Perjalanan Keabadian

Perjalanan Keabadian
Jejak 55 - Tuan Raizel.


__ADS_3

Seorang pria dengan jubah putihnya yang mencuri perhatian, membuat ke tiga orang di sekellingnya terkejut bukan main. Tau-tau siapa sebenarnya orang ini dan menyelamatkan mereka semua. Bela dan Sina yang berdiri tepat di depan pria itu bersama Khira yang ada di pundaknya, terengung sesaat. Dengan Ferdi dan Trisia yang masih terbaring tak sadarkan diri di sampingnya.


“Tu-Tuan Verles! Ja-jadi sebenarnya Anda adalah…!” ucap Bela terpatah-patah, sembari menujuk pria yang ada di depannya.


“Benar, aku orangnya….”


Sejak awal mereka semua tidak dapat menyadari sebenarnya siapa Verles sendiri. Dia adalah orang sebelumnya yang memakan buah keabadian dan tertulis di buku sejarah lama, terutama di catatan dunia iblis. Meski dia bukanlah seorang iblis, namun siapapun yang telah lama hidup akan tau siapa pria dengan jubah putih dan pedang besarnya.


Dia lebih dikenal sebagai Raizel di catatan buku-buku tua, karena itu dia tidak di kenali. Ditambah dia sendiri tersembunyi di balik nama depannya sebagai Verles yang sangat asing, juga pakaian sederhana yang dia kenakan.


“La-lalu bagaimana dengan Tuan Arlo? Apa dia juga tau?”


“Dia belum tau, alasan dia mau melakukannya adalah untuk mengambil sesuatu yang akan menyegel kembali tanah yang di ramalkan itu… tapi aku sendiri tidak yakin dia kan berhasil, karena…” jawab Verles ragu-ragu.


“Karena apa? Kenapa Tuan Arlo tidak bisa melaku-”


“Karena aku sendiri tidak bisa melakukannya…” sahut Verles menunduk sedih.


“Dengarkan aku, sebenarnya….”


...(----------------)...


Sekitar 580 tahun yang lalu, seorang pria yang terkenal sebagai pangeran yang melarikan diri. Dia telah dinyatakan sebagai manusia terkuat yang pernah hidup di dunia ini sepanjang sejarah. Seorang pangeran yang melarikan diri dari tanggung jawab dan nama besarnya, pergi berkelana sepanjang hidupnya sampai saat ini juga, Verles Erdian Di Raizel.


Karena sekitar 580 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya seorang manusia telah berhasil memakan buah yang tumbuh di pohon keabadian. Seperti yang di katakan oleh legenda, dia akan hidup jauh lebih lama dari manusia atau bahkan para iblis sendiri. Langkahnya yang sudah sangat lebar kemana-mana, berpetualang di seluruh penjuru dunia ini dengan nama Raizel yang ia sandang sebagai samaran.


Bersama seorang gadis cantik yang sampai sekarang juga masih bersamanya, Trisia Anny Calissto, putrinya sendiri. Mereka terus berjalan mengelilingi dunia untuk menemukan sesuatu yang baru bersama. Sampai mereka berhenti di sebuah tempat yang di penuhi kehidupan hangat dan kedamaian, pulau kehidupan.

__ADS_1


Mereka berdua tinggal cukup lama di sana dan dikenal oleh banyak orang sebagai orang hebat. Hanya seorang wanita yang sangat dekat dengannya, yang tau kebenarannya selama ini. Bahkan nama pengeran yang ia sandang lalu dia tinggalkan, juga didengar oleh satu-satunya wanita itu, Niia Leira.


Identitasnya yang khas dengan gaun sederhana dan rambut panjangnya yang terurai, dia adalah wanita yang sangat cantik di mata siapapun yang melihat dirinya.


Mereka berdua memiliki hubungan yang sangat dekat dan sering menghabiskan waktu bersama. Karena hal itu, suatu perasaan perlahan tumbuh di antara keduanya, tapi Verles sendiri tidak mampu untuk mebjalin hubungan dan melipakan semua begitu saja. Sampai hal buruk terjadi sekitar 85 tahun yang lalu. Verles sendiri mendengar kabar, para iblis mulai membuka portal kembali untuk menyerang dunia ini.


Pada akhirnya dia harus pergi dengan alasan itu dan meninggalkan wanita yang sepertinya sangat menyayanginya itu. meninggalkan pulau kehidupan untuk selamanya, meski dia sudah berjanji untuk kembali. Tapi tugas juga adalah melindungi manusia yang hidup di dunia ini, dia harus menyegel portal itu sebelum hal buruk kembali terjadi.


