
Suasana siang itu menjadi gempar,terdengar teriakan Pujian Buat Panglima Lhe musin dari penduduk dan anggota Klan api.
" Apakah cuma itu sesuatu yang penting yang Tuan Panglima Maksud ?" Tiba2 ketua Qian berkata dengan lantang.Membuat suasana berangsur senyap dan tenang.hanya beberapa orang yang masih berbisik2 tak suka dengan pertanyaan ketua Qian.
Panglima Lhe musin kembali tertawa,lalu memberi kode pada prajurit yang berada didekat kereta kencana.
3 orang prajurit masing2 membawa 1 bungkusan.Melihat sesuatu yang dibawa kearah panglima,Para ketua Klan menjadi penasaran.Suasana menjadi hening,semua terpaku menatap barang yang kini telah berada diatas meja didepan Panglima Lhe musin.
Dengan perlahan Panglima membuka sebuah bungkusan,Terlihat ditangannya Kotak berwarna putih.
" Kitab Salju !" Teriak Ren Xueshan
" Benar...itu kitab pusaka klan kita ! " Seru Xueshan ketua klan salju tak percaya.
" Hahaha...Ambil dan lihatlah,apakah kitab ini asli atau bukan,hanya klan salju yang tau ." Seru Panglima Lhe dengan tersenyum bangga.
Ketua klan salju segera beranjak dengan cepat mengambil kitab salju dari tangan panglima lhe.
Sejenak xueshan membuka kotak putih,lalu memeriksa buku kecil kitab salju didalamnya.
" Benar Panglima,ini kitab Suci salju Abadi yang asli.Terima kasih yang tak terhingga kami ucapkan.bagaimana kami harus membalas kebaikan tuan panglima ?" Ucap ketua klan salju dengan sungguh2.
" Tak perlu sungkan ketua Xueshan,Itu sudah kewajibanku." Jawab panglima lhe tertawa senang.
" Dan Ini,Ini adalah Pecut Air Bah Klan Air,Ayo silahkan Ambil dan periksa,Apakah asli atau bukan." Teriak panglima Lhe musin Lantang.
Ketua klan air segera berkelebat mendekati panglima,lalu mengambil bungkusan yg diberikan panglima.dengan tergesa2,dia segera membuka Bungkusan,lalu mengeluarkan Senjata pusaka Pecut Air bah nya.
Sambil menjura Hormat,ketua klan air berterima kasih kepada Panglima Lhe.Dan berjanji akan membalas kebaikan panglima.
" Mohon Maaf Panglima Lhe,Bagaimana Tuan Bisa menemukan Putri,dan Pusaka2 ini ?" Tiba2 ketua Qian bertanya.
" Hahaha...Panjang,cerita nya panjang.Sebaiknya Kita tunda dahulu,Setelah Acara Ini berakhir baru kita bahas kembali." Jawab Panglima Lhe Tertawa.
" Betul tuan Panglima,Sebaiknya Mari Kita semua Bersulang,Untuk Kebaikan Tuan Dan Hadiah untuk kami dan Yang lain." Ucap Ketua KLan Api dengan senang.
" Apakah Kalian setuju ?" Tanya Panglima Lhe sambil mengangkat cawan Berukir emas ditanganya.
" SETUJUUUU !!!"
Jawab Sebagian besar Tamu undangan yang hadir dimarkas klan api.
Hanya Klan Langit dan Peekumpulan tangan seribu yang tak banya bicara.Mereka hanya memperhatikan orang2 disekitar mereka.
" Ayah,Apa ayah merasakan sesuatu yang lain ?" Tanya Putri bungsunya Qiang Suyon.
" Entahlah,Namun pandangan Panglima Besar selalu melirik kearah Gubernur Jao. Hanya itu yang dapat kuperhatikan." Jawab Ketua Qian ragu.
__ADS_1
Sementara Klan Air dan Klan salju yang berada dibarisan para tamu undangan,terhanyut dengan keadaan,perasaan senang dan sukacita mereka,membaur dengan kemeriahan Pesta.
" Puihhh...Mereka hanya ingat dengan kesenangan mereka sendiri !" Ketua lie tiankong merasa jengah dan marah.
" Ayah,Bagaimana Ini ? " Tanya Lie weida bingung.
" Tabib muda,Apakah menurutmu semua ini hanya kebetulan atau ada yang lain ?" Ketua Lie bertanya dengan wajah geram.
" Maksud Tuan Lie ?" Tanya lukita belum Faham.
" Maksudku,Putri klan api,dan dua pusaka itu,Apakah memang kebetulan ditemukan Panglima,Atau Bagaimana ?" Tanyanya kembali.
" Maaf Ketua Lie,Sebaiknya kita bahas masalah ini diluar saja.Suasana disini terlalu ramai." Jawab lukita
" Baiklah,kita kembali kepenginapan." Ketua Klan Langit Segera beranjak dari kursinya,diikuti putrinya lie weida dan lukita juga perbol.
" Tuan Tabib,Bagaimana dengan kami ?" Teriak Yang Bho Dho sambil mengangkat kedua tanganya.
" Kalau kalian suka,Tetaplah lah disini,kalau sudah bosan,silahkan kembali kepenginapan." Jawab Lukita sambil berlalu.
Acara yang ramai membuat tamu undangan banyak yang datang dan pergi,belum lagi para penduduk kota ,berdatangan silih berganti.sehingga Mereka tak akan menyadari kepergian Klan Langit dari tempat itu.
Sebenarnya lukita sendiri tau isi kepala Panglima Lhe juga Gubernur Jao,Namun Dia Tak mungkin asal bicara tanpa ada bukti nyata.
