
Para penduduk serta tamu undangan dimarkas klan api terlihat bersemangat melihat pertaruhan tak biasa dilapangan aula.Bahkan beberapa dari mereka berteriak memberi semangat,bahkan sebagian dari mereka juga malah sibuk bertaruh.
Lukita berdiri tegak menatap cahaya keunguan yang memancar dari tangan wanita bertubuh gemuk didepannya.Perlahan dia menarik energi Angin kedalam tubuhnya,Hanya beberapa orang yang dapat melihat energi alam meresap memasuki tubuh lukita.
" Mampus !" Teriak Shiwang tianshi,Tubuhnya melayang keudara lalu melepaskan pukulan ditangannya.
Cahaya keunguan segera melesat dengan cepat kearah kepala gundul lukita.
Blaaaaarrrrr....
Buuuummmmm....
Seketika Bumi bergetar,jurus Bidadari memetik bunga Yang dikerahkan dengan setengah tenaga dalam menghantam telak kearah lawannya.
Debu beterbangan,menutupi pandangan mata.
Suasana menjadi hening,orang2 sibuk mengibas2kan tangan untuk menghalau debu yang menutupi pandangan mereka.
Tak lama berselang,terlihat tubuh lukita tetap berada ditempatnya.kepalanya masih utuh tanpa terluka,tubuhnya juga tak berubah sedikitpun.Namun Kakinya melesak kedalam tanah hingga sampai kelututnya.
Sementara Shiwang tianshi berdiri dengan mata melotot menatap pemuda botak didepannya.
" Hahaha...Aku menang ...Aku menang...!" Teriak sebagian orang2 yang sedang bertaruh.
" Bagaimana Mungkin !" Suara shiwang terdengar bergetar,Jurus nya selama ini sangat terkenal,setengah tenaga dalamnya seperti tak berarti apa2.Membuat dirinya semakin gusar dan malu.
" Kau memang hebat,Tabib Muda,Tak salah aku menjadikan kau sahabat." Puji Ketua lie tersenyum senang.
Kakek Fa sendiri menggeleng2kan kepalanya takjub,laki2 yang masih muda,telah menguasai ilmu yang hebat.Seusianya dahulu,dia paling mampu mengalahkan anggota klan air.
" Paman,Pantas saja Murid kita dengan mudah dipatahkan tangannya,Sebenarnya ilmu apa yang telah digunakannya ?" Tanya Ketua Klan Salju pada kakek Fa.
" Kau benar,Ilmunya jauh diatas Shiwang Tianshi,Walaupun aku tak mengenal ilmu pertahanannya,Namun aku bisa melihat energi alam yang ditarik masuk kedalam tubuhnya." jawab kakek fa yang terus menatap kearah pemuda gundul didepannya.
Ketua Klan Api yang baru pertama bertemu dan melihat lukita,mulai serius melihat nya.
" Gege,benarkah kau mengenalnya dengan baik ?" Bisiknya perlahan
" Hehehe...Tentu saja,Hanya dia yang mampu mematahkan pedang apiku.Hebat bukan ?" Jawab Gongshu terkekeh.
Mata adiknya melotot terkejut,
" Dia mematahkan pedang apimu ? Hei...Kenapa kau malah terlihat senang ?!" Ucap Zhansi Fa Keheranan
" Bocah itu,aura kebaikan sangat besar terpancar dari dalam dirinya,Cobalah kau rasakan sendiri." Jawab Gongshu tetap tersenyum.
" Apakah kau juga percaya dengan ucapannya,Gege ?" Tanya ketua klan api dengan wajah serius.
Gongshu menarik napasnya dalam2,lalu menganggukkan kepalanya berkali2.
" Terima kasih Nyonya,Telah berbaik hati tak memecahkan kepalaku,itu artinya nyonya telah percaya dengan ucapanku." Ucap Lukita sambil menjura hormat.Lalu dengan dibantu ketua lie,dia segera mengeluarkan kakinya dari dalam tanah.
Beberapa orang terlihat bertepuk tangan memuji pemuda botak yang terus membungkuk memberi hormat.
Shiwang tianshi hanya terdiam,Tak tau harus berbuat apa,namun wajahnya terlihat sangat gusar dan gelisah.
__ADS_1
" Heh Bocah ! Kalau aku juga tak percaya,Apakah kau mau bersedia memberikan jantungmu !?" Bentak Tetua Klan Air dengan Garang.
Sontak saja suasana menjadi ramai kembali,namun kali ini,Tetua Klan salju segera turun tangan.
" Kita Para tetua,sebaiknya melihat dan mendengar saja,tak perlu turun tangan pada generasi muda." Ucapnya dengan tegas.
" Puihhhh ! Kau semakin tua,semakin cerewet seperti nenek2 !" Ejek Linghun geram,matanya memancarkan cahaya merah menyala.
Lukita terdiam sesaat,lalu berbalik menghadap kebarisan tuan rumah.
" Maafkan Hamba yang telah mengganggu Acara Tuan Rumah." Ucapnya sambil menjura hormat.
