Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Lato-lato


__ADS_3

Setelah puas mencium bibir sang istri, Andra pun menangkup wajah Zara sembari menempelkan dahinya pada dahi sang istri.


"Kamu tahu nggak sih, mirip Aku atau kamu, yang jelas aku ingin anakku memiliki jiwa yang kuat seperti Mommy nya, nggak mudah cengeng, karena anakku terlahir dari wanita yang kuat, meski Aku gempur beronde-ronde, kamu tetap bisa berjalan, justru Aku yang kalah, pinggang ku rasanya mau copot."


Mendengar ucapan dari sang suami, Zara pun tersenyum kecil sembari mencubit pinggang Andra, seketika Andra meringis saat cubitan istrinya begitu kecil dan terasa sakit.


"Aduuuhhh ... sakit, Sayang!" rintih Andra sembari mengusap pinggangnya yang terkena cubitan sang istri.


"Ini belum seberapa, ini hanya cubitan tangan bukan cubitan yang lain." mendengar ucapan dari Zara, seketika Andra tersenyum lebar, Ia pun mengerti dengan maksud istrinya.


"Cubitan yang lain? Hmm kalau cubitan tangan Aku pasti merasa sakit, tapi kalau cubitan yang lain Aku tidak bisa menolaknya karena rasanya pasti berbeda, dan sangat enak." nyatanya apa yang dikatakan oleh Andra membuat Zara tersipu malu.


Tiba-tiba saja Andra mengajak istrinya pergi ke kamar, "Sayang! Kita ke kamar yuk!"


"Ke kama ngapain? Ini masih sore, Sayang! Belum waktunya jenguk anak kita." balas Zara

__ADS_1


"Udah deh pokoknya kita ke kamar dulu, Aku lagi pingin!" tanpa basa-basi Andra pin mengangkat tubuh istrinya, mau tidak mau Zara pun menuruti permintaan sang suami, meskipun sebenarnya hari masih sore, karena sang suami mintanya sekarang, Zara pun tidak bisa menolaknya.


Sesampainya di dalam kamar, Andra segera menurunkan Sang istri dan dirinya pun segera mengunci pintu kamar mereka, setelah itu Andra pun mulai melepaskan jas dan kemejanya di depan sang istri, sementara Zara pun tampak berjalan mundur hingga akhirnya kakinya sudah sampai pada batas tepi tempat tidur, Zara terduduk sementara Andra tampak dengan senyum menyeringai.


"Emm Sayang! Ini masih sore, lagipula kamu juga belum mandi, kamu mandi dulu sana gih! Nanti Aku siapkan makanan, lagipula Baby kita belum mau dijenguk orang Daddy-nya, Daddy nya masih bau acem, nggak mau deket-deket dia." seru Zara sembari tersenyum kepada sang suami yang saat ini sedang membungkuk dan menatap wajah sang istri.


"Hmm ... tapi Aku sudah tidak kuat lagi, rasanya sudah sangat tegang, sekarang saja ya!" balas Andra yang terus memaksa Zara. Andra pun mulai semakin mendekati istrinya, hingga akhirnya tubuh mereka begitu dekat. Zara memalingkan wajahnya karena Andra seolah ingin menciumnya. Namun, saat Zara mulai terpejam tiba-tiba saja Andra menghempaskan tubuhnya di samping sang istri dengan posisi menelungkup.


Tentu saja, Zara pun terkejut dan Ia pun segera menoleh ke arah sang suami yang saat itu sedang tidur dengan posisi menelungkup.


"Aduuuhhhhh Sayang, punggungku akhir-akhir ini sangat sering sakit, nggak tahu kenapa rasanya nyeri sekali. Tolong kamu berdiri di atas punggungku dan injak pelan-pelan, ya! Please, Aku sudah tidak tahan, rasanya sangat tegang."


Mendengar ucapan dari sang suami, Zara pun menghela nafas panjang, ternyata sang suami meminta dipijit dengan kaki olehnya, semenjak usia kandungan Zara semakin tua. Andra sering mengalami sakit punggung, entah kenapa itu bisa terjadi.


"Iya iya ... kirain apa." celetuk Zara sambil berdiri di atas punggung suaminya dan perlahan menginjaknya pelan-pelan.

__ADS_1


"Hehehe kirain apaan? Ketahuan nih pikiran istriku mesum." celetuk Andra menggoda istrinya. Mendengar ucapan dari sang suami, Zara pun menginjak punggung Andra dengan keras, sehingga membuat pria itu mendelik, melototkan matanya.


"Hmm ... hmm ... rasain nih! Enak aja Aku dibilang mesum,"


"Aduuuhhhhh Aduuhhh ampun, Sayang! Jangan keras-keras dong, Sayang. Nanti lato-lato ku bisa pecah karena kamu injak terlalu kuat." rintih Andra saat merasakan lato-lato miliknya terjepit karena injakan kaki Zara yang sedang berdiri di atas pantat suaminya.


Mendengar keluhan dari Sang suami, Zara pun segera turun dan memeriksa lato-lato milik suaminya, apakah masih baik-baik saja.


...BERSAMBUNG...


...*...


...*...


...Ada yang masih mijitin suaminya dengan cara seperti itu? Naik ke atas punggungnya dan diinjak perlahan-lahan? 🤔😁...

__ADS_1


__ADS_2