Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Kolam Pengobatan


__ADS_3

Suara jangkrik telah hilang,berganti dengan suara burung berkicau yang mulai ramai terdengar ditelinga.


Pagi itu awan menyelimuti langit,membuat matahari tak mampu tersenyum memandang bumi.


Dilembah yang dalam,terlihat puluhan orang sedang berdiri didepan Beberapa makam.Suasana hening,kicau hurung seolah2 bernyanyi sedih,mengantar insan yang telah tiada.


" Hari ini,seluruh anggota Klan Langit ! Berjanji ! Akan menuntut balas kematian saudara2 kita ! Walaupun Nyawa taruhanNya !" Terdengar suara Ketua Klan Langit menggema di seisi lembah.


" Darah Dibalas Darah ! Nyawa Dibalas Nyawa ! " Teriaknya kembali,


" Darah Dibalas Darah ! Nyawa Dibalas Nyawa ! "


Seluruh anggota Klan Langit mengikuti ucapan Li tiankong.


Sementara lukita dan sahabatnya hanya diam membisu.


Setelah pemakaman,mereka semua kembali kemarkas.


Li tiankong memasuki ruang khusus pengobatan,Dimana putrinya Li weida dan Leng Kong direndam didalam kolam pengobatan.


" Mereka mungkin bisa pulih setelah 2minggu,Dage ( Kakak tertua)." Li Bankong berjalan ketepi kolam.


" Kita tak mungkin menunggu mereka sembuh.Kalau berita ini sampai tersebar keluar,Apa kata dunia persilatan." Li tiankong juga berjalan mendekati tepi kolam dimana putrinya masih dalam keadaan tak sadarkan diri.


" Biar aku dan beberapa murid yang pergi,Dage !" Ucap Li Bankong berbalik menghadap kakaknya.


Ketua Klan Api tak segera menjawab,tangannya mengelus2 rambut putrinya yang tertidur.


" Kau lah yang bisa merawat putriku dan murid2 yang lain.Aku sendiri yang akan mencari dan membalas mereka.Putraku juga masih berada diluar sana,Sekaligus aku akan mencarinya." Li tiankong menjawab dengan tenang.walaupun sebenarnya hatinya dipenuhi amarah.


Tiba2 terdengar suara orang mengetuk pintu ruangan.


" Ada apa !?" Teriak Li bankong dengan nada marah


" Maaf Ketua,Anak muda itu ingin berbicara dengan ketua." Terdengar suara anggotanya menjawab


" Bawa mereka Masuk !" Perintah Li Tiankong tegas.


" Baik,Ketua !"


Tak lama berselang,Seorang anggota klan api beserta lukita dan perbol memasuki ruangan.


" Mohon Maaf,Kami telah lancang mengganggu,Tuan berdua." ucap Lukita sambil menjura hormat.


Li Bankong tersenyum sinis,sejujurnya,hatinya masih dipenuhi rasa curiga.Kejadian kemarin terjadi disaat mereka telah berada dimarkas Klan Langit yang selama ini tak pernah terganggu oleh dunia luar.


Li tiankong sendiri tak langsung menjawab.Dia hanya memandang lukita dan sahabatnya sambil mengelus jenggotnya.


" Mari silahkan Duduk, " li tiankong segera berjalan ketengah ruangan dimana ada meja bundar yang dikelilingi oleh 4 buah tempat duduk yang terbuat dari batu.


Lukita mengangguk setuju,melirik sahabatnya,lalu mengikuti langkah Ketua Klan Langit.Sementara Li bankong tetap berada ditepi kolam pengobatan sambil menabur ramuan obat kekolam Leng kong dan Li Weida.


" Apakah kalian ingin pamit pergi ?" Tanya Li tiankong setelah mereka duduk bertiga.


" Maaf tuan ketua,Memang sebenarnya hal itu yang ingin kami ungkapkan." Jawab lukita

__ADS_1


" Tidak Bisa ! Kalian punya waktu 2 hari lagi disini ! Ingat Perjanjian kita kemarin !" Suara keras dari Li bankong mengagetkan mereka bertiga.


Lukita menatap kearah Li bankong,Lalu beralih menatap kearah ketua Klan langit didepannya.


" Perjalanan kami masih sangat jauh,Tolong izinkan kami untuk segera melanjutkan perjalanan kami,Tuan." Ucap Lukita sambil merapatkan kedua tangannya didepan dada.


" Tak semudah itu ! Kalian pikir setelah semua peristiwa yang menimpa Klan Langit,Kalian dengan mudah pergi dari sini !" Bentak Li Bankong sambil berjalan mendekati mereka.


" Diamlah,Li Ban ! Aku masih ketua Klan Langit,Aku yang mengambil keputusan disini !" Bentak Li Tiankong tegas.


Li Bankong menghentikan langkahnya,Menatap kearah Ketua Klan Langit. seolah tak percaya mendengar ucapan yang keluar dari mulut Kakaknya.


" Dage, Sebelum mereka masuk kewilayah kita ! Tempat ini damai tanpa keributan, setelah mereka disini,Lihatlah ! kejadian demi kejadian terus terjadi." Li Bankong menggebrak kan kedua tangannya kemeja batu sambil menatap tajam kearah lukita.


" Heh orang tua ! Dengar baik2,kami tak ada hubungan dengan penyusup kemarin ! Kami juga tak akan berada disini kalau bukan kalian yang membawa kami !" Perbol yang emosian juga bangkit dari duduknya sambil menggebrak meja hingga meja batu bergetar.