Ketua klan api,hanya manggut2 tanpa menjawab.lalu tangannya memberi perintah kepada juru bicara untuk segera melanjutkan acara.
" Mari kita kembali duduk,ketua lie." Ajak Lukita,Ketua lie mengangguk setuju tanpa berkata sedikitpun.hatinya telah percaya dan suka dengan gaya pemuda gundul didepannya.
Tak lama berselang juru bicara kembali berkata,
" Hari ini adalah hari yang istimewa bagi Kota Para Jagoan juga Klan Api,Karena Telah hadir disini,Tuan Gubernur beserta putri.Dari itu,kami memberi waktu untuk tuan gubernur memberikan beberapa patah kata untuk kami disini." Ucap juru bicara sambil membungkuk hormat.
Gubernur Jao Long segera bangkit berdiri.Wajahnya terlihat bersemangat dan berwibawa.
" Terima Kasih,Sebelumnya,Atas nama Kaisar dan Kerajaan juga atas namaku sendiri,mengucapkan selamat pada Klan Api yang dipimpin oleh Ketua Zhansi Fa huo ya g juga adalah sahabatku sendiri.Hari ini kami menyempatkan hadir disini,untuk berkunjung sekalian menyapa para tuan2 pendekar Tetua Klan dan para pemimpin Klan beserta anggota.Dari Zaman kaisar terdahulu,wilayah kita selalu berdampingan,dan kita selalu menjaga satu dengan yang lain.Kaisar pernah berpesan,Untuk selalu menjaga hubungan baik kita selama ini,bahkan membantu apapun yang dapat kami berikan untuk Kota Para Jagoan ini.Kami juga terkejut dengan musibah yang terjadi dikota ini,Dari itu,kami selamu pejabat daerah bagian barat,akan turut serta membantu menyelidiki,apa sesungguhnya yang terjadi.Namun,ada baiknya kita jangan terburu nafsu mengambil keputusan. Akhir2 ini,Istana kerajaan,mendapat kabar burung,bahwa banyak gerakan2 yang mencurigakan.Sebaiknya,kita para penduduk dan pemimpin diwilayah ini,agar berhati2,selalu mengawasi,dan bertukar informasi penting sesama Klan dan perkumpulan.Apakah tuan dan Nyonya 2 serta para hadirin setuju ?" Tanya Gubernur Jao
" Setuju !" Jawab Ratusan orang dengan serempak.
" Baiklah,sekali lagi,kami memberikan selamat kepada Klan api dan Kota Para jagoan.Juga berterima kasih kepada para tetua yang telah lama berdiam diri ditempatnya,hari ini hari paling bahagia dan terhormat bagiku,bisa bertemu dan berkumpul dengan kalian semua.Terima kasih."Gubernur Jao membungkuk Hormat kedepan,lalu duduk kembali.
Suara tepuk tangan menggema diseluruh Aula,Mereka berbisik2 kagum,namun sebagian juga mengejeknya.
PLOKKK...PLOKKK...PLOKKK...
" Panglima Besar Lhe Musin Datang !!!" Terdengar teriakan para prajurit memberi tau.
Semua mata berpaling memandang kearah gerbang markas Klan api.Tak lama berselang terlihat seorang laki2 gagah memakai pakaian dan jubah kebesaran seorang panglima perang.
Lhe musin berjalan berdampingan dengan Pendeta Dalai lama Baghi khan.Dibelakangnya selusin Pasukan Khusus berpakaian coklat dengan senjata lengkap me ngawalnya.
sementara 2kereta kencana terlihat berada dibelakang kereta kencana yang ditumpangi Panglima dan pendeta berjejer rapi.disekitarnya dikelilingi 2 Lusin prajurit bersenjata lengkap.
Ketua Klan api beserta gubernur Jao tergopoh2 menyambut kedatangan Panglima Perang Kerajaan,Para tamu dan Hadirin juga segera bangkit berdiri membungkuk hormat.
" Terima Kasih Tuan Panglima,Telah Sudi Datang ke Kediaman kami yang sederhana ini." Ucap Ketua Klan Api,sambil menjura hormat.
" Selamat datang,Tuan Lhe,Sungguh suatu kebetulan kita bisa bertemu disini." Gubernur Jao juga menyapa dan memberi hormat.Jabatannya masih dibawah Panglima Lhe yang berada diistana kerajaan.
" Hahaha...Terima kasih atas sambutannya,Sebenarnya Kami hanya kebetulan lewat,jadi ini bukan kunjungan khusu khusus." Jawab Panglima Lhe musin sambil tertawa,pandangannya mengitari Aula,Keningnya berkerut dan tersenyum ketika melihat beberapa Pendekar Tua yang hadir ditempat itu.
" Mari Tuan2,Silahkan duduk ." Ketua Klan api segera mempersilahkan Bangkunya untuk diberikan pada panglima.Dan Bangku Kakaknya Gongshu diberikan Pada Pendeta dalai lama.
" Panglima Perang datang bersama pendeta mongol,Sesuatu yang tak biasa." Bisik Ketua Klan Salju pada Pamannya.
