
Sementara di tempat lain, Andra sudah tiba di rumah Velin, Ia dan beberapa guru lainnya mendapatkan sambutan yang istimewa dari pemilik rumah yaitu Ayahnya Velin, Pak Cokro. Dia adalah salah satu pejabat penting daerah di kota itu.
"Selamat datang Bapak dan Ibu guru! Kami sekeluarga sangat terhormat sekali dengan kehadiran bapak dan ibu guru di acara ulang tahun putri kami." sapa Pak Cokro dengan ramah.
"Terima kasih banyak, Pak! Kami juga sangat tersanjung sekali dengan undangan yang mewah ini, Velin adalah salah satu murid kami yang berprestasi, baik dan tentunya juga cantik!" balas Pak Faisal sembari tersenyum.
"Mari-mari Pak, Bu! Silahkan masuk ke dalam! Silahkan menikmati hidangannya!" seru Pak Cokro mempersilahkan kepada rombongan para guru sekolah Zara dan Velin.
Rombongan para guru itu mulai masuk ke dalam ruangan pesta, rupanya sudah ada banyak murid-murid mereka yang sudah hadir di pesta ulang tahun Velin tersebut. Tak ketinggalan Anita dan Tina yang sudah tampil sedemikian rupa agar mereka mendapatkan predikat ladies tercantik malam ini.
"Eh itu Pak Andra sudah datang, ya ampun jadi cowok kok ganteng banget sih, kalau kayak gini semakin semangat untuk deketin tuh guru BP, meskipun pakai topeng, Pak Andra tetap kelihatan macho banget, ya ampun idola." seru Anita yang sedari dulu memang menyukai Andra. Meskipun Andra dan semua yang hadir memakai topeng pesta. Namun, Anita masih bisa mengenali wajah Andra. Mereka mengenai wajah Andra dari rahangnya yang tegas dan tatapan bola matanya yang seolah-olah membunuh siapa saja yang melihatnya.
"Hmm Aku dukung kamu, daripada Pak Andra deket sama si Zara, Aku lebih suka sama kamu aja. Ciihh! Si Zara tuh nggak level dengan Pak Andra, apaan gadis model Samson dekat sama guru keren kayak Pak Andra. Ya kayak langit dan bumi lah! Jomplang keleus!" ucap Tina yang selalu meremehkan Zara.
Anita tampak tertawa mendengar hujatan Tina kepada Amel, Anita berusaha untuk mendekati Andra dengan mencoba merayunya.
"Pak Andra! Saya senang bisa melihat bapak di sini." sapa Anita sembari tersenyum kepada sang guru. Andra hanya bersikap datar, dirinya tampak sedang menunggu kedatangan sang istri yang sedari tadi belum kelihatan.
"Hmm iya!" jawabnya singkat.
"Pak Andra menunggu siapa? Kok sepertinya Pak Andra mencari keberadaan seseorang?" tanya Anita yang melihat sikap Andra yang tentunya pasti menunggu kedatangan Zara.
__ADS_1
"Oh ... enggak! Bapak cuma mau lihat apa semua murid-murid diundang oleh Velin." balas Andra basa-basi.
"Ya tentu dong, Pak! Semuanya diundang oleh Velin, tanpa terkecuali. Termasuk si gadis bar-bar itu. Mungkin si Zara nggak bakal datang ke pesta ini, secara Zara tuh nggak mungkin datang ke pesta ulang tahun Velin dengan memakai celana jeans dan kaos oblong. Dia kan nggak bisa dandan, Pak! Hmm gadis macam dia mana ngerti yang namanya bedak, mana yang namanya gincu. Yang dia tahu tuh cuma berantem, ngerjain kita, main ketapel, panjat Pagar sekolah. Hhh suka heran juga sih sama dia, gadis bodoh!" umpat Anita masih kesal dengan Zara karena sudah mengerjai nya dengan membuat rok sekolah nya terkena permen karet.
"Kalian tuh sesama wanita harusnya saling menghargai, bukan saling mencela seperti ini. Kalau Zara datang dengan tampil cantik, gimana hayo?" balas Andra.
"Hahaha Zara tampil cantik? Cantik dari Hongkong? Nggak mungkin, Pak! Saya tahu betul siapa Zara, pegang bedak aja nggak penting dia, apalagi dandan kayak kita-kita. Itu nggak mungkin Pak Andra." sahut Anita dengan tertawa meremehkan Zara.
