
"Oh tidak, tidak apa-apa, lupakan! Aku akan mengantarmu ke sekolah." balas dokter Irwan sembari menatap ke arah depan, sementara itu Velin tampak memalingkan wajahnya dan tersenyum malu.
Akhirnya Andra dan Zara sampai di sekolah, kedatangan mereka tidak lepas dari pantauan Tina dan Anita.
"Eh ... kok Zara nggak apa-apa sih, pasti Pak Andra tuh yang nolongin dia, ih sebel. Kenapa sih Zara selalu aja diselamatkan sama Pak Andra." umpat Tina dengan kesal, rupanya mereka sudah gagal mengerjai Zara.
"Kayaknya Pak Andra sama Zara lebih akrab deh, tuh mereka aja berangkat barengan, dasar Zara! Awas saja kalau kamu berani ambil Pak Andra dariku, Aku harus bisa lebih deketin Pak Andra." ucap Anita yang juga ikut kesal melihat kedatangan Zara bersama suaminya.
Zara turun dari motor sang guru, setelah itu Ia mengucapkan terimakasih seolah-olah Ia adalah muridnya. "Terima kasih Pak Andra, kalau begitu Saya ke kelas dulu." pamit Zara sembari tersenyum kepada suaminya.
Andra pun menganggukkan kepalanya dan membalas senyuman sang istri, keduanya tampak saling lempar senyum, sungguh hari itu entah kenapa keduanya seperti pasangan kekasih yang baru saja bertemu. Bahkan saat Zara pergi pun, keduanya masih saling menoleh dan melempar senyum. Padahal keduanya berjalan ke arah yang berbeda. Namun, baik Zara maupun Andra masih menyempatkan untuk saling menoleh, setelah itu mereka saling melempar senyuman terbaik mereka.
"Anjir kok Aku kayak orang gila sih senyum-senyum sendiri sama Suami, lama-lama aku beneran bisa gila." batin Zara sembari terus berjalan menuju ke kelasnya. Karena sedang asyik tersenyum kepada sang suami, secara tak sadar ada Kelvin yang berdiri di depan pintu kelas Zara. Sehingga Zara tanpa sengaja menabrak tubuh Kelvin.
"Awwww ... ngapain sih kamu di tengah pintu segala, ngalangin orang lewat aja, minggir-minggir!" seru Zara sembari mendorong tubuh Kelvin agar cowok itu segera menyingkir.
"Tunggu Zara! Aku ingin bicara kepadamu." ucap Kelvin sembari menahan tangan Zara. Zara berhenti dan menarik tangannya dari genggaman Kelvin.
"Apa lagi? Aku sedang malas bicara sama Kamu, lagipula sekarang udah waktunya masuk, kamu nggak masuk ke kelas?" balas Zara yang selalu bersikap cuek kepada Kelvin.
"Aku hanya ingin mengetahui keadaan mu, Aku senang bisa melihatmu sekolah lagi. Aku harap kamu bisa memikirkan obrolan kita semalam. Tapi, kenapa sekarang kamu malah memblokir nomor ku?" pertanyaan Kelvin tentu saja membuat Zara bertanya-tanya, bagaimana dan kapan dirinya berbicara dengan Kelvin, Zara merasa jika Ia tidak berbicara dengan Kelvin lewat ponsel.
"Ngobrol? Sama kamu? Kapan?" Zara melototkan matanya, karena dirinya benar-benar tidak merasa pernah mengobrol dengan Kelvin.
__ADS_1
"Semalam? Apa kamu tidak ingat, Aku menanyakan tentang kabarmu, dan Kamu menjawab baik-baik saja, terus kita ngobrol cukup lama, hingga akhirnya Aku dengar kamu mengatakan kalau kamu adalah istrinya Pak guru. Apa maksudnya Zara? Kenapa kamu bicara seperti itu, istri Pak guru siapa maksudmu?" seketika Zara baru menyadari jika yang dilakukan oleh Andra pada ponselnya itu adalah membalas chat dari Kelvin.
Zara menepuk jidatnya dan Ia pun harus punya alasan untuk menjawab pertanyaan Kelvin.
