
Penginapan Caihong ( Pelangi ) sangat terkenal dikota karena sangat kudah dikenali.Bangunan empat lantai yang terbuat dari kayu jati pilihan.Dengan dua lantai atas untuk penginapan,Dan dua lantai bawah untuk rumah makan.
Dirumah makan yang terbilang mewah diKota Para Jagoan,terlihat lebih ramai dari biasanya.Pengunjung rumah makan rata2 berpakaian serba wah.
Dilantai dua rumah makan,terlihat tiga orang sedang menyantap hidangan diatas meja.
" Tuan muda Ren sangat murah hati,seumur hidup,baru kali ini aku yang tua ini bisa menikmati hidangan disini." Puji Kakek Qian jujur.
" Kakek Qian,jangan berlebihan.Mana mungkin Nona Qiang bisa makan makanan yang sederhana.Lidahnya sudah terbiasa dengan masakan sendiri yang jauh lebih nikmat daripada hidangan disini." Ucap Ren merendah.
" Masakan disini juga enak,bentuknya juga unik.Mungkin aku bisa meniru bentuknya nanti dirumah." Qiang soyun ikut memuji.
" Aku setuju sekali,nanti aku bisa ikut mencicipi ketika kembali kerumah." Seru Ren Xueshan tanpa sadar.
" Rumah ? Rumah siapa,Kak ?" Tanya Qiang suyon pura2 bingung.
" Ehhh...emmm...rumah Kakek,nona.Nanti ketika aku datang berkunjung kembali." Jawab Ren xueshan kikuk.
" Tak perlu sungkan2,tuan muda Ren.Pintu rumah kami selalu terbuka untukmu." seru kakek Qian menghilangkan rasa canggung diantara mereka.
" Gadis itu sangat cantik dan menawan,sangat cocok dengan kekasihnya yang gagah dan tampan.Mereka berdua memang pasangan yang serasi." Ucap seseorang dari sudut ruangan.
Namun suara tersebut sangat jelas ditelinga Qiang Soyun,Sedangkan Ren Xueshan hanya mendengar kalimat akhirnya saja.
Tiba2 terdengar keributan disebrang Penginapan,Ditoko pakaian terlihat beberapa orang sedang berkelahi.
Ren xueshan segera bangkit dan melihat keluar jendela dari lantai dua,
Terlihat seorang wanita dan seorang pria dikeroyok oleh enam orang berbadan besar dan kekar.
" Kakek,lihatlah kesini !" Panggil Ren
Kakek Qian segera berdiri dan mendekat,dia melongok kebawah,
" Ehhh...apa yang terjadi ? Bukankah Pria itu Haizi Shui dari klan Air !" Seru kakek Qian kaget.
" Benar kek,Dan wanita itu,bukankah dia putri ketua Klan langit ?" Seru Ren Xueshan pula.
Sementara itu,ditoko pakaian wanita.Lie weida yang sebelumnya sedang bertengkar dengan pemilik toko.Tak bisa menahan emosi,dia menggebrak meja sampai hancur berantakan.
Pemilik toko marah dan memanggil keamanan kota Jagoan,sehingga terjadilah perkelahian diantara mereka.Enam orang penjaga keamanan melawan Lie weida yang dibantu oleh Haizi Shui.
Enam orang bersenjata lengkap terlihat kerepotan menghadapi Lie weida dan Haizi.Jelas saja,mereka menghadapi Putra dan Putri klan Air dan Langit.
Tak sampai setengah jam,keenam orang keamanan kota terlihat terkapar dilantai didepan toko.
Wanita gemuk pemilik toko terlihat gemetaran,dia tak mengira,enam orang penjaga dengan mudah dikalahkan.
" Kau ... ! Kau sekalian akan kuhajar sampai babak belur !" Bentak lie weida dengan wajah penuh amarah.
Tanpa dia sadari,tindakan mereka telah menjadi pusat tontonan malam yang menarik perhatian banyak orang.
Lukita yang telah melihat ada keributan,segera berlari mendekat.
" Duh... benar saja.Dia mulai buat masalah." Gumam lukita ketika melihat Lie weida mengamuk didepan toko.
Tanpa pikir panjang,lukita segera menerobos kerumunan.
" Nona muda,tahan amarahmu !" Seru lukita sambil mendekati Putri Klan Langit.
Plaaaakkkk...
Tanpa sadar,lie weida menampar telak pipi lukita sampai membekas merah.
