Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Kecurigaan Kelvin


__ADS_3

Zara berdiri di tengah-tengah, Ia menunggu kedatangan Velin untuk memberikan hadiah yang akan Ia berikan kepada gadis itu. Sementara itu semua mata tertuju pada penampilan Zara, tak terkecuali Kelvin yang sedari tadi penasaran siapa sebenarnya gadis yang Ia temui di depan. Seolah Kelvin merasa curiga jika itu adalah Zara, terlihat dari postur tubuh dan warna kulit yang tentunya Kelvin sangat mengenal mantan kekasih nya itu. Ia pun mencoba mendekati Zara dan bertanya kepadanya.


"Hai! Boleh kenalan, nggak? Aku Kelvin." seru Kelvin sembari mengulurkan tangannya. Zara tidak menjawab, karena Ia tahu jika sang Suami tengah memperhatikannya. Meskipun Andra tidak mendampingi Zara, setidaknya Ia masih bisa memantau keberadaan sang istri. Karena mereka sadar jika mereka bersama itu akan membuat teman-teman Zara curiga. Maka dari itu Zara memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan laki-laki lain.


"Kok kamu diem sih?" seru Kelvin yang masih bingung dengan sikap Zara yang selalu diam.


"Hello! Kamu bisu, ya?"


Mendengar ucapan dari Kelvin, seketika Zara membatin, "Sialan dikatain bisu, Aku cuma nggak mau aja kalau suamiku marah, mana dia lihat ke sini terus lagi." Zara melihat ke arah suaminya yang sedang melipat kedua tangannya. Andra mengawasi Zara dari belakang, berharap teman-teman cowok nya dan guru-guru genit tidak mengganggu sang istri.


Zara pun beranjak pergi menjauhi Kelvin, Ia tidak mau berurusan lagi dengan Kelvin. Namun, Kelvin tetap saja mendekati Zara kemana pun gadis itu pergi.


Zara berjalan menuju ke meja makan dan mengambil segelas minuman, Kelvin pun mengekor di belakangnya. Tentu saja itu membuat Zara risih. Hingga akhirnya terucap dari bibir Kelvin jika Ia meyakini jika gadis bertopeng itu adalah Zara.

__ADS_1


"Nih anak ngapain sih nginthilin mulu, bikin rese aja!" batin Zara.


"Kamu Zara, kan?" seru Kelvin yang seketika membuat Zara berhenti.


"Beneran kan kamu Zara?" sekali lagi Kelvin meyakinkan dirinya jika itu adalah Zara.


Zara tetap tidak memperdulikan pertanyaan Kelvin, Ia pun segera beranjak pergi untuk menjauhi pemuda itu. Namun, lagi-lagi Kelvin yang sangat penasaran justru menahan tangan Zara agar gadis itu mengatakan jika dirinya adalah Zara.


"Kamu tidak boleh pergi, katakan kamu Zara, kan? Aku tahu itu." Kelvin terus mendesak agar Zara segera mengaku.


Andra yang tahu jika sang istri membutuhkan pertolongan, Ia pun segera menghampiri mereka berdua. Andra segera melepaskan tangan Kelvin dari tangan sang istri.


"Lepaskan dia!" titah Andra yang tiba-tiba muncul dengan memaksa Kelvin untuk melepaskan tangannya dari sang istri.

__ADS_1


"Pak Andra, Anda ngapain ke sini?" tanya Kelvin.


"Bapak melihat mu dari ujung sana, kamu sedang memaksa gadis ini, Bapak tidak suka itu, jangan kasar kepada wanita, jika gadis ini tidak mau, ya sudah! Kamu tidak usah memaksa nya." ucap Andra dengan tegas. Zara pun bersembunyi di balik punggung suaminya. Sementara yang lainnya melihat Andra dan Kelvin yang sedang mendekati Zara. Mereka tampak bingung, bagaimana bisa gadis itu bisa membuat dua pria tampan memperebutkan nya.


"Diiihh Pak Andra dan Kelvin ngapain mereka mendekati gadis itu, ihhh kayak nggak ada cewek lain aja. Gadis norak itu aja dideketin, harusnya Aku yang lebih pantas diantara kedua cowok tampan itu." seru Tina yang terlalu percaya diri.


Spontan Anita tertawa mendengar penuturan dari Tina.


"Kok Kamu ketawa sih, Nit?"


"Enggak! Aku nggak ketawa kok. cuma ngakak aja!" jawab Anita yang sudah tidak bisa menahan rasa ingin tertawa nya. Tina pun tersenyum sinis melihat Anita menertawakan dirinya.


"Sialan! Dia mengejekku rupanya. Nggak ingat saat ku tolong kamu untuk mengerjai Zara, sekarang pakai ngetawain Aku lagi, dasar gadis kerempeng." batin Tina yang mengejek balik Anita.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2