
Gadis itu kemudian pergi meninggalkan tenda Arlo dan berencana untuk kembali besok pagi. Saat itu di bingung dengan penjelasan Khira dan seakan tidak percaya.
...(----------------)...
Saat matahari masih belum menampakkan diri, Arlo bangun dan keluar dari sarangnya, bingung mencari air di dapur. Setelah pencarian dalam gelap yang merepotkan itu, ia akhirnya memperoleh segelas teh hangat dari Khira yang kebetulan bertemu dalam gelap itu.
“Tuan.. ini masih terlalu pagi untuk bangun, kenapa anda sudah bangun?” tanya Khira bersunguh-sungguh.
“Aku bangun karena kehausan saja, rencananya tadi selesai dapat air langsung kembali tidur. Tapi sekarang sudah tidak mengantuk, jadi duduk di sini saja menunggu matahari muncul..” jawab Arlo dengan santai.
“Baiklah Tuan”
Mereka berdua berbincang tentang hal ringan sambil menunggu hingga pagi. Waktu demi waktu berjalan, selama itu beberapa orang ikut bangun dan mempersiapkan diri. Setelah kelihatannya matahari sudah melirik, Khira berpamitan dan meninggalkan Arlo sendirian di depan perapian itu.
“Ee tuan Arlo..” suara seorang gadis tepat berdiri di belakang Arlo.
“Hah? Kau.. bukankah gadis yang tadi malam?”
“I-iya, saya Bela saya sebenarnya..” gadis itu terlihat sangat gugup dan takut.
“Hei kau ini kenapa? Aneh, kau mirip dengannya saat sedang berbuat salah..” kalimat aneh Arlo yang kemudian di berdiri di depan gadis itu.
“A.. anu Tuan, saya kesini ingin minta maaf. Karena tadi malam saya mengganggu Anda. Saya benar-benar minta maaf Tuan..” gadis itu menunduk dan memejamkan matanya dengan penuh ketakutan.
__ADS_1
“Oh.. iya sudah lupakan saja. Selain itu apa kau kenal dengan Khira?, kelihatanya kau sangat menghormatinya”
“Saya adalah murid terbaik Tuan Khira. Karena itu saya selalu waspada dengan siapa saja yang dekat dengannya tanpa sepengetahuan saya” jawab gadis itu dengan tegas.
(Gadis ini aneh sekali.. barusan dia kelihatan ketakutan, tapi sekarang..) dalam batin Arlo.
“Yah karena matahari sudah terbit, lebih baik kita bersiap dan segera berbaris untuk berangkat” wajah Arlo terlihat aneh dan tidak meyakinkan.
“Eh.. E ba-baik!” gadis itu segera meninggal kan Arlo dan memimpin barisanya.
(Ternyata dia seorang pemimpin barisan, pantas saja sikapnya sangat kaku..) dalam batin Arlo kemudian ia segera menyusul barisannya dan segera berangkat.
Setelah beberapa saat dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai di padang savana itu lagi. Lagi-lagi Khira melakukan hal yang sama dan menancapkan pedangnya di tanah.
Bagi Arlo itu sangat membosankan, tapi lain bagi para prajurit lain di sebalahnya. Mereka terlihat sangat kagum dengan apa yang di lakukan panglimanya.
Pertempuran itu berjalan seperti biasa, namun kali ini Arlo harus membantu Khira menyerang beberapa iblis yang terlihat sangat merepotkan.
Dengan tanduk besar di kepalanya, seekor iblis menyeruduk Arlo hingga terpental cukup jauh dan membuatnya sedikit kualahan. Dengan daya tahan tubuh yang cukup dan kekuatan regenrasi Arlo, di bisa menjadi penahan serangan musuh dan memberi kesempatan temannya untuk menyerang.
