
Diera pertengahan, kejayaan para kesatria berada ditingkat teratas dan kekuasaan menjadi tujuan segala umat. Diikisahkan lahirlah seorang putri manis dari kerajaan makmur kaya raya, Lianburg dengan rajanya Sang Singa Negara, Raja Edward Panthera. Bayi perempuan itu terlahir di tengah hari saat matahari bersinar begitu terik dengan membawa sebuah takdir yang berbeda dengan rambut pirangnya.
“Bayi ini akan diberi nama sebagai Elly yang berarti sang cahaya Emas. Tidak, dia adalah putriku, putri semua orang. Ia adalah putri kesayangan kami semua.” Ucap sang raja dengan membopong sang jabang bayi dalam pelukannya saat baru saja lahir.
Dikarenakan sebagai putri pertama yang sepesial, dia membawa kelahiran yang berbeda. Raja sendiri menobatkan kelahirannya ditandai sebagai festival kesuburan dan kemakmuran. Semua warga bersuka cita setiap kali hari itu tiba, banyak hal luar biasa yang diselenggarakan oleh raja sebagai peringatan ulang tahun putrinya.
Saat usianya beranjak 5 tahun ia mulai melakukan hal luar biasa yang tidak dilakukan anak seumurannya. Dia sudah lancar berbahasa layaknya seorang ratu yang bijaksana, melakukan banyak kegiatan yang berbau dewasa. Dia adalah anak yang sopan dan ramah kepada siapapun yang ia jumpai, termasuk para prajurit yang setiap kali menghabiskan waktu dengannya di luar.
Dia berteman dengan siapa saja, tidak peduli ratu-raja kerajaan lain dan putra-putrinya atau bahkan para warga miskin, hampir semua orang dapat ia kenali. Para anak-anak yang bermain dengannya selalu tunduk mendengar ucapan yang ia utarakan.
Kehadirannya selalu dianggap sebagai berkah yang datang kepada mereka, meski kepercayaan itu tidak pernah sekalipun menjadi nyata. Tidak hanya semua itu, dia dianggap sebagai anak berbakat yang mampu melakukan segalanya.
...(----------------)...
Terbitlah matahari dari ujung timur menyinari sisi dunia. Dengan cahayanya yang silau, membangunkan sosok gadis kecil yang cantik dari kasur. Dengan sedikit meregangkan badannya, gadis itu bangun dari kasurnya dan beranjak keluar kamar. Ia mendapati dua wanita dengan gaun hitam putih, para pelayan yang membantunya.
“Selamat pagi, Nona Ely. Bagaimana tidur Anda semalam?” sapa salah satu wanita itu.
“Selamat pagi, aku rasa aku bermimpi indah semalam.” Sahut gadis itu dengan riang.
“Baguslah. Nona, bisa Anda kemari sebentar? Ada sesuatu yang ingin kami sampai, kan.” Wanita itu melambaikan tangannya.
Tanpa ragupun, gadis itu berjalan mendekati mereka dan berhenti dengan memasang senyum indah di wajahnya. Dengan mendapati kedua wanita itu membawa sepasang gaun putih yang indah dan menyodorkan padanya.
“Selamat ulang tahun, Tuan Putri. Kami hanya bisa memberi ini dengan uang tabungan kami berdua, apa Anda mau menerimanya?” tampak perasaan ragu yang tergambar di wajah mereka berdua.
Sontak gadis itu dengan lembut meraih gaun tersebut dan memandangi dengan wajah yang takjub. Dia tampak senang dengan apa yang ada dalam genggamannya.
“Tidak, ini milikku. Aku senang bisa memilikinya. Terima kasih.” Senyuman manis bahagia tergores di bibi gadis itu.
__ADS_1
Dengan senang hatinya ia pergi keluar dan menenteng baju tersebut menemui seseorang pria bermahkota yang berdiri dengan gagah memandangi angin sejuk yang menerpa dan semua orang di luar sedang repot menyiapkan sesuatu. Pria itu berbalik dan langsung menyahut tubuh mungil gadis itu dalam pelukannya dan mencubit bibir manisnya.
