Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Selembut kapas


__ADS_3

"Kenapa Bapak nggak bilang dari dulu, kalau bapak orang kepercayaan Daddy? Dan kenapa semua ini harus disembunyikan?" pertanyaan Zara memaksa Andra untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Maafkan aku, Zara! Iya ... Aku sudah bersalah sudah menyembunyikan semuanya darimu, Almarhum Papaku dan Daddy, sedari dulu adalah sahabat baik, sebelum Papaku meninggal dunia, beliau berpesan untuk terus bekerja sama dengan Daddy Harun, saat itu Aku masih kuliah semester akhir S2, Aku belum terjun langsung ke perusahaan, apalagi mereka sudah menjodohkan kita berdua. Dan setelah kepergian Papa, ya ... Aku langsung mengabdikan diri ke perusahaan Daddy Harun untuk menepati wasiat Almarhum Papa, tidak ada yang tahu jika Aku sudah masuk ke dalam perusahaan Daddy Harun, mereka menganggap ku seorang guru, karena waktu kuliah Aku menyambi menjadi tenaga guru untuk menyalurkan bakatku berolahraga, dan Daddy Harun pun memintaku untuk menjadi guru di sekolah miliknya dan ternyata kamu juga ada di sana." ungkap Andra semasa dirinya kali pertama masuk ke sekolah milik sang mertua.


"Hehehe pasti Pak guru terpesona kan melihat Saya?" pertanyaan Zara membuat Andra tersenyum lebar dan mencubit pipi istrinya sembari berkata, "Hmmm iya Aku memang terpesona dengan tingkah laku mu yang konyol, pecicilan, suka pegang ketapel, selalu berantem sama Tina, suka cakar-cakaran, jambak-jambakan. Pokoknya kamu tuh siswi yang paling limited edition." ucap Andra sembari melepaskan cubitannya pada pipi Zara.


"Njiiir sakit, Pak! Nanti kalau pipi Saya tepos gimana? Nggak bisa nyium lagi loh, kasar banget sih!" gerutu Zara sambil mengelus-elus pipinya. Andra pun langsung mencium pipi Zara kanan kiri berkali-kali sehingga membuat Zara gelagapan.

__ADS_1


"Aduh aduh aduh! Udah dong, Pak! Nggak bisa nafas nih!" rengek Zara sembari mencoba menyembulkan kepalanya. Namun, Andra terus menciumi pipi istrinya tanpa ampun sampai Andra menyerukan kepada Zara untuk memanggilnya dengan sebutan Sayang. "Panggil dulu dengan kata Sayang, baru akan Aku lepaskan!" titahnya sembari berbisik pada telinga Zara.


"Hmm iya iya, lepaskan dong, Sayang! Nggak bisa nafas nih." mendengar Zara merengek dengan menyebut kata Sayang, spontan Andra pun melepaskan ciumannya yang bertubi-tubi. Kini Zara menatap wajah sang suami dengan tersenyum malu.


"Saya malu!" kata Zara sembari menundukkan wajahnya.


"Kenapa harus malu?" tanya Andra sambil mengangkat dagu istrinya.

__ADS_1


"Sssttt! Aku tidak butuh penjelasan tentang siapa dirimu, Aku melihat Zara dari sisi yang berbeda, kamu bukan gadis yang biasa, Aku terpesona dengan keluguanmu yang tak dibuat-buat, kekonyolan mu yang alami dan tentu saja kesucian cintamu yang sudah meluluhkan hati seorang Andra, mungkin perjodohan ini membawa keberuntungan untukku, Aku pernah terluka oleh cinta, Aku sempat tidak percaya lagi dengan adanya cinta, bahkan Aku telah bersumpah untuk tidak percaya dengan Wanita. Dikhianati itu sangat sakit dan terasa menusuk dada. Namun, semua perasaan itu hilang seketika saat Aku melihatmu, gadis tomboi yang membuatku selalu penasaran, ternyata dibalik sifat tomboi itu, ada perasaan yang sangat lembut selembut kapas, dan Aku ingin sekali menyentuhnya, dan ternyata benar, apapun yang ada dalam dirimu mampu membuat hatiku luluh, Aku mencintaimu, Zara! Sangat mencintaimu!"


Seperti hujan yang turun di tengah gurun Sahara, begitu sejuknya kata-kata manis sang suami yang mampu membuat Zara menitikkan air matanya. Hatinya bergetar ternyata sang suami mencintainya dengan tulus tanpa memandang Zara yang seorang gadis tomboi.


"Saya juga cinta sama Pak guruku tersayang."


Keduanya saling berpelukan dan saling mencurahkan isi hati masing-masing. Zara menumpahkan segala perasaannya dan Ia pun menangis bahagia mendapatkan suami yang begitu mencintainya.

__ADS_1


"Kamu dan anak kita adalah segalanya bagiku." bisik Andra disela-sela pelukan mesra itu.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2