
Didalam Aula para tamu sebagian telah bubar,orang pertama yang keluar tentulah Ketua Klan langit.Walaupun Putri Klan Api dan muridnya telah bersaksi,Ketua Lie masih belum yakin dengan tuduhan mereka.
" Ayah,apakah kau mencium maksud busuk Klan Api ?" Bisik Lie weida pada ayah nya.
" Jangan Asal bicara,kita bahas nanti saja." Jawabnya tegas,sambil melangkah dengan cepat keluar Halaman.
Ketika akan keluar gerbang markas klan Api,mereka bertatap muka Dengan rombongan Qang jie.
" Salam Ketua lie,Maaf kami datang terlambat." Sapa Qang jie sambil menjura hormat.
" salam Baik kembali,Apakah Ayahmu telah mengutusmu kesini ?" Tanya ketua lie,matanya melirik kearah gadis cantik disebelah putra Kedua Kakek Qian.
" Benar,ketua lie.Ayah sedang keluar kota,jadi Hamba yang menggantikannya." Jawabnya kembali.
" Hmmm...Apa Kau sudah melihat selebaran itu ?" Tanya Ketua lie
" Sudah,dari itu kami segera kesini,ingin tau apa sebabnya." Jawab Qang jie,dia melihat wajah Ketua lie seperti sedang marah.dia juga tau,kedua tabib itu,adalah sahabat dekat ketua klan langit dan putrinya.
" Terus Apa sikap kalian ?" Tanya ketua lie kembali.
" Hamba tak berani mengambil sikap,Biarlah ayahanda yang memutuskan." Jawab Qang jie hati2.
Ketua lie manggut2,
" Ehhh...Qang jie ! Siapakah gadis ini ? Kog aku tak mengenalinya !" Seru Lie weida sedari tadi penasaran.
" Ohhh...Maaf,aku lupa memperkenalkannya.Nona ini adalah sahabat dekatku,namanya Yuan Bai,dia baru datang dari Desa Diatas gunung." Jawab Qang jie dengan bersemangat.
" Hmmm...Dandanannya tak seperti orang desa." Ujar Lie weida curiga.
Wajah Yuan bai berubah merah,mendengar ucapan Lie weida.
" Ahhh...Nona Lie,Pakaian nya baru saja kami beli diToko terbaik kota ini.Dari itu kami jadi terlambat datang." Jawab Qang jie cepat.
" Hmmm...Kau sepertinya sangat menyukainya ! Baiklah,dia cocok jadi pasanganmu." Puji Lie weida sambil tersenyum ramah kearah Yuan Ruo.
Melihat perubahan putri Klan Langit,Yuan Ruo segera membalas tersenyum,sambil menjura hormat.Namun didalam hatinya,dia memaki2 lie weida dan Qang jie.
" Segeralah kedalam,urusan kami telah selesai disini,sampaikan pada Ayahmu,kami tak percaya bahwa kedua tabib itu penjahat.Mereka adalah orang baik,tulus dan jujur." Ucap Ketua lie dengan suara tegas.
" Baiklah,ketua lie.Akan Hamba sampaikan,sikap ketua pada ayahanda." Jawab Qang jie sambil menjura hormat.
Mereka segera berpisah,mengambil jalannya masing2.
Didalam gedung pertemuan Ketua klan api masih mondar mandir sambil berpikir.
" Kau sepertinya ragu dengan keputusanmu sendiri ?" Ketua Klan salju berseru.
" Keputusan yang kuambil berdasarkan Suara yang kita ambil,bukti dan fakta sudah jelas.tak ada keraguan didiriku." Jawab Ketua Klan Api,lalu duduk kembali dikursinya.
" Apakah karena Qian Shou yang tak ikut hadir ?" Tanya Ketua klan salju kembali.
" Itu salah satunya,sangat jarang dia menolak undangaku." Ucap Ketua Zhang lirih.
" Terus apalagi yang membuat ketua gelisah ?!" Ketua klan air ikut bertanya.
" Sikap Klan langit,mereka bertentangan dengan kita.Putriku sendiri menjadi saksi,namun mereka masih belum percaya.Aku khawatir,mereka salah faham dengan keputusan ini." Jawab Ketua Zhang sambil menarik napasnya dalam2.
__ADS_1
Tak lama berselang,masuklah Anggota klan api mengantar Rombongan Putra Kakek Qian.
" Salam Hormat buat para ketua dan yang lainya.Maaf kami terlambat" sapa Qang jie sambil menjura hormat.