“Jadi begitulah ceritanya…” Verles menghela nafas berat.


“Lalu bagaimana dengan tempat yang sudah Anda segel sebelumnya, kenapa harus kami segel kembali?”


“Sejak awal tempat itu memang menjadi langganan mereka semua, sama seperti Dangerous Crack. Tempat itu lebih baik di tinggalkan saja dan dijaga sepenuhnya oleh para raja-raja…”


“Tapi di dunia manusia perlahan sudah tidak menerapkan sistem kerajaan seperti itu. Mereka memangun pemukiman dan kota tanpa harus membayar pajak yang mahal kepada pemimpin mereka, kan?”


“Entahlah, aku sendiri sedikit merasa benci dengan namaku sebagai pangeran….”


Sampai pembicaraan mereka terhenti oleh sesuatu yang terdengar sangat jauh dari titik mereka berada. Sesuatu yang terdengar dari barat dan menarik perhatian mereka berenam.


“Apa itu dari pulau yang Anda ceritakan?”


“Entahlah, atau mungkin...!” Verles tersentak dan langsung bangun dari tempatnya duduk.


...(----------------)...


Arlo dan Eri berjalan menyusuri sepanjang kegelapan yang ada di pulau ini. Mereka terus saja berjalan lurus ke arah utara tanpa berhenti, tanpa istirahat.

__ADS_1


“Kau tau Nona?”


“Apa?”


“Dulu saat aku berhasil medapatkan buah itu, aku memakannya banyak sekali. Karena ku pikir itu semua tidak bekerja, jadi aku makan sampai perutku benar-benar kenyang, haha…”


“Dasar, kau ini memang konyol sekali….”


Mereka berdua terus berjalan sambil bercerita dan tertawa. Itu membuat perjalanan menjadi tidak terasa, sampai saat mereka hampir di ujung dari pulau itu.


“Lihat! Wanita itu lagi!” ucap Arlo menujuk sesuatu yang ada di depan mereka.


“Dia…!”


Seorang wanita dengan gaun sederhana dan rambut panjangnya, berdiri agak tersembunyi di balik pepohonan dan tubuhnya memancarkan cahaya samar-samar. Namun sesaat kemudian, ia menghilang begitu saja sama seperti sebelumnya. Mereka berdua telah sampai di ujung hutan dengan penampakan secercah cahaya yang masuk dan menyinari kedalam.


Sampai mereka di ujung utara dari pulau kehidupan tanpa ada sedikitpun masalah yang menghadang. Mereka berdua berdiri tegap karena saking terkejutnya dengan sesuatu yang mereka lihat saat ini. Pohon yang sama dengan yang mereka lihat sebelumnya dan bersama para iblis yang menjaga di sekitarnya dan juga tidak ada satupun buah yang tumbuh di sana.


“Sebenarnya apa yang terjadi di sini? Kenapa pohon ini ada dua?” ucap Arlo, wajahnya mulai frustasi.


“Arlo, lihat! Tebing itu terbelah.” Ucap Eri menunjuk ke arah yang bersebelahan dengan pohon itu.


Sampai tiba-tiba wanita itu muncul begitu saja di dekat pohon dan menatap tajam ke arah tebing yang sama yang di tunjuk Eri, wajahnya seakan menunjukkan sesuatu. Sontak secara normal, Arlo langsung menghampiri wanita itu secepat mungkin. Namun sama saja sebelumnya, wanita itu lenyap begitu saja tanpa meninggakan jejak apapun di sana.


“Sebenarnya dia itu apa? Memangnya ada yang namanya hantu?” celetuk Arlo yang semakin keheranan.


Tiba-tiba secercah cahaya merah yang sangat terang berkelip-kelip di tampat tebing yang sebelumnya. Sampai cahaya itu berhenti, Arlo hanya terdiam dan menatapnya penasaran, apa yang benarnya ada di balik tebing itu. Sesaat kemudian, tiba-tiba tebing itu meladak dengan sangat keras, saking kerasnya mereka berdua sampai terlempar jauh dari tempatnya berada.

__ADS_1


Ledakkan besar itu membekas sebuah lubang yang sangat luas dan membuat sebagian tebing itu runtuh ke laut. Tepat sumber ledakan juga menghancurkan pohon besar yang ada di sebelahnya, semuanya tak bersisa.


“Sebenarnya apa itu!”


__ADS_2