Lukita mengelus2 pipinya yang merah cap lima jari.
" Sudah marahnya ." Ucap lukita lembut,tanpa merasa kesal atau benci.
Lie weida berbalik,dia melongo melihat laki2 yang barusan ditamparnya.Dia pikir Haizi lah yang bicara.
" Kau...Kenapa kau ada disini !" Seru Lie weida Merasa malu.
" Lihatlah sekelilingmu,nona.Kau jadi pusat perhatian sekarang." Jawab lukita sambil memandang sekelilingnya.
Amarah yang mulai mereda,begitu melihat banyak orang yang menontonnya,kemarahan lie weida bangkit kembali.
" Kalian semua ! Apa yang kalian lihat ! Apa kalian juga mau kubuat babak belur !" Teriak Lie weida seperti orang kesurupan.
Haizi yang sedari tadi berada didekat lie weida,Ikut merasa kesal.Bukan karena banyak orang berkerumun,namun seperti dia tak dianggap ada disitu oleh lie weida.
" Kalau kalian tak mau bubar,biar sekalian kami akan menghajar kalian semua !" Teriak Haizi mencari perhatian gadis didekatnya.
" Maaf tuan muda,sebaiknya kita jangan memperbesar masalah ini." Tegur lukita,namun dia berkata sambil menjura hormat.
Kakek Qian,Ren Xueshan juga Qiang Suyon juga berada ditempat itu,namun mereka hanya melihat dari kejauhan.
__ADS_1
Sementara Lie tiankong Masih menemani Perbol yang masih sibuk dengan ayam bakarnya.
Seorang pria gagah menyeruak kerumunan,dia segera mendekati haizi.
" Kau,kenapa kau membuat masalah yang tak perlu !" Bentak Zhang shui marah.
" Gege...Maaf,aku hanya membantu nona lie disini." jawab Haizi menunduk segan.
" Heh ! Kau sendiri yang sengaja mengikuti ! Aku tak minta bantuanmu ! Ingat Itu !" Bentak Lie weida dengan mata melotot.
Zhang shui yang telah hapal tabiat mereka berdua,hanya bisa geleng2 kepala.
" Maaf Nona muda,apa yang sebenarnya terjadi ?" Lukita segera menyela.
" Tanyakan tuh !" tangan lie weida menunjuk kearah wanita gemuk pemilik toko.
Lukita segera berjalan mendekati wanita gemuk didepan toko.
" Maaf nyonya,Bisakah kau menjelaskan semuanya ?" Tanya lukita dengan sopan.
" Dia...Maksudku gadis...ehh...nona itu,telah mencoba semua barang ditokoku." Ucapnya dengan tubuh gemetaran
" Kau yang memaksaku,mencoba semua !" teriak Lie weida dengan mata melotot.
" Tenanglah dahulu,nona muda.Biar nyonya ini menjelaskan semua." Ucap lukita dengan nada lembut.
" Teruskan,Nyonya ." Sambung lukita.
Pemilik toko segera menceritakan dari awal hingga terjadi perkelahian ditokonya.
Lukita menggaruk2 kepalanya yang botak,lalu melihat kearah Lie weida.
" Kenapa kau melihat ku dengan wajah begitu,tabib ? Jelas bukan,aku tak bersalah !" Seru Lie weida sewot.
" Tapi nona telah menghancurkan meja ditoko dan merusak daganganya,bukan ?!" Zhang Shui ikut bicara.
" Hehhh...Kalau dia tak mulai memaki2 aku,aku tak kan berbuat begitu ! Memang kamu sendiri terima,dimaki2 orang tanpa kesalahan !" Ucap Lie weida membela diri.
Zhang shui ikut terdiam,tak mampu berkata2 lagi.
" Sudahlah,Nona.Biar kuselesaikan masalah ini." Ucap lukita.
" Nyonya,Berapa semua kerugianmu ? Biar aku yang menggantinya." Sambung lukita.
" Tunggu,Aku ikut terlibat disini,Biar aku yang menggantinya." Haizi maju kedepan lukita.
Nyonya pemilik toko melirik kearah lukita,sebenarnya,hatinya lebih tenang berbicara dengan pemuda gundul daripada Haizi.
" Total dagangan yang rusak 20 keping emas,kalau dengan meja kira2 22 keping emas." jawab Pemilik toko,kepalanya menunduk kebawah.
" apa kau tak salah hitung !" Haizi tersentak kaget . Dia pikir hanya beberapa ratusan perak atau sekeping emas saja.
