
" Maaf Nona,aku tak sengaja !" Lukita dengan segera melepaskan pelukan nya.
" Ehhh...Aku yang seharusnya minta maaf tabib ! Aku ceroboh ! " Ucap Shi la kikuk dengan pipi memerah.
" Sebaiknya Aku segera masuk,nona.Terima kasih sudah bersedia menjaga sahabatku !" Jawab lukita kembali,dan dengan langkah buru2,segera masuk kedalam kamarnya.
Shi la sendiri hanya terpaku tanpa bisa berkata2,kejadian barusan membuat pikirannya kemana2.Hingga Ibunya Nyonya Jing dengan segera,menarik tanganya ikut menyusul lukita.
Walikota beserta istrinya juga ikut segera menyusul masuk kedalam kamar.
" Sobat,Kau telah siuman ? Bagaimana keaadanmu sekarang ?" Tanya lukita,Lalu punggung tangannya ditempelkan dikening perbol.
" Ahhh...Nyawaku sepertinya masih enggan meninggalkan ragaku,Sobat ! Hehehe..." Perbol terkekeh
" Apa yang kau rasakan sekarang,Sobat ?" Tanya lukita kembali,Lalu membantu sahabatnya untuk duduk bersandar diujung pembaringan.
" Sepertinya mustika merah dan hitam sudah berbaur,Diawal kedua mustika tersebut seperti saling menyerang didalam tubuhku.Hawa dingin dan panas saling berganti,Namun tubuhku sepertinya lumpuh semua sobat !" Ucap Perbol,Bibirnya terlihat mencoba untuk tersenyum.
" Aku mengerti,Sobat ! Kita harus segera keUjung barat,Aku yakin,disanalah tempat yang tepat untuk mengobati seluruh penyakitmu !" Seru lukita dengan yakin.
" Terserah kau saja,Saudaraku ! Aku sekarang menjadi Beban Dirimu !" Ucap Perbol sedih
" Hei...Apa yang kau katakan ! Hidup mati kita selalu bersama ! Apa kau lupa janji kita dimasa kecil dulu ?!" seru lukita mengingatkan.
Perbol tersenyum,Tanpa sadar airmatanya mengalir,Seumur hidupnya baru kali ini dia menitikkan air mata.
" Ehhhh...Dasar siluman Bangkotan ! Sudah tua masih juga cengeng !" Ejek lukita tertawa,melihat sahabat dari kecil nya bisa meneteskan airmata juga.
" Aku juga punya perasaan ,BungBot ! Baru kali ini seumur hidupku meneteskan airmata bahagia.Sungguh Anugrah yang tak terhingga,aku dipertemukan oleh sang pencipta dengan dirimu." Ucap perbol kembali
Nyonya jing,Putrinya Shi la juga istri Walikota tanpa sadar ikut meneteskan air mata haru.Melihat kedua sahabat baik didepan mereka.
" Lihatlah ! Gara2 ulahmu ! Nyonya2 dan Nona Jadi ikut menangis !" seru lukita kembali sambil mengelus2 kepala sahabatnya.
" Hahahaha...Maaf Nyonya2 dan Nona ! Eh...Tuan...Kenapa kau tak ikut menangis juga ?" Tanya perbol kepada Walikota.
" Oh...Eh...Aku...aku juga Terharu Tabib kecil,Tapi airmataku sepertinya susah keluar ." Jawab Walikota Gugup,Dia tak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu.
" Haahaha...Aku hanya bercanda,Tuan Walikota." Perbol terkekeh,Sipat usilnya kembali datang
" Hahahaha...!"
Mau tak mau seisi kamar ikut tertawa mendengar ocehan Perbol.
" Mari kita Duduk,Silahkan Pak walikota dan Nyonya2 sekalian !" Seru Lukita mencair kan suasana.
" Aku masih Gadis, Tabib ! Seru Shi la Menggoda
" Ohhh...Ya..ya..Dan Nona Juga Maksudku,Maaf." Ucap Lukita kembali kikuk begitu melihat kearah Shi la
" Kecuali Tabib Mau menikahi putriku,Tentu dia akan menjadi seorang Nyonya juga." Tiba2 Nyonya Jing berkata sambil tersenyum.
