Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Markas Klan Api 1


__ADS_3

Suasana Aula dimarkas klan api terlihat semakin panas,beberapa orang telah berdiri bersiap2 bertempur.


Melihat situasi semakin menegang,kemungkinan dekat akan segera terjadi pertarungan.Melihat hal tersebut,ketua Klan Api segera mengambil sikap.


" Mohon maaf saudara2 sekalian,sebaiknya urusan ini kita selesaikan baik2.Jangan sampai kita salah tangan dalam mengambil sikap !" Tegasnya dengan suara lantang.


" Kalian Klan api tentu mudah berkata begitu ! Bagaimana dengan Nyawa Anggota Klan kami ! Apa kalian sudi menggantinya ?!" Tiba2 Lie weida berteriak dengan lantang.


" Betul,Darah dibalas darah,Nyawa dibalas nyawa !" Terdengar teriakan dari beberapa orang dibarisan belakang.


" Baik ! Kalau memang terbukti anggota klan api telah membunuh Anggota Klan Langit,Kami siap memberikan Nyawa Anggota kami yang telah merugikan kalian !" Ucapan Ketua Klan api sangat tegas,membuat suasana kembali tenang.


" Namun sebelum itu terjadi,Kami ingin bukti yang jelas dan nyata.Aku lihat Beberapa orang yang turut serta dengan Ketua Lie bukanlah Anggota Klan Langit." Sambungnya kembali


Ketua Lie Menyadari,dia memang tak punya bukti yang kuat dengan tuduhannya.Dia menghela napasnya,lalu melihat kearah barisan belakang duduknya.


" Tuan Zhan memang benar,kami belum mempunyai bukti yang kuat.Namun kami akan terus mencari sampai ketemu.Dan Orang2 dibelakang kami,adalah para sahabat klan langit.Perkenalkan salah satu Tabib Terhebat yang bernama Tuan Lukita dan Tabib Kecil Perbol." Seru Tuan Lie sambil berdiri memperkenalkan.


Mendengar nama nya disebut,Lukita Dan Perbol segera bangkit berdiri.Lalu menjura Hormat kedepan.


" Mereka Berasal dari negri Nusantara,Negri yang makmur disebrang Lautan." Sambung ketua lie dengan Bangga.


" Ahhhaa...Aku kenal mereka,Kita pernah bertemu kemarin dipenginapan Pelangi.!" Seru Gongshu terkekeh.


" Betul tuan Gongshu,dan sebagian lagi adalah kelompok yang telah takhluk kepada Sahabat kami tabib lukita dan saudaranya." Sambung ketua lie tiankong.


" Bagaimana Bisa sahabat jauh mampu mengenali jurus2 dari Klan Api ?" Tanya Ketua Klan Api kembali


" Maaf tabib muda,Bisakah anda menjelaskan atau memberi contoh jurus yang digunakan penyerang itu ?" Ketua lie memandang kebelakang.


" Ahhh...Aku hanya ingat sedikit saja Ketua lie ." Jawab lukita Ragu2


" Anak muda,Urusan ini menyangkut nyawa manusia.Sebaiknya Kau jangan bersandiwara !" Bentak Ketua Klan Api geram.


" Maaf Tuan, sebenarnya ini bukan urusan kami.Namun Hamba telah berjanji kepada ketua lie untuk membantu Klan Langit.Baiklah,Akan hamba contohkan jurus penyerang itu." Lukita segera berjalan kedepan.


Dengan cekatan lukita menggerakkan tangan dan kakinya mengikuti jurus2 penyerang dimalam itu.


" Ahhh...Kau sangat berbakat Tabib muda !" Seru Gongshu tanpa sadar.


Ketua klan api menarik napas2nya berulang kali.Jurus yang dimainkan pemuda gundul didepannya.


Selesai memperlihatkan jurus2 penyerang,lukita segera menjura hormat.Lalu hendak beranjak kembali kekursinya.


" Tunggu Anak muda,Bukankah waktu itu malam hari,bagaimana bisa Kau melihat jelas dan mengingat jurus2 itu." Tanya Ketua Klan Api Curiga.


Lukita berbalik arah,Lalu memandang kearah ketua klan api sambil tersenyum.

__ADS_1


" Sulit dijelaskan,Penglihatan hamba disaat siang ataupun malam,hanya berbeda sedikit saja,Tuan." Jawab Lukita,lalu menjura hormat.


" hmmm...baiklah.Tuan2 dan nyonya2 serta para hadirin,Apakah kalian percaya dengan ucapan Pemuda ini ?" Tiba2 Ketua klan api bertanya dengan suara lantang.


" Yaa...!"


" Tidak...!"


" Tidakkk..."


Sebagian Tamu Percaya,Namun lebih banyak yang tidak percaya dengan pemuda asing didepan mereka.


Melihat Hal Itu,ketua lie segera turut maju kedepan.


" Kepalaku sebagai taruhanya,Apabila pemuda ini berbohong !" Seru Ketua lie dengan Yakin.


Sontak saja para hadirin menjadi ramai kembali,Ada yang salut dengan keberaniannya,namun banyak pula yang menyindirnya bodoh dan tolol.


" Maaf ketua lie,Sebaiknya jangan bertindak gegabah." Kakek Fa menegur nya.


Ketua lie tak menoleh sedikitpun,namun dia dapat mendengar jelas ucapan kakek Fa.Tubuhnya tegak berdiri disamping lukita,pandangannya lurus menghadap ketu klan api.