" Benar tuan,barang ditoko kami memang khusus barang2 langka dan khusus.Putri Klan Api termasuk langganan tetap kami disini." Jawabnya dengan wajah terus menunduk.
" Gege,bisakah kau bantu aku ?" Haizi berbalik melihat kearah Zhangzi.
Sementara Zhanzi sendiri tak memiliki uang sebanyak itu,dia hanya menggelengkan kepalanya.
Wajah haizi menjadi lesu,wajahnya tertunduk lesu.melirik sesaat kearah Lie weida.
" Maaf Nona lie,aku tak punya uang sebanyak itu." Ucapnya lirih,antara malu dan sedih tak mampu membantu gadis yang dicintainya.
" Baiklah Nyonya,kalau kubayar semua kerugianmu,apakah masalah disini dianggap selesai ?" Tanya lukita.
Lie weida dan Haizi terkejut,Mereka tak mengira,kalau pemuda gundul yang terlihat sederhana.Mempunyai uang sebanyak itu.
Wajah pemilik toko yang tadinya selalu menunduk takut,mendongak dengan mata berbinar.
" Tentu tuan,Masalah disini tak pernah terjadi." Jawabnya buru2.
" Tabib ! Jangan bodoh ! Buat apa kau mengganti barang2 nya ! Ini semua salah dia sendiri !" Tegur nona Lie,dia tak mau berhutang budi dengan laki2 asing.
Lukita tak menjawab,merogoh kedalam jubahnya.Lalu mengeluarkan sekantong uang dan memberikan pada Nyonya Pemilik toko.
" Terimalah Nyonya,Hitung dahulu semuanya." Seru lukita.
Dengan tangan gemetaran,wanita gemuk itu segera membuka kantong uang.Dia menghitungnya dengan cepat.Matanya menatap kearah laki2 muda didepannya.
" Tuan,jumlah semuanya 25 keping ." Ucapnya sedikit ketakutan.
" Lebihnya buat biaya pengobatan keenam orang ini." Jawab lukita,Lalu segera berbalik arah dan menarik tangan Lie weida.
" Ehhhh...Kau...!" Nona lie merasa marah,berani2nya tanganya ditarik seperti anak kecil.Namun tubuhnya seperti tak mau kompromi.malah mengikuti langkah lukita.
Melihat pujaan hatinya dibawa pergi oleh laki2 lain,Haizi merasa Marah.Namun dia tak bisa berbuat apa2.
__ADS_1
" Ayo kita kembali kepenginapan !" Seru Zhangzi shui,lalu ikut2an menarik tangan Haizi.
" Apa kakek Qian tau siapa pemuda itu ?" Tanya Ren Xueshan penasaran.
Kakek Qian menggelengkan kepalanya,
" Sepertinya,dia bukan berasal dari negri ini ." Qian shou merasakan ada yang beda dari pemuda itu.
" Ayah,aku mendengar,putri Klan Langit memanggilnya,Tabib." Seru Nona Qiang
" Mungkin juga,kalau dilihat dari gerak geriknya.Dia begitu sopan,mungkin budaya dari negri asalnya." Jawab Qian shou
Ren Xueshan sedikit kesal,mendengar kakek Qian memuji pemuda tersebut.
" Kakek Qian,apa kau merasakan kekuatan pemuda itu ?" Tanya Ren Xueshan.
" Hmmm...Aku merasa ada yang beda dari pemuda itu.Tubuhnya tak memancarkan tenaga dalam sedikitpun." Gumam Kakek Qian.
" Berarti benar,aku juga tak merasakan tenaga dalamnya." Ren xueshan tersenyum
" Kau sangat teliti,tuan muda." Puji Kakek Qian didepan putrinya.
" ahh...kakek,bukankah semua pendekar bisa merasakan tenaga seseorang." Ren Xueshan mencoba merendah.
Mereka berjalan kembali kepenginapan,Ren Xueshan dan Kakek Qian terus mengobrol.menebak2 siapakah pemuda gundul tersebut.
Qiang suyon hanya diam membisu,namun dihatinya penuh tanda tanya.
' Bagaimana mungkin,aku tak bisa membaca pikiran pemuda tersebut.Apakah kemampuan yang kudapat telah hilang?' Bathin Qiang suyon penasaran.
Malam semakin larut,namun disebuah penginapan yang sederhana.Seorang gadis tak bisa tidur,sudah berapa kali diberguling2 diranjangnya.