" Ahhh...Silahkan duduk,Qang jie.Apakah Ayahandamu sedang berhalangan ?" Tanya ketua klan api.
" Benar Ketua Zhang,Ayahanda sedang berkunjung keluar kota.Jadi Hamba yang mewakilinya" Jawab Qang jie dengan sungkan.
" Hei Qang jie,Siapa gadis ini ?" Ketua Klan Air langsung bertanya,dia penasaran melihat gadis cantik yang tak dikenalinya.
" Maaf,dia Sahabat baik hamba,namanya Yuan Bai,berasal dari desa Diatas pegunungan."Jawab Qang Jie malu2.
" Hmmm...Gadis desa,pakaiannya bangsawan !" Seru Ketua Klan Salju sambil terkekeh.
" Tadi kami baru saja membelinya ditoko kota ini,Dari itu kami terlambat hadir." Jawab Qang jie dengan alasan yang sama.
" Sebaiknya kita Fokus dengan masalah kota ini saja." Ketua klan api seperti tak mau perduli.
" Apakah Kau sudah melihat selebaran dikota ini ?" Tanya Ketua Zhang sambil menatap serius Qang jie.
" Maksud ketua,tentang Sayembara Kedua Tabib itu kah ?" Jawab Qang jie dengan serius.
" Ya,Apakah menurutmu itu berlebihan ?" Tanya Ketua Klan Api kembali.
" Sejujurnya,hamba juga masih bingung.Mengapa tiba2 Kedua tabib yang terkenal baik itu menjadi Buronan." Ujar Qang jie penasaran.
" Baiklah,Akan aku jelaskan.Kami telah mendapat surat dari Panglima Lhe,bahwa Mereka berdua telah berupaya mengadu domba kita,dengan mencuri barang2 Berharga Klan Kita." Ketua klan api segera menjelaskan semuanya,dan saksi putri dan muridnya semua diceritakan secara detail,hingga diambil lah keputusan tersebut olehnya.
" Bagaimana Menurutmu,anak muda ?" Tanya ketua klan api setelag selesai bercerita.
Yuan Ruo hanya diam mendengarkan,Dia jadi tau penyebab Tabib muda dan tabib kecil menjadi Buronan Kota Para jagoan.
" Sikap mu sangat mirip dengan ayahmu,Baiklah ! Sampaikan pada beliau,apa isi surat dan keputusan yang telag kami ambil.Dan tolong,segera berikan jawabnya,agar kami jelas dengan sikap peekumpulan kalian." Tukas Ketua Klan Api tegas.
" Baik ketua zhang,akan segera hamba sampaikan.Untuk itu,kami segera pamit undur diri." Ucap Qang jie,lalu berdiri menjura hormat.
" Sebaiknya Santap dahulu hidangan Dimeja,setelah itu kalian bisa pergi." Tahan ketua klan salju,dia masih penasaran dengan Gadis yang bersama Qang jie.
Qang jie sendiri merasakan hal itu,makanya tanpa basa basi dia tetap pamit pergi,dengan alasan telah sarapan pagi dirumah makan.
" Anak muda sekarang,berbeda dengan kita dahulu,Suka Mengobrol bersama2." Seru Ketua klan Api tersenyum.
" Kau ini ,Seperti tak pernah muda saja !" Sindir Ketua Klan Air terkekeh.
Qang jie Hanya tersenyum2 digoda oleh para ketua klan,hatinya sebenarnya sangat gembira.Mereka segera keluar dari Ruang pertemuan.
Begitu rombongan Qang jie telah keluar ruangan,Ketua klan Salju kembali berkata.
" Apa kalian Tau nama desa Diatas gunung ?" Tanyanya serius.
" Hmmm...Desa diatas gunung,sepertinya aku pernah mendengar dan melihat,namun tepatnya aku lupa." Jawab Ketua Klan Air.
" Kau belum terlalu tua,Nyonya Shui !" Seru Ketua klan api sambil terkekeh.
" Jangan menggodaku ! Aku sedang serius,gadis itu tak seperti gadis desa.Kulitnya sangat mulus dan bersih." Ucapnya jengkel.
" Kau benar,aku sedikit curiga,dimana Putra Qian Shou menemukan nya !?" Seru Ketua Klan Salju pula.