Sementara itu di rumah, Zara baru menyadari jika suaminya mengirimkan pesan singkat bahwa dia harus berangkat terlebih dahulu, Karena teman-teman sesama guru sudah menunggu kedatangan nya. Zara pun hanya bisa menghela nafasnya, Ia pun berangkat di antar oleh Pak Kosim. Namun, sebelumnya Selly memberikan sebuah topeng cantik untuk menyamarkan wajah Zara, dan kebetulan tema di usung dalam pesta itu adalah pesta topeng.
"Tunggu bestie! Ini topeng untuk Ye! Kata Om Andra tema pestanya pakai topeng ya! Hmm pasti malam ini akan ada kejutan untuk teman-teman Ye! Apalagi Om Andra. Ulalaaaaa dia pasti nggak bakalan mengalihkan pandangannya pada wanita lain. Om Andra pasti semakin tergila padamu, hmmm cucok!" seru Selly sembari memasangkan topeng yang berhiaskan bulu dan manik-manik cantik. Sehingga penampilan Zara terkesan sangat anggun dan elegan.
"Terima kasih Mas Selly! Terima kasih atas dukungannya, Aku nggak tahu harus bilang apa, Aku belajar banyak dari Mas Selly tentang makeup dan berdandan. Mas Selly memang baik banget." ucap Zara yang terharu dengan kebaikan Selly yang juga mengajarkan kepada Zara bagaimana berdandan dari yang sederhana hingga yang wow.
"Ya ya ya percaya percaya, Mas Selly ini memang cuwantik banget, pasti banyak kadal buntung yang naksir sama Mas Selly, Saya yakin itu."
Seketika Selly langsung berpamitan pulang setelah mendengar kata-kata Zara.
"Hmmm kalau bukan bini nya Om Andra, udah Akikah pites Ye. Sayang cantik, ya udin! Akikah pulang dulu, selamat bersenang-senang dan nikmati pesta Ye! Papay!" pamit Selly kepada Zara.
"Eh tunggu-tunggu!"
__ADS_1
"Duh apa lagi sih? Duhh betina ini ... jangan bilang ya kalau Akikah ini pacarnya kadal buntung."
Zara tertawa dan berkata. "Apa suami ku udah bayar?"
"Ya ampyuunnn! Om Andra tuh rela rogoh kocek banyak buat Ye! Nih udah lima jeti masuk kantong, Ye harus bersyukur punya laki kayak dia, Om Andra cinta banget sama Ye!"
Seketika Zara tersipu malu mendengar penuturan dari Selly. Setelah itu Selly pulang dan Zara mulai berangkat ke pesta diantar oleh Pak Kosim.
Di tempat pesta, Niko dan Vina mulai masuk ke ruangan pesta. Tak sengaja Vina dan Andra bertatap muka. Vina tahu jika Andra sedang melihat dirinya, Ia pun berusaha untuk memanas-manasi Andra dengan menggandeng tangan Niko dengan mesra.
"Andra! Rupanya kamu datang juga, hmm kamu pasti datang sendiri, nggak mungkinlah dia mengajak istrinya. Orang istrinya nggak ada pantes-pentesnya berada di samping Andra." batin Vina dengan tersenyum sinis. Sementara Andra hanya bersikap santai dan melihat kemesraan Niko dan Vina biasa-biasa saja.
Niko tampak mendekati Andra, dimana Andra sekarang juga menjadi saudara sepupu Niko, karena Zara dan Niko adalah sepupu.
"Hai Andra! Sendiri saja?" sapa Niko sembari merangkul Andra.
"Nggak juga, Aku bersama guru-guru dan juga murid-murid ku, kita barengan! Well, apa kabar kalian?" Andra balik bertanya.
"Kamu bisa lihat sendiri Pak guru! Kami berdua sangat bahagia. Tentu saja kami berdua sangat bahagia, suamiku sangat mencintai ku, dia selalu membelikan Aku hadiah, tentu saja karena suamiku seorang pengusaha kaya. Bukan seorang guru honorer yang nggak ada gajinya." ejek Vina kepada Andra, sejatinya Vina belum mengetahui jika Andra adalah seorang eksekutif muda. Yang Ia tahu Andra adalah seorang guru olahraga.
Mobil mewah yang membawa Zara tiba di depan rumah mewah Pak Cokro. Seketika kedatangan mobil mewah Zara menyita perhatian tamu undangan yang masih berada di luar ruangan pesta.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...