“Ayah, sudah kubilang berhenti melakukan hal seperti ini!” gerutu Ely dengan menggembungkan pipinya yang memerah seusai dicubit dan berusaha mebelot.
“Apa? Itu tidak mungkin, kau itukan kesayanganku.” Sahut sang ayah sampai akhirnya ia kualahan dan menurunkan gadisnya.
“Oh, ya. Ayah semalam memimpikan sesuatu yang sangat jelas. Mungkin itu sebuah ramalan, apa kau mau mendengarnya?” lanjutnya dengan menepuk lembut rambut putrinya.
“Apa itu?” sahut gadis itu penasaran.
“Di dalam mimpi, ayah melihat seseorang yang-“ kalimat raja terputus oleh seorang kesatria yang datang dengan raut buruk.
Dengan memberikan sedikit kode khusus para kesatria, raja mengangguk dan mengikuti kemana kesatria itu mengajaknya.
“Ada apa? Apa ada masalah?” Ely penasaran menarik baju ayahnya yang pergi tanpa pamit dan menghentikan langkahnya.
Saat semua keperluan sudah siap, orang-orang penuh bahagia berdatangan dan memulai acaranya dengan menunggu raja datang. Setelah sekian lama menunggu, dari pintu masuk keluarlah ratu denga raut yang tidak terlalu menyenangkan. Orang-orang mulai cemas, namun semua itu terhapus dengan pembukaan yang akan dipimpin oleh ratu dan semua orang semakin senang setelah tokoh utamanya keluar dari layar.
Dengan senyuman yang lebar, seorang gadis harapan melambaikan tangannya kepada semua orang yang menyambut hangat dirinya. Acara diselenggarakan dengan hikmat dan berdoa dengan tulus. Setelah semua bagian itu selesai, pesta meriah dimulai. Semua orang di persilakan masuk kedalam aula kastil dan di dalam di sediakan banyak sekali makanan lezat berjejer.
Semua orang tampak bahagia, termasuk sang putri yang berdansa denga para pageran undangan yang datang diaula. Namun beberapa anggota kerajaan termasuk para pelayan tampak menggosipkan sesuatu di ujung ruangan. Tanpa semua orang sadari, sebenarnya ada seseorang penting yang tidak hadir dalam acara ini.
Saat mulai beranjak ditengah hari, semua orang beristirahat dan bersiap untuk kegiatan malam nanti pada upacara kesuburan. Ketenangan berakhir saat seseorang dari keluarga kerajaan mengabarkan bahwa upacara akan dibatalkan dan para warga harus pergi untuk evakuasi.
Berdirilah raja dihadapan mereka semua dan mengatakan hal buruk yang telah terjadi. Para pasukan kerajaan yang jauh datang dan menyerang dengan kekuatan yang besar. Setelah mendengar kabar itu, banyak para pemuda yang mengulurkan diri untuk ikut bertahan sedangkan para warga lainnya pergi bersama dengan keluarga kerajaan yang tidak mampu berperang, termasuk Nona Ely. Ia dibawa pegi jauh dari sana dan akan kembali esok harinya.
Di medan pertempuran, gagah berani sang raja dari pihak musuh memimpin dengan mahkota megah di kepalanya. Sedangkah para pasukan kerajaan datang dan menghadang langkah mereka.
Diawal pertempuran, sepertinya kerajaan ini sudah mengalami kalah telak dan raja mulai tersudut. Sampai sebuah kebetulan yang harus dibayar mahal oleh raja Edward akhirnya berhasil mengusir lawan dari tanah itu. Dengan mengorbankan banyak darah demi para pasukannya, sang raja akhirnya terluka parah.
