
Di hari berikutnya, Eri mencoba kembali menentukan pilihannya. Bersama dengan Ratu yang mendampingi dan mengawasinya, sembari membaca-baca ulang materi.
“Nona.. coba di rasakan, jangan terlalu di pikirkan”
Di tengah latihan mereka, seseorang berjalan terburu-buru mendekat dan memanggil-mangil Ratu yang ada di dalam ruangan itu. Seorang kesatria dengan luka-luka di tubuhnya berlarian menghadap Sang Ratu.
“Apa ini?!”
“Maaf Ratu, mereka menyerbu lagi dan mengincar seorang gadis yang ikut dengan Pangeran Arlo.. kami yang bertahan di garis depan telah terpukul mundur..” lapor kesatria itu dengan nafas tidak teratur.
“Di mana Ayah?!”
“Raja sedang mengejar pasukan lain sendirian, kami di beri pesan untuk berjaga di kastil”
Dalam kondisi tersebut, tiba-tiba angin berhembus kencang di antara mereka, seorang iblis pria sudah berdiri tepat di sebelah kesatria itu. Tanduk besar berwarna hitam dan taring panjang di bibirnya menunjukkan bahwa dia seorang pendatang.
“Daniel.. mau apa kau kemari?!” Ujar Ratu menggertak giginya.
“Aku? Aku menginginkan gadis itu.. mendapat laporan bahwa pria abadi itu pergi dari sini sudah menjadi berita bagus bagiku, hehe..”
Perlahan pria itu mencabut belati dari sarungnya yang entah dari mana asalnya. Senyuman kejinya melebar bersamaan dengan belati yang sudah di depan leher kesatria itu, matanya terbelalak dengan
“Cih! Pergilah maka akan aku ampuni nyawamu anak muda!”
“Memangnya apa yang kau punya Nona Aliyla..”
Sekedip mata, baju baja di dada pria itu rontok seperti pecahan kaca yang terkena tekanan penuh di setiap sisi. Darah mengalir bercucuran dari mulut kesatria itu.
Ratu melesat dengan sabit di tangannya, langsung mengarah pada pria itu, Sedangkan Eri di belakangnya menggigil ketakutan. Bayangan tiba-tiba melesat dari belakang Eri, dengan cepat melewati Ratu di depannya, menyerang si pria dan membuat jarak dengan kesatria tadi.
__ADS_1
Daniel yang terhempas mundur masih belum bisa tenang, serangan entah oleh siapa terus menebasnya dari berbagai arah, memukul mundur dirinya sampai di ujung dinding rungan. Bayangan itu lenyap sesaat setelah targetnya dapat di lumpuhkan. Ratu yang tidak bergerak menyaksikan hal itu, berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
Eri di belakangnya jauh lebih terkejut dengan apa yang ia lihat, orang yang sama yang menghampiri Eri dengan belati dan pedangnya yang berlumuran darah, sedang menebas pria yang menjadi musuhnya.
“Siapa kau..?!” suara serak yang sama dari bayangan itu terdengar oleh semua orang yang ada di sana.
Tanpa mereka sadari Daniel sudah terluka parah dan lemas lunglai. Bayangan itu melesat kembali menghampiri Eri dan berdiri tepat di depannya. Melangkah mendekat di sampingnya dan berbisik perlahan.
“Kenapa..? Kenapa kau melupakan dirimu.. Ely..” suaranya lenyap bersamaan dengan bayangan itu.
Nafas Eri kacau membuatnya lemas dan roboh, memegang kuat-kuat kepalanya. Pupil matanya menyala terang berwarna kuning dan sekan menyorot sesuatu. Ratu tidak berkutik sedikut pun dari posisinya, bersiaga dengan serangan berikutnya. Mengingat musuhnya adalah iblis licik, tidak tau apa yang akan terjadi.
“Dia jadi tumbal rupanya.. haha.. ternyata dia sangat hebat, luar biasa..” Daniel yang bersandar lemah di dinding rungan tersenyum tipis. Dia menyeret tubuhnya yang penuh luka berdarah hitam pekat dan berjalan tertatih-tatih menuju kesatria yang terbaring lemas tidak jauh darinya.
Tangannya dan jari-jarinya yang kotor dengan kuat menyentuh dadanya, menghisap seluruh energi dan sisa isi tubuhnya sampai benar-benar kering. Kebalikannya, tubuh daniel kembali pulih dan semua luka-luka di tubuhnya telah sembuh sepenuhnya. Dengan senyum liciknya, dia mengangkat tangannya dan mengeluarkan sebuah tombak gelap dan di lontarlan mengarah pada dua wanita itu.
Lagi-lagi bayangan asing itu muncul dan menahan tombak dengan pedangnya. Senyuman tipis yang menyeramkan menekan mental Daniel dan perlahan tombak itu lenyap menguap.