"Ohhh ... itu, Emm iya itu Aku lupa. Maklum efek masih belum full kesadarannya, ngerti kan waktu itu Aku baru saja tersadar dari efek obat bius yang membuat ku tak sadar. Jadi, kamu lupakan saja, itu bukan apa-apa. Ya udah deh, Karena kamu udah tahu jawabannya, sebaiknya kamu pergi ke kelas mu, hus hus sana!"
Namun, rupanya Kelvin tetap bersikeras untuk untuk meyakinkan Zara jika dirinya akan tetap menunggu Zara sampai lulus sekolah.
"Ingat Zara! Sampai kapanpun Aku akan tetap menunggumu, dan Kamu akan tetap menjadi milikku. Ingat itu!" ucap Kelvin dengan sungguh-sungguh.
"Hadeh capek deh! Nggak bosan-bosannya sih dia mimpi terus. Terserah, bodo amat!" ucap Zara sembari dirinya berjalan menuju ke bangkunya. Dan tak berselang lama, bel masuk berbunyi, semua siswa masuk ke kelas masing-masing. Tentu saja Tina dan Anita pun mulai masuk ke kelas yang sama dengan Zara.
Zara melihat kedatangan dua temannya yang sudah mengerjai nya kemarin. Dengan tatapan mata yang tajam, Zara akan membuat perhitungan hari ini dengan dua cewek itu. .
Tina dan Anita masuk dengan wajah masam dan acuh kepada Zara, mereka berdua terlihat jutek dan masa bodo ada Zara di dalam kelas. Kini Anita tidak lagi duduk bersama Zara, Ia pindah duduk bersama Tina.
Anita mulai duduk di bangkunya, sementara Tina harus melewati di samping bangku yang ditempati Zara. Dengan berjalan geol-geol Tina tidak menatap wajah Zara yang saat itu sedang Ia lewati. Tapi, rupanya Zara sudah menyiapkan kejutan untuk Tina. Saat Tina lewat di sampingnya, Zara sengaja men-selonjorkan kakinya sehingga Tina tersandung oleh kaki Zara yang sengaja Ia letakkan menghadang langkah Tina. Alhasil, Tina jatuh terjungkal sehingga menyebabkan gadis itu terjatuh di atas lantai dengan posisi wajahnya menghadap ke lantai, Tina pun terpaksa mencium lantai kelas itu. Gadis itu dengan cepat berdiri dan melihat Zara yang pura-pura tidak tahu apa-apa sembari memegangi kakinya yang sakit.
"Awwwwww ... kakiku, brengsek! Pasti kamu sengaja mencelakai ku kan, Zara! Pasti kamu yang sengaja membuat ku jatuh, iya kan? Ngaku aja deh!" umpat Tina ketus. Karena Ia merasa jika kakinya menyandung kaki Zara.
Zara menoleh dan menatap wajah Tina dengan santai. "Apa sih! Berisik banget, yang mau mencelakai kamu tuh siapa? Nuduh orang sembarangan." Zara pun berdiri dan menjawab nya dengan mendorong pundak Tina.
"Eh ... kamu tuh ya?"
__ADS_1
"Apa? Udah deh Aku malas tahu nggak sih berurusan dengan gadis macam kamu, udah jauh-jauh sana!"
...BERSAMBUNG...
*
*
*
*
Wanita Pengganti Kekasih Sang CEO
Author: SyaSyi
Clara Wilson dan Elena Gloria adalah dua wanita yang berbeda, tetapi memiliki wajah dan bentuk tubuh yang sangat mirip. Mereka seperti kembar. Namun, mereka memiliki sifat yang berbeda. Clara memiliki sifat angkuh, sedangkan Elena memiliki sifat ramah dan lembut.
Demi sebuah karier, Clara rela memutuskan hubungan dengan Alexander Dimitri. Pria yang sudah dua tahun menjalin hubungan dengannya. Bahkan dua bulan lagi mereka berencana menikah, dan sudah bertunangan. Pertemuan Alexander dengan Elena merubah segalanya. Alexander menjadikan Elena sebagai wanita pengganti, kekasihnya yang telah pergi meninggalkan dirinya.
Akankah Alexander jatuh cinta dengan Elena, wanita sang pengganti? Bagaimana kisah selanjutnya hubungan mereka? Apa reaksi Clara saat dirinya mengetahui sosok pengganti dirinya?
__ADS_1
...Yuk capcuss kepoin segera 🥰...