__ADS_1
" Ehhh...Ibu...!" Shi la tersipu malu
Lukita tersenyum,Lalu menggaruk2 kepalanya yang gundul.
" Nyonya Jing,jangan Bercanda ! Hehehe...Perjalanan kami masih panjang,sebelum Amanah eyang guru terlaksana,Aku masih belum bisa tenang." lukita menolak dengan halus.
" ehem...ehem...!" Walikota berdehem
" Maaf Sebelumnya,Seperti nya malam semakin larut,Ada yang masih menjadi Pikiranku Saat ini ." Walikota berkata,Pandangannya menatap kearah lukita dan nyonya jing bergantian.
" Tentang apakah itu,Tuan Walikota ?" Tanya lukita yang tetap duduk ditepi pembaringan.
" Perihal para pemberontak,Tabib Muda ! Apa hukuman yang pantas buat mereka ?" Tanya Walikota menatap serius kearah lukita.
Lukita Menyentuh tangan perbol sejenak,Lalu bangkit berdiri.
" Bagaimana menurut Nyonya Jing ?" Tanya lukita Tiba2,Dia tau Wanita Cantik Setengah baya tersebut ada hubungan dengan Laki2 Botak BeijiKong.
" Ehhh...Maksud Tabib ? " Tanya Nyonya Jing Kaget
" Kenapa Tabib bertanya kepada NYonya Jing ?" Walikota juga ikut bertanya.
Lukita menatap sejenak kearah Walikota,Lalu kembali berpaling menghadap Nyonya jing.
" Maksudku,Apa Kira2 Hukuman Yang Pantas Buat Tuan Kong ?" Tanya lukita kembali
Nyonya Jing menatap kearah lukita,Lalu kepalanya menunduk kebawah.Otaknya berpikir,Hatinya Sakit,Mengingat semua yang telah terjadi.
Sambil menarik napas dalam2,Nyonya jing berkata.
" Aku menyerahkan semua keputusan kepada Tabib muda,Aku tau,Tabib seorang yang bijaksana."
Melihat Nyonya Jing seperti merasa bersalah,walikota Gho ban Sui mulai sedikit mengerti maksud pertanyaan Lukita.
" Maaf Tuan Muda Tabib,Sepertinya Aku yang picik ini tak mengerti Letak masalah nya.Aku merasa,Tabib sangat memahami inti masalah ini.Jadi,Aku juga akan ikut apa pun perintah atau keputusan tabib." ucap Walikota ghoban sui dengan lugas.
Lukita menatap serius kearah Walikota,Dia memahami pikiran laki2 gagah disebelahnya.
"Baiklah,Kalau Tuan Walikota dan Nyonya Jing telah membuat keputusan seperti ini,Aku berharap,Kalian tak menyesal." Ucap Lukita
" Nyonya Jing,Apa Nyonya Jing pernah dijanjikan sesuatu oleh Tuan Kong ?" Tanya lukita,
Nyonya Jing mengangkat kepalanya,Melihat kearah Lukita Sejenak.Lalu menganggukkan kepalanya.
" Ibu...Ibu jangan percaya Ucapannya !" Tiba2 Shi la Berkata,Mengingatkan kembali ibunya.
Nyonya jing tetap diam tertunduk,tanpa sadar,Air matanya kembali menetes membasahi pangkuannya.
" Nona,Urusan ini sebenarnya kita berdua tidak pantas ikut campur,Ini urusan mereka yang sudah dewasa.Tapi,
Belum selesai Lukita berkata,Shi la dengan Cepat memotong kalimatnya.
__ADS_1
" Tabib ! Aku tak percaya janji seorang pemberontak dan pembunuh !" Ucap Shi la dipenuhi amarah
Walikota dan juga istrinya hanya terpaku melihat kedua ibu dan anak didepan mereka.
