf pada lukita,Dan diam menundukkan kepala,Sejujurnya,Dia hanya ingin mencoba membantu,Namun ucapanya meluncur begitu tanpa sengaja.


Xixixi...


" Benar mereka memang lihay dan hebat,Tapi dari murid2ku,Bukan lebih hebat dariku." Seru Jing Nuwang dengan santai,Dia merasa lawannya bukan apa2,Usia mereka juga masih muda,Tak mungkin kemampuan mereka melebihi kemampuan dan pengalamannya.


" Coba Buktikan,Kami pingin Lihat !" Teriak Suara2 dari kerumunan


" Maaf Nyonya,Kami perantau dan sedang mengemban misi dari eyang guru kami,Jadi,Kami tak ingin mencari permusuhan dengan siapapun,dan kami ingin menyudahi masalah kita Sampai disini." Ucap lukita sambil menjura hormat


Jing Nuwang sendiri merasa kaget dengan jawaban Tabib gundul,Hatinya tersentuh mendengar ucapan lawannya.' pemuda ini sangat mulia hatinya!'Hmmm Gurunya tentu orang yang hebat,Bisa membuat muridnya sangat baik dan berbudi luhur.


Xixixixi...


" Betul,Ayo buktikan siapa yang lebih hebat !" Kembali terdengar teriakan dari orang2


Perbol yang sedari tadi menahan emosinya,Tiba2 melompat Maju kedepan.


" Sahabatku tak ingin keributan disini,Namun Aku juga penasaran,Seberapa Hebat Orang2 yang ingin melihat kehebatan orang lain." Seru Perbol dengan Lantang.


Suasana yang tadi nya ramai,Tiba2 Kembali sunyi dan tenang.


Xixixixi..." Apa ucapanmu kau tujukan padaku.? Kau ingin membalas semua perbuatanku tadi ?" Jing Nuwang maju melangkah mendekati Perbol


" Ucapanku berlaku buat siapa saja,Yang merasa tidal puas,Silahkan.Kami tak pernah menjual,Tapi,Kami siap jadi pembeli." Ucap perbol dengan gagah berani,Dari nada bicaranya,seperti tak ada rasa takut pada siapapun.


Xixixixi..." Tabib,Sebenarnya aku penasaran,Siapa yang lebih hebat dari kalian berdua.Terlanjur basah,Pertempuran Kita telah menjadi Tontonan buat mereka.Sebaiknya,Kita lanjutkan 10 jurus saja,untuk menentukan pemenangnya.Apakah Kalian bersedia ?" Tantang Jing Nuwang kembali


Lukita menarik napasnya dalam2,Sejujurnya dia sangat enggan menjadi tontonan orang2,Namun dia sepertinya merasa,Tradisi negri ini memang seperti ini.


" Sobat,Mundurlah! " Lalu segera berjalan dengan tenang ketengah keramaian.


perbol sebenarnya sangat geram,Ingin membalas perbuatan jing nuwang padanya,Juga ingin memperlihatkan kehebatanya didepan semua orang.namun dia tak mau membantah perintah rajanya.dengan sekali lompat,Dia telah kembali dan berdiri persis ditempat lukita berdiri.


setelah sampai didepan jing nuwang,Lukita lembali menjura hormat.


" Baiklah Nyonya,Kalau memang Itu Permintaanmu." Ucap lukita sambil tersenyum

__ADS_1


" xixixixi...Kalian memang Pendekar,Ayo kita mulai ."


" Silahkan Nyonya " Lukita bersiap2 sambil melipat kedua ujung bajunya sampai kesiku.


Kali ini jing nuwang tak ragu2 lagi,Dia mengerahkan setengah kekuatan tenaga dalamnya.ingin secepatnya melumpuhkan lawannya.


" Awassss...!" Teriak nya,Laksana Kapas yang melayang diudara tubuhnya bergerak sangat cepat menyerang dengan tendangan kearah ulu hati lawan.


Sedikit terkejut dengan kecepatan lawan,Lukita segera berkelit menghindar kesamping kiri.Namun ternyata,Tendangan ke ulu hati hanyalah tipuan,Serangan yang sesungguhnya adalah pinggang kirinya.


Xixixixi...


"Kena Kau !" Teriak Jing nuwang sangat yakin


Wussshhh...


Tendangan jing nuwang seperti tak menemukan sasaran,Bahkan lawan didepannya seperti hilang tiba2.


" Suhu, Selendangmu !" Teriak Murid2nya secara bersamaan.


Clingukan Jing nuwang mencari2 selendang yang melingkar dilehernya.


" Maaf Nyonya,Aku telah lancang meminjamnya sebentar." Tiba2 Lukita Sudah berdiri dibelakang jing nuwang.


Secara reflek Jing nuwang berbalik arah


" Ehhh...Kau...!" Dengan mata melotot dan kaget,Dia melihat selendang telah berada ditangan tabib gundul yang tersenyum2 melihatnya.


' Bangsat,Bagaimana selendangku bisa diambilnya !' Pikir jing kesal


" Sudah 1 jurus nyonya,Silahkan lanjutkan kembali." Ucap lukita,Lalu menyerahkan Selendang ditangannya.


Tiba2 terdengar tepuk tangan seseorang, Dan tak lama kemudian Orang2 yang menonton semua ikut bertepuk tangan dengan meriah.


Kesal mendengar tepuk tangan,Seolah2 mengejek kemampuan dirinya,Dengan cepat Jing nuwang menarik Selendangnya,Namun dengan cepat pula selendang itu menotok jalan darah ditangan lawannya.


Sebenarnya,Lukita terkejut dengan serangan tiba2 itu,Namun apabila dia ingin menahan dengan jubah naganya,Totokan itu tak akan berhasil.Disatu sisi,Dia tak ingin terlihat hebat,Dengan sengaja,Dibiarkan dirinya tertotok dan diam mematung.


Xixixixixi...


Jing nuwang tersenyum sumringah,Dengan cepat dia melilitkan selendangnya dileher lukita.


" Kita seri bukan " Serunya


Lukita yang tertotok hanya diam tak menjawab dan bergerak


Namun tak ada suara tepuk tangan yang terdengar


" Sepertinya kalian semua disini,Hanya ingin melihat JIng Nuwang seorang yang kalah !" Teriaknya tegas namun menahan rasa dongkolnya.


Satu persatu orang2 memberi tepuk tangan,Namun tak semeriah tepuk tangan terhadap tabib gundul.


" Cuihhhh...Cuma bocah yang bertanding seperti kalian !" Tiba2 terdengar suara menggema,Laksana kilat,muncul seorang kakek berbadan besar kepala gundul,Namun didagunya,jenggot yang lebat dan berwarna putih sangat panjang menjuntai sampai dadanya.

__ADS_1


***SIAPAKAH GERANGAN YANG DATANG ?


Waiting...next story***...


__ADS_2