" Mataku,kenapa ga ngantuk2...Ih !" Serunya kesal.
Disebelah kanan kamarnya terdengar suara mendengkur yang sangat dikenalinya.
Lie weida kembali terbayang,saat tabib mengganti kerugian yang tak sedikit jumlahnya.
' Jangan2 dia nanti menuntut sesuatu padaku! Bathinya lagi.
' Gawat ! Bagaimana kalau dia menuntutku menjadi istrinya ! Ihhhh...' Lie weida semakin tak bisa tidur.
' Dia dah mulai lancang ! berani menarik tanganku didepan umum ! Jangan2 nanti dia berani memelukku juga !' Ihhh...amit2...!' lie weida semakin gelisah.
Sementara dikamar sebelah kiri putri klan langit,lukita dan sahabatnya tertidur lelap.
Suara lonceng pertanda tengah malam telah berbunyi,suara jangkrik dan burung malam semakin jelas terdengar.
Dipenginapan Pelangi yang mewah,Qiang Suyon juga tak bisa tidur.Hatinya penasaran dengan kemampuan istimewanya.Dia mencoba duduk bersila diatas ranjang,Lalu Fokus mendengarkan suara disekitar kamarnya.
Lamat2 terdengar ditelinganya,suara seorang pemuda yang sedang gelisah.
'Nona Qiang ,kau memang pencuri !' Bathin Ren Xueshan
Betapa kagetnya Qiang suyon,dia dituduh pencuri oleh Ren Xueshan.Dahinya berkerut,napasnya memburu pertanda marah.
' Kau telah mencuri hatiku,nona Qiang.' Bathin Ren Xueshan kembali.
Gadis disebelah kamarnya tiba2 tertawa tertahan dengan menutup mulutnya.Hatinya menjadi lega kembali,Namun tak lama berselang.Dia kembali terdiam,tak memperdulikan isi pikiran Ren xueshan yang terus memujinya.
" Salju...ya ... salju tadi !" Gadis tersebut berseru girang.Dengan segera dia turun dari ranjangnya,Mengambil segenggam salju yang diberikan oleh Putra pertama Klan salju.
Qiang suyon kembali duduk bersemedi,dia menggengam salju dengan kedua tangannya.Matanya perlahan terpejam,pikirannya Pokus didalam keheningan.
Perlahan2,muncullah pemandangan orang yang sedanf bertempur dikepalanya.Seorang laki2 diselimuti oleh salju,sedang terpaku memegang pedang.Lalu dari langit,muncullah seekor naga yang besar dan indah berwarna putih.Lalu menelan laki2 yang terpaku memegang pedang.Seorang wanita menangis,lalu orang kerdil mengolok2nya,wanita satu lagi, 'Bukankah dia wanita yang bertarung tadi ?' Bathinnya.
Lalu seorang pemuda gagah yang tak lain adalah Huazi,Juga seorang kakek berjenggot putih.
Dan seorang pemuda berdiri dengan gagah menatap langit,Lalu berteriak.Dan tiba2 seekor naga muncul kembali.Naga itu begitu patuh dengan pemuda tersebut.
Rasa penasaran Qiang suyon semakin besar,dia berusaha melihat lebih dekat wajah pemuda gundul tersebut.
Semakin lama semakin dekat,Dan...
Mata mereka saling bertemu dan menatap hingga terperanjat kaget.
" Haahhhhh...!" Napas Qiang suyon terengah2,keringat dingin membasahi keningnya.
" Dia...Apa dia bisa melihatku ! Seperti semua sangat nyata !" Gumam Qiang Suyon takut.Dia lalu menutup tubuh nya dengan selimut yang sangat tebal.
Dibawah selimut,dia kembali terkejut.
" Haahhh...Pakaianku ! Apa dia juga melihat pakaian tidurku !" Tanpa sadar dia berteriak,
Sementara dipenginapan yang sederhana,Lukita tersentak bangun.Dadanya berdetak kencang,keringat membasahi dadanya yang bidang.
__ADS_1
" Ahhhh...Cuma mimpi ! Syukurlah !" Lukita menarik napas lega.
Perlahan dia bangkit dari ranjangnya,Hingga menimbulkan suara yang berderit.Membuat Gadis disebelah kamarnya mendengar dengan jelas.Lukita mengambil minuman dicawan,menenggaknya hingga tak bersisa.Lalu mengambil pakaiannya,dan melangkah keluar kamar.