
" Kita sudah ketahuan tabib,Bagaimana Selanjutnya ?" Cong kalang terlihat cemas
" Kalau tak ada lagi jalan damai,Hanya kekuatan yang bisa menentukan." Ucap Lukita,Lalu bangkit dari duduknya.
" Mereka orang2 Golongan Hitam,Tak bisa Diajak Bicara Baik2,Tabib !" Cung Keling segera beranjak keluar lebih dahulu.
Meja dan kursi rumah makan sebagian terlihat berantakan.Dua Orang laki bertubuh Tinggi terlihat Sedang mengangkat tubuh gendut pemilik rumah makan.begitu melihat cung keling keluar dari bagian dalam,Dia segera melepaskan cengkramannya.Membuat tubuh gendut terhempas menghantam lantai.
" Dimana Kalian sembuyikan Kedua tabib itu !" Bentaknya
" Aku tak Paham apa yang kau maksud !" Jawab Cung keling,dibelakangnya Cong kalang segera melangkah maju kedepan adiknya.
" Kalian berdua PengKhianat ! Tuan Muda KongKhun Akan Memancung kalian !" Bentak Tiang Beng
" Kau Pikir kami takut ! Kalian lah yang pengkhianat ! Kaisar Sudah tau pemberontakan kalian disini !" Bentak Cong Kalang tak kalah tegas.
" Hahahaha...Hanya gara2 dua orang tabib yang dikirim Kaisar,Kalian berani berlagak didepan Kami !" Ejek Tiang Beng Sombong
Buuukkk....Buuukkkkk...
Tiba2 kedua tubuh tinggi menjulang mencelat keluar Rumah makan,Tubuh mereka berdua terhempas dihalaman tanpa tau apa penyebabnya.beberapa prajurit segera bergerak hendak membantu mereka berdiri.
Cong kalang dan adiknya juga terkejut,namun mereka sadar,pasti tabib yang telah menjatuhkan mereka berdua.
" Kita selesaikan Diluar Punggawa." Lukita berjalan melewati kedua punggawa yang masih terpana dengan kejadian didepannya.
" Bangsat ! Siapa yang berani menendang kami !" Teriak Tiangsung seng,Suheng atau kakak seperguruan dari tiang beng,mereka dua bersaudara yang ikut menjadi kaki tangan Beijikong.
" Jagoan Koar2 tak punya kemampuan Berlagak sombong didepan kami !" seru perbol yang juga berjalan berdampingan dengan sahabatnya.
" Cuihhh...Bocah buduk ! besar omonganmu ! tak sesuai dengan tubuhmu !" Bentak Tiang beng geram
" Sobat,Jangan Ikut Bertarung,Luka dalammu akan semakin parah." Bisik lukita pada sahabatnya
" Aku hanya bertarung kata2 dengan jagoan koar2 itu,Sobat !" Jawab Perbol terkekeh,sikapnya tak berubah sedikitpun.
Tiba2 Tiang beng bergerak mencengkram Kearah perbol,
Namun Tangannya dengan cepat ditangkap oleh lukita.Tangan panjang tiang beng tak dapat bergerak,Dia berusaha menarik kembali dengan mengerahkan setengah tenaga dalamnya.Namun tanganya tetap terkunci oleh pegangan lawan.
Melihat Adiknya terkunci oleh lawan,Tiangsung segera bergerak menendang lawan.Namun Kakinya juga tiba2 tertangkap oleh lukita hingga tak dapat bergerak.
Tubuh kedua manusia bertubub tinggi tersebut bergetar,tenaga dalam mereka kerahkan sepenuhnya.Hingga Butir2 keringat sebesar jagung keluar dikening mereka.
__ADS_1
" Cuma segitu kemampuan jago koar2 !" Ejek perbol sambil terkekeh.
" Kalau kalian menyerah,Aku akan melepaskan kalian tanpa terluka." Lukita berkata
" Kalau kau berani,Kita Adu ilmu ! " Teriak Tiangsung sambil meringis kesakitan.
" Masih berlagak didepan kami ! Melepaskan Tangan dan kaki kalian saja tak mampu ! BeijiKong sekalipun akan berlutut didepan kami !" Seru Perbol kembali.
" Kalian,Siapa kalian berdua !" Ucap Tiangsung mulai bergidik takut.
Lukita segera melepaskan cengkeramannya,
" Pergilah ! Laporkan pada pemimpin kalian, Kami tabib dari Nusantara,Akan mengunjungi mereka." Tegas lukita
Bukannya segera pergi,Tiangsung malah Melepaskan Pukulan Kearah Lukita dengan Jurus Andalan Mayat menghisap jiwa dengan seluruh tenaga dalamnya.
Angin menderu sangat kencang,Berbarengan dengan pukulan tiangsung.
Lukita menggelengkan kepala,Dengan Jurus semburan Naga ,Dia menghisap swmua Angin Besar yang menghantam tubuhnya dengan cepat.Lalu menyemburkan kembali angin tersebut dan merubahnya menjadi Naga Angin.
" Hoaaarrrrgghhhh...!"
Naga Angin meliuk2 diudara,Tubuhnya yang kecil perlahan2 menjadi besar dan panjang.
"Kami menyerah...Kami menyerah Pendekar !" Teriak tiangsung bersujud memohon ampun diikuti oleh adiknya tiang beng.
