
Andra tersenyum dan menangkup wajah sang istri, "Aku adalah suamimu, Guru olahragamu, dan Ayah dari kedua bayi yang kamu kandung, kamu tidak usah memikirkan hal yang aneh-aneh, kamu fokus saja pada kehamilan mu, Aku hanya ingin melihat anak dan istriku bahagia, itu saja." ungkap Andra diiringi kecupan manis pada bibir Zara.
Seusai Andra melepaskan ciumannya, Zara pun makin penasaran dengan apa yang sebenarnya Andra sembunyikan dari dirinya, Ia pun tak membiarkan Andra tidur sebelum dia mengatakan hal yang sebenarnya kepada Zara.
"Tapi kata Pak Roni, bapak adalah orang kepercayaan Daddy? Apa itu benar, Pak?" seketika Andra membuka kedua matanya dan melihat Zara yang masih belum tidur.
"Kenapa kamu ingin tahu sekali? Aku kan sudah bilang tadi."
"Tapi Saya kurang sreg dengan jawaban Bapak, bisa saja bapak membohongi Saya," Zara terlihat mengerucutkan bibirnya sembari terus menarik selimut dan membaringkan tubuhnya. Kemudian Zara tidur dengan membelakangi Sang suami.
"Kamu marah?" tanya Andra sembari tidur menghadap sang istri yang sedang membelakanginya.
__ADS_1
"Enggak! Siapa juga yang marah." jawabnya cuek. Andra tersenyum dan Ia pun mulai menggoda Zara dengan memainkan ujung telunjuknya pada punggung Zara. Tentu saja Zara merasa geli sehingga terlihat menggeliat.
"Ihhh apaan sih! Udah deh kalau masih ada rahasia-rahasiaan, mending kita bobo sendiri-sendiri." protes Zara yang masih merasa jika suaminya masih menyimpan rahasia besar.
"Ya kok bobo sendiri sih. Zara! Ngadep sini dong, jangan tidur kayak gitu, nanti kamu kentut, Aku yang bau. Tega kamu, ya?" celetuk Andra sembari menepuk pantat Istrinya.
"Ihhhh ... nggak usah pegang-pegang, Saya tuh lagi marah ceritanya, nggak usah coba-coba ngerayu, nggak ngefek." sahut Zara sembari menepis tangan Andra yang sedang mengelus pantatnya.
Andra melingkarkan tangannya pada pinggang Zara dan Ia pun menyembunyikan wajahnya pada tengkuk sang istri. Sehingga nafas Andra terasa begitu hangat menyapu kulit leher Zara, sejenak Zara merasa geli saat nafas Andra terasa begitu hangat.
Kemudian Andra mulai membuka suara tentang sesuatu yang ingin diketahui oleh sang istri. "Sekarang kamu ingin bertanya apapun, akan Aku jawab. Katakan! Apa yang ingin kamu ketahui dari suamimu ini?"
__ADS_1
Zara pun mulai menyiapkan sebuah pertanyaan kepada suaminya. "Oke! Sekarang saya akan bertanya dan Pak Andra tidak boleh berbohong, kalau bohong nanti anak kita bisa ngeces, Bapak mau anak kita lahir ternyata ileran karena bapaknya dulu nggak berterus terang, Bapak mau anaknya ileran?"
"Kok ileran sih? Masa gara-gara gitu doang anaknya bisa ileran, bukannya kalau ileran tuh pas hamil si Ibu pingin makan sesuatu tapi nggak keturutan, lah ini cuma gini doang masa bisa ileran sih anaknya." protes Andra.
"Ya bisa dong! Masalahnya sekarang emaknya tuh pingin tahu siapa sebenarnya Ayah kandungnya, bukan main rahasia-rahasian lagi," sahut Zara yang sejatinya Ia tahu jika sang suami masih menyembunyikan identitas dirinya
"Oke-oke sekarang Aku akan bicara yang sesungguhnya. Baiklah! Aku memang orang kepercayaan Daddy Harun, Aku eksekutif muda yang ditugaskan untuk mengawasi mu dan menjagamu. Maafkan aku, Zara! Aku tidak bermaksud untuk membuat terkejut, tapi mungkin sudah saatnya kamu mengetahuinya." ungkap Andra yang langsung to the point.
Spontan Zara membalikkan badannya dan menatap dalam-dalam wajah sang suami. "Pak Andra adalah seorang eksekutif muda?" tanyanya sembari memperhatikan gerak-gerik bola mata sang suami yang teramat candu baginya.
"Iya!" jawaban itu seketika membuat Zara lemas, rupanya sang Suami yang sering terlihat pecicilan itu, ternyata seorang eksekutif muda.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...