
Velin membawa Zara dengan mobilnya tanpa sepengetahuan Andra, sementara itu Andra masih mengikuti rapat bersama beberapa guru lainnya dan juga kepala sekolah.
Setelah sekitar sepuluh lima belas menit, mobil Velin tiba di depan klinik dokter Irwan, Velin membantu Zara untuk turun dari mobil. Kedua gadis itu berjalan menuju ke lobi klinik, sangat kebetulan Dokter Irwan saat itu sedang berada di luar ruangannya, Ia melihat Velin dan Zara yang sedang berbicara dengan resepsionis.
"Velin, Zara! Kalian berdua kok ada di sini?" tanya sang dokter yang terkejut melihat keadaan Zara yang tampak pucat.
"Eh Dokter, kebetulan Dokter Irwan di sini, ini Dok! Zara sakit Dokter! Saya mohon tolong periksa apa yang terjadi dengan teman Saya ini, Dok!" pinta Velin.
"Baiklah, ayo kita masuk dulu!" Dokter Irwan segera mempersilahkan kedua gadis itu untuk masuk ke ruangan prakteknya. Zara pun berbaring di atas tempat tidur, sementara itu Velin terlihat cemas, Ia berharap Zara baik-baik saja.
Kemudian Dokter Irwan mulai memeriksa kondisi Zara, Dokter Irwan tidak melihat adanya tanda-tanda serius yang sedang dialami oleh Zara, kondisinya normal dan sehat, semuanya baik-baik saja.
"Zara baik-baik saja kok, tidak perlu ada yang dikhawatirkan, mungkin Zara kecapekan, atau ...!" Dokter Irwan tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia berpikir jika tanda-tanda yang sedang dialami oleh Zara adalah seperti tanda-tanda orang yang sedang hamil muda.
"Atau apa Dokter?" tanya Zara penasaran.
"Hmmm ... sebentar, ya! Kalian tunggu di sini!" seru sang dokter sembari keluar dari ruangannya. Sementara itu Velin dan Zara tampak bertanya-tanya apakah yang sebenarnya terjadi pada Dokter Irwan.
Sementara itu sang dokter tampak menelepon Andra yang saat itu sedang rapat dengan dewan guru, Andra mendapati ponselnya berdering, Ia pun segera izin untuk keluar ruangan dan segera menerima telepon dari dokter Irwan.
__ADS_1
"Halo, Bro! Ada apa?"
"Bro! Kamu tuh gimana sih, masa istri sakit nggak tahu, kasihan tuh Zara, kayaknya Istrimu sedang hamil." ucap sang Dokter yang membuat Andra membulatkan matanya.
"Zara? Zara hamil? Maksudmu apa?" tentu saja Andra sangat terkejut mendengar ucapan dari dokter Irwan.
"Zara sekarang ada di klinik ku, dia diantarkan Velin ke sini, masa kamu nggak tahu sih, Zara pucat banget loh, Aku periksa badannya baik-baik saja, dia sehat cuma tubuhnya lemah dan kayak kecapekan gitu, apalagi tadi dia ngeluh mual muntah, dan Aku bisa pastikan Zara sedang mengandung, Bro!"
Untuk sesaat Andra tampak berkaca-kaca, air mukanya tidak bisa berbohong jika pria itu sangat bahagia mendengar berita tentang kehamilan istrinya.
"Zara hamil? Ya Tuhan, kenapa Aku tidak menyadarinya, oke-oke Aku ke sana sekarang!" Andra pun meminta izin untuk pulang lebih awal, karena ada urusan mendadak yang harus segera Ia lakukan.
"Dokter! Apa boleh pulang? Saya ingin istirahat di rumah." pinta Zara.
"Jangan dulu, tunggu sepuluh menit lagi, Aku akan membuatkan resep vitamin untukmu, kamu pasti baik-baik saja." sahut sang Dokter sembari menuliskan resep vitamin untuk Zara.
"Zara! Kamu pasti baik-baik saja kok!" hibur Velin yang selalu mensupport Zara.
"Thanks, ternyata kamu gadis yang sangat baik, Velin! Aku sangat terharu dan terima kasih banyak sudah mau membantuku."
__ADS_1
"Kamu ngomong apa sih, Om Harun dan Tante Hasna udah banyak membantu Papaku, kedua orang tua kalian sangat berjasa dalam karir Papa sebagai pejabat. Jadi, aku berusaha untuk membuat Putri mereka mendapatkan perlindungan, karena tentunya apa yang dilakukan oleh kedua orang tuamu sangat tidak ternilai harganya."
Velin dan Zara saling berpelukan, hingga akhirnya terdengar suara deheman dari dokter Irwan. "Ehem ... wah asyik, Aku juga mau dong dipeluk!" seketika Velin tersipu malu saat mendengar dokter Irwan berkata demikian.
Zara pun tersenyum melihat ekspresi wajah Velin yang tampak malu-malu. Dan tak berselang lama, seorang pria masuk ke dalam ruangan praktek dokter Irwan dan seketika memeluk Zara dari belakang. Spontan Zara dan Velin sangat terkejut saat Andra memeluk Zara dengan mesra sembari mencium pipi sang murid.
"Hahh ... pak Andra, Anda kok ...!" Velin tidak melanjutkan kata-katanya karena saking terkejutnya Ia melihat guru olahraganya tengah memeluk Zara seperti itu.
...BERSAMBUNG ...
*
*
*
...Yuk mampir dulu ke karya punya kak aveei yang berjudul Nikahi Aku, Pak Dosen. Cuss kepoin segera 🥰...
__ADS_1