__ADS_1
" Tak perlu berlebihan,Mungkin Qang jie tak mau kalian tau.Dia takut kekasihnya Akan kalian rebut untuk dijadikan menantu kalian." Kelakar Ketua Klan Api sambil tertawa lebar,untuk melepaskan penat diotaknya.
" Hahahaha...Bisa jadi...bisa jadi...!" Seru Ketua Klan Salju ikut tertawa.
Begitulah,mereka menjadi Muda kembali,saling bercanda dan tertawa seperti bocah.Sebenarnya,mereka lelah akan Masalah kehidupan,yang tak kunjung selesai.
Rombongan Qang jie telah keluar dari kota Para Jagoan,kini mereka melewati jalan setapak memasuki hutan.
Belum lama berselang tiba2 mereka dihadang oleh puluhan laki2 bertubuh kasar dipenuhi jambang.
" Berhenti ! " Teriak Laki2 bertubuh paling besar.
Rombongan Qian jie menghentikan langkah mereka.
" Apa maksud tuan menghentikan kami ?" Tanya Qian jie,dia seperti mengenali mereka.
" Kalian pasti komplotan orang2 klan ! Dan kalian juga bersekongkol membuat sayembara Kedua Tabib !" Bentak Yang Bho dho dengan wajah merah padam.
" Ahhh...Tuan pasti anggota tabib muda,bukan ?" Sebut Qang jie sambil tersenyum ramah.
" Tak perlu basa basi ! Apa maksud kalian dengan sayembara itu !" seru Yang Bho emosi.
" Maaf tuan pendekar,kami tak tau menahu urusan sayembara itu.Kami hanya datang atas undangan Ketua Klan Api." Jawab Qang jie sejujurnya.
" Kalian pikir kami orang2 bodoh ! Kalian termasuk kelompok yang membuat keputusan itu !" Bentak Yang Blo ikut bicara.
" Heh...siapa sebenarnya kalian ? Apa urusan kalian dengan sayembara itu ?" Kali ini Yuan Ruo yang bertanya.
" Hahaha...setiap urusan Tabib,itu juga urusan kami ! Tabib muda dan kecil adalah Pemimpin kami !" Jawab Yang Blo sambil tertawa sinis.
" Cuihhhh...siapa yang percaya ucapan kalian ! Manusia2 Kasar dan kotor !" Ejek Yuan ruo,sebenarnya dia ingin memastikan ucapan mereka,karena dia belum tau kebenarannya.
" Nona Yuan,mereka memang benar anggota Tabib muda dan sahabatnya.Kami sendiri melihat ketika perayaan dimarkas klan api." Yang menjawab justru Qang jie shou.
" Pantas saja Tabib2 itu jadi buronan,tentu kalian lah penyebabnya !" Seru Yuan Ruo sinis.
" Jaga mulutmu,Nona ! Kau boleh mengatakan kami penjahat ! Tapi jangan kau sebut kedua tabib sama seperti kami !" Bentak Yang bho dho marah.
" Mulutmu yang perlu dijaga,aku jadi penasaran,sampai dimana kehebatanmu !" balas Yuan Ruo seenaknya.
" Kau cari mampus ! Ayo serang Mereka !" Perintah Yang bho pada anak buahnya.
Pertempuran tak dapat dihindari lagi,empat orang melawan dua puluh orang rombongan Bekas perampok.
Golok besar menderu2 mengincar bagian tubuh lawan,
Trang...tring...
Senjata saling beradu,kelihaian Anggota Perkumpulan tangan seribu masih diatas para perampok,namun karena jumlah mereka sangat banyak,mereka kewalahan juga.
" Hanya segitu kah kehebatan kalian !" Seru Yuan ruo yang tak ikut bertarung.
" Nona Lihatlah baik2,kami bertiga akan melumpuhkan mereka !" Serunya sambil mengibaskan kedua tangannya kedepan.
Dua orang anggota Yang bho terlempar kebelakang dan pingsan.Melihat anak buahnya terkapar ditanah,Yang blo on segera menyerang Qang jie.
" Rasakan ini !" Bentaknya,tiba2 kedua golok besar menyapu dada dan kaki lawan.
__ADS_1
Namun Qang jie tak panik sedikitpun,dengan cepat dia menghentakkan kakinya kebumi,lalu melompat melewati tubuh lawan.Ketika kakinya mendarat,dengan cepat dia menendang punggung lawan.
" Pecundang !" Teriak Yang Blo marah,Dia segera berkelit kesamping sambil memutar tubuh dan kembali membabatkan kedua goloknya.