
Pak Bento berkata kepada putrinya itu dengan ekspresi wajah yang membuat Tina mulai mengerutkan kening.
"Ada sesuatu yang harus kamu ketahui, Papa bukanlah pemilik tanah ini, dan yang berhak atas tanah yang berdiri sekolah ini adalah Pak Harun, dan Papa tidak bisa membuktikan keautentikan sertifikat tanah ini. Jadi, tanah ini tetap milik Pak Harun, Daddy-nya Zara."
Seketika Tina melongo tak percaya, bagaimana bisa ini terjadi, baru saja Ia gembar-gembor jika sang Papa adalah pemiliknya. Tapi, kenyataannya diluar dugaan.
"Itu nggak mungkin, Pa! Kenapa bisa begitu? Papa pasti bercanda, kan?" Tina pun tampak tidak terima dengan kenyataan ini.
"Itu benar, Nak! Papa tidak punya kuasa untuk mengambil hak atas tanah ini, karena Pak Andra sudah menunjukkan bukti-bukti tertulis dan kuat di mata hukum tentang keaslian sertifikat yang Papa bawa, dan Papa kalah." ungkap Pak Bento sembari menghela nafasnya.
"Apa? Pak Andra! Apa hubungannya Pak Andra dengan semua ini? Bisa apa Pak Andra? Pak Andra nggak punya hak dan wewenang tentang masalah Papa, kenapa dia harus ikut campur?" Tina tampak meragukan siapa sebenarnya guru olahraganya itu, yang biasa berpenampilan ala-ala guru olahraga.
"Pak Andra, beliau adalah ... adalah eksekutif muda di perusahaan Pak Harun, dan beliau juga yang sudah membuktikan jika sertifikat tanah yang Papa pegang adalah palsu dan penggandaan. Dan Papa mau klarifikasi juga kepada kepala sekolah jika Papa mencabut kembali tuntutan kepada Pak Harun, karena pemilik sebenarnya sekolah ini adalah Daddy-nya Zara.
__ADS_1
Seperti tersambar petir, rasanya dunia Tina runtuh seketika, Ia pun tampak memaksa Papanya agar tidak berkata demikian, "Papa pasti bohong, kan? Tidak mungkin itu, Pa! Tidak mungkin bapaknya cewek itu pemilik sekolah ini, Papa pasti ngeprank Tina kan, Pa?"
Pak Bento mencoba untuk menenangkan Putrinya. "Papa tidak bohong, Tina! Dan ini memang benar, Papa bukanlah pemilik tanah ini, karena memang benar Opa kamu sudah menjual tanah ini kepada Pak Harun, dan semua Om-om Kamu juga menyetujuinya, hanya saja Opa Kamu tidak memberi tahukan kepada Papa jika tanah itu terjual, karena waktu itu Papa sedang kuliah di luar negeri dan belum kembali ke Indonesia. Mereka cuma bilang ada sebidang tanah yang dijual dan Papa tidak tahu jika tanah ini yang dijual. Makanya Papa tidak terima dan menggugat Pak Harun dengan segala cara." ungkap Pak Bento yang membuat seluruh siswa jadi tahu jika Tina berbohong.
"Ternyata, Tina membohongi kita, Guys!"
"Hah ... iya tuh! Ngaku-ngaku anak dari pemilik sekolah ini, ternyata zonk!"
"Nggak malu apa, dia! Udah ngomong kayak gitu."
"Oke! Mungkin Aku bukanlah anak dari pemilik sekolah ini. Tapi, apa kita akan membiarkan cewek murahan itu tetap berada di sekolah ini! Pak kepala sekolah, sebaiknya Anda keluarkan saja Zara dari sekolah ini, dia murid yang tak layak mendapatkan ilmu dari sekolah elite ini, perbuatannya benar-benar sudah sangat memalukan, Pak! Bapak bisa lihat sendiri di video ini, bagaimana Zara dan Pak Andra sedang berciuman, bukankah itu sangat menjijikkan?" umpat Tina sembari memberikan video rekaman yang dilakukan oleh Kelvin dan sebagian sudah disebarkan kepada teman-temannya. Tapi, video kali ini durasinya lebih full dan lebih detail.
"Apa ini?" tanya kepala sekolah.
__ADS_1
"Bapak bisa lihat sendiri, bagaimana kelakuan kedua pasangan mesum itu, Pak!" seru Tina dengan kepercayaan diri tinggi jika dirinya memberikan informasi penting bagi kepala sekolah untuk tidak mentolerir lagi perbuatan Zara dan Andra.
Kepala sekolah mulai membuka video itu, dan melihat adegan yang terjadi antara Zara dan Andra, sementara itu Andra terus berusaha menenangkan istrinya bahwa semua akan baik-baik saja.
"Kamu jangan khawatir! Semuanya pasti baik-baik saja, jangan bersedih hmm!" ucapnya kepada Zara sembari tersenyum kepadanya. Zara pun menganggukkan kepalanya dan mengerti ucapan sang suami.
Setelah kepala sekolah melihat video itu, Tina dan Kelvin mulai menyeringai dan berharap jika kepala sekolah mengeluarkan Zara. Kepala sekolah menyerahkan video itu kembali kepada Kelvin dan berkata, "Sebaiknya kamu hapus aja saja video itu, jika kamu tidak ingin dilaporkan oleh Pak Andra atas pencemaran nama baik." seketika Kelvin melototkan matanya tak percaya jika sang kepala sekolah berkata seperti itu.
"Apa, Pak? Saya tidak salah dengar nih? Saya harus menghapus bukti kemesuman mereka berdua, itu nggak mungkin lah, Pak!" sanggah Kelvin yang masih tidak mau menuruti permintaan sang kepala sekolah.
"Kelvin, mungkin kali ini Bapak tegaskan kepada kamu dan semua murid-muridku, tentang tuduhan kalian terhadap Pak Andra dan Zara, iya bapak akui jika video itu memang mereka berdua. Dan semua itu sah-sah saja mereka lakukan, karena sebenarnya mereka berdua sudah menikah."
'Jediarrrrrrrrrr'
__ADS_1
Seperti tersambar petir yang menggelar saat Tina dan Kelvin mendengar pengakuan dari kepala sekolah.
...BERSAMBUNG...