Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Dibawa ke Dokter


__ADS_3

"Ya sudah! Kamu istirahat dulu, Aku ke kantor kepala sekolah sebentar, setelah itu kita pulang. Ok!" Andra mengusap rambut sang istri. Zara pun menganggukkan kepalanya. Setelah itu Andra keluar dari ruangan UKS. Sementara itu Tina dan kawan-kawan terlihat sembunyi agar Andra tidak melihat mereka yang sedang mengintip kebersamaannya bersama Zara.


"Sssttt Pak Andra keluar guys! Sembunyi-sembunyi." Tina dan yang lainnya bersembunyi agar Andra tidak mengetahui mereka. Andra keluar dari ruangan itu dan sedang menuju ke kantor kepala sekolah, setelah Andra menjauh, Tina dan kawan-kawannya pun keluar dari persembunyian mereka. Dengan senyum sinis Tina masuk ke dalam ruangan UKS dan menghampiri Zara sedang beristirahat.


Zara terlihat memejamkan matanya, karena kepalanya masih terasa sangat pusing, entah kenapa dirinya tiba-tiba merasa seperti itu, badannya terasa pegal-pegal. Tina masuk ke dalam dan tampak sedang bertepuk tangan, sehingga memaksa Zara untuk membuka matanya.


"Wah wah wah Tuan putri sedang enak-enakan di sini, hmm sok cantik, jangan mentang-mentang kamu sudah menjadi primadona di pesta ulang tahun Velin, Aku bakal ngasih approve buat kamu, nggak akan pernah, kamu tetaplah gadis bar-bar yang munafik yang sok suci nggak ternoda, padahal sebenarnya sangat menjijikkan." umpat Tina sembari berjalan menghampiri Zara dengan menyilangkan kedua tangannya.


"Kamu tuh ngomong apa sih? Datang-datang nggak ada hujan nggak ada angin, nyerocos aja kayak petasan, aku lagi malas bertengkar sama kamu, keluar sana!" titah Zara kepada Tina dan kawan-kawannya.


"What? Kamu mau ngusir Aku? Nggak semudah itu ya, eh harusnya kamu ngaca dong, kamu tuh nggak pantas dekat-dekat sama Pak Andra, cewek model kamu harusnya jadi algojo, sok manja pakai pingsan segala, bangun! Lawan Aku, biasanya kamu paling getol melawanku, kenapa sekarang kamu jadi pecundang, hah!" Tina berusaha untuk menantang Zara yang masih terlihat lemas, sungguh Zara saat itu benar-benar tidak vit, untuk mengangkat kepalanya saja sudah terasa berat. Bahkan perutnya menjadi mual saat Ia berusaha untuk bangun.


"Pergi kalian dari sini! Aku sedang malas menghadapi cewek-cewek centil kayak kalian, udah Aku eneg lihat muka-muka kalian, jadi pergilah!" pinta Zara kepada beberapa temannya yang berada di dalam ruangan UKS.


"Hah apa? Enak banget kamu ngusir kita, sebelum Aku menyakitimu Aku belum mau pergi dari sini, sekarang cepat bangun!" Tina tampak menarik tangan Zara, sehingga membuat gadis itu terjungkal tapi tidak sampai terjatuh, Zara kali ini benar-benar lemas tak bertenaga, apalagi ditambah perutnya yang terasa begitu mual. Seketika Zara pun mual-mual dan merasa ingin muntah.


"Hoek ... hoek ... hoek!"


Seketika Tina melihat keanehan pada Zara, Ia pun tersenyum smirk dan menyimpulkan bahwa Zara sedang hamil. Sementara itu Zara tampak sedang berlari menuju ke wastafel yang berada di ruangan UKS, sungguh apa yang terjadi pada Zara mencuri perhatian Tina dan teman-temannya.

__ADS_1


"Kalian lihat sendiri, kan? Aku sangat yakin sekali jika Zara sedang hamil!" ucap Tina dengan senyum seringai.


"Iya bener tuh, Zara pasti sedang hamil, pasti itu."


"Ck ... nggak nyangka aja Zara semurah itu, ya! Ternyata dia nggak jauh beda dengan perrek, cihh menjijikkan!"


Umpat teman-teman Tina yang melihat Zara yang sedang muntah-muntah. Hingga akhirnya Zara terlihat pucat dan lemah, Ia pun menyandarkan tubuhnya pada dinding ruangan UKS, sementara itu Tina menghampiri Zara dan berusaha untuk mendorongnya lagi. "Dasar cewek murahan!"


Seketika Zara terjatuh, dan Tina pun tertawa kesenangan melihat Zara yang tidak berdaya. Hingga akhirnya terdengar suara seorang cewek yang sedang memanggil nama Tina.


"Tina hentikan! Apa yang kamu lakukan pada Zara!"


"Velin!" Tina sangat terkejut melihat kedatangan Velin. Velin menghampiri Zara sedang terjatuh gara-gara Tina, dengan cepat Velin membantu Zara untuk naik ke atas tempat tidur. Setelah Velin meletakkan tubuh Zara dengan baik, Ia pun segera menghampiri Tina dan berkata, "Kalian ini benar-benar jahat, ya! Udah tahu teman sedang sakit, malah digituin, apalagi kamu Tina, kamu sudah lupa ya tentang rekaman CCTV yang memperlihatkan kejahatan kamu kepada Zara, kalau Zara mau, kamu bisa dipenjarakan." seru Velin yang ikut kesal melihat ulah Tina dan kawan-kawannya.


"Hmm ... aku nggak takut! Aku tantang kalau Zara berani melapor ke polisi, karena Papaku pasti akan membantuku, kalian pikir sekolah ini milik bapaknya Zara, no ... kalian salah besar." setelah mengatakan hal itu Tina pun segera keluar dari ruangan UKS.


Sementara itu Velin melihat kondisi Zara yang kian lemah, karena kasihan Ia pun memutuskan untuk membawa Zara ke dokter.


"Zara! Kamu pucat sekali, Aku bawa ke dokter, ya! Ayo biar diantar sama Pak sopirku. Kayaknya hari ini semua kelas sedang jamkos , dewan guru sedang rapat di ruangan kepala sekolah."

__ADS_1


"Terima kasih Velin, Aku sudah merepotkanmu." balas Zara yang masih terlihat lemas.


"Ya udah ayo! Aku bawa ke dokter Irwan, beliau pasti mau menolong, kamu pucat banget Zara, Aku nggak tega."


Hari itu Velin membawa Zara pergi ke Dokter tanpa sepengetahuan Andra yang masih berada di ruangan kepala sekolah.


...BERSAMBUNG...


*


*


*


*


...Yuk kepoin dulu novel punya kak Ci Author yang berjudul JANDA KEMBANG PILIHAN CEO DUDA🥰🥰...


__ADS_1


__ADS_2