" Kami bukan Pendekar,Hanya dua orang tabib pengembara.Yang tak bisa melihat angkara murka dan penindasan.Kalau kalian bertobat,Kami akan mengampuni kalian semua !" Ucap Lukita dengan lantang.
Orang2 berkerumun,melihat semua peristiwa yang terjadi.Naga Yang masih terbang diudara membuat mereka kembali bersemangat.Penindasan pasti akan berakhir,dengan Hadirnya Dewa Naga,Pikir mereka.
" Hidup Dewa Naga...Hidup Tabib !" Teriak mereka bergemuruh diiringi tepuk tangan yang meriah
Tiba2 Cahaya biru meluncur dengan cepat kearah tabib gundul dan sahabat.
Blaaarrrrr....
Debu beterbangan,2 ekor kuda mati hangus seketika.puluhan prajurit terhambur kesegala arah.Tiangsung dan adiknya tak luput terjungkal bergulingan ditanah.
" Hanya tontonan Sihir buat menakuti bocah sudah berlagak Jagoan !" Terdengar Suara yang menggelegar.
Setelah debu menghilang disapu angin,terlihat pemuda gundul dan tubuh mungil berambut gimbal masih berdiri tegak tak bergeser sedikitpun.
" Naga Angin,Lumpuhkan Semua Musuh !" Teriak Lukita geram
__ADS_1
Naga angin yang berada dilangit segera meluncur cepat kebawah menyerang 3 orang yang baru datang.
Ketiga orang itu adalah pendekar bayaran pengikut beijikong,mereka mendengar keributan yang terjadi dirumah makan.Yang baru melepaskan pukulan bercahaya biru adalah Riong Sang dengan julukan Pendekar Kapak Emas.Dan dua orang dibelakangnya laki2 tua bersorban Pendekar dari tibet, Hoang Ti Jung Atau pendekar Cambuk Ular bersama Kian Julong Pendekar Tendangan Petir.Mereka termasuk golongan hitam yang sering membuat keributan apabila keinginannya tak terlaksana.
Melihat Naga Angin meluncur kearah mereka,Dengan cepat mereka bergerak kesegala arah melesat menghindar serangan.
Serangan naga angin yang Luput sasaran membuat naga itu menjadi marah,Dari Mulutnya menyemburkan Angin puyuh yang sangat kuat,Menyerang ketiga lawan sekaligus.
" Ilmu Sihir,Jangan Terpedaya !" Teriak Hoang ti Jung,dia segera mencabut Cambuk ular yang melilit dipinggangnya.Sambil melompat keatas menghindari Angin Puyuh,Dengan yakin,dia mencambuk kearah naga angin.
Tarrrrr...
Suara cambuk membahana diudara,Bukannya takut,dengan ganas naga angin meliukkan tubuhnya,menangkap ujung Cambuk berkepala Ular,Lalu membawanya naik kelangit.
Hoang Ti Jung sangat yakin bahwa Naga itu hanya Sihir belaka,Dia tak melepaskan Cambuknya,hingga ikut terangkat dan terbang mengikuti naga angin.semakin tinggi dan tinggi,sehingga tak terlihat lagi.Sejurus kemudian,tubuhnya Terjun dari atas tanpa nyawa menghantam bumi.
Riong sang dan kian julong yang sebelumnya percaya kalau naga angin hanya ilmu sihir mau tak mau bergidik seram.
" Serang Pemuda gundul itu !" Teriak Riong Sang Pada Kian Julong.
Jurus Andalan Matahari Membakar Bumi segera dikerahkan Riong,Dengan Sepenuh tenaga dalam.Dia tak ingin gagal,ingin segera membunuh lawannya.
Cahaya Keemasan segera keluar dari kedua tangannya,hawa panas sangat kuat terasa,Orang2 yang tadi nya berkumpul melihat pertarungan,segera berlarian bersembunyi menghindar.
Kian Julong juga mengeluarkan jurus andalannya,Petir Menyambar Gunung Dari tubuhnya keluar cahaya perak yang berkilauan laksana setrum.
Dan dengan bersama2 mereka berdua menyerang Lukita dengan sepenuh tenaga dalam.
Hawa panas yang sangat kuat membuat apapun yang berada 2 meter didekatnya terpental dan hancur,Cahaya Keemasan dan Cahaya perak saling berlomba menuju kearah lukita.
Lukita sendiri menyadari,lawan ingin segera menghancurkan dirinya,
" Berlindung dibelakangku,Sobat !" Bisik lukita pada sahabatnya.Dengan cepat Perbol bergeser dibalik tubuh lukita.
Dengan Cepat Lukita menggunakan jurus Jubah Naga Dan Bulu Emas
Tiga kekuatan bertemu,
Blaaaaarrrrrrr.....Boooooommmm.....
Pemandangan menjadi gelap,debu dan barang2 yang berada 5 meter disekitar pertarungan beterbangan dan berserakan tak tentu arah.Beberapa prajurit ikut terpental dan terluka.Bahkan Kedua punggawa juga Ikut terseret hingga menghantam dinding rumah makan.Jalan yang tadinya ramai,menjadi bersih dan sepi.
" Naga Angin !" Terdengar teriakan Lukita
__ADS_1