__ADS_1
Selama berminggu-minggu ia hanya bisa terbaring di kasurnya dan merasakan semua sakit yang ia derita. Para warga merasa sangat sangat sedih akan kondisi yang saat ini terjadi. Sampai di suatu hari, raja meminta semua orang yang merawat dirinya keluar dari kamar dan membiarkan dia hanya bersama dengan putri tercinta yang menunggunya selama beberapa saat.
“Ayolah, Putri. Jangan memasang tampang seperti itu terus. Ayah, kan jadi ikut sedih.” Ucap sang raja dengan mencubit salah satu pipi putrinya.
“Memangnya makhluk menjijikan apa yang akan tertawa riang saat ayahnya sedang sakit parah seperti sekarang ini.” Gadis itu menyahut dengan suara yang berat.
“Apa kau sudah makan, aku dengar kau tidak selera makan. Bagaimana jadinya bila kabar mengatakan bahwa putri cantik ini tidak dirawat dan tubuhnya sangat kurus? Yah? Makan, ya?” senyuman raja yang berusaha menghibur tidak sedikitpun menggores senyuman di bibir gadis itu.
“Baiklah, sepertinya putriku sangat sedih hanya karena ini. Sebenarnya ada yang ingin aku katakan. Sebelumnya ayah pernah mengatakan untuk menceritakan sesuatu mimpi yang mungkin adalah ramalan, kan? Apa kau masih ingin mendengarnya?”
“Aku akan mendengarkan sampai ayah benar-benar sembuh.” Sahut gadis itu dengan tidak sedikitpun merubah raut wajahnya.
“Baiklah kalau begitu. Dengar, ya…
Di dalam mimpi itu, aku mendengar kabar ada seseorang anak yang dengan senang hatinya membunuh siapapun yang ia benci. Dia berteman dengan seorang monster yang berparas cantik. Monster itu menuruti semua apa yang ia minta dengan mudah, sampai banyak orang yang mengetahui kebenaran dirinya.
Orang-orang mulai merasa takut dan kawatir akan ajal yang mungkin menunggu mereka. Mereka mulai menuduh anak itu atas bukti yang sudah terjadi. Namun tidak ada seorangpun yang benar-benar melihatnya membunuh seseorang.
Suatu ketika, aku berjumpa dengannya. Entah bagaimana, tapi dalam mimpi itu aku selalu menghabiskan waktu dengannya. Hal yang gila mulai terjadi dalam mimpi itu, ayah mulai jatuh cinta saat melihat air matanya yang menetas secara tiba-tiba. Air mata itu memelukku hangat dan menghapus keberadaan monster yang ada di dalam dirinya.
Saat dalam pelukannya, aku menyadari wujudku yang sebenarnya. Dengan kedua tanganku yang tampak mungil, aku melihat rambut pirang panjang yang terurai di pundak. Sampai akhirnya ayah terbangun dan mengingat semua kejadian itu dengan jelas, bahkan ayah masih mengingatnya sampai sekarang.
“Aku rasa seperti itulah akhirnya, Ely. Apa kau mau memenuhi permintaan terakhir ayah?”
“Apa maksud ayah, aku akan mememenuhi semua permintaan ayah saat ayah sudah sembuh. Jadi jangan bicara yang aneh-aneh!”
“Kau itu gadis yang sedikit bawel, tapi hatimu sangat murni. Sembuhkan anak itu dari rasa sakitnya dan hapus keberadaan monster jahat yang menguasai dirinya. Ini adalah permintaan terakhir ayah. Selain itu, ayah mungkin akan sangat merestui kalian berdua bila kau benar-benar jatuh cinta padanya. Jagalah dirimu baik-baik, Ely. Ayah sangat… ayah sangat menyayangimu….” nafas berat pria itu mengantar kedua pelupuk matanya yang mulai tertutup.
Dengan air mata yang mengalir deras, Ely menggoyang-goyangkan tubuh ayahnya. Dia memeluk erat ayahnya dengan terus menangis histeris.
__ADS_1