
Andra menghampiri sahabat nya yang sedang bersama muridnya yang merupakan teman Zara, Velin. Setelah Andra mendekati mobil dokter Irwan dan berhenti tepat di samping kemudi, Andra membuka kaca helmnya dan menyapa sang sahabat yang sedang bersama muridnya.
"Hai bro! Kamu ngapain bawa anak orang? Di marahi Bapaknya loh!" seru Andra sembari melihat ke arah Velin yang sedang tersenyum kepadanya.
"Orang Aku sudah ngomong sama Bapaknya kok, ya nggak apa-apa lah, kamu juga sih bikin Aku kepingin saja, udah pergi sekolah sana jangan pacaran terus." balas dokter Irwan.
Sementara itu Velin yang berada di dalam mobil bersama sang dokter, tiba-tiba tersenyum melihat Zara yang tampak tersipu malu.
"Hai Zara! Cie ... mesra banget sama Pak guru, tapi Aku suka kok kalau kalian pacaran, pasangan yang cocok dan gokil, iya kan Dokter?" Velin berkata sembari tersenyum kepada dokter.
"Hmm ... iya! Benar sekali, lihat kalian tuh seru, berantem tapi ujung-ujungnya pasti lengket lagi." sambung dokter Irwan mengiyakan.
"Hehehe, Velin, Pak dokter! Saya dan Pak Andra nggak ada apa-apa kok ya, Pak! Biasa kami tuh suka bercanda, ya gitulah bercanda doang." seru Zara sembari cengar-cengir.
"Bercanda apa bercanda? Tapi aku suka kok jika Pak Andra dan kamu pacaran, pasti seru, kocak, nggak tahu kenapa Aku senang aja lihat kalian berdua bersama, kayak ada chemistry yang unik gitu, iya kan Dokter!" lagi-lagi Velin memuji kedekatan Zara dengan Andra, dan Zara merasa jika dokter Irwan memang tidak membocorkan rahasia pernikahan nya dengan Andra.
"Itu artinya Velin belum tahu jika Aku dan pak Andra sudah menikah, dia masih menganggap jika aku berpacaran dengan pak Andra, hmm Syukurlah! Itu artinya dokter Irwan memang pandai menjaga rahasia, salut! Semoga saja mereka berjodoh." batin Zara sembari tersenyum.
"Ya sudah! Kita berangkat lagi, jamnya hampir mepet, baru kali ini Aku berangkat kesiangan gara-gara boncengin murid ku yang super bawel ini, mau Aku turunkan di tengah jalan, nanti dia nangis nggak ada yang barengi, ya udah terpaksa boncengin nih anak daripada entar dibilangin sama bapaknya." celetuk Andra yang memaksa Zara mencolek pinggang Andra.
"Bapak tuh kalau boncengin kira-kira dong! Mbok ya ngerti siapa yang dibonceng, murid bapak paling terkeceh dan paling tersangar di sekolah, pelan-pelan kek, kalau saya jatuh kan nggak asyik, Pak!" sahut Zara sembari bersiap untuk berangkat lagi bersama suaminya.
__ADS_1
"Ya gampang, kan Aku bisa gendong kamu!" celetuk Andra sembari bersiap melajukan motornya.
"Gendong-gendong! Memangnya saya anak kecil yang minta digendong." balas Zara sembari berpegang pada pinggang Andra. Namun, kali ini Ia tidak terlalu melingkarkan tangannya hingga penuh menutupi perut sang suami, Karena jarak ke sekolah kian dekat. Zara khawatir jika ada temannya yang lain sedang melihat dirinya bermesraan dengan sang guru.
"Oke bro! Aku pergi dulu. Velin! Bapak duluan." pamit Andra kepada mereka berdua. Zara pun tersenyum sembari menganggukkan kepala kepada Velin dan dokter Irwan.
Motor sport Andra melaju kembali ke jalan, Kemudian mobil dokter Irwan pun mulai melaju, sementara itu Velin pun ikut tersenyum melihat kepergian mereka berdua, sang dokter pun tampak menggelengkan kepalanya melihat keseruan Andra dan Zara.
"Mereka berdua lucu sekali, pasangan gokil." seru dokter Irwan yang tak sengaja Velin mendengarkan nya.
"Dokter benar! Pak Andra dan Zara cocok banget, padahal mereka suka berantem loh, Dok! Tapi nggak tahu kenapa kok saya merasa mereka itu cocok banget kalau jadi pasangan, pasti seru."
"Oh ya! Mereka suka berantem?" tanya sang dokter yang pura-pura tidak tahu, padahal sebenarnya dokter Irwan sudah tahu segalanya tentang hubungan Andra dan Zara dari mulut Andra sendiri.
"Hahaha masa seperti itu?"
"Beneran Pak! Zara dihukum nggak boleh turun dari atas pagar selama satu jam, dokter bisa bayangin dong, si Zara nangkring di atas pagar selama satu jam, ya tentu saja Zara nggak kekurangan akal, pas Pak Andra lengah dan nggak lihat, Zara turun pelan-pelan dari pagar. Setelah dia berhasil turun. Baru deh dia lari sekencang-kencangnya dari pak Andra."
"Terus-terus si Andra gimana pas dia tahu?" sambung dokter Irwan yang terlihat asyik mendengarkan kisah Andra dan Zara.
"Ya dikejarlah itu si Zara, hingga akhirnya Zara nyerah juga dan dibawa ke ruangan BP, itu berlangsung setiap hari, Dok! Pokoknya Zara itu langganan banget sama Pak Andra."
__ADS_1
Dokter Irwan dan Velin saling tertawa, hingga akhirnya sang dokter menatap senyum Velin yang entah kenapa tiba-tiba membuat hati dokter Irwan tergoda.
"Manis!"
Seketika Velin terkejut dan menatap wajah sang dokter. "Apa dok?"
...BERSAMBUNG...
*
*
*
Promosi novel
Adrian Pratama terpaksa harus menikah dengan adik angkat yang selama ini selalu ia jaga dan ia lindungi. Putri kandung dari ibu angkatnya. Mak Alisa.
Semua itu terjadi karena calon istri Adrian Pratama berselingkuh di belakangnya tepat saat hari pernikahan mereka.
Sanggupkah Adrian Pratama menjalani pernikahan terpaksa dengan adik putri dari ibu angkat nya?
__ADS_1
...Yuk capcuss kepoin segera 🥰...