Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Sedang-sedang saja


__ADS_3

"Bukan apa-apa, nggak usah hiraukan." kata-kata terakhir sebelum Andra menghapus seluruh pesan dari Kelvin, setelah itu Andra memblokir nomor Kelvin dari hp sang istri, agar pemuda itu tidak bisa menghubungi istrinya lagi.


Di saat yang bersamaan, Zara keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya yang sibuk sendiri, Andra tampak menundukkan wajahnya. Zara yang masih mengenakan handuk yang ia lilitkan pada sebagian tubuhnya, tampak berjalan menghampiri sang suami.


"Pak Andra ngapain?" tanya Zara sembari mengeringkan rambutnya yang masih basah. Spontan Andra segera meletakkan kembali ponsel istrinya dan Ia pura-pura tersenyum.


"Enggak! Nggak ada apa-apa." balas Andra yang tampak cengar-cengir. Zara mendekati meja dimana suaminya yang baru saja meletakkan ponselnya di atas sana.


Zara mengambil ponsel miliknya dan bertanya kepada sang suami, "Bapak habis buka ponsel Saya, iya?" tanyanya sembari menatap wajah sang suami.


"Enggak kok! Tadi cuma ... cuma mau lihat modelnya, ponsel nya bagus, iya bagus!" alasan Andra sembari garuk-garuk kepalanya. Zara pun membuka ponselnya dan memeriksa galeri foto yang berisi koleksi foto-foto pribadinya sebelum menikah, yang memperlihatkan bentuk tubuhnya yang begitu seksi. Zara khawatir jika saja sang suami melihatnya, sementara foto-foto itu menampakkan sisi feminim Zara yang terbiasa berpenampilan seperti cowok.


"Haahh aman, Bapak tadi tidak buka galeri foto, kan?" pertanyaan yang membuat Andra mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Enggak! Memangnya ada apa di dalam galeri foto di ponsel mu?" ucap Andra balik bertanya.


"Enggak! Nggak ada, lupakan!" Zara tampak menutupi sesuatu yang Ia sembunyikan dari Andra.


Andra menatap aneh wajah sang istri, Ia pun curiga jika sang istri menyimpan rahasia dibaliknya. "Apa yang kamu sembunyikan? Memangnya di galeri foto ponselmu ada apanya?" tanya Andra dengan menaikkan satu alisnya.


"Dibilangin nggak ada apa-apa kok, ngga percaya an banget sih." protes Zara sembari menyembunyikan ponsel miliknya di belakang badannya.


"Ihhh nggak percaya banget sih, nggak ada Pak, nggak ada apa-apa, ini cuma foto-foto biasa." jawabnya yang terus berusaha untuk menjauhkan ponselnya dari sang suami.


Namun, rupanya Andra tetap penasaran dan berusaha merebut ponsel milik istrinya, karena dia sendiri sangat penasaran dengan apa yang Zara sembunyikan. Andra terus berusaha untuk mengambil ponsel itu, dan Zara berusaha untuk terus menjauhkannya.


"Ye nggak kena, nggak kena, nggak kena ...!" Zara tampak mengejek Andra dan dirinya berlari-lari untuk menghindari Andra. Suasana dalam kamar itu menjadi ajang merebut HP, Zara tampak berlarian sementara Andra terus mengejar sang istri hingga kena.

__ADS_1


Tanpa diduga tanpa dinyana, Zara tersandung oleh sprei yang jatuh di atas lantai. Alhasil Ia pun terjatuh di atas ranjang tidurnya dan disaat yang bersamaan, handuk yang Ia kenakan juga ikut terlepas dari tubuhnya.


Tentu saja Andra disuguhkan dengan pemandangan yang begitu Ia sukai, pemandangan yang tidak ada duanya, lebih cantik dari lembah Khasmir, lebih menantang daripada pegunungan Himalaya dan lebih Indah dari hutan Amazon. Iya pemandangan dua gunung kembar dan satu lembah curam milik Zara yang dikelilingi dengan rerumputan yang tumbuh subur, tidak terlalu lebat dan tidak terlalu rimbun, sangat pas dan sedang-sedang saja.


Zara membulatkan matanya saat handuk yang menutupi sebagian tubuhnya terlepas di atas lantai dan kini dirinya tidak memakai apapun. Seketika dirinya melihat wajah sang suami yang terlihat seperti ingin menerkam mangsanya.


Andra mulai menghampiri sang istri yang terlihat begitu menggoda itu, sementara Zara tampak waspada dengan menutupi dadanya dengan kedua tangan, sementara kedua kakinya sengaja Ia rapatkan untuk menghindari sang suami berbuat yang lebih parah lagi.


"Ampun, Pak! Iya iya ini ambil saja ponsel Saya, tapi Saya mohon jangan perkosa Saya, Pak! Saya baru saja keramas, Pak! Malas kalau keramas lagi. Beneran!" rengek Zara sembari memberikan ponselnya kepada Andra.


Seketika Andra tersenyum saat mendengar ucapan dari Zara.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2