" Maaf,Semua terserah tuan2 dan nyonya2 sekalian.Niat kami disini hanya ingin memberikan keterangan sesuai apa yang terjadi dan apa yang hamba lihat.Hamba tak ingin terjadi salah faham diantara Klan." Tukas Lukita Dengan suara yang sangat tenang.


" Xixixixi...Aku percaya padamu anak muda,namun setelah kulihat dahulu isi kepalamu !" Tiba2 Shiwang berkata sambil terkekeh genit.


Sontak saja semua orang terkejut mendengar jawaban dari pemuda gundul didepan lapangan.


" Bodoh ! Bocah Sombong ! Apa kau pikir kepalamu terbuat dari batu langit !" Bentak Shiwang Marah


" Hahahha...Kau yang bicara sendiri,tawaran diterima malah kau maki2 ! Dasar Wanita,Semua sama saja !" Tiba2 terdengar suara perbol menyahut


" Heh ...Siapa yang bicara barusan !" Bentak Shiwang gusar,matanya clingak clinguk mencari sumber suara.


" Diamlah sobat,jangan menambah masalah." Seru lukita,pandangannya tetap mengawasi Kakak seperguruan ketua Klan Air.


" Tabib,Kau tak perlu membuktikan apapun disini,Biarkan mereka dengan pendiriannya.Tak perlu dilayani,hanya menambah masalah baru." Tukas Ketua Lie sambil menepuk bahu kanannya.


" Heh...Seorang laki2 sekali berucap harus berani tanggung jawab !" Bentak shiwang dengan garang.


" Kau !" ...


"Sudah lah ketua lie,Mungkin dengan cara ini mereka bisa terbuka pikiran dan hatinya." Potong lukita,membuat ketua lie menjadi bingung.


" Kau yakin mampu menahan pukulan wanita itu,Kesaktiannya hampir mendekatiku,sekali pukul,kepalamu bisa remuk seketika." Bisik Ketua lie gusar.


" Kalau sang pencipta menginginkan kepalaku hancur hari ini,Aku terima dengan lapang dada,demi keadilan." Jawab Lukita sambil tersenyum,tangannya gantian menepuk bahu ketua lie.

__ADS_1


" Silahkan Nyonya,Ucapanku tak akan aku tarik." Jawab lukita sambil berbalik menatap kearah Shiwang.


" Bagus,Kau bocah memang bosan hidup !" Shiwang Tianshi segera melompat dengan sangat cepat dan ringan.


Tangannya terlihat mengarah kepala gundul lukita,Namun dirinya tak berniat melukai pemuda tersebut,hanya ingin memberi pelajaran padanya.


Namun apa yang terjadi,sebelum tangannya menyentuh kepala lukita,jubah naga telah menahan dan menolak serangannya.


" Ehhhg..."


Tanpa sadar tubuhnya telah mencelat mundur kebelakang beberapa langkah.


Orang2 yang melihat sangat terkejut,mereka masih bingung dengan apa yang terjadi.


Begitu juga Shiwang sendiri,tangannya seperti ditolak oleh kekuatan yang tak terlihat.


Wajah ketua lie terlihat berbinar,Senyum memgembang dibibirnya.Hanya dia yang tau kekuatan pelindung dari tabib muda didekatnya.


" Kau memang sangat hebat,tabib muda." Puji ketua lie dengan tulus.


" Ketua lie,Beliau memang tak berniat melukaiku.Aku tau itu." Bisik lukita


" Bagaimana Nyonya,Apakah kau sekarang sudah percaya kepadaku ?" Tanya lukita sambil tersenyum.


" Puiiiihhh...! Apa kau tuli,Aku akan percaya padamu kalau sudah melihat isi kepalamu !" Bentak shiwang geram,menutupi rasa malunya.Dia berpikir pemuda gundul tersebut tak sehebat yang dia pikirkan,tenaga dalamnya saja tak terasa sedikitpun.


" Kau memang sengaja mencari keributan dengan pihak kami !" Tegur Ketua lie sinis,Dirinya tak tahan lagi menahan amarahnya.


" Heh...Aku hanya berurusan dengan bocah gundul botak licin ini ! Kenapa kau yang cerewet !" Bentak Shiwang Tianshi tak kalah galak.


Lukita segera menepuk kembali bahu ketua lie,sambil memberi kode padanya untuk tak ikut campur.


" Baiklah,Nyonya.Sekarang Apalagi maumu ?" Tanya lukita,


Sementara itu,Para hadirin dan tamu undangan mulai ribut kembali.Bahkan ada yang sengaja bertaruh siapa yang menang.


" Mauku ya lihat isi kepalamu !" Bentak Shiwang semakin garang.Tubuhnya bergerak dengan gelisah.


" Begini saja, Aku beri 1 kali kesempatan.Apabila nyonya bisa melihat isi kepalaku,Kau menang.Namun Apabila sebaliknya,Kau harus percaya padaku." Ucap lukita dengan nada yang tenang,tak ada rasa gentar sedikitpun.


" Pemuda ini,Selain berani,juga sangat percaya diri.Namun,aku seperti melihat sesuatu yang lain didirinya." Bisik Ketua Klan salju pada Pamannya.


" Sepertinya dia mempunyai kemampuan yang berbeda dari manusia umumnya." Jawab Kakek Fa,pandangannya tajam menatap kearah lukita.


" Kau Shiwang,Jangan membuat malu KLan Air dengan Bacotmu !" Suara Suhunya terdengar halus ditelinganya,namun menusuk hati Shiwang Tianshi.


" Bersiaplah bocah botak !" Bentak Shiwang,Tangannya memancarkan Cahaya

__ADS_1


__ADS_2