Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Biang kerok


__ADS_3

Pak Faisal berjalan menghampiri Andra, "Ada apa, Pak? Ada yang dapat Saya bantu?" tanya Pak Faisal.


"Emm Saya cuma mau bilang sama anak-anak, nanti di jam pelajaran Saya, hari ini Saya tidak akan praktek di lapangan, tapi Saya akan mengisi materi." jawab Andra.


"Oh begitu, silahkan Pak Andra beritahukan kepada mereka." Pak Faisal mengizinkan Andra untuk mengumumkan kepada murid-muridnya.


"Terima kasih banyak, Pak!"


Andra pun segera berdiri di depan kelas dan mengumumkan jika setelah pelajaran matematika selesai, Andra akan mengisi materi Bukan praktek di lapangan seperti biasanya.


"Anak-anak, hari ini kita tidak akan olahraga, tapi bapak akan memberikan materi pelajaran, jadi setelah ini kalian tidak usah ganti baju olahraga, mengerti!"


"Mengerti, Pak!" jawab semua siswa serentak. Andra memperhatikan semua siswanya tanpa terkecuali, Ia pun tampak tersenyum menggoda kepada istrinya, membuat Zara salah tingkah, Ia pun tersenyum sembari menundukkan wajahnya karena malu.


"Njiiir, dilihatin suami sendiri malah salah tingkah gini sih, padahal setiap hari ketemu sama dia terus, nggak tahu kenapa jika dia lihat kayak gitu, uhh rasanya malu banget sumpah." batin Zara tersipu malu.


Andra pun membatin sembari melihat wajah Zara yang terlihat malu-malu meong, "Lihatlah wajahmu, Zara! Kalau bukan di sini, hmm sudah ku uyel-uyel kamu, gemes pingin nyium aja!"


Hingga akhirnya, pandangan mata Andra tertuju pada Tina yang sedang sibuk menutupi wajahnya dengan buku. Andra pun memanggil Tina yang tampak sedang berusaha untuk menutupi wajahnya.


"Tina! Kamu kenapa? Ada apa dengan wajahmu?" tanya Andra penasaran.


Tina pun mengambil kesempatan untuk mendekati Andra dengan bersikap manja kepada Andra, Tina beranjak berdiri dan menghampiri Andra sembari berpura-pura menangis, "Huuhuuuu Zara, Pak! Zara bikin ulah lagi, Pak!" ucapnya sembari terus menutupi wajahnya dengan buku.

__ADS_1


"Zara? Memangnya apa lagi yang dia lakukan? Kenapa Kamu tutupi wajah mu seperti itu? Diapain lagi sama dia?" Andra terlihat mengerutkan keningnya sembari memperhatikan murid antiknya ini curhat.


"Dia udah bikin muka saya yang imut ini kayak gini, Pak! Huuwaaaa!" Tina berkata sembari membuka buku yang menutupi wajahnya. Seketika Andra menahan tawa dengan menutupi mulutnya memakai satu telapak tangannya. Tapi, sangat terlihat jika Andra tengah tertawa cekikikan, dilihat dari gestur tubuhnya yang bergerak-gerak.


"Hiiii bapak kok malah ketawa sih, bukannya kasih hukuman sama si Zara, dia udah bikin muka saya penuh coretan spidol kek gini, jadi nggak cantik kan, Pak!" celoteh Tina yang membuat seisi kelas tertawa, tak terkecuali Pak Faisal.


"Eh Tina, itu bagaimana bisa kamu punya kumis kucing seperti itu, dan tuh mata kayak kuntilanak aja." seru Pak Faisal sembari menghampiri muridnya yang antik itu.


"Itu tuh Zara si anak bar-bar, dia yang udah buat muka saya kek gini, ayo Pak! Kasih hukuman paling berat untuk dia, jemur dia di lapangan Pak! Yang lama biar mukanya gosong kena matahari, sebel! Aku bilangin Papa nanti, awas saja!" ucap Tina sambil menunjuk ke arah Zara yang sedang duduk dengan berpangku dagu.


Seketika Zara membalas ucapan Tina, "Diihh anak manja, dikit-dikit laporan sama bapaknya, kamu pikir Aku takut. Itu hukuman bagi siapa saja yang sudah mengerjai Zara, kamu nggak bisa mengelak lagi, kalau Aku mau Aku bisa melaporkan perbuatan kamu dan Anita ke polisi dengan alasan penganiayaan, karena bukti CCTV itu tidak akan pernah berbohong."


Tina terdiam dan Anita tampak panik. Sementara itu Andra mengatakan sesuatu kepada Tina agar dia tidak mengulangi perbuatannya lagi kepada Zara.


Seisi kelas sangat terkejut ternyata Tina dan Anita adalah biang kerok yang sudah mengerjai Zara, sementara itu Tina bersikeras tidak mau meminta maaf kepada Zara, Ia pun tidak menggubris perkataan Andra, justru dirinya pergi ke luar kelas dan meninggalkan pelajaran matematika oleh Pak Faisal.


"Saya tidak mau meminta maaf kepada Zara, titik!" setelah mengatakan itu Tina segera keluar mengajak Anita.


"Loh loh kok pada keluar, he ini pelajaran Saya, kalian mau kemana?" seru Pak Faisal.


"Kami mau pergi, Pak Andra sudah tidak adil dan selalu membela Zara, gadis itu memang pandai sekali merayu pak Andra. Sangat murahan!" umpat Tina, dan setelah itu Ia pun pergi keluar kelas bersama Anita.


Zara tetap tenang menghadapi mulut pedas Tina, Ia pun sudah menyiapkan kejutan lagi untuk kedua temannya itu.

__ADS_1


"Terserah kalian ngoceh-ngoceh sepuasnya, tapi Zara sudah mempersiapkan kejutan untuk kalian, pertunjukan sebenarnya akan terjadi."


...BERSAMBUNG...


*


*


*


*


Promo Novel


Wanita yatim piatu yang berusia 20 tahun itu pun harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya telah mengetahui jika cintanya telah dikhianati oleh sepupunya sendiri tepat dihari pernikahannya akan tiba.


Dengan dirinya yang mengidap penyakit kanker yang ganas yang akhirnya mengharuskan dirinya terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan kontrak dengan seorang Pria yang umurnya tujuh tahun lebih tua darinya.


Untuk biaya pengobatan penyakit ganas yang ia derita, ia harus menahan rasa sakit sekaligus siksaan batin ketika sadar jika dirinya hanya akan menjadi Istri dan Menantu yang tak dianggap dari keluarga Pria yang terkenal akan kejamnya.



...Yuk buruan kepoin kisahnya 🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2