Begitu juga Dengan Putri Qiang Suyon,Dia merasakan Akan terjadi Keributan dan masalah yang besar dikota para jagoan.
Begitu melihat rombongan lukita keluar dari aula,Qiang suyon segera menarik kakaknya.
" Bilang dulu sama ayahanda,Aku tak mau disalahin !" Jawab Qiang bie dengan Muka Kejam.dan mata melotot menakuti Adiknya.
" Ihhhh...Kakak...Cepetan ! Keburu telat !" Qiang suyon tanpa basa basi lagi,segera menarik tangan kakaknya.Mau tak mau Qiang bie terpaksa mengikuti adiknya yang manja.
" Kita Mau kemana ? " Tanya Qiang Bie dengan langkah tertatih2 mengikuti adiknya.
" Kepenginapan,Ada seorang tawanan yang harus kita bebaskan !" Bisik Qiang suyon sambil berjalan dengan buru2.
" Ehhh...Sembarangan ! Itu bukan urusan kita !" Bentak Qiang Bie,Tangannya segera disentak hingga terlepas dari genggaman adiknya.
" Memang bukan urusan kita,Tapi sebagai orang baik,kita harus saling membantu !" Jawab Qiang Suyon tegas.
Qiang bie diam sejenak,Dia menatap wajah adiknya lekat2.lalu menarik napasnya berkali2 dengan perlahan.
" Baiklah,Tapi jawab Dulu ! Siapa Tawanan itu ?" Tanya Qiang Bie dengan Wajah serius.
" Kakak Pasti kenal,Bahkan lebih kenal kakak daripada aku !" Jawab Qiang suyon tersenyum,Dia sengaja membuat jawaban tebak2an.
" Ishhh...Suyon !!! Ini bukan waktunya Main2 !" Bentak Kakaknya kesal.
__ADS_1
" Kakak...! Aku ngajak bebasin tawanan,bukan mau ngajak main2 ! Faham !" Jawab Qiang Suyon dengan wajah dibuat menggemaskan.
" Dimana tawanan itu ?" Tanya Qiang bie gemas
" Dilantai 3 Pelangi !" Jawab Suyon tak.mau basa basi lagi.
" Kau mau masuk dari mana ?" Tanya kakaknya masih belum faham.
" Biar aku didepan membuat para pelayan sibuk,Kakak menyelinap lewat atas ya..." Ucap suyon sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Huhhh...mana aku tau dimana tawanan itu !" Nona bie mulai mendengarkan adiknya dengan serius.
" Kamar No 3 Paling Pojok sebelah timur. Jangan sampai ketahuan,bisa repot nantinya." Jawab suyon,lalu segera berjalan dengan cepat kepenginapan Pelangi.
Qiang bie segera bergerak menyelinap dibalik rumah2 penduduk,lalu segera melompat keatas genteng menuju kearah Penginapan Pelangi.
Qiang suyon segera tiba kebagian depan rumah makan pelangi,Lalu segera menghampiri pelayan.
" Owh Nona muda,Ada apakah gerangan,jam segini sudah balik Kesini." Tanya pelayan yang mengenalinya.
" Ada barang2 ku yang tertinggal,Bisakah Aku meminta kunci bekas kamarku ?" Ucap Suyon sambil tersenyum manis.
" Tapi tadi kamar nona telah dibersihkan,Dan Tak ada satupun barang yang tertinggal." Jawab Pelayan itu jujur.
" Nah itu dia,Hanya aku yang tau letak barangku yang tertinggal.Kalau kalian tak percaya,Boleh kog kita sama2 periksa kamar itu lagi." Ucap Suyon dengan menyakin.
" Owhhh ... Maaf,tidak perlu nona.Kalau Nona Yakin Barang itu masih ada,silahkan ambil sendiri saja." Jawab pelayan dengan cepat,lalu segera memberikan kuncinya.
Sementara itu,Qiang bie telah berada dilantai 3,dengan berjalan mengendap2 mencari kamar no 3.
Begitu tiba dibagian pojok sebelah timur,dia melihat 4 orang anggota Klan Salju sedang berjaga didepan pintu.
' klan Salju,Apakah kamar itu yang dimaksud Sumoy !' Bathin Qiang bie ragu2.
Tiba2 Keempat anggota klan salju terdiam kaku tanpa bergerak,perlahan2 pintu kamar terbuka.Yang membuat Qiang bie bingung,dia tak melihat siapapun.Dengan rasa penasaran,dia mencoba mendekati kamar tersebut.
Tak berselang lama,terlihat tubuh seorang laki2 melayang dengan cepat keluar dari kamar melalui jendela.
" Siapa Kau !" Bentak Qiang Bie,
Tak Ada jawaban,Hanya Cahaya matahari yang masuk menyinari kamar melalui jendela yang terbuka.
" Gawat ! Apa ada setan disiang Hari !" Gumam Qiang Bie bingung,Tanpa berpikir panjang,dia segera bergerak melayang keluar melalui jendela pula.
" Kakak ! " Panggil Qiang Suyon yang juga telah berada dikamar no 3,dia hanya sempat melihat kakaknya melayang keluar jendela tanpa membawa tawanan yang dimaksudnya.
Qiang Suyon berdiam sejenak,menyentuh tempat tidur lalu memejamkan matanya.
__ADS_1
Dia melihat pintu terbuka tanpa sebab,lalu tubuh laki2 ditempat tidur tiba2 melayang seperti diangkat oleh seseorang namun tak berwujud.
" Ihhhh...Hantu kah !" Seru Qiang Suyon,Keningnya dibasahi oleh keringat,dengan segera dia segera keluar kamar tersebut.