" Bangsat Kerdil ! Kau berani membentakku !" Teriak Li Bankong marah


" Cukup ! Aku tuan rumah disini ! Apa kalian tak menghargaiku !" Li Tiankong juga marah sambil menggebrak meja batu hingga hancur berkeping2.


Lukita segera berdiri sambil menarik sahabatnya mundur,


" Sabarlah,Sobat.Kita bicarakan baik2." tegur lukita


" Dengar baik2,kita belum tau siapa musuh kita ! jangan gegabah,aku tak mau salah mengambil keputusan !" Li tiankong bangkit berdiri,pandangannya tajam menatap wajah adiknya.


Lukita segera maju sambil menjura hormat,


" Maafkan sikap kami,Tuan ketua.Kami berjanji,akan mengobati murid2 Disini,Dan membantu mencari siapa mereka yang telah menyerang tempat ini." Ucap lukita dengan tegas.


Li Tiankong menatap kearah lukita,Lalu berjalan mendekatinya.


Hati Li bankong semakin panas,didepanya sendiri,dia mendengar kakaknya memuji ilmu pengobatan mereka.


" Itu sudah kewajiban kami sebagai tabib,Tuan Ketua ." Jawab lukita


" Maaf,Kalau boleh tau,apa rencana tuan ketua sekarang ?" sambung lukita kembali


" Lancang ! Kau berani ikut campur urusan Klan Kami !" Bentak Li Bankong Marah.


" Maaf tuan,kami tak bermaksud seperti itu." Lukita buru2 menjawab,dia tak mau terjadi salah faham.


" Diamlah,Li Ban !" seru Li Tiankong.


" Anak muda,Aku berencana pergi melihat2 kota,Sepertinya sudah lama aku tak mencari angin segar." sambung Li Tiankong.


Lukita mengangguk2 kan kepala tanda mengerti.


" Apakah kau bersedia menemaniku,Anak muda ?" Tanya Ketua klan Langit tersebut.


Lukita Melihat kearah Li tiankong sejenak,Sejujurnya ia ingin menolak,Karena dia ingin segera ke lembah neraka.


" Karena Kami telah berjanji,Kami siap ikut bersama,Tuan." Jawab lukita sambil menjura hormat.


" Namun alangkah baiknya,sebelum kita berangkat kekota,Kita obati dahulu tuan muda dan putri Tuan.Apakah Tuan Ketua setuju ?" Tanya lukita

__ADS_1


" Kau memang orang baik,anak muda."


" Baiklah,Aku setuju dengan saranmu." Jawab Li tiankong tersenyum.


"Terima kasih,Tuan ketua." Lukita segera bergegas mendekati Kolam Pengobatan.


Dia mencium sesaat air kolam,kepalanga manggut2.


" Air kolam ini,mengandung Zat asam yang sangat kuat.Sangat baik buat menyembuhkan penyakit kulit." Ucapnya sambil melihat kebelakang.


Li Bankong yang tadinya kesal,Menjadi terkejut.Bagaimana bisa,pemuda itu tau.


" Kolam Pengobatan ini,Akulah yang menemukan." Seru Li bankong bangga.


Perbol yang sedari tadi diam,melangkah mendekat kepinggir kolam.Tanpa ragu dia mencelupkan tangannya,lalu menjilat air yang membasahi telapaknya.


" Kau benar,Sobat.Air ini berasal dari Gunung.Tapi Lebih berkhasiat lagi apabila langsung berendam dikolam asalnya." Ucap Perbol sambil melirik kearah Li Bankong.


" Kalian bocah ingusan ! Tau apa tentang Air belerang !" Li bankong menjadi berang,merasa disepelekan.


" Heh...! Umurmu,Tak ada seperempat dari umurku ! Berani nya kau memanggilku Bocah ingusan !" Jawab perbol geram.


" Kalau kau memang hebat ! Lihat ini !" Perbol segera menyiduk air kolam dengan tanganya,Lalu tanpa ragu meminum air belerang tersebut.


Mata Li bankong terbelalak,Jujur saja,dia sendiri tak berani melakukan hal itu.


" Kalau kau berani ! Aku bersedia mencium Pantatmu ! Dan berlaku sebaliknya !" Tantang perbol sambil terkekeh.


Li Bankong terdiam,wajahnya semakin merah padam.


" Sudahlah,sobat.Ayo segera kita obati tuan dan nona ini." Seru lukita mencairkan suasana.


Lukita segera meminumkan ramuan obat kedalam mulut Leng kong,Sementara perbol memberikan ramuan obat pada Nona Lie weida.


" Buka Matamu Lebar2 !" Kembali perbol mengejek Li Bankong.


Beberapa menit kemudian,Leng kong dan Nona Lie weida tersadar dari tidurnya.


" Demi DewaLangit ! Kalian telah siuman !" Li tiankong berseru kaget.


Perlahan2 mata lie weida terbuka,samar2 dia melihat mahluk kerdil yang pernah ditawannya.kemudian pandangannya semakin jelas.melihat Ayahandanya dengan wajah girang.


" Ayah ." panggil Lie weida


" Ya putriku,Kau telah siuman." Li tiankong segera mendekati putrinya.


" Suhu !" Lengkong juga berseru memanggil Li bankong.


Li bankong hanya diam tak bergerak,dia masih taknpercaya dengan apa yang terjadi.


" Keluarlah,Nona !" Perbol berkata.


Plakkkk...Plakkk...


" Apa Yang Kau Bilang ! Apa kau mau melihat tubuhku telanjang !" Bentak Li weida murka.

__ADS_1


Perbol malah bengong terpaku,wajahnya seperti orang Bloon.


Sementara lukita tak kuat menahan senyumnya.


__ADS_2