Dengan beberapa tebasan oleh pedang Khira, iblis itu jatuh dan tak bernyawa. Dalam pertempuran di garis depan, Arlo tidak hanya bersama Khira saja. Namun ia juga bersama dengan beberapa pemimpin barisan tempur. Terdapat tiga orang pria, yaitu Arlo, Khira dan Tera lalu dengan dua orang gadis yang mendukung mereka bertiga di belakang, Bela dan temannya Dina.
“Bela! Gunakan sihir beku pada iblis itu dan tahan bebeapa saat..!” perintah Khira dan mengumpulkan tenaga pada pedangnya.
__ADS_1
Di sebelahnya Arlo yang terus berusaha menyerang secara langsung dengan sabitnya. Dukungan Bela yang membekukan beberapa iblis itu mempercepat serangan Arlo dan membereskan semua iblis kecil pengganggu bersamaan dengan Khira.
“Arlo! Musuh sudah mengalami penurunan jumlah yang sangat besar. Kita prioritaskan pada iblis yang kuat dan hancurkan tikus pengganggu!” Ujar Khira sambil membabat habis musuhnya.
Setelah pertempuran yang cukup lama, luka demi luka yang di terima teman-teman Arlo cukup banyak hingga membuat mereka lemas. Namun itu tidak berpengaruh pada Arlo karena regenerasinya yang membuat semua lukanya pulih dengan cepat.
“Lihatlah, Tuan Arlo masih bisa bertempur tanpa luka setelah menahan sangat banyak serangan dari iblis itu.. bagaimana bisa?” ujar Tera pada Khira.
“Itu adalah anugrah dari buah keabadian, selain itu. Tekat untuk berjuang juga membantu dalam setiap usaha, ingat itu anak muda!”
Hari sudah hampir menunjukkan gelap, jumlah pasukan musuh juga sudah menurun drastis hingga hampir habis. Dengan beberapa pengeroyokan besar, Seluruh iblis dapat di hancurkan dan akhirnya tanah ini terbebas dari iblis pelarian.
...(----------------)...
Mereka semua kembali ke perkemahan dan beristirahat di sana atas kemenangan besarnya. Makan malam, berkumpul dengan pasukan lainya dan meminum minuman hangat di depan perapian. Arlo duduk dengan santai meminum segelas minuman hangatnya di depan perapian sendirian, lalu beberapa orang datang mendekatinya sambil membawa makanan ringan.
“Baiklah, misi kita sudah selesai. Aku rasa kita akan di beri libur cukup panjang oleh Ratu” ujar Tera yang letih dan duduk di depan perapian.
“Benar! Tapi tuan Arlo, bagaimana Anda bisa menahan semua serangan itu dan tidak mengalami luka apapun?” tanya Bela yang duduk di dekat Arlo.
“Hah itu..” Arlo ragu-ragu menjawabnya.
“Sudah kubilang itu anugrah dari buah keabadian..” jawab segera Khira dan ia berdiri meninggalkan perapian itu setelah baru saja duduk.
__ADS_1
Arlo hanya terdiam memikirkan sesutu di depan perapian bersama dengan kedua orang sebelumnya. Kedua orang itu berbicara dengan santai sambil makan membiarkan Arlo sendirian. Kemudian setelah beberapa saat, Arlo bangun dan pamit pada kedua orang itu untuk tidur duluan. Dia masuk kedalam tendanya dan tertidur pulas hingga pagi. Pagi harinya Khira sudah berteriak-teriak memanggil pasukannya yang belum kunjung bangun dan mengungumkan kita akan kembali ke rumah dan membuka portal.
Arlo keluar dari penginapannya dan menenteng sesuatu di tangannya mendekati Khira dan masuk kedalam barisan. Portalnya kembali di buka oleh Khira dan berbeda jalur dari sebelumnya. Semua pasukan berbaris rapi masuk kedalam portal satu pesatu hingga semua berhasil di pindahkan. Sisa-sisa tenda sebelumnya juga sudah di bereskan sendiri oleh Khira dan segera menyusul mereka untuk memberikan laporan pada Ratu.