Semua prajurit dan kesatria yang menahan musuh yang di bawa oleh Daniel telah di lumpuhkan. Musuh langsung menyusul atasannya setelah menerima koordinasi. Sampai di sana, rupanya adalah 20 lebih iblis dengan tingkat sedang, berbaris dengan rapi di belakang Daniel yang bersiap menyerang. Tujuan sebenarnya mereka kemari adalah untuk mencuri lagi gadis manusia yang bermata kuning.
“Baiklah Aliyla.. serahkan gadis itu, maka kami akan pergi”
“Menentang Ratu Soul Of Dark sama saja berharap dengan kematianmu, majulah dan hadapi wanita ini!”
“Memangnya itu cukup, haha.. Serang!!”
Semua pasukan melesat maju, dalam jumlah yang cukup merepotkan. Dengan memegang kuat gagang sabitnya, Ratu memasang kuda-kuda bersiap bertarung dengan makhluk menjijikan itu.
Kemudian di belakangnya, gadis itu bangun dari duduknya. Tanpa sadar rupanya Eri mengangkat tangannya, tiba-tiba keluar sebuah pedang emas dari dalam tubuh Ratu yang melayang perlahan mendekati Eri dan melepas sarungnya sendiri. Dalam genggaman Eri, pedang itu bersinar dengan cahaya yang menyilaukan.
__ADS_1
Dalam satu hempasan pedang itu, mereka yang terpukul langsung melesat mundur dengan luka parah yang ada di sekujur tubuhnya. Membuat Daniel keheranan dan mengamati seluruh pasukannya.
Ratu sangat terkejut dengan yang telah di lakukan gadis itu. Senyuman sangat lebar di bibir Eri terlihat mengerikan, dia mengenggam kuat pedang itu dan sesaat setelahnya, pedangnya lenyap bersamaan dengan sarungnya seperti terhapus. Ratu berlari menghampirinya dan memastikan gadis itu. Eri tersadar dan terlihat linglung, dia memegangi kepalanya yang terasa pusing.
“Eri, apa yang terjadi?”
“A-aku tidak tau, aku hanya berdiam diri sejak tadi tanpa tau apa yang terjadi”
“Gadis itu..menarik sekali.." Gumam Daniel dengan senyuman liciknya.
"Kita mundur dulu!, aku akan lapor. Berbahagialah kalian berdua, sebelum kami kembali dan mengambil kebahagiaan kalian haha..” Daniel lenyap di tiup angin bersama dengan seluruh pasukannya.
"Pedang itu.." gumam lirih Ratu menepuk pundak Eri.
Eri tertengung sesaat dan tersenyum tipis, membuat Ratu yang ada di sampingnya kebingungan.
"Maaf Nona, sepertinya aku akan sibuk. Kita tunda latihan hari ini, Mei! Tifa! urus kesatria itu! aku akan mengecek di depan. Mungkin aku akan pergi menyusul Ayah'' Jelas Ratu perlahan menjauh meninggalakan ruangan itu, yang tiba-tiba di depan pintu ada dua wanita menunduk hormat dan segera menjalankan perintah. Kedua wanita itu berjalan mendekati Eri yang berdiri tegap menatap mereka.
"Baik Ratu.. Nona Eri, apa yang akan Anda lakukan sekarang?"
"Aku akan berlatih sendiri di sini, kalian jangan kawatir"
"Baiklah Nona, kami permisi dulu.." dua wanita itu pergi dari sana setelah mencabut liontin di leher kesatria itu. Perlahan kesatria itu lenyap menjadi abu dan melayang di tiup angin.
Eri memutuskan untuk berlatih seorang di sana. Dia tau apa yang harus ia lakukan tanpa harus ada yang memberi tau.
...(----------------)...
Di sisi lain, Ratu pergi ke area depan di kastil dan memastikan kondisi di sana. Hampir seluruh pasukan mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Mereka semua terbaring menyedihkan di halaman kastil.
__ADS_1
Ratu terlihat sangat kesal bersamaan dengan perasaan cemas yang mungkin akan menimpa Raja dalam pengejarannya. Entah siapa yang sebenarnya ia kejar, tanpa memberi laporan dan bertindak sesuka hati, membuat orang lain cemas saja, Batin Ratu.
Dia memerintahkan semua pelayan untuk mengurus luka-luka itu dan memastikan bahwa mereka semua pulih total dengan bantuan sihir. Sedangkan dia akan menyusul pergi Raja dan membawanya kembali. Mengingat kondisi di sini cukup berbahaya karena sebagian besar pasukan telah pergi dalam menjalankan penyerbuan di tempat lain, sedangkan pasukan cadangan hanya tersisa sedikit, tidak tau kapan musuh akan bergerak lagi.