
Setelah beberapa saat, Andra terbangun dari tidurnya dan Ia pun spontan melihat kondisinya yang masih utuh dengan piyama tidur, begitu juga dengan Zara yang terlihat tidur pulas dengan pakaian yang lengkap.
"Huffftt cuma mimpi," Andra mengelus dadanya, ternyata ucapan sang Istri itu hanya sebuah mimpi, nyatanya mereka berdua tidak melakukan apa-apa, keduanya masih utuh memakai pakaian masing-masing. Hanya saja Andra merasa ada sesuatu yang tidak nyaman dan terasa basah.
"Astaga! Ternyata keluar juga, dasar mimpi!" umpatnya sembari turun dari ranjang dan segera pergi ke kamar mandi, Andra melepaskan pakaiannya dan Ia juga membersihkan dirinya. Sementara itu Zara terjaga dari tidurnya, Ia melihat disebelahnya, ternyata sang suami tidak ada disampingnya. Zara pun mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, pasti sang suami berada di dalam. Karena Zara merasa ingin buang air kecil, Ia pun masuk saja ke dalam kamar mandi, tak perduli jika suaminya masih berada di dalam.
Dengan mata setengah terbuka setengah tertutup, Zara masuk dan langsung membuka celananya. Sontak kedatangan Zara membuat Andra terkejut, karena saat itu dirinya sedang mandi di bawah guyuran air shower yang hangat.
Andra pun segera menghampiri istrinya dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Zara.
"Zara! Kamu sudah bangun?"
"Hmm ... minggir! Saya mau pipis!" Zara pun mendorong tubuh suaminya yang masih belum mengenakan apapun itu, sementara Zara mulai jongkok dan segera buang air kecil, karena Andra terlalu khawatir dengan keadaan istrinya yang masih setengah sadar, takut jika sang istri terpeleset, Ia pun dengan siaga menjaga Zara saat sedang buang air kecil, dengan telaten Andra membasuh tubuh istrinya hingga bersih. Tentu saja naluri kelelakian nya bangkit saat Andra membasuh tubuh sang istri, karena mau tidak mau Ia menyentuh tempat itu.
"Aduuh Zara! Baru saja Aku keramas, masa Aku harus keramas lagi, pegang ginian kenapa si Joni jadi meronta-ronta lagi sih!" Andra menggerutu lirih sambil membayangkan sesuatu yang nikmat.
__ADS_1
Sementara itu Zara terlihat memejamkan mata saking tak kuatnya menahan kantuk. Dan Andra pun tampak geleng-geleng kepala melihat sang istri yang nyatanya tertidur masih dalam posisi jongkok.
"Zara! Ayo bangun! Kamu mau tidur di sini?" titah Andra agar Zara bangun dan membuka matanya. Namun, karena Zara terlalu mengantuk Ia pun terlihat mencari pegangan untuk dirinya berdiri, Ia meraba apapun di sekitarnya agar bisa beranjak berdiri.
Tangan Zara mulai bergerak dan meraba-raba apapun yang bisa diraih, hingga akhirnya tangan Zara menemukan sebuah pegangan yang estetik, terasa kaku dan keras, Ia pun menarik benda itu untuk berpegangan agar bisa berdiri. Namun, spontan Andra menjerit tatkala Zara menariknya dengan cukup kuat.
"Aaaaggggrrrhhh ... Zaraaaa kamu apakan Joni ku, Zaraaaaaa!"
Spontan Zara membuka kedua matanya dan terkejut melihat wajah suaminya yang mengerang kesakitan, sementara satu tangannya memegang benda keramat yang bernama Joni itu.
"Aduuuhhhhh! Lemes banget nih!" rintih Andra. Karena tak tega melihat suaminya seperti itu, Zara pun mendekati sang suami dan meminta maaf.
"Pak Andra nggak apa-apa, kan? Saya minta maaf, Pak!" rengekan Zara seketika dimanfaatkan Andra untuk mengerjai istrinya. Ia pun berpura-pura tidak berdaya setelah Zara melakukan hal itu.
"Aduhh Zara! Kayaknya si Joni tidak akan bisa bangun lagi, dan kamu tidak akan pernah bisa menikmati performanya, kayaknya si Joni pensiun dini." mendengar ucapan dari sang suami, Zara pun tidak terima jika harus seperti itu.
__ADS_1
"Pensiun dini? Nggak mungkin lah, Pak! Masa cuma gitu doang nggak bisa bangun lagi sih! Ah payah."
"Beneran Zara! Kayaknya si Joni udah koit." mendengar ucapan dari sang suami, Zara pun merasa bersalah, Ia pun mencoba untuk membangunkan si Joni yang sedang pingsan itu dengan mendekatkan si Joni pada sarangnya, menggeseknya pelan-pelan.
Sementara itu Andra tampak tersenyum menyeringai kala sang istri berusaha untuk membangunkan si Joni dengan caranya yang estetik. Tak berselang lama si Joni pun mulai bangkit kembali dan dalam kondisi sehat walafiat, karena sudah menemukan sarang ternyaman nya. Spontan Zara membulatkan matanya saat si Joni memaksa untuk masuk ke dalam sana. Dan dalam hitungan detik si Joni pun sudah lepas kendali dan masuk ke dalam sarangnya dengan cepat.
"Akhhhhh ...!" lenguhan panjang yang keluar dari bibir pria itu, yang berhasil menemukan tempat favoritnya dan menyelaminya.
"Ihhhh ... Pak Andra jahat banget sih, udah bohongi Saya!" umpat Zara kala dirinya merasa ada yang mendesak dan terasa begitu sesak di sana.
"Ini hukuman karena kamu sudah menganiaya si Joni kesukaan kamu, sekarang dia sedang merajuk dan ingin bersarang di tempatnya, nikmati saja!" balas Andra sembari bergerak dengan lincahnya, membawa Zara pergi ke dunia yang membuat gadis itu terpejam dan mulai menikmatinya.
...BERSAMBUNG...
...😁😁😁😁😁...
__ADS_1