Kakek fa hanya manggut2 tak bersuara,keningnya beberapa kali terlihat berkerut2,menandakan dia sedang berpikir keras.
" Aku merasakan sesuatu bakal terjadi disini !" Bisik Linghun pada kedua muridnya.
__ADS_1
" Sebaiknya kita tak usah ikut campur,suhu.Kecuali berhubungan dengan Klan kita." Bisik Shui Tianshi sambil mendekatkan dirinya pada gurunya.
" Maaf Tuan Panglima,Kalau jamuan kami tak berkenan dihati Tuan." Ketua Zhansi sambil mengambil tempat duduk yang baru saja diambil oleh muridnya.
" Hahahaha...Tak perlu sungkan Ketua Zhan." Jawab Panglima Lhe tertawa
Ketua Zhan segera memberi kode pada juru bicara nya untuk melanjutkan acara.
Dia segera menepukkan tangannya,untuk meredakan suara2 para hadirin yang hadir.
setelah keadaan kembali tenang,dia kembali melanjutkan acara.
" Sungguh besar Berkah hari ini buat Klan api dan Kota Para Jagoan.Karena Selain Gubernur Jao,Juga Telah hadir ditempat Ini,Panglima Besar Kerajaan Tuan Lhe Musin beserta Sahabatnya.Mari kita sambut beliau dengan tepuk tangan yang meriah." Ucap juru bicara dengan suara lantang dan bangga.
Suara riuh tepuk tangan para penonton dan tamu undangan,membuat wajah panglima Lhe Tersenyum senang.
" Dan Dari itu,Tentu Suatu kebahagian bagi kita semua,untuk mendengar beberapa wejangan dan kata2 dari Panglima Besar kita.Dengan segala hormat Silahkan Tuan Panglima." Sambung Juru bicara sambil menjura hormat.
Panglima Lhe musin segera berdiri,Disambut tepuk tangan yang meriah dari para hadirin yang memenuhi halaman Aula.
" Terima Kasih,Terima Kasih.Sungguh bahagia rasanya,bisa berbicara dan bertatap muka dengan para Tetua yang utama,juga Para pemimpin Klan Dan perkumpulan,beserta para hadirin juga Rakyat kota Jagoan.Mungkin ini yang dinamakan Jodoh dari Sang Hyang,Secara kebetulan,Kami sedang memeriksa Wilayah Barat.Melihat kehidupan Penduduk disini.Dan tanpa terduga,kami menemukan Sesuatu yang penting yang berasal dari kota para jagoan." Panglima Lhe Berhenti sejenak,wajahnya terlihat tersenyum lebar,sambil memandang sekelilingnya.
Mendengar sesuatu yang penting telah ditemukan oleh Panglima Lhe,Orang2 menjadi penasaran,terutama para pemimpin Klan.
" Sesuatu yang penting,Apakah yang tuan besar lhe maksud ?" Tanya ketua zhansi penasaran.
Panglima Lhe menatap wajah ketua klan api sejenak,Lalu kembali tersenyum.
" Tentu Sesuatu yang penting dan sangat berharga bagi kalian semua." Ucap Panglima Lhe Kembali.
" Pengawal,Bawa Mereka dan Barang2 berharga itu kesini !" Perintah Panglima Lhe.
Sebuah Kereta Kencana Segera Berjalan memasuki Halaman Aula dikawal oleh Prajurit Khusus Panglima.
" Lihatlah !" Seru Panglima Lhe Kembali.
Semua Mata tertuju kepada kereta kencana.Tak lama berselang,Keluarlah Seorang berpakaian serba merah memakai cadar penutup yang tipis.
" Putriku !" Teriak Ketua Klan Api terkejut,
" Ayah !" Teriak Putri Xian Nie Huo,lalu segera berlari menuju aula.
Ketua Zhansi segera turun dan menyambut putrinya,mereka segera berpelukan.dihadapan ratusan pengunjung,mereka sama2 menangis terharu.
" Selamat Ketua Zhan,Putrimu telah kembali kerumah." Teriak Panglima lhe musin sambil bertepuk tangan.
Para hadirin yang tadinya terpaku tak menyangka,segera sadar dan ikut bertepuk tangan yang meriah.
Ketua Klan api segera membimbing Putrinya,
" Bawa Putri masuk kedalam untuk beristirahat !" Perintah nya dengan Lugas,Beberapa pelayan juga Sahabat baik Nona Xian segera berlari menyambut dan membawa putri Xian Masuk kedalam ruangan.
" Tuan Besar,Hamba Mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kebaikan tuan panglima." Tanpa rasa malu,Ketua Klan api bersujud Kearah Panglima Lhe musin.
" Hahaha...Kau Tak perlu melakukan Hal bodoh itu,Tuan Zhan ! Berdirilah,Itu sudah kewajiban kita saling membantu,dan kewajibanku sebagai Panglima Kerajaan untuk menjaga keamanan negri ini." Suara Panglima Lhe Terdengar sangat tegas dan berwibawa.
__ADS_1