
Dua jam kemudian ...
Zara bangun dan melihat suaminya yang sudah tidur sembari melingkarkan tangannya pada pinggang nya, Zara merenggangkan otot lehernya yang terasa kaku, sejenak Ia mengambil piyama tidurnya yang tergeletak di atas lantai karena sang suami berhasil melepaskan semua yang menempel pada tubuhnya.
Zara duduk di pinggiran tempat tidur beranjak untuk mengambil piyamanya, sembari berjongkok dan tanpa mengenakan sehelai benangpun, Zara mengambil piyama tidur berwarna putih itu. Namun, lagi-lagi pinggang nya ditarik oleh Andra, sehingga Zara kembali ke atas tempat tidur dimana sang suami menutupinya lagi dengan selimut hangat itu.
"Ihhh bapak ngapain sih, udah dua jam loh pak! Udah perih nih. Saya mau minum, haus!" seru Zara saat Andra berhasil mengunci tubuhnya dan Zara tidak bisa pergi kemana-mana.
"Perih? Masa sih? Coba lihat!" Andra tampak tak percaya dengan ucapan sang istri. Ia pun segera melihat yang dimaksud perih oleh Zara.
"Eh eh jangan dong! Malu, Pak!" Zara berusaha menutupinya dengan kedua tangan.
"Malu? Orang tadi malah Aku blusukan di situ kok malu, biar Aku lihat yang mana yang perih, nanti biar Aku obati, Aku yang melakukannya aku juga yang harus bertanggung jawab." ucap Andra sembari melepaskan tangan Zara dan membuka kedua kaki Zara lebar-lebar.
Zara tidak bisa berbuat apa-apa, nyatanya kini Andra sudah melihatnya, Ia hanya memalingkan wajah karena malu sang suami melihatnya di saat keadaan dibawah sana seperti itu.
Andra tersenyum dan menatap wajah sang istri yang tampak malu-malu kucing.
"Kok malah senyum sih? Jelek kan? Udah dibilangin juga, jangan dilihat." ucap Zara sembari menahan rasa malunya.
"Siapa bilang jelek, tetap cantik kok, dia imut dan dia tetap tersenyum padaku, hanya saja ada luka lecet sedikit, maafkan aku, ya! Mungkin Aku terlalu bersemangat, biar Aku ambilkan obat. Tunggu di sini!"
Andra beranjak berdiri mengambil obat antiseptik, seketika Zara melototkan matanya saat melihat Andra yang tanpa memakai apapun, sehingga nampak lah pentungan itu bergelayut di antara dua paha sang guru.
"Astaga! Nih orang kepalanya ngga pusing apa, menggantung terus seperti itu, mana poninya panjang banget, hihihi lucu juga kayak pakai wig njiiir." batin Zara saat melihat milik suaminya sendiri, Ia pun terlihat senyum-senyum sendiri. Sementara itu Andra yang sedang mengambil obat di dalam laci terlihat biasa dengan gaya cueknya, tak perduli jika Zara sedang menertawakan poni miliknya.
__ADS_1
Andra kembali duduk dan membuka kembali kedua kaki Zara, Ia berniat untuk mengoleskan antiseptik pada kulit yang lecet itu.
"Jangan keras-keras, Pak!" pekik Zara ketika Andra mulai menempelkan Cutton bud yang sudah diberi obat antiseptik pada tempat yang lecet itu.
"Jangan khawatir, Aku akan melakukannya pelan-pelan, kamu diam jangan bergerak, kalau gerak sedikit saja, Cutton bud nya bisa masuk ke dalam, mana gelap lagi." balas Andra sembari mulai menempelkan Cutton bud itu pada kulit Zara yang lecet.
"Awww ...!" pekik Zara saat obat itu mengenai kulitnya yang lecet, Ia pun sedikit bergerak karena kaget.
"Kenapa? Sakit?" Andra bertanya sembari melihat ekspresi wajah Zara yang sedang menggigit bibir bawahnya.
"Sedikit." jawabnya pelan.
Andra pun mengoleskan secukupnya obat itu pada luka lecet sang istri, setelah itu Ia pun segera beranjak untuk meletakkan obat itu kembali ke tempatnya, dengan keadaan sama seperti semula, Andra berjalan dengan santainya tanpa memakai apapun yang menutupi tubuh atletisnya, dan itu langsung mendapat protes dari sang istri.
"Pak Andra bisa nggak sih pakai baju dulu."
"Pak Andra sengaja ya membuat kepala Saya pusing Karena melihat jam gandul itu, bisa-bisa membuat Saya terhipnotis dan kepala Saya semakin berkunang-kunang." ucap Zara sembari menutupi tubuhnya dengan selimut. Andra tersenyum dan Ia pun mengambil laptop miliknya dan menghampiri sang istri yang sedang berada di atas tempat tidur.
Andra kembali duduk dan Ia pun ikut masuk ke dalam selimut dengan membawa laptop untuk mengetahui CCTV sekolah saat sang istri dikerjai di sekolahnya.
"Kalau kepala mu berkunang-kunang ya udah pegang aja buat karaoke an, Aku jamin pusing mu pasti hilang." seloroh Andra sambil tertawa kecil.
"Idiiih karaoke an, ogah ah!" sahut Zara cepat.
"Kenapa? Nggak suka?" tanya Andra penasaran.
__ADS_1
"Kalau poninya panjang gitu, Saya malas, nanti nyangkut di gigi, poninya potong dulu biar cakep, kalau udah cakep entar deh Saya pasti mau karaoke an." mendengar jawaban dari sang istri, Andra pun tertawa dan melihat ke arah poninya yang lumayan panjang.
"Iya! Nanti pasti ku potong poninya, aku habisin sekalian biar kamu puas. Sekarang kita lihat dulu siapa yang sudah mengerjai mu di sekolah." ucap Andra sembari membuka laptop untuk melihat rekaman CCTV sekolah.
Zara pun duduk di samping sang suami sembari melihat ke arah laptop yang dipegang oleh Andra.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
Shopia Martin tidak pernah menyangka akan terjebak cinta satu malam dengan calon suami sahabatnya. Saat Ganesha Oenelon mengadakan pesta lajang bersama dengan para sahabatnya. Sampai akhirnya dia dituduh sebagai perusak pernikahan sahabatnya sendiri.
Pernikahan yang tidak diharapkan oleh Ganesha dengan Shopia, membuat mereka membuat kesepakatan. Hingga akhirnya Dora kembali hadir dalam kehidupan Ganesha dan Shopia pun memilih pergi dari kehidupan Ganesha. Tanpa disadarinya dia sedang mengandung benih Ganesha.
Mungkinkah Ganesha akan menyadari cintanya pada Shopia? Ataukah dia memilih kembali menjalin hubungan dengan gadis yang batal dia nikahi?
Penasaran???
Ikuti terus ceritanya hingga tamat!
__ADS_1
...Yuk capcuss 🏃🏃🏃...