Lukita kembali tersenyum,
" Sejujurnya,kesempurnaan itu hanya milik sang pencipta.kita sebagai manusia,tempatnya salah dan Khilaf.Isi Hati dan ketulusan hanya sang pencipta yang tau.Seandainya tuan Kong telah membuat janji sebagai seorang laki2 dan juga seorang pendekar,aku yakin,janji itu berasal dari hatinya yang terdalam.Dan kita sebagai manusia,Diharuskan memberi kesempatan padanya untuk membuktikan." Ujar lukita panjang lebar.
Walikota dan istrinya saling memandang,Kepala mereka terlihat manggut2.Sejujurnya,mereka yang telah berusia jauh diatas Tabib muda,Tak mampu berpikir sampai sejauh itu.
Nyonya Jing,Menyeka airmatamya,Dia melihat kearah putrinya dengan tatapan sendu.
Shi la yang masih berdarah muda,Belum bisa menerima penjelasan lukita dengan mudah.
" Tapi tabib , Apabila Dia mengingkari janjinya ! Apa yang bisa kami perbuat padanya ?!" Tukas Shi la Dengan tegas
" Aku sendiri yang akan membunuhnya !" Tiba2 Nyonya Jing berkata dengan sungguh2
Lukita Kembali tersenyum,
" Apakah Nona Masih Ragu ?" Tanya Lukita
" Apakah Ibuku mampu melakukannya tabib ?" Tanya Shi la , Pandangannya menatap wajah ibunya
" Jangan Ragukan Ucapan seorang pendekar,Nona ! Kemampuan ibumu saat ini telah melampaui kemampuan Tuan Kong.Bukan Begitu Nyonya Jing ?" Ucap Lukita sambil menatap kearah wanita setengah baya yang terlihat sedikit kusut.
" Apakah Tabib yang membuat tenaga dalamku bertambah berkali2 lipat dari sebelumnya ?" Nyonya Jing malah sebaliknya bertanya.
Bukannya menjawab pertanyaan Nyonya Jing,Lukita Justru menatap kearah Gadis Cantik nan Wangi.
" Bagaimana Nona,Apa nona sudah mendengar ucapan Ibumu ?" Tanya lukita padanya.
Shila terlihat kebingungan,Dia bergantian menatap kearah ibunya dan tabib.
" Aku yakin,Tabib telah memberi ramuan sewaktu memberi obat pemulihanku dahulu.Bukankah Kau juga melihat,Pertarungan ku dengan Laki2 tua itu diperguruan ? Dia Tak mampu melukaiku,Bahkan seandainya Siluman Gagak tak ikut campur,Sudah pasti Laki2 itu terluka parah terkena jurus Dara putihKu." Nyonya Jing menjelaskan apa yang terjadi kala mereka bertarung.
" Aku pikir,dia sengaja mengalah pada ibu !" Shi la tetap belum percaya dengan penjelasan ibunya.
Lukita menarik napasnya dalam2,
" Nona,Apakah kau mau mencoba Obat penambah tenaga dari kami ?" Tiba2 Perbol ikut berbicara dari pembaringan.
" Tabib kecil,Benarkah itu ? Apa benar obat seperti itu memang ada ?" Shi la menjadi semakin galau
" Tentu nona,Di negri kami,Tak ada yang tak mungkin,Kalau aku ceritakan semua,Bisa2 satu bulan kita disini mendengarkan ceritaku . Hehehe...!" Perbol terkekeh,walaupun seluruh tubuhnya tak dapat digerakkan,namun otak mulut dan matanya masih bisa bekerja seperti biasa.
" Jadi tabib,Apa hukuman yang pantas buat para pemberontak ? " Walikota sepertinya sudah tak sabar
Suasana tiba2 menjadi hening,Jing nuwang,Shi la Juga terdiam.
" Baiklah,Ini lah keputusaanku saat ini,Kalau tuan dan Nyonya Setuju,Silahkan Laksanakan.Tapi kalau tak Setuju,Silahkan Abaikan." Ucap Lukita setelah menarik napanya dalam2...
__ADS_1
" Ehhh...Maaf semua ! pakaian tabib telah selesai ." Tiba2 terdengar suara seorang wanita dengan lembut dari